Home Tugas Cara Mencari Judul Skripsi Serta Proses Pengajuannya

Cara Mencari Judul Skripsi Serta Proses Pengajuannya

Mahasiswa semester akhir mau tidak mau akan berhadapan dengan yang namanya skripsi. Kamu pasti sering mendengar cerita dan perjuangan seputar skripsi. Skripsi terdengar menyeramkan, bukan? Kadang skripsi sudah dianggap sebagai suatu beban, bahkan dari tahap yang paling awal: mencari dan mengajukan judul. Meskipun belum menginjak semester akhir, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dengan lebih mengenal berbagai hal terkait skripsi mulai dari sekarang.

Mencari judul skripsi

Mencari Judul Skripsi
Sumber: Pexels dari Pixabay

Mencari judul skripsi terdengar mudah, namun pada kenyataannya justru kompleks dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Judul merupakan hal yang paling mendasar dan akan sangat menentukan masa depan skripsimu. Tidak ada salahnya kamu mulai mencari inspirasi judul skripsi mulai dari sekarang. Langkah-langkah berikut ini akan membantu memudahkanmu dalam mencari judul skripsi.

Amati sekitar

Inspirasi datang tak pernah mengenal waktu dan tempat. Kadang hal yang terlihat sederhana pun dapat kamu jadikan sebagai inspirasi judul skripsi. Misalnya saja kamu melihat seseorang merokok. Kemudian kamu berpikir: Apakah merokok mempengaruhi kesehatan? Apakah kebiasaan merokok dipengaruhi latar belakang sosioekonomi? Apakah peraturan tentang merokok sudah berjalan efektif?

Berbagai pertanyaan yang muncul tersebut merupakan ide yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Tentu saja pertanyaan yang muncul juga akan sesuai dengan jurusan yang kamu ambil. Kuncinya adalah jangan pernah berhenti berfikir sambil mengamati sekitarmu, karena kreativitas itu tanpa batas.

Catat segala hal yang menarik

Semakin sering kalian mengamati sekitar, akan semakin banyak hal menarik yang kamu temukan. Agar tidak lupa, penting sekali untuk kamu catat. Mencatat disini tidak harus secara konvensional menggunakan buku atau kertas. Di masa yang sudah sangat modern ini, mencatat akan sangat mudah karena bisa dilakukan di smartphone yang tentu tak akan pernah ketinggalan untuk dibawa kemanapun kamu pergi.

Jika catatan yang kamu buat mulai terisi dan bertambah banyak, kamu mungkin juga perlu merapikannya berdasarkan pengelompokkan tertentu. Kriteria pengelompokkan tersebut kamu sendiri yang tentukan. Sebagai contoh yaitu pengelompokkan menurut sampelnya: manusia, binatang, tumbuhan, dan lain sebagainya. Tujuan pengelompokkan ini adalah mempermudah dalam melakukan analisis dari masing-masing ide.

Lakukan analisis

Saat tiba waktunya untuk mengajukan judul skripsi, kamu bisa membuka catatan yang telah kamu buat. Kamu bisa membandingkan setiap ide yang ada dengan melakukan analisis kelebihan dan kekurangan.

Yang perlu kamu perhatikan misalnya mana ide yang sampelnya dapat ditemukan dengan mudah, pertimbangkan biaya yang mungkin dibutuhkan, atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian. Dari situ kamu akan bisa menentukan mana ide yang paling memungkinkan untuk dijadikan judul skripsi.

Perbanyak membaca

Setelah kamu menentukan kira-kira tentang apa skripsimu nanti, maka langkah selanjutnya adalah memperbanyak membaca. Kamu perlu melakukan eksplorasi mengenai semua hal yang berkaitan dengan pilihanmu. Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak pula judul yang kamu bisa susun terkait idemu.

Baca juga: Cara Membuat Kata Pengantar Skripsi

Sebagai contoh, misal kamu memilih ide terkait merokok. Kebetulan kamu kuliah di bidang kesehatan. Kamu akan menemukan informasi mengenai berbagai zat yang terkandung dalam rokok, sistem tubuh apa saja yang dapat terganggu, dan lain sebagainya. Dari situ kamu bisa mulai menyusun judul skripsi yang sesuai dengan ketentuan.

Menyusun judul

Menyusun judul skripsi tidak bisa sembarangan. Skripsi merupakan suatu karya ilmiah, sehingga dalam menyusun judul pun ada kriteria yang harus diikuti. Secara umum, suatu judul harus memberikan gambaran tentang apa yang diteliti. Selain itu, judul harus menarik karena merupakan hal pertama yang dibaca.

Judul skripsi sebisa mungkin memuat sekitar 10 hingga 15 kata agar tidak terkesan terlalu singkat maupun terlalu panjang. Judul skripsi biasanya memuat variabel dependen (bebas) dan independen (terikat) yang diteliti. Pastikan juga kamu menulis sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Contoh judul yang baik misalnya: Pengaruh Durasi dan Frekuensi Merokok dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis di Kota Jakarta.

Pastikan judulmu unik

Dalam menyusun suatu karya ilmiah, plagiarisme menjadi isu yang paling sering menjadi masalah. Setelah kamu berhasil menyusun judul skripsi, pastikan bahwa belum ada judul penelitian yang sama sebelumnya. Bagaimana caranya? Perbanyak membaca! Jika kamu menemukan judul yang hampir mirip, bacalah penelitian tersebut kemudian carilah hal lain yang bisa membuat penelitianmu unik dan berbeda dari yang lain.

Membuat latar belakang yang kuat

Membuat latar Belakang yang Kuat
Sumber: David Schwarzenberg dari Pixabay

Ketika kamu sudah yakin dengan judul yang akan kamu ajukan, kamu perlu menyusun suatu latar belakang yang kuat. Kamu harus menjelaskan alasan mengapa kamu memilih judul tersebut dan apa urgensinya. Tujuannya adalah meyakinkan bahwa penelitian yang akan kamu lakukan dapat berdayaguna dan dapat diaplikasikan di kehidupan nyata.

Latar belakang yang bagus bersifat padat informasi dan memuat data serta fakta pendukung dari sumber yang terpercaya. Kemungkinan keterkaitan antar variabel yang diteliti juga dijelaskan dalam latar belakang. Pembaca biasanya dapat memahami masalah yang diangkat dan tujuan dari penelitian setelah membaca latar belakang.

Penting untuk diperhatikan ketika kamu menemukan penelitian serupa yang telah dilakukan pada literatur yang akan kamu gunakan sebagai sumber referensi. Kamu perlu mencantumkannya karena akan membantu menguatkan latar belakangmu. Kemudian jelaskan apa yang membuat penelitianmu berbeda dari penelitian sebelumnya tersebut. Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut ini.

Sebuah penelitian telah meneliti tentang Pengaruh Merokok terhadap Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis di Jakarta. Dalam penelitian tersebut misal hanya disebutkan bahwa kebanyakan perokok tenyata mengalami masalah pada paru-parunya. Kemudian kamu berniat meneliti apakah ada perbedaan pada orang yang merokok sejak remaja dan yang baru mulai merokok di usia dewasa? Selain itu apakah orang yang sehari menghabiskan lebih banyak rokok lebih berisiko?

Durasi dan frekuensi ini adalah dua variabel yang belum pernah diteliti sebelumnya, sehingga penelitianmu bisa dikatakan unik dan mengisi gap yang ada. Dalam membuat latar belakang, hal seperti ini perlu kamu tonjolkan untuk meyakinkan pembaca bahwa kamu sudah membaca berbagai sumber dan literasi yang ada.

Setelah membahas secara detail terkait permasalahan yang diangkat, latar belakang diakhiri dengan kesimpulan. Dalam kesimpulan biasanya dimunculkan judul penelitian serta menekankan kembali pentingnya penelitian tersebut dilakukan.

Mengajukan judul skripsi

Mengajukan judul skripsi
Sumber: free stock photos from www.picjumbo.com dari Pixabay

Proses pengajuan skripsi di tiap kampus berbeda-beda sesuai dengan kebijakan yang ada. Tetapi garis besarnya adalah ketika musim skripsi dimulai, maka saatnya kamu mengajukan judul skripsi. Sebagian besar sistem pengajuan skripsi kini dilakukan secara online untuk mempermudah pendataan.

Judul yang diajukan biasanya tidak hanya satu dan diurutkan berdasarkan prioritas. Masing-masing judul yang diajukan juga menyertakan latar belakang. Untuk data tambahan yang harus diinput biasanya menyesuaikan. Kemudian kita tinggal menunggu bagaimana nasib judul kita: diterima atau ditolak.

Jika judul ditolak, maka kita harus melakukan pengajuan judul ulang. Jika kamu sudah memiliki catatan mengenai berbagai ide seperti yang telah dibahas sebelumnya, mengajukan judul ulang tentu tidak akan menjadi masalah yang besar. Kamu bisa kembali mengulang langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya.

Apabila judulmu diterima, langkah selanjutnya adalah menghubungi pembimbing skripsi untuk kemudian memulai pembuatan proposal skripsi. Penentuan pembimbing skripsi ini dapat dilakukan sebelum pengajuan judul skripsi maupun setelah judulmu diterima, kembali lagi dengan peraturan yang ada di masing-masing instansi terkait.

Baca juga: Cara Menghubungi Pembimbing

Nah, apakah kamu sudah mulai mendapat sedikit gambaran mengenai skripsi? Tentunya meski terlihat rumit, skripsi dapat diselesaikan dengan mudah dan menyenangkan jika kamu mensiasatinya sejak awal kok. Kamu bisa menemukan banyak informasi berguna disini. Jadi tidak perlu khawatir berlebihan ya!

Ratna
Ratna
Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter yang menjalani rotasi klinis sambil melakukan hobinya, yaitu menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...