Home Tugas Contoh Makalah Serta Cara Membuatnya

Contoh Makalah Serta Cara Membuatnya

Makalah sering kita jumpai sebagai tugas di masa sekolah atau kuliah. Tak jarang, pembahasan dan susunan sebuah makalah tidak dijelaskan secara detail dan bergantung pada aturan guru atau dosen sehingga masih sulit dibedakan oleh mahasiswa. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas tentang pengertian makalah, jenis, struktur, susunan, cara membuat makalah yang benar, dan contoh makalah. Yuk, disimak.

Pengertian Makalah

cara membuat makalah
Sumber: Freepik.com

Makalah mempunyai beberapa pengertian menurut kamus dan para ahli. Dalam KBBI, makalah memiliki 2 pengertian, pertama yaitu tulisan resmi mengenai suatu pokok yang ditujukan untuk dibaca di muka umum dalam persidangan dan sering disusun untuk diterbitkan. Kedua–yang sesuai dengan pembahasan kali ini–makalah adalah karya tulis yang berfungsi sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Sedangkan menurut Drs. Madyo Ekosusilo dan Drs. Bambang Triyanto (1991: 16), makalah mengandung pendapat yang membahas suatu pokok persoalan dalam rapat kerja, simposium, seminar, dan sejenisnya. Seseorang yang menyajikan atau menyampaikan makalah disebut pemakalah.

Jenis Makalah

Biasanya, makalah dibagi menjadi 2 jenis, yaitu makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper).

Makalah Biasa

Makalah biasa atau dalam bahasa Inggris common paper berisi tentang pemahaman pemakalah terhadap suatu masalah yang dikaji dan memberi pendapat melalui kritik dan saran.

Makalah Posisi

Makalah posisi atau dalam bahasa Inggris position paper memiliki tujuan yang sama dengan makalah biasa, namun yang membedakannya adalah pemakalah menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. Pemakalah menunjukkan di posisi mana ia memihak dengan didukung teori dan data yang relevan.

Adapula pembagian makalah berdasarkan tujuan kajian, yaitu:

Makalah Ilmiah

Makalah ilmiah merupakan makalah yang digunakan untuk tujuan studi yang bersifat ilmiah.

Makalah Kerja

Makalah kerja merupakan makalah yang digunakan untuk tujuan kerja dan biasanya disampaikan dalam bentuk argumentasi.

Baca juga: Cara Membuat Daftar Pustaka

Skruktur Makalah

Makalah memiliki struktur yang lebih sederhana dari skripsi atau tugas akhir lainnya, namun memiliki 3 bagian yang pasti dimiliki setiap karya tulis, yaitu bagian pembuka, isi, dan penutup. Berikut adalah rincian struktur makalah:

Bagian Pembuka

1. Sampul

Sampul abstrak berisi tentang logo lembaga atau institusi, judul makalah, nama penulis, tempat, dan tahun terbit. Untuk judul makalah, jelaskan isi dari penelitian yang kamu bahas. Usahakan judul tersebut bersifat informatif, jelas, dan singkat, ya.

2. Kata pengantar

Kata pengantar berisi ucapan syukur dan terima kasih kepada seseorang atau lembaga yang telah membantu kamu dalam penyusunan makalah ini. Perlu diingat kata pengantar cukup dengan satu sampai dua halaman saja. Kamu bisa cek cara menyusun kata pengantar yang baik dan benar melalui artikel berikut.

3. Abstrak

Abstrak yaitu rangkuman dari keseluruhan isi makalah kamu. Abstrak juga terdiri dari tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Panjang abstrak usahakan tidak lebih dari 250 kata dan memuat rangkuman yang bersifat informatif dan sesuai dengan isi makalah kamu. Penyusunan abstrak juga bisa secara otomatis. Kamu bisa lihat melalui artikel berikut.

4. Daftar isi

Daftar isi disesuaikan dengan judul bab, subbab, dan penomoran halaman. Untuk menyusun daftar isi secara otomatis, kamu bisa lihat di artikel berikut ini.

Bagian Isi

1. Bab I Pendahuluan

Bab I terdiri dari pendahuluan makalah kamu. Isi pendahuluan merupakan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan pembahasan. Latar belakang berisi tentang hal yang melatarbelakangi kamu dalam pembuatan makalah. Rumusan masalah berisi tentang masalah atau topik yang akan kamu bahas dalam makalah. Terakhir, tujuan pembahasan berisi tentang hasil yang ingin didapat dari rumusan masalah.

2. Bab II Pembahasan

Pembahasan berisi tentang penjabaran hasil analisis dari rumusan masalah makalah kamu.

3. Bab III Penutup

Bab ini berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan di sini tidak sama dengan abstrak. Kesimpulan bab III berisi tentang hasil atau benang merah yang dapat ditarik dari pembahasan makalah kamu.

Bagian Penutup

1. Daftar pustaka

Daftar pustaka berisi tentang susunan sumber atau rujukan yang kamu pakai dalam skripsi. Urutan penulisannya dimulai dari nama akhir-nama awal-tahun-judul buku-kota penerbit-penerbit. Setiap bagian dipisah dengan tanda titik (.) kecuali kota penerbit menggunakan tanda titik dua ( : ) dan judul buku dicetak miring. Contohnya:

Nudin, Hasan. 2020. Prinsip-Prinsip Media Sosial Terkini. Yogyakarta: PT Damai.

2. Lampiran

Lampiran bersifat fleksibel dan berisi tentang data tambahan dari makalah kamu.

Cara Membuat Makalah

Membuat makalah tidak sesusah yang kamu bayangkan. Dengan perencanaan yang matang, makalah kamu bisa selesai tepat pada waktunya. Berikut adalah cara membuat makalah yang benar:

Tentukan Topik yang Akan Dibahas

Sebelum memulai penyusunan makalah, tentukan terlebih dahulu topik apa yang akan kamu bahas. Topik bisa disesuaikan dengan jenis makalah. Jika kamu ingin membuat makalah ilmiah, tentukan topik yang sesuai dengan minat dan bidang yang kamu kuasai.

Buat Kerangka Berpikir

Setelah menemukan topik, buat kerangka berpikir dari topik yang sudah kamu temukan. Buat rumusan masalah dan tujuan sehingga memudahkan penyusunan makalah kamu.

Cari Referensi yang Sesuai dengan Topik

Jika kamu belum memiliki ide untuk penyusunan makalah, topik dapat kamu temukan dari referensi makalah yang pernah dibuat. Kamu bisa mencarinya di perpustakaan atau internet.

Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar

Setelah topik dan kerangka berpikir selesai, kamu sudah bisa menyusun makalah. Jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar karena makalah umumnya bersifat ilmiah.

Format Makalah

Untuk format dari sebuah makalah tidak memiliki ketentuan yang baku, namun sebagian besar disepakati dengan format sebagai berikut:

  1. Makalah diketik dalam ukuran kertas A4.
  2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman.
  3. Ukuran huruf yaitu 12.
  4. Margin yang digunakan seperti skripsi, yaitu 4433 atau ketentuan yang sudah diberikan oleh dosen/guru.

Baca juga: Cara Membuat Paper

Contoh Makalah

makalah
Sumber: Pexels dari Pixabay

Jika kamu masih belum mendapatkan topik atau gambaran penyusunan makalah, berikut adalah beberapa contoh makalah yang dapat kamu jadikan sebagai referensi.

Contoh Makalah tentang Linguistik

Alih Kode dan Campur Kode Pada Masyarakat Berbahasa Indonesia

Nama       : Amelia Latifa

Jurusan    : Linguistik Indonesia

Fakultas Bahasa

2020

Kata Pengantar

Segala puji hanya milik Tuhan Semesta Alam, pemilik segala ilmu pengetahuan. Dengan izin, limpahan rahmat, dan kasih sayang-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Alih Kode dan Campur Kode Pada Masyarakat Berbahasa Indonesia. Proses penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

  1. Bapak Maryo, S. Hum, selaku dosen mata kuliah Lingusitik.
  2. Ibu dan Bapak yang selalu mendoakan Latifa di mana pun dan kapan pun.
  3. Teman-teman kelompok Yuk Belajar Bersama di ruang perpustakaan.
  4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah.

Penulis berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan dan referensi bagi pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini tak luput dari kekurangan dan keterbatasan sehingga masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harap demi meningkatkan kemampuan penyusunan makalah di masa yang akan datang.

Jakarta, 7 Juli 2020

Penulis

Abstrak

Alih kode dan campur kode sering terjadi dalam berbagai percakapan masyarakat. Alih kode dan campur kode dapat disebut juga sebagai multi bahasa. Dalam kajian sosiolinguistik, pilihan-pilihan bahasa tersebut kemudian dibahas lebih lanjut, karena hal ini merupakan aspek penting yang dikaji dalam suatu ilmu kebahasaan.

Dalam makalah ini, penulis membahas pengertian dan penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada masyarakat berbahasa Indonesia. Penulisan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat.

Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………..i

Abstrak…………………………………………………………………………………………………ii

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………..iii

Bab 1 Pendahuluan………………………………………………………………………………….1

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………………….1

1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………1

1.3Tujuan……………………………………………………………………………………………..1

Bab 2 Pembahasan…………………………………………………………………………………..2

2.1 Pengertian Alih Kode dan Campur Kode…………………………………………………….2

2.2 Penyebab Terjadinya Alih Kode dan Campur Kode………………………………………..2

Bab 3 Penutup………………………………………………………………………………………..3

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………3

3.2 Saran……………………………………………………………………………………………..3

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………….4

BAB 1

Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Alih kode dan campur kode dapat terjadi di semua kalangan masyarakat maupun status sosial. Alih kode dan campur kode dapat disebut juga sebagai multi bahasa. Multi bahasa muncul karena seseorang mempunyai atau menguasai lebih dari satu bahasa yang berbeda-beda sehingga mereka dapat menggunakan pilihan bahasa tersebut dalam kegiatan berkomunikasi.

Dalam kajian sosiolinguistik, pilihan-pilihan bahasa tersebut dibahas lebih lanjut karena hal ini merupakan aspek penting yang dikaji dalam suatu ilmu kebahasaan. Hal itulah yang melatar belakangi penulis untuk menyusun makalah yang berjudul Alih Kode dan Campur Kode Pada Masyarakat Berbahasa Indonesia.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan beberapa rumusan masalah yaitu:

  1. Apa pengertian alih kode dan campur kode?
  2. Apa penyebab terjadinya alih kode dan campur kode?

3. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penulis memiliki tujuan di antaranya:

  1. Mengetahui pengertian alih kode dan campur kode.
  2. Mengetahui penyebab terjadinya alih kode dan campur kode.

BAB 2

Pembahasan

  1. Pengertian Alih Kode dan Campur Kode

Alih kode menurut Ohoiwutun (2007: 71) adalah peralihan pemakaian dari suatu bahasa atau dialek ke bahasa atau dialek yang lain. Lebih lanjut, Apple dalam Chaer (2004: 107) mengatakan bahwa alih kode merupakan gejala peralihan pemakaian bahasa karena situasi yang berubah. Maka dari itu, alih kode adalah peralihan pemakaian bentuk bahasa ke bahasa lain yang disebabkan oleh perubahan situasi.

Contohnya, murid XII IPS 2 sedang belajar bahasa Jepang. Sang guru dan murid secara otomatis menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Kemudian, mereka melakukan percakapan dari bahasa Indonesia menggunakan bentuk bahasa formal beralih ke bahasa Jepang yang tidak formal. Maka, kegiatan tersebut disebut dengan alih kode.

Sedikit berbeda dengan alih kode, campur kode menurut Thelander dalam Chaer (2004: 115) adalah kejadian yang apabila dalam peristiwa tutur terdapat klausa-klausa atau frasa-frasa yang digunakan terdiri dari klausa dan frasa campuran, kemudian masing-masing klausa dan frasa tersebut tidak lagi mendukung fungsi sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa campur kode merupakan keadaan saat penutur menyelipkan frasa atau klausa bahasa lain dalam percakapannya.

Sebagai contoh, Marlin sedang berbincang dengan Wawan, teman sekelasnya. Marlin yang baru saja pulang dari luar negeri berbincang menggunakan bahasa Indonesia yang banyak diselipkan dengan istilah dan kata dalam bahasa Inggris, seperti “Aku kemarin pas di London beli new album dari Coldplay, which is belum ada di sini.” Biasanya dalam bahasa tulis, unsur-unsur campur kode ditunjukkan dengan penggunaan garis bawah atau cetak miring.

2. Penyebab Terjadinya Alih Kode dan Campur Kode

Alih kode terjadi karena beberapa faktor. Menurut Chaer dalam bukunya (2004: 108), faktor tersebut di antaranya:

  1. Penutur

Alih kode terjadi ketika penutur yang dengan sengaja beralih menggunakan bentuk bahasa lain ketika sedang berbicara dengan mitra tutur karena tujuan tertentu.

  1. Mitra tutur

Mitra tutur atau lawan tutur juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa alih kode. Sebagai contoh, si mitra tutur yang berdialek jawa beralih menggunakan bahasa Indonesia baku untuk mengimbangi kemampuan berbahasa.

  1. Hadirnya mitra tutur ketiga

Kehadiran mitra tutur ketiga yang tidak memiliki latar belakang bahasa yang sama dengan bahasa yang sedang digunakan dapat menyebabkan alih kode.

  1. Perubahan situasi

Perubahan situasi saat percakapan dapat pula memengaruhi terjadinya alih kode. Situasi tersebut dapat berupa situasi formal yang menjadi informal, atau sebaliknya.

  1. Topik pembicaraan

Topik pembicaraan dapat menjadi faktor dominan dalam menentukan alih kode. Topik pembicaraan formal biasanya diungkapkan dengan ragam baku, gaya netral, dan serius, sedangkan topik pembicaraan non formal menggunakan ragam bahasa tidak baku, sedikit gaya emosional, dan tidak teratur.

Dalam campur kode juga dapat terjadi karena dua faktor, yaitu:

  1. Sikap penutur

Sikap penutur yaitu tidak adanya tujuan dan maksud yang jelas ketika menggunakan campur kode. Penutur biasanya secara reflek menggunakan atau mencampur bahasa yang digunakannya dalam bertutur.

  1. Kebahasaan

Latar belakang keterbatasan bahasa sehingga penutur memiliki alasan untuk identifikasi peranan, identifikasi ragam, dan keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Sebagai contoh, karena tidak memiliki padanan kata A, makan Ami menggunakan kata F yang merupakan bahasa asing.

Dengan demikian, campur kode terjadi karena hubungan timbal balik antara peran penutur, bentuk bahasa, dan fungsi bahasa.

BAB 3

Penutup

  1. Kesimpulan

Alih kode adalah peralihan pemakaian suatu bentuk bahasa atau dialek ke bahasa atau dialek lainnya, sedangkan campur kode adalah penggunaan bahasa dengan klausa-klausa dan frasa-frasa yang digunakan terdiri dari frasa dan klausa campuran sehingga tidak lagi mendukung fungsi sendiri.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode, yaitu penutur, lawan tutur, hadirnya penutur ketiga, perubahan situasi, dan topik pembicaraan. Campur kode sendiri terjadi karena faktor sikap penutur dan kebahasaan.

2. Saran

Para calon peneliti yang akan membahas makalah tentang alih kode dan campur kode sebaiknya mendalami lagi dan mencari topik yang lebih spesifik mengenai dua kejadian tersebut karena masih banyak yang dapat digali dari kejadian alih kode dan campur kode.

Daftar Pustaka

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Ohoiwutun, Paul. 2007. Sosiolinguistik Memahami Bahasa dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: Kesaint Blanc.

Contoh Makalah tentang Biologi

Tingkat Organisasi Kehidupan Bumi

Nama : Gino Sasono

Kelas  : XII IPA 1

Sekolah Tambahpinter

2020

Kata Pengantar

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberi limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Tingkat Organisasi Kehidupan Bumi sebagai tugas akhir pelajaran Biologi kelas XII IPA 1. Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Maryam S. Pd. selaku guru mata pelajaran Biologi sekolah Tambahpinter yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini.

Penulis juga berterima kasih kepada teman-teman, keluarga, serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah tugas akhir ini. Harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan referensi bagi pembaca mengenai tingkat organisasi kehidupan, baik untuk pelajar maupun umum.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis menerima segala kritik dan saran yang dapat membangun untuk kebaikan dan kesempurnaan penulisan makalah berikutnya.

Jakarta, 18 Juli 2020

Penulis

Abstrak

Kajian tentang mahluk hidup dibahas mulai dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Maka dari itu, para peneliti mengklasifikasi organisasi kehidupan yang terdiri atas beberapa tingkatan. Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari tingkat terkecil hingga terbesar, yaitu molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biotsfer.

Melalui makalah ini, peneliti akan membahas mengenai pengertian dan contoh tingkat organisasi kehidupan menggunakan teknik baca dan catat serta metode penyajian deskriptif kualitatif.

Penulis memahami bahwa seluruh tingkat organisasi kehidupan saling melengkapi dan bergantung satu sama lain sehingga apabila terjadi ketimpangan maka akan merusak tingkat organisasi dan ekosistem itu sendiri.

Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………………1

Abstrak……………………………………………………………………………………………………………….………..2

Daftar Isi…………………….………………………….………………………………………………………..…………..3

Bab 1 Pendahuluan…………………………………….…………………………………….…………………………..4

1.1 Latar Belakang……………………………………………………….……………………………………………4

1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………..………………………4

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………….….……………………….4

Bab 2 Pembahasan………………………………………………….……………………………………………………5

2.1 Pengertian Tingkat Organisasi Kehidupan…………………………………………………………….5

2.2 Tingkat Organisasi Kehidupan………………………………………….…………….……………………5

2.2.1 Molekul dan Sel……………………………………………………….…………………….………………..5

2.2.2 Jaringan dan Organ………………………………………………….……….…….………………………6

2.2.3 Individu, Populasi, Komunitas……………………………….……………….…….…………………6

2.2.4 Ekosistem dan Bioma…………………………………………………………..….………………………..6

2.2.5 Biosfer………………………………………………………………………………………………..………………6

Bab 3 Penutup………..………………………………………………………………………….………………………..7

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………..…………………………………7

3.2 Saran………………………………………………………………………………………………..…………………….7

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………………………….8

BAB 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Biologi merupakan ilmu mengenai makhluk hidup, lingkungan, dan keterkaitan di antara keduanya. Kajian mengenai mahluk hidup dibahas mulai dari tingkat hal yang paling sederhana hingga hal yang paling kompleks. Maka dari itu, para peneliti mengklasifikasi organisasi kehidupan yang terdiri atas beberapa tingkatan.

Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari tingkat terkecil hingga terbesar, yaitu molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer. Kajian ini sangat menarik bagi penulis, sehingga penulis menyusun makalah mengenai tingkat organisasi kehidupan yang beragam. Maka dari itu, penulis membahas makalah yang berjudul Tingkat Organisasi Kehidupan Bumi.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut, penulis mendapat beberapa rumusan masalah:

    1. Apa itu tingkat organisasi kehidupan?
    2. Apa saja tingkatan organisasi kehidupan?

1.3 Tujuan

Dari rumusan masalah tersebut, penulis memiliki dua tujuan, yaitu:

  1. Mengetahui pengertian tentang tingkat organisasi kehidupan.
  2. Mengetahui jenis tingkatan organisasi kehidupan.

BAB 2

Pembahasan

2.1 Pengertian Tingkat Organisasi Kehidupan

Tingkat organisasi kehidupan merupakan penggolongan mahluk hidup mulai dari tingkat yang paling sederhana hingga kompleks. Tingkat tersebut mulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan biosfer.

Tingkat organisasi kehidupan ini saling melengkapi dan membutuhkan sehingga apabila terjadi suatu ketimpangan maka akan merusak tingkat lainnya.

2.2 Tingkat Organisasi Kehidupan

Tingkat organisasi kehidupan ada sebelas. Pengertiannya adalah sebagai berikut.

  1. Molekul dan Sel

Sel merupakan struktur terkecil dari mahluk hidup. Di dalamnya, terdapat substansi dasar kehidupan yang disebut protoplasma. Atom-atom yang merupakan bahan penyusun kimia protoplasma disusun menjadi molekul biologis. Molekul tersebut tersusun menjadi struktur yang sangat kecil yang disebut organel. Berbagai organel kemudian saling berinteraksi membentuk satu kesatuan terkecil, yaitu sel.

2. Jaringan dan Organ

Susunan spesifik beberapa jaringan yang berbeda akan membentuk organ. Organ-organ tersebut bergabung dan membentuk sistem organ, seperti sistem pencernaan dan sistem pernafasan.

3. Individu, Populasi, Komunitas

Dalam suatu ekosistem, individu diartikan sebagai satu mahluk hidup tunggal. Contohnya yaitu seekor musang, seekor ayam, sebatang pohon mangga, dsb. Ketika kumpulan dari individu sejenis menempati suatu habitat pada waktu yang sama maka terbentuk populasi. Beberapa populasi (seperti populasi gajah, populasi pohon jati, populasi ikan air tawar) yang menempati habitat tertentu akan membentuk sebuah komunitas.

4. Ekosistem dan Bioma

Ekosistem adalah hubungan yang saling memengaruhi antara komponen biotik (makhluk hidup) dengan komponen abiotik (seperti tanah, air, udara, dsb). Pada hakikatnya, organisasi kehidupan tingkat ekosistem memiliki proses simbiosis, siklus materi, dan siklus energi. Siklus ini terjadi melalui peristiwa makan dan dimakan yang membentuk rantai makanan. Alur proses makan dan dimakan mahluk hidup dalam sebuah ekosistem disebut jaring-jaring makanan.

Faktor biotik dan abiotik dalam ekosistem dapat saling memengaruhi. Akan tetapi, terdapat faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik, yaitu iklim regional. Iklim regional adalah iklim suatu tempat di permukaan bumi. Iklim ini yang menentukan jenis biotik, baik itu hewan maupun tumbuhan yang dapat hidup di dalamnya. Dengan demikian, terbentuklah berbagai jenis bioma.

Istilah bioma berhubungan dengan spesies (terutama tumbuhan) yang dapat hidup di tempat tertentu yang bergantung pada iklim regionalnya. Berbagai jenis bioma daratan, seperti tundra, taiga, gurun (padang pasir), savana (padang rumput), desidus (hutan gugur), dan hutan hujan tropis.

5. Biosfer

Setelah semua tingkat organisasi kehidupan tersusun, maka organisasi kehidupan berakhir di biosfer. Biosfer adalah lapisan bumi tempat seluruh mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang.

BAB 3

Penutup

3.1 Kesimpulan

Mahluk hidup tersusun mulai dari sel terkecil hingga membentuk individu. Individu yang tergabung membentuk populasi. Kumpulan beberapa populasi tersebut membentuk komunitas yang tinggal dalam suatu ekosistem, bioma, dan terakhir biosfer.

3.2 Saran

Tingkat organisasi kehidupan saling membentuk dan memengaruhi satu sama lain. Jika suatu populasi atau komunitas, bahkan ekosistem, mengalami kerusakan dan perubahan akan memengaruhi kepada makhluk sekitar bahkan manusia. Maka dari itu, penulis berharap setelah mengetahui tingkat organisasi kehidupan, manusia menjadi lebih bijak dalam merawat dan menjaga keseimbangan bumi.

Daftar Pustaka

Maniam, MBS, dan Yusa. 2010. Advanced Learning Biology 1A. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Baca juga: Contoh Artikel Ilmiah

Contoh Makalah tentang Praktik Kerja Lapangan

Praktik Kerja Lapangan Penerjemahan Dokumen Berbahasa Inggris di Kementrian Luar Negeri Indonesia

Oleh         : Tim PKL Tambahpinter

Jurusan    : Bahasa Inggris

Fakultas Bahasa

2020

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya karena telah memberi kesempatan pada tim penulis untuk menyelesaikan makalah laporan kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang berjudul Praktik Kerja Lapangan Penerjemahan Dokumen Berbahasa Inggris di Kementrian Luar Negeri Indonesia.

Kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh teman dan pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini, khususnya Mrs. Anna Elisa, M. Hum selaku dosen jurusan Bahasa Inggris serta pembimbing Praktik Kerja Lapangan kami dan Mr. Ralph Wreki, M. Hum selaku dosen wali jurusan Bahasa Inggris angkatan 2017.

Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah memberi kesempatan yang berharga sehingga kami bisa belajar dan mempraktikkan langsung ilmu yang kami dapat selama 3 tahun terakhir ini di universitas Tambahpinter.

Apabila terdapat kesalahan dan kekurangan yang pernah dilakukan selama kegiatan berlangsung, semoga dapat menjadi pembelajaran bagi kami dan dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Kami berharap, melalui makalah laporan kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini dapat menambah wawasan dan referensi bagi adik-adik yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan di Kementrian Luar Negeri Indonesia berikutnya.

Jakarta, 11 Januari 2020

 Tim Penulis

Abstrak

Penerjemahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberi terjemah suatu karya tulis atau percakapan dari bahasa asing ke bahasa asli suatu daerah atau negara. Dalam makalah ini, penerjemahan yang dilakukan berupa penerjemahan dokumen-dokumen berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Kegiatan ini merupakan bentuk Praktik Kerja Lapangan Univeristas Tambahpinter yang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diselesaikan.

Praktik ini berlangsung di Kementerian Luar Negeri Indonesia mulai dari tanggal 10 November hingga 10 Desember 2019 dengan anggota tim sebanyak tiga orang dan dibimbing oleh Mrs. Anna Elisa, M. Hum selaku dosen jurusan Bahasa Inggris Universitas Tambahpinter.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………i

Abstrak……………………………………………………………………………………….ii

Daftar Isi…………………………………………………………………………………….iii

Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………1

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………1

1.2 Tujuan dan Sasaran Praktik Kerja Lapangan………………………………………1

1.3 Manfaat Pelaksanaan…………………………………………………………………..1

1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan……………………………………………………..1

Bab II Pembahasan…………………………………………………………………………2

2.1 Identifikasi Masalah……………………………………………………………………2

2.2 Program Kerja………………………………………………………………………….2

2.3 Faktor-Faktor Penghambat……………………………………………………………3

2.4 Pemecahan Masalah……………………………………………………………………3

Bab III Penutup……………………………………………………………………………..4

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………..4

3.2 Saran……………………………………………………………………………………4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau yang lebih dikenal dengan magang, menurut pedoman akademik Tambahpinter merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh mahasiswa sesuai kurikulum yang berlaku sebagai penerapan teori yang telah dipelajari agar mahasiswa tersebut memperoleh pengalaman kerja di lapangan sesuai dengan bidangnya.

Dalam hal ini, tim penulis yang terdiri dari 3 orang, yaitu Alsa Pertiwi, Gio Parati, dan Okta Liana, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris 2017 yang melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Terdapat beberapa divisi dalam lembaga ini. Pada kesempatan ini, tim penulis ditempatkan di divisi penerjemahan dokumen asing. Tim penulis bertugas menerjemahkan dokumen berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Setelah dianalisis, hal tersebut dapat menjadi bahan dalam menentukan serta membuat buku panduan mengenai langkah-langkah penerjemahan dokumen berbahasa Inggris yang baik dan benar, yang kemudian dapat dipelajari oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris.

Berbagai kegiatan yang dilakukan saat Praktik Kerja Lapangan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua belah pihak, yaitu tim penulis dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

1.2 Tujuan dan Sasaran Praktik Kerja Lapangan

Tujuan tim penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di divisi Penerjemahan Dokumen, Kementerian Luar Negeri Indonesia, yaitu:

  1. Agar tim penulis mengetahui bagaimana sistem kerja di dalam sebuah Lembaga pemerintahan yang mengurus kegiatan luar negeri. Dalam hal ini yaitu Kementerian Luar Negeri Indonesia, terutama di divisi Penerjemahan Dokumen yang dapat menjadi salah satu lahan pekerjaan bagi lulusan sarjana Bahasa Inggris.
  2. Agar tim penulis lebih mengetahui cara, prosedur perencanaan, dan evaluasi program kerja dalam sebuah lembaga pemerintahan.
  3. Agar tim penulis dapat mengasah kemampuan gramatikal Inggris yang telah tim penulis peroleh selama perkuliahan.
  4. Sebagai persyaratan pendidikan yang harus ditempuh di Universitas Tambahpinter.

1.3 Manfaat Pelaksanaan

Manfaat yang penulis dapatkan di Kementerian Luar Negeri Indonesia divisi Penerjemahan Dokumen, yaitu:

  1. Tim penulis mendapatkan pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan dan berinteraksi dengan pegawai dan tamu asing.
  2. Tim penulis dapat mengetahui cara kerja dalam menerjemahkan dokumen asing berbahasa Inggris.
  3. Tim penulis dapat mengimplementasikan teori-teori gramatikal bahasa Inggris yang sudah dipelajari di perkuliahan untuk digunakan dalam penerjemahan dokumen berbahasa Inggris.
  4. Tim penulis mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris yang digunakan sebagai bahasa pengantar ketika bersama tamu asing.
  5. Penulis mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh divisi Penerjemahan Dokumen.
    • Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Tempat            : Kementerian Luar Negeri Indonesia
Jalan Pejambon no. 6 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110

Waktu              : 10 November 2019 s/d 10 Desember 2019

BAB II

IDENTIFIKASI MASALAH DAN PROGRAM KERJA

2.1 Identifikasi Masalah

Lembaga, organisasi, atau institusi yang berkaitan dengan hubungan luar negeri, mengharuskan sumber daya manusia yang bekerja di tempat tersebut dapat berkomunikasi menggunakan bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris.

Bahasa Inggris menjadi bahasa penting yang harus dikuasai seseorang dan telah dipelajari mulai dari bangku pra sekolah. Dalam lembaga, organisasi, atau institusi yang berhubungan dengan luar negeri, selain terdapat kegiatan yang dilakukan secara langsung, terdapat juga kegiatan secara tidak langsung, seperti menerjemahkan dokumen. Seringkali kegiatan penerjemahan dianggap tidak begitu penting dan tidak seru. Padahal, menerjemahkan bahasa, terlebih pada dokumen penting berbahasa Inggris, membutuhkan pemahaman yang sangat baik untuk bahasa asing tersebut serta bahasa ibu sendiri, sehingga penerjemah menjadi salah satu profesi yang banyak dibutuhkan pada bidang tersebut.

2.2 Program Kerja

Secara umum, pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan tim penulis berlangsung dari tanggal 10 November sampai 10 Desember 2019. Pelaksanaannya setiap hari senin sampai jumat. Dimulai setiap pukul 08.00-16.00, diselangi dengan waktu istirahat dari pukul 12.00-13.00, kemudian dilanjutkan lagi dari pukul 13.00-16.00 WIB. Tim penulis didisposisi sebagai anggota divisi Penerjemah Dokumen.

Kegiatan yang dilaksanakan selama Praktik Kerja Lapangan antara lain pemahaman materi secara umum tentang Kementerian Luar Negeri dan divisinya. Selain pemahaman umum mengenai Kementerian Luar Negeri, tim penulis juga terlibat dalam tugas yang meliputi:

  1. Proses penerjemahan dokumen berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
  2. Mengikuti rapat untuk beberapa kegiatan.
  3. Pembuatan buku panduan singkat mengenai cara menerjemahkan dokumen berbahasa Inggris yang baik dan benar.
    • Faktor-Faktor Penghambat

Ada beberapa faktor penghambat yang tim penulis alami selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini berlangsung, yaitu:

    1. Penyesuaian diri dalam dunia kerja pada minggu awal kegiatan berlangsung.
    2. Waktu pengumpulan dokumen yang singkat sehingga harus segera diselesaikan dengan baik.

2.3 Pemecahan Masalah

Dari hambatan-hambatan yang tim penulis alami selama pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan, maka langkah-langkah konkrit yang tim penulis ambil sebagai solusi permasalahan tersebut, yaitu:

  1. Tim penulis belajar memahami dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja melalui proses pribadi dan masukan dari mentor yang membangun selama berada di lapangan.
  2. Tim penulis belajar memprioritaskan dokumen yang harus segera dikumpulkan dan membagi tugas penerjemahan sesuai dengan keahlian masing-masing anggota.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Selama tim penulis melaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di Kementerian Luar Negeri Indonesia, banyak manfaat dan pengalaman berharga yang didapat. Selain melaksanakan tugas untuk menerjemahkan dokumen berbahasa Inggris, tim penulis juga dapat meninjau kembali kemahiran bahasa Inggris yang dimiliki selama masa perkuliahan dan dapat dipraktikkan pada saat berbicara dan menerjemahkan dokumen. Tidak hanya itu, penulis juga mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri.

Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut, tim penulis belajar bagaimana berada di situasi dunia kerja dan berinteraksi dengan tamu asing yang berada di kementerian. Terlebih, tim penulis dibimbing langsung oleh ketua divisi yang sangat baik serta sabar dalam membimbing tim sehingga tim dapat melalui masa Praktik Kerja Lapangan dengan baik.

3.2 Saran

Banyak sekali pengalaman berharga yang tim penulis dapatkan selama praktik kerja di kementerian ini. Akan tetapi, butuh beberapa hari untuk menyesuaikan diri ketika terjun dalam praktik dunia kerja, terlebih di Kementerian Luar Negeri yang bergerak sangat cepat, sehingga tim penulis menyarankan untuk pembekalan materi terlebih dahulu dari pihak universitas Tambahpinter agar mahasiswa yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan di lembaga yang sama maupun berbeda dapat lebih mempersiapkan diri.

Contoh Makalah Narkoba

Jenis Obat Narkotika Untuk Pengunaan Medis

Oleh         : Mantra Aditya Putrama

Jurusan    : Farmasi

Fakultas Farmasi

2020

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah tugas akhir semester 4 yang berjudul “Jenis Obat Narkotika Untuk Pengunaan Medis”.

Dalam dunia medis, khususnya Indonesia, terdapat berbagai jenis narkotika yang digunakan untuk kebutuhan pasien di antaranya, yaitu LSD, ekstasi, Kokain, dsb. Sebagai mahasiswa yang kuliah di jurusan Farmasi, penulis memilih topik ini karena penulis tertarik untuk menjabarkannya.

Makalah ini dapat selesai tidak hanya karena usaha penulis tetapi juga bantuan dari orang-orang sekitar. Maka dari itu, penulis ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dr. Iriandi Bagas Purwono, M.Si., Apt., selaku dosen mata kuliah Analisis Obat, Kosmetika, dan Makanan, yang telah membantu dan memberi dorongan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini secara tepat waktu.

Tak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada dosen-dosen jurusan Farmasi, teman-teman angkatan, dan berbagai pihak yang telah menjadi sumber ilmu dan teman berdiskusi untuk penulis.

Semoga melalui makalah ini, wawasan mengenai jenis narkotika untuk penggunaan medis dapat berguna bagi pembaca dan menjadi lebih bijak agar penggunaannya tidak di salah gunakan.

Jakarta, 1 Juli 2020

 Penulis

Abstrak

Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman sintesis atau pun semi sintesis yang menyebabkan ketergantungan terhadap pengguna. Untuk penggunaan dunia medis dan pengobatan, jenis narkotika yang dipakai merujuk pada peraturan yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Makalah ini menggunakan pendekatan metodologis dengan penyediaan data teknik sadap dan catat. Dalam makalah ini diketahui bahwa jenis narkotika yang digunakan untuk medis, yaitu LSD, Ekstasi, Kokain, Heroin, Amfetamin, dan Ganja.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………..i

Abstrak…………………………………………………………………………………………ii

Daftar Isi………………………………………………………………………………………iii

Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………..1

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………….1

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………………1

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………….1

Bab II Pembahasan…………………………………………………………………………..2

2.1 Jenis Narkotika Untuk Medis…………………………………………………………….2

2.2 Pengelompokkan Narkotika……………………………………………………………..2

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………3

Daftar Pustaka………………………………………………………………………………….4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman sintesis atau pun semi sintesis yang menyebabkan ketergantungan terhadap pengguna. Untuk penggunaan dunia medis dan pengobatan, jenis narkotika yang dipakai merujuk pada peraturan yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Narkotika yang digunakan sebagai obat dalam dunia medis memerlukan pengawasan khusus, baik itu dari apotek maupun pemerintah, sehingga penggunaan dan peradarannya tidak di salah gunakan.

Dalam makalah ini, penulis akan menjabarkan jenis dan penggolongan narkotika sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

1.2 Rumusan Masalah

Setelah mengetahui latar belakang tersebut, penulis merumuskan masalah yang didapat:

  1. Apa saja jenis narkotika yang digunakan dalam dunia medis?
  2. berapa golongan untuk jenis narkotika dan apa sajakah itu?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:

  1. Mengetahui jenis narkotika yang digunakan dalam dunia medis.
  2. Mengetahui jumlah dan penggolongan narkotika.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Jenis Narkotika Untuk Medis

Seperti yang diketahui, narkoba merupakan sesuatu yang ilegal di Indonesia, akan tetapi dengan resep dokter dan pengawasan yang tepat, ada beberapa jenis narkotika yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk dunia medis, di antaranya adalah:

  1. LSD

LSD bermanfaat untuk mengobati ketergantungan, perawatan depresi, dan menghentikan sakit kepala.

  1. Ekstasi

Ekstasi digunakan untuk mengurangi kecemasan, perawatan PTSD, dan meringankan gejala Parkinson’s. Untuk korban PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder, mereka menunjukkan respon positif terhadap perawatan yang menggunakan ekstasi.

  1. Kokain dan Tanaman Koka

Jenis ini terkadang masih digunakan sebagai anestesi topikal untuk mata, hidung, dan operasi tenggorokan. Penelitian terbaru digunakan sebagai pengobatan topikal diterapkan pada pasien yang menderita sakit kepala menahun yang parah.

  1. Heroin

Heroin menjadi salah satu perawatan paling efektif dan aman untuk sakit kronis yang ekstrim, seperti penderitaan yang dialami pasien kanker.

  1. Amfetamin

Amfetamin digunakan untuk mengobati beberapa kondisi di antaranya, yaitu Narcolepsy dan ADHD. Dalam beberapa kasus, jenis ini terbukti efektif dalam mengobati depresi.

  1. Ganja

Jenis ini digunakan untuk kanker, AIDS, multiple sclerosis, glukoma, epilepsi, dan beberapa kondisi lain karena menjadi pengobatan yang aman dan efektif. Akan tetapi, ganja merupakan jenis golongan I yang digunakan dengan syarat telah melalui serangkaian penelitian dan mendapatkan kesepakatan internasional.

  • Pengelompokkan Narkotika

Menurut undang-undang mengenai narkotika tahun 2009 pasal 6 ayat 1, narkotika dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu:

  1. Narkotika golongan I

Narkotika golongan I merupakan narkotika yang hanya dapat digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan untuk terapi. Hal ini disebabkan karena golongan ini memiliki potensi yang sangat tinggi dalam menyebabkan ketergantungan.

  1. Narkotika golongan II

Narkotika golongan II merupakan narkotika yang digunakan sebagai pilihan terakhir karena mempunyai khasiat untuk pengobatan dan bisa digunakan untuk terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Golongan II masih memiliki potensi ketergantungan yang cukup tinggi.

  1. Narkotika golongan III

Narkotika golongan III merupakan narkotika yang digunakan untuk pengobatan dan banyak dipakai dalam terapi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Golongan ini memiliki potensi ringan untuk menyebabkan ketergantungan.

 

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

Narkotika merupakan suatu zat yang dapat menyembuhkan dan dapat juga menjadi ketergantungan. Narkotika sendiri terbagi menjadi tiga golongan yang telah diatur oleh undang-undang. Penggunaan narkotika sendiri tidak boleh sembarangan karena harus melalui pengawasan dokter dan diatur oleh pemerintah.

Daftar Pustaka

UU tahun 2009 mengenai narkotika

Baca juga: Cara Membuat Outline Skripsi

Contoh Makalah Pendidikan

Upaya Dalam Memberantas Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil Indonesia

Oleh         : Elia Putri

Jurusan    : Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

2019

Kata Pengantar

Puji dan syukur selalu dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan berkat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Sebagai mahasiswa Ilmu Pendidikan, penulis tertarik mengidentifikasi dan mencari solusi mengenai masalah pendidikan. Maka dari itu, penulis menyusun makalah yang berjudul: Upaya Dalam Memberantas Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil Indonesia.

Terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik itu bantuan dukungan moral maupun bimbingan penulisan. Penulis sangat berterima kasih kepada Ibu Indrianya selaku dosen yang telah membantu penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tugas akhir ini secara tepat waktu.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kebaikan penulisan selanjutnya.

Semoga melalui makalah ini, dapat memberi solusi dan memberi wawasan bagi pembaca. Tak lupa menjadi sebuah referensi bagi calon peneliti yang ingin memilih topik penulisan yang sama.

Bandung, 21 Juni 2019

Penulis

Abstrak

Sistem pendidikan masih menjadi masalah yang serius. Hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan di berbagai bidang.

Maka dari itu, penulis tertarik mengidentifikasi dan mencari solusi mengenai masalah pendidikan sehingga penulis menyusun makalah yang berjudul: Upaya Dalam Memberantas Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil Indonesia.

Terdapat upaya yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem tersebut, yaitu upaya teknis dan upaya sistemik.

Kata kunci: Pendidikan, daerah terpencil, Indonesia

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………i

Abstrak……………………………………………………………………………………….ii

Daftar Isi…………………………………………………………………………………….iii

Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………1

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………1

1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………..2

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………3

Bab II Pembahasan…………………………………………………………………………4

2.1 Penyebab Rendahnya Kualitas Pendidikan Daerah Terpencil Indonesia………..4

2.2 Upaya Yang Dilakukan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Daerah Terpencil Indonesia…5

Bab III Penutup………………………………………………………………………………6

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………6

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………….7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Memasuki abad ke- 21, arus globalisasi semakin kuat dan terbuka. Terbukti dari kemajaun teknologi dan perubahan daya pikir yang terjadi. Dari peristiwa tersebut, pendidikan menjadi salah satu kunci yang harus dipegang seluruh masyarakat Indonesia sehingga dapat terus mengikuti perkembangan dunia.

Mirisnya, sistem pendidikan ini masih jauh dari negara-negara berkembang lainnya. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke dua belas dari dua belas negara yang ada di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah negara Vietnam. Selain itu, data yang didapat dari The World Economic Forum Swedia pada tahun 2000, Indonesia berada di daya saing yang rendah, yaitu menduduki urutan ke 37 dari 57 negara di dunia yang disurvei. Masih menurut survei dari lembaga yang sama, Indonesia hanya berpredikat sebagai pengikut (bukan sebagai pemimpin) teknologi dari 53 negara di dunia.

Dari data tersebut, terlihat bahwa sistem pendidikan masih menjadi masalah yang serius. Hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan di berbagai bidang.

Maka dari itu, penulis tertarik mengidentifikasi dan mencari solusi mengenai masalah pendidikan sehingga penulis menyusun makalah yang berjudul: Upaya Dalam Memberantas Masalah Pendidikan di Daerah Terpencil Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Setelah mengetahui latar belakang tersebut, penulis merumuskan masalah yang didapat:

    1. Apa saja yang menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil Indonesia?
    2. Bagaimana solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di daerah terpencil Indonesia?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:

  1. Mendeskripsikan hal-hal yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di daerah terpencil
  2. Mendeskripsikan solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di daerah terpencil

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Penyebab Rendahnya Kualitas Pendidikan Daerah Terpencil Indonesia

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan sistem Pendidikan di daerah terpencil Indonesia masih jauh dari kata layak. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Pembangunan infrastruktur sekolah maupun jalan yang belum merata.
  2. Jarak yang jauh antara pemukiman dan sekolah.
  3. Sumber daya guru atau pengajar yang tidak sebanding dengan jumlah siswa.
  4. Standarisasi Pendidikan di daerah terpencil.
  5. Kesejahteraan pengajar yang masih dibawah standar.
  6. Mahalnya biaya pendidikan.

2.2 Upaya Yang Dilakukan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Daerah Terpencil Indonesia

Dari beberapa masalah di atas, terdapat solusi yang bisa diterapkan untuk memperbaiki sistem Pendidikan di daerah terpencil, yaitu:

  1. Upaya sistemik

Dalam hal ini, sistem sosial yang berkaitan dengan sistem Pendidikan. Hal ini berkaitan dengan sistem ekonomi yang berdampak pada sistem sosial dan Pendidikan. Biaya Pendidikan yang masih dirasa terlalu besar bagi masyarakat di daerah terpencil dapat memengaruhi sehingga anak dirasa tidak perlu bersekolah.

2. Upaya teknis

Dalam hal ini, upaya yang dilakukan berkaitan dengan hal-hal teknis dalam Pendidikan. Sebagai contoh, memperbaiki kualitas guru dan prestasi siswa.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kualitas pendidikan di daerah terpencil Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di daerah lain bahkan negara-negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab utama terjadinya hal tersebut, yaitu efektifitas, efisiensi, dan standarisasi pendidikan daerah terpencil yang masih kurang dioptimalkan.

Upaya yang dapat dilakukan di antaranya adalah upaya sistemik dan upaya teknis sehingga sistem Pendidikan di daerah terpencil Indonesia dapat menjadi lebih baik dan sama dengan daerah lainnya.

Daftar Pustaka

Pidarta, Prof. Dr. Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Contoh Makalah Kesehatan

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh yang Baik dan Benar

Oleh         : Inkana Eriza

Jurusan    : Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kesehatan Masyarakat

2020

Kata Pengantar

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya karena telah memberi kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah yang berjudul Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Yang Baik dan Benar.

Penulis sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu.

Penulis berharap melalui makalah ini, masyarakat lebih menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Semarang, 12 Oktober 2020

Penulis

Abstrak

Kesehatan adalah sebuah kondisi yang perlu dan harus dijaga setiap waktu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh di antaranya adalah memastikan kebutuhan gizi agar tercukupi.

Seringkali, masih banyak yang belum menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan. Maka dari itu, penulis menjabarkan tulisan yang berjudul Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Yang Baik dan Benar.

Melalui metode sadap dan catat, penulis merangkum isi makalah yang dapat berguna untuk menambah wawasan pembaca.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………i

Abstrak……………………………………………………………………………………….ii

Daftar Isi…………………………………………………………………………………….iii

Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………1

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………..1

1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………….2

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………..2

Bab II Pembahasan…………………………………………………………………………..3

2.1 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh yang Baik dan Benar…………………………….4

Bab III Penutup……………………………………………………………………………….5

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………….5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan adalah sebuah kondisi yang perlu dan harus dijaga setiap waktu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh di antaranya adalah memastikan kebutuhan gizi agar tercukupi. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan berolahraga secara teratur serta menjaga pola makan. Cara ini bisa menjadi peran dalam menjaga dan membuat tubuh sehat.

Seringkali, masih banyak yang belum menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan. Contoh masalah kesehatan yang bisa dilihat adalah banyaknya pengidap berbagai jenis penyakit terutama yang berpengaruh pada penampilan tubuh, seperti obesitas dan busung lapar.

Maka dari itu, penulis menjabarkan tulisan yang berjudul Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Yang Baik dan Benar.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan dari latar belakang, maka rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu:

  1. Apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh yang Baik dan Benar

Kesehatan tubuh wajib untuk dijaga agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang tentu dapat merugikan tubuh. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh di antaranya, yaitu:

  1. Membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna.
  2. Membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral pada tubuh.
  3. Membiasakan diri untuk berolahraga secara rutin minimal dalam waktu seminggu sekali.
  4. Membiasakan diri meluangkan waktu untuk beristirahat.
  5. Membiasakan diri untuk tidur malam cukup selama 8 jam.
  6. Membiasakan diri meluangkan waktu untuk tidur siang.
  7. Membiaskaan diri menjaga pola makan serta makan dengan teratur.
  8. Membiasakan diri berpikir positif.
  9. Tidak mengkonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, maupun juga tidak merokok

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh agar selalu sehat. Menjaga kesehatan tubuh memang sangat penting agar tubuh terhindar dari berbagai macam penyakit.

Baca juga: Cara Mengutip dari Buku

Nah, itulah penjelasan dan contoh-contoh dari sebuah makalah. Contoh di atas hanya gambaran saja, ya. Kesamaan nama atau pun tempat tidak disengaja dan tidak ada maksud lainnya. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin mengetahui cara membuat makalah yang benar.


Sumber:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ekosusilo, Madyo, dan Bambang Triyanto. 1991. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Dahara Prize.

Avatar
Verenthttp://gerberarouge.wordpress.com
Hobi jalan-jalan dan mencicipi kuliner baru. Bercerita? Saya sampaikan melalui tulisan. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ketahui Secara Lengkap Etika Media Massa

Apakah kamu pernah tidak sengaja mengklik berita dengan judul “5….Nomor 3 Bikin Tercengang!” atau “Seorang Banci Ditunggangi……”? Seringkali kita lihat banyak pemberitaan, terutama di...

4 Contoh Surat Peringatan Serta Ketentuannya

Kamu tentu sering mendengar tentang surat peringatan. Apalagi di dunia kerja, surat ini bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kamu, walaupun sebenarnya bisa juga...

Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan Serta Cara Membuatnya

Dalam berbagai bidang usaha, peran pekerja atau karyawan tidak bisa dianggap remeh. Ada unsur penyebab yang saling menggantungkan diri antara pengusaha dan karyawannya. Ketika...

Mengenal Tata Nama Senyawa

Tahukah kamu apa itu senyawa? Senyawa merupakan zat yang terdiri dari dua unsur atau lebih dalam suatu perbandingan yang tetap. Senyawa tidak akan pernah...

Komunikasi Internal dalam Organisasi

Jika kamu sudah membaca beberapa artikel tentang humas (hubungan masyarakat) atau PR (public relations), kamu sudah pasti tahu bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga...