Home Tugas Cara Membuat Proposal Skripsi Serta Contohnya

Cara Membuat Proposal Skripsi Serta Contohnya

Skripsi merupakan suatu karya tulis yang menjadi syarat akhir bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Tentu saja membuat skripsi membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan, hingga mungkin merasa lebih baik menyerah. Eh tunggu dulu, membuat skripsi sebenarnya tidak semengerikan itu kok.

Cerita mengenai dunia perskripsian ini pasti dimulai dengan mencari judul, mengajukan judul, membuat proposal skripsi, ujian proposal, penelitian, seminar hasil, dan sebagai bonus biasanya adalah melakukan publikasi. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai cara membuat proposal skripsi.

Banyak yang masih belum tahu sebenarnya proposal skripsi itu yang seperti apa sih? Beberapa orang mengira proposal skripsi adalah naskah akhir dari skripsi. Padahal justru naskah yang harus disusun sebelum bisa melakukan penelitian. Karena mengandung kata “proposal” yang diserap dari bahasa Inggris “propose” dimana artinya adalah “pengajuan”, maka proposal skripsi akan menentukan apakah penelitian dapat dilakukan atau tidak.

Proposal skripsi membahas beberapa hal yang menggambarkan akan seperti apa penelitianmu nantinya. Jika proposal skripsi ditulis dengan lengkap dan jelas, maka penelitianmu akan terlihat meyakinkan serta memungkinkan untuk dilakukan. Sedangkan jika masih dirasa ada kekurangan, dikhawatirkan penelitianmu justru akan terhambat dan tidak bisa diselesaikan. Akibatnya skripsimu entah kapan akan bisa diselesaikan.

Oh ya, selain diterima atau ditolak, proposal skripsi ini juga punya nasib yang unik: diterima dengan syarat direvisi terlebih dahulu. Tapi kalau bisa one shot kenapa harus kerja dua kali? Meskipun jika membicarakan fakta, jarang ada proposal skripsi yang lolos tanpa revisi. Solusi terbaiknya adalah meminimalkan hal yang perlu direvisi. Apa saja sih yang ditulis dalam proposal skripsi? Yuk simak penjelasan serta contoh proposal skripsi berikut ini.

Pendahuluan

Pendahuluan
Sumber: Mediamodifier dari Pixabay

Latar belakang masalah

Latar belakang membahas tentang alasan mengangkat suatu masalah menjadi judul penelitian. Data dan fakta pendukung biasanya dicantumkan untuk meyakinkan pembaca. Selain itu penelitian lain yang sejenis atau memiliki keterkaitan dengan judul penelitianmu juga dapat menguatkan latar belakang yang kamu tulis. Semakin kaya sitasi dan padat informasi, maka latar belakang dianggap semakin bagus.

Perumusan masalah

Perumusan masalah biasanya disajikan dalam bentuk pertanyaan. Misalnya suatu penelitian membahas hubungan antara durasi tidur malam dengan tingkat depresi mahasiswa, maka perumusan masalahnya dapat ditulis sebagai berikut: Apakah terdapat hubungan antara durasi tidur malam dengan tingkat depresi mahasiswa?

Tujuan penelitian

Tujuan penelitian adalah sesuatu yang ingin didapat atau diketahui setelah hasil penelitian dianalisis. Biasanya tujuan penelitian dituliskan mirip dengan perumusan masalah, hanya saja dalam kalimat berita. Contohnya: Mengetahui hubungan antara durasi tidur malam dengan tingkat depresi mahasiswa.

Baca juga: Cara Membuat Outline Skripsi

Manfaat penelitian

Suatu penelitian memiliki dua manfaat, yaitu manfaat teoritis dan manfaat aplikatif. Contoh manfaat teoritis adalah memberikan informasi ilmiah mengenai masalah yang diteliti, sedangkan manfaat aplikatif adalah manfaat yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh yaitu penelitian dapat digunakan sebagai acuan bagi mahasiswa agar lebih mengatur durasi tidur sehingga tingkat depresi bisa ditekan.

Landasan Teori

Tinjauan pustaka

Segala hal terkait variabel yang akan diteliti dalam penelitian dibahas pada bagian ini. Literatur yang diambil sebisa mungkin bertanggal 5 tahun terakhir agar menjamin keterbaruan informasi. Selain itu variasi literatur juga penting, misalnya ada yang dari buku, jurnal, dan lain sebagainya.

Kerangka pemikiran

Untuk memudahkan pembaca memahami penelitian yang akan dilakukan, perlu dicantumkan kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran ini biasanya disajikan dalam bentuk bagan dan sapat menggambarkan hubungan dari tiap variabel yang ada. Setiap variabel juga diberi tanda yang berbeda untuk membedakan mana variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, maupun variabel perancu.

Hipotesis

Secara sederhana, hipotesis adalah dugaan terhadap hasil penelitian. Misalnya apakah variabel bebasnya memiliki pengaruh terhadap variabel terikat atau tidak. Jika berpengaruh, apakah pengaruh yang diberikan bersifat positif atau negatif. Apabila penelitian membandingkan dua variabel, kira-kira variabel mana yang lebih berpengaruh. Yang jelas hipotesis ini merupakan jawaban dari rumusan masalah yang bersifat sementara karena hanya suatu perkiraan.

Metode Penelitian

Metode Penelitian
Sumber: Mediamodifier dari Pixabay

Banyak mahasiswa yang kesulitan dalam membuat metode penelitian karena terlalu banyaknya jenis penelitian, rumus menghitung sampel, uji statistik, dan lain sebagainya yang harus dipahami. Pemahaman ini penting agar kamu tidak salah dalam mengambil pilihan sesuai dengan penelitianmu. Oleh karena itu, kamu perlu mengacu pada buku yang membahas tentang metode penelitian secara lengkap. Apa saja yang perlu dicantumkan dalam proposal skripsi akan dijelaskan secara sekilas seperti berikut ini.

Jenis penelitian

Jenis penelitian secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu eksperimental dan observasional. Untuk eksperimental berarti ada perlakuan yang diberikan kepada sampel, misalnya diperintahkan untuk melakukan hal tertentu misalnya tidur dengan lampu mati atau berolahraga dengan durasi tertentu. Jika sampel bukan manusia, perlakuan yang diberikan dapat berupa diberi obat, pupuk tertentu, dan lain sebagainya.

Sedangkan penelitian yang bersifat observasional hanya mengamati tanpa peneliti ikut campur sama sekali. Pengamatan ini bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu mengikuti perkembangan pasien, sekali ambil data, atau malah bersifat recall yang telah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Cara Membuat Daftar Isi Otomatis

Untuk jenis-jenis penelitian yang lebih khusus sebaiknya dibaca di buku yang memang membahas mengenai metodologi penelitian. Karena setiap jenis penelitian memiliki karakteristik masing-masing sehingga hanya bisa dipakai dalam suatu kondisi tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Lokasi dan waktu penelitian

Poin ini memberikan informasi mengenai di mana dan berapa lama penelitian akan dilakukan. Lokasi yang jauh tentu akan menambah biaya dan juga memakan waktu perjalanan. Sedangkan waktu yang terlalu singkat dapat menghambat pemenuhan jumlah sampel minimal, sedangkan waktu yang terlalu panjang akan memperlambat selesainya penelitian. Penentuan lokasi dan waktu penelitian sebisa mungkin harus efektif dan efisien.

Subjek penelitian

Kriteria inklusi dan eksklusi dibutuhkan untuk memilih sampel penelitian. Kriteria inklusi merupakan kriteria yang harus dipenuhi oleh sampel. Sedangkan kriteria eksklusi adalah kriteria yang jika dimiliki oleh sampel maka sampel tidak bisa dimasukkan ke dalam penelitian meskipun memenuhi kriteria inklusi.

Teknik pengambilan sampel

Terdapat berbagai macam teknik pengambilan sampel yang dapat dipilih. Apakah secara acak atau tidak, dibatasi oleh waktu atau tidak, dan sebagainya. Teknik pengambilan sampel ini biasanya disesuaikan juga dengan jenis penelitian.

Besar sampel penelitian

Penelitian yang bagus memiliki besar sampel yang dapat mewakili populasi target. Oleh karena itu, sebisa mungkin mencapai besar sampel minimal. Semakin banyak sampel maka semakin bagus. Rumus untuk menghitung besar sampel minimal suatu penelitian berbeda-beda dan memiliki ketentuan masing-masing. Misalnya apakah jumlah populasi target diketahui atau tidak dan sebagainya.

Variabel penelitian

Pada bagian ini, setiap variabel yang ada dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Mana yang variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, maupun variabel perancu harus jelas sehingga akan mempermudah proses pengambilan dan perekapan data. Perlu juga dijelaskan apakah variable bersifat numerik, nominal, kategorik, dan lain-lain karena akan menentukan uji statistik yang akan digunakan.

Definisi operasional variabel

Setiap variabel yang ada dalam penelitian harus didefinisikan secara jelas. Tujuannya untuk menghindari adanya inkonsistensi. Sebagai contoh misal variabel anak dan remaja. Rentang usia sehingga bisa disebut anak atau remaja harus ditetapkan dengan jelas. Tanpa rentang yang jelas, akan menjadi suatu masalah ketika pada hari pertama penelitian perempuan berusia 17 tahun dianggap anak sedangkan pada hari yang lain dianggap sebagai remaja.

Contoh lain yang sering adalah menetapkan tinggi atau rendahnya sesuatu. Harus ada parameter yang jelas sebagai batasan. Misalnya kapan suatu pendapatan dianggap tinggi dan kapan dianggap rendah? Apakah batasan yang digunakan adalah rata-rata dari semua sampel sehingga yang di atas rata-rata dikatakan tinggi begitu pula sebaliknya? Ataukah penggolongan tingkat pendapatan dikategorikan berdasarkan batas UMR?

Dalam penentuan rentang maupun batasan ini tentu kamu tidak bisa sembarangan. Kamu harus berpegang pada suatu sumber yang terpercaya. Entah itu undang-undang, buku pedoman, jurnal internasional, dan lain sebagainya.

Instrumen penelitian

Semua berkas, alat, maupun bahan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian perlu dicantumkan. Suatu penelitian juga harus memiliki izin serta ethical clearance yang dibuktikan dengan adanya berkas dari instansi terkait. Selain itu, jika sampel yang digunakan adalah manusia, informed consent atau persetujuan dari subjek, orang tua, maupun wali harus diperoleh secara hitam di atas putih sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Teknik analisis data

Analisis data biasanya dilakukan menggunakan suatu software yang diperuntukkan khusus untuk uji statistik, misalnya SPSS yang sudah memiliki berbagai versi. Walaupun begitu, kamu tetap harus mengerti apa saja uji yang akan dilakukan agar saat mengoperasikannya tidak salah memilih langkah. Setelah dilakukan input data dan hasil analisis keluar, kamu pun harus bisa membaca hasilnya.

Bagian teknik analisis data ini perlu pemahaman khusus dan keterampilan dalam membaca hasilnya. Apalagi hasil yang diberikan disajikan dalam bentuk tabel dan dengan angka-angka yang dilihat saja cukup membuat pusing. Tapi tenang saja, kamu bisa mencari banyak video tutorial di YouTube kok.

Baca juga: Cara Mencari Judul Skripsi

Berikut akan diberikan contoh proposal skripsi sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya. Simak yuk agar kamu mendapat gambaran sebelum memulai menyusunnya!

Contoh Proposal Penelitian

I. Nama Peneliti : A

NIM/ Semester : B/ VI

II. Judul Penelitian

Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Orang Tua terhadap Kualitas Hidup Anak dengan Palsi Serebral di RS X

III. Bidang Ilmu : Ilmu Kesehatan Anak

IV. Latar Belakang Masalah

Palsi serebral merupakan salah satu gangguan motorik yang paling sering ditemukan dalam perkembangan anak, dengan angka kejadian bervariasi antara 2-2,5 per 1000 kelahiran hidup (Wibowo dan Saputra, 2017). ….

V. Rumusan Masalah

1. Apakah tingkat pendidikan orang tua berpengaruh terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral?
2. Apakah pendapatan orang tua berpengaruh terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral?

VI. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral.
2. Mengetahui pengaruh pendapatan orang tua terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral.

VII. Manfaat Penelitian

A. Manfaat Teoritis
1. Penelitian ini dapat memberikan informasi ilmiah tentang pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral.
2. Penelitian ini dapat memberikan informasi ilmiah tentang pengaruh pendapatan orang tua terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral.

B. Manfaat Aplikatif
1. Penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bagi penelitian sejenis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup anak dengan palsi serebral.
2. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi masyarakat untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral.
3. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi tenaga kesehatan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup anak dengan palsi serebral sehingga usaha untuk meningkatkan kualitas hidup bagi anak dengan palsi serebral dapat dilakukan secara efektif.

VIII. Tinjauan Pustaka

A. Palsi Serebral
1. Definisi
Palsi serebral merupakan suatu kelompok kelainan menetap pada perkembangan gerak dan postur, yang menyebabkan adanya keterbatasan aktivitas, sebagai akibat adanya gangguan non progresif yang terjadi saat otak janin atau bayi masih dalam proses perkembangan. ….

IX. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran
Sumber: Dokumentasi penulis

X. Hipotesis

A. Hipotesis Kerja (Ha)
1. Ha1
a. Tingkat pendidikan orang tua mempunyai pengaruh terhadap kualitas hidup anak dengan palsi serebral. Kualitas hidup anak dengan palsi serebral lebih baik pada orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. …

XI. Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Dalam penelitian ini tidak dilakukan intervensi atau perlakuan terhadap variabel dengan tujuan untuk mengetahui korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat yang pengumpulan datanya dilakukan bersamaan secara serentak dalam satu waktu (point time approach) (Masturoh dan Temesvari, 2018).
B. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di ….

XII. Daftar Pustaka

Agarwal, A. dan Verma, I. (2012). Cerebral palsy in children: An overview. Journal of Clinical Orthopaedics and Trauma, 3(2): 77–81. doi: 10.1016/j.jcot.2012.09.001.

Anggreany, D., Saing, J. H., Deliana, M., Dimyati, Y. (2016). Comparison of the quality of life in cerebral palsy children with physical therapy more and less than 10 months. Paediatrica Indonesiana, 55(5): 287. doi: 10.14238/pi55.5.2015.287-92. ….

Baca juga: Cara Mengutip dari Jurnal

Begitu sekiranya gambaran dalam membuat proposal skripsi serta contoh proposal skripsi. Tentu saja harus disesuaikan kembali dengan buku panduan skripsi yang diberikan kampusmu. Mungkin ada beberapa bagian tambahan pada jurusan yang berbeda pula. Akan tetapi secara garis besarnya sudah dibahas apa saja yang perlu mendapat perhatian khusus dalam membuat proposal skripsi. Kerapian format dan teknik penulisan juga penting, karena jika berantakan, maka pembaca pun akan malas membacanya. Semangat wahai pejuang skripsi!

Ratna
Ratna
Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter yang menjalani rotasi klinis sambil melakukan hobinya, yaitu menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...