Home Tugas Cara Mengutip dari Jurnal, Buku, Internet dan Tugas Akhir

Cara Mengutip dari Jurnal, Buku, Internet dan Tugas Akhir

Dalam memperkuat suatu tulisan, mencantumkan kutipan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung menjadi sebuah kewajiban. Mengutip memiliki cara sendiri, tidak bisa dilakukan asal-asalan. Hal ini tentu saja untuk terhindar dari isu plagiarisme. Apalagi dalam mengerjakan karya ilmiah, dimana akan banyak sekali fakta pendukung yang dicantumkan.

Artikel ini akan membahas mengenai cara mengutip dari jurnal, cara megutip dari buku, cara mengutip dari skripsi, tesis, disertasi, dan cara mengutup dari internet. Namun sebelum mengetahui caranya kamu harus mengetahui menulis kutipan langsung dan tidak langsung dulu ya. Beberapa hal yang umum dikutip adalah kata atau kalimat (kuotasi, peribahasa, dll) serta ide atau pendapat (parafrase dan rangkuman). Namun sebelumnya apakah kamu tahu apa itu kutipan?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) secara garis besar menjelaskan bahwa pembuatan kutipan bertujuan untuk memberikan ilustrasi atau mendukung suatu argumen yang ditulis dengan cara mengambil satu atau beberapa kalimat dari sumber lain. Kutipan dikenal juga dengan istilah sitasi. Terdapat dua jenis kutipan: kutipan langsung (kuotasi) dan kutipan tidak langsung (parafrase atau rangkuman).

Kutipan Langsung

kutipan langsung
Sumber: editorgroup.com

Ketika mengambil suatu kalimat atau paragraf dari sumber tanpa mengubahnya sama sekali, hal tersebut disebut mengutip secara langsung (kuotasi). Dalam tulisan yang lebih formal, misalnya skripsi, kuotasi hanya sedikit digunakan. Terlalu banyak mencantumkan kutipan langsung justru akan membuat skripsi terlihat seperti rangkuman dari ide-ide orang lain. Akibatnya, gagasan penulis yang sebenarnya justru kabur.

Kapan Kutipan Langsung Digunakan?

Skripsi biasanya membahas tentang kesesuaian hasil dengan teori-teori yang sudah ada. Kutipan langsung dapat digunakan untuk menyatakan teori mana yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan hasil penelitian. Kemudian penulis bisa melakukan analisis dan membandingkan antara hasil dengan teori yang telah dikutip. Selain itu, suatu hasil penelitian juga biasanya memang susah untuk diparafrase karena berbentuk data maupun suatu kesimpulan yang mengharuskanmu mengutip secara langsung.

Cara Membuat Kutipan Langsung

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyalin kata demi kata yang tertulis dalam sumber tanpa mengubah apapun. Kalimat tersebut ditulis kembali dan diberi sumber. Untuk membuat kutipan langsung tersebut tampak menyatu dengan kalimat lain dalam paragraf, perlu dipilih suatu kata sambung yang tepat.

Pemilihan kata sambung biasanya disesuaikan dengan sikap penulis, apakah netral, setuju, atau tidak setuju dengan kalimat yang dikutip. Contoh kata sambung yang bersifat netral adalah menjelaskan, menyebutkan, dan menunjukkan.

Kata yang termasuk suatu persetujuan misalnya mengonfirmasi, mendukung, menyetujui, dan memercayai. Sedangkan yang memperlihatkan suatu ketidaksetujuan yaitu menolak atau menyangkal. Berikut merupakan contoh untuk membedakan indikasi penggunaan kata sambung.

Pengobatan herbal saat ini kembali diminati masyarakat. Ali (2010: 99) menjelaskan, “Pengobatan herbal diperkirakan telah dilakukan sejak zaman prasejarah”. Budi (2013: 176) mengonfirmasi, “Berbagai jenis tembikar yang ditemukan di suatu situs telah diteliti dan menunjukkan adanya bekas tumbuhan herbal”. Sedangkan Chandra (2019: 62) dalam penelitiannya menyangkal, “Artefak prasejarah tidak memiliki keterkaitan signifikan dalam membuktikan ada tidaknya praktik pengobatan herbal di masa lalu”.

Penulisan Kutipan Pendek dan Kutipan Panjang

Perbedaan dari dua macam kutipan langsung ini adalah jumlah kata atau barisnya. Jika dalam suatu kalimat yang dikutip terdapat 40 kata atau lebih maka disebut kutipan panjang. Atau dapat juga ditentukan sebagai kutipan panjang ketika ada lebih dari 3 atau 4 baris.

Baca juga: Contoh Abstrak Skripsi

Pada kutipan pendek, kalimat harus ditulis kembali diantara tanda kutip (“…”) dan sumber diletakkan sebelum tanda titik. Sedangkan pada kutipan panjang, tanda kutip (“…”) tidak digunakan tetapi diganti dengan penulisan yang lebih menjorok sekitar setengah inchi dari margin. Sumber pada kutipan panjang justru ditulis setelah tanda titik.

Agar lebih memahami cara menulis kutipan, berikut akan diberikan beberapa contohnya.

Contoh Penulisan Kutipan Pendek

Abu (2017: 18) berpendapat, “Pendidikan menentukan pola asuh orang tua”.

Jika sumber terdiri dari tiga atau lebih penulis:

“Terjadi peningkatan kadar lemak pada 75% tikus” (Bob et al, 2015).

Jika dalam kalimat yang dikutip terdapat kata dalam tanda kurung:

“Terdapat dua jenis kutipan: kutipan langsung [kuotasi] dan kutipan tidak langsung [parafrase]” (Cahya, 2013: 534).

Jika beberapa kata tidak dibutuhkan untuk dikutip agar lebih singkat namun tanpa mengubah makna umum, dapat digunakan tanda ellipsis (…):

Seperti teori lain yang sudah ada, Darryl (2010: 635) menyebutkan bahwa, “… uang tidak akan pernah terpisahkan dari kehidupan manusia”.

Contoh Penulisan Kutipan Panjang

Para pemakai komputer sering mengalami selisih pendapat dalam menentukan mana sistem operasi yang lebih baik: Mac atau PC. Oyler (2010) menyatakan tidak ada sistem operasi yang lebih baik dari sistem operasi lainnya, disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Sebagaimana yang ia sampaikan bahwa,

Macs merupakan pilihan terbaik untuk pengguna yang akan bekerja dengan video maupun gambar. Macs juga sangat user friendly, sehingga memudahkan pengguna yang baru saja memakai komputer. PC merupakan yang paling baik dalam menjalankan Microsoft Office Suite. Sehingga PC merupakan pilihan yang paling tepat bagi para pelajar karena dapat menjalankan Microsoft Word dan PowerPoint dengan lancar. (Oyler, 2010: 48)

Sedangkan Jones (2010) tidak setuju dengan pernyataan tersebut, karena menurutnya PC dapat dimodifikasi agar dapat bekerja seperti Macs.

Kutipan Tidak Langsung

kutipan tidak langsung
Sumber: miro.medium.com

Penulis dapat menulis kutipan tidak langsung dengan dua cara, yaitu dalam bentuk parafrase atau rangkuman. Parafrase berarti menulis ulang kalimat dari suatu sumber menggunakan bahasa penulis sendiri tanpa mengubah maksud kalimat yang dikutip. Biasanya teknik parafrase ini lebih dianjurkan untuk digunakan dalam memasukkan suatu penelitian ke dalam tulisan.

Melakukan parafrase akan menunjukkan seberapa dalam pemahaman penulis mengenai sumber yang dibaca, sehingga penulis terlihat mengerti keterkaitan antara hal yang dikutip dengan tulisan miliknya. Dalam memparafrase kita harus menyesuaikan pilihan kata dengan sasaran pembaca. Perlu diingat, parafrase bukan berarti hanya mengganti kata-kata yang ada dengan sinonimnya.

Sedangkan merangkum hampir mirip dengan parafrase, perbedaannya adalah rangkuman biasanya merupakan bentuk singkat dan padat dari suatu paragraf yang panjang. Rangkuman juga hanya mengambil poin-poin penting dari suatu tulisan. Selain itu, rangkuman membantu dalam memahami suatu sumber dengan lebih baik sehingga lebih mudah untuk menuliskannya kembali menggunakan kalimat sendiri.

Cara Membuat Kutipan Tidak Langsung

Sebelum menulis kutipan tidak langsung, bacalah sumber beberapa kali untuk memahami secara keseluruhan apa inti yang dibicarakan dan mengetahui bagian mana yang akan digunakan. Tulis kembali bagian tersebut tanpa melihat pada sumber aslinya.

Pastikan kalimat hasil parafrase memiliki maksud yang sama dengan sumbernya. Jika perlu, minta tolong pada orang lain untuk membandingkan kalimat asli dengan kalimat hasil parafrase untuk mengetahui apakah arti dan maksudnya masih sama.

Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung

Untuk memberi tahu pembaca bahwa informasi yang dikutip berasal dari sumber tertentu, maka perlu diberi sitasi. Sebenarnya sitasi terdiri dari dua bentuk, yaitu versi singkat dan versi lengkap. Yang biasanya dicantumkan di akhir kalimat hasil parafrase dan diberi tanda kurung merupakan sitasi singkat. Sedangkan sitasi lengkap dicantumkan pada daftar pustaka. Untuk daftar pustaka akan dibahas pada artikel yang lain.

Baca juga: Sistematika Penulisan Skripsi

Pada dasarnya cara mengutip dari jurnal, cara megutip dari buku, cara mengutup dari internet, cara mengutip dari skripsi, tesis, dan disertasi maupun sumber lainnya sama karena mengandung penulis atau penerbit, tanggal publikasi, judul, dan detail publikasi (misalnya edisi, tempat publikasi, penerbit, dan volume). Berikut akan dituliskan beberapa contoh.

Cara Mengutip dari Buku

Berikut merupakan cara megutip dari buku. Informasi mengenai edisi dan volume dapat dicantumkan.

Lengkap: Shriver, D.F. dan Atkins, P.W. (1999). Inorganic chemistry. 3rd ed. Oxford: Oxford University Press.

Singkat: Shriver dan Atkins, 1999

Lengkap: Friedman, M. (1975). Protein nutritional quality of foods and feeds. New York: Marcel Dekker.

Singkat: Friedman, 1975

Cara Mengutip dari Jurnal

Terdapat beberapa macam jenis jurnal yang akan memengaruhi cara mengutip dari jurnal.

Artikel jurnal yang tersedia dalam bentuk cetak (print copies of journal articles):

Harus mencantumkan rentang halaman seluruh artikel yang dipakai, bukan hanya halaman dari kalimat yang diambil.

Lengkap: O’Gorman, E. (1999). Detective fiction and historical narrative. Greece and Rome. 46, 19-26.

Singkat: O’Gorman, 1999

Jika terdapat lebih dari tiga penulis, untuk sitasi singkatnya hanya dituliskan penulis pertama kemudian diikuti dengan et al.

Lengkap: Christie, D., Cassidy, C., Skinner, D. Coutts, N., Sinclair, C. Rimpilainen, S., dan Wilson, A. (2007). Building collaborative communities of enquiry in educational research. Educational Research and Evaluation, 13 (3), 263-278.

Singkat: Christie et al., 2007

Jurnal yang tersedia dalam bentuk cetak dan diakses online (print journals accessed online):

Jika artikel jurnal diakses secara online, namun juga tersedia dalam bentuk cetak, maka format penulisannya sama seperti artikel jurnal yang tersedia dalam bentuk cetak.

Jurnal online:

Jika jurnal hanya tersedia secara online, maka perlu mencantumkan URL. Artikel jurnal yang hanya tersedia online bisa saja tidak memiliki halaman.

Lengkap: Farrell, L.G. (2013). Challenging assumptions about IT skills in higher education. Journal of Learning Development in Higher Education, 6. Tersedia di http://www.aldinhe.ac.uk/ojs/index.php?journal=jldhe&page=article&op=view&path[]=173&path[]=138.

Singkat: Farrell, 2013

Cara Mengutip dari Internet

Yang berbeda dalam cara mengutup dari internet adalah pada kutipan lengkap harus mencantumkan tanggal akses. Jika artikel tidak diketahui siapa penulisnya, tulis siapapun yang bertanggungjawab atas halaman web tersebut. Misalnya suatu organisasi, departemen pemerintahan, atau perusahaan. Selain itu, apabila tanggal publikasi tidak ditemukan, dapat digunakan n.d. yang merupakan singkatan dari not dated.

Lengkap: Sherman, C. (2000). The invisible web. Online di http://web.freepint.com/go/newsletter/64#feature, diakses 25 November 2007.

Singkat: Sherman, 2000

Lengkap: Biffa. (2008). Our environmental policy. Online di http://www.biffa.co.uk/files/ENVIRONMENTAL_POLICY_SEPT_08v2.pdf, diakses 9 Januari 2009.

Singkat: Biffa, 2008

Lengkap: Sport for all. (n.d.). Trampolining for the elderly. Online di http://www.sportforall/trampolining/elderly, diakses 12 Juli 2014.

Singkat: Sport for all, n.d.

Cara Mengutip dari Tugas Akhir

Beberapa tugas akhir seperti skripsi, tesis dan disertasi juga dapat digunakan sebagai suatu sumber kutipan. Yang harus disertakan jika mengutip dari skripsi, tesis, dan disertasi adalah nama penulis, tahun publikasi, judul tugas akhir, jenis jenjang pendidikan (misalnya Ph.D. atau M.Sc.), nama universitas, dan negara.

Contoh:

Lengkap: Droth, M.S. (2000). The statuette and the role of the ornamental in late nineteenth century sculpture. Ph.D. Thesis. Reading University: U.K.

Singkat: Droth, 2000

Baca juga: Cara Menghubungi Dosen Pembimbing

Dalam menulis suatu kutipan, terutama yang akan digunakan dalam suatu tugas akhir, perlu disesuaikan lagi dengan ketentuan dari institusi terkait. Semoga artikel ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai apa itu kutipan, apa saja jenis kutipan, dan bagaimana cara mengutip. Selamat bergelut dengan tulisan maupun tugas akhir yang tengah kamu kerjakan!

Ratna
Ratna
Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter yang menjalani rotasi klinis sambil melakukan hobinya, yaitu menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ketahui Secara Lengkap Etika Media Massa

Apakah kamu pernah tidak sengaja mengklik berita dengan judul “5….Nomor 3 Bikin Tercengang!” atau “Seorang Banci Ditunggangi……”? Seringkali kita lihat banyak pemberitaan, terutama di...

4 Contoh Surat Peringatan Serta Ketentuannya

Kamu tentu sering mendengar tentang surat peringatan. Apalagi di dunia kerja, surat ini bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kamu, walaupun sebenarnya bisa juga...

Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan Serta Cara Membuatnya

Dalam berbagai bidang usaha, peran pekerja atau karyawan tidak bisa dianggap remeh. Ada unsur penyebab yang saling menggantungkan diri antara pengusaha dan karyawannya. Ketika...

Mengenal Tata Nama Senyawa

Tahukah kamu apa itu senyawa? Senyawa merupakan zat yang terdiri dari dua unsur atau lebih dalam suatu perbandingan yang tetap. Senyawa tidak akan pernah...

Komunikasi Internal dalam Organisasi

Jika kamu sudah membaca beberapa artikel tentang humas (hubungan masyarakat) atau PR (public relations), kamu sudah pasti tahu bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga...