Contoh Artikel Ilmiah: Pengertian, Ciri, Syarat dan Jenis

Bagi kamu pelajar atau mahasiswa tentu tidak asing dengan istilah artikel. Artikel biasanya dimuat di majalah, koran, website, buku, dan lain sebagainya. Salah satu artikel yang sering dibuat dalam dunia pendidikan adalah artikel ilmiah. Biasanya artikel ilmiah dimuat dalam buku atau jurnal ilmiah.

Kemampuan menulis ilmiah itu penting buat kamu yang sedang duduk di bangku kuliah ataupun sekolah. Berikut ini ada beberapa contoh artikel ilmiah yang dapat kamu jadikan referensi untuk menulis. Namun sebelumnya, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu mengenai pengertian artikel ilmiah.

Pengertian Artikel Ilmiah

Pengertian artikel ilmiah
Sumber: Engin Akyurt from Pixabay

Artikel ilmiah adalah tulisan yang berisi kumpulan gagasan, ide, dan hasil pemikiran berdasarkan hasil penelitian, pengamatan, kajian, dan evaluasi yang disajikan secara terstruktur sesuai metode ilmiah sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tujuan dari artikel ilmiah sendiri yaitu untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap suatu permasalahan. Cara membuat artikel ilmiah dengan artikel biasa tentu berbeda. Penulisan artikel ilmiah harus memenuhi kaidah dan etika ilmiah.

Ciri-ciri Artikel Ilmiah

Suatu artikel dapat dikatakan sebagai artikel ilmiah apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Artikel tersebut menyajikan informasi, ide, atau pendapat untuk pemecahan suatu masalah.
  2. Informasi yang disajikan di dalam artikel ditulis berdasarkan fakta dan data yang valid dan dapat ditelusuri.
  3. Informasi yang disampaikan dalam artikel bersifat objektif dan tidak memihak.
  4. Penulisan artikel ilmiah didasarkan pada hasil pemikiran yang logis dan empiris.
  5. Penulisan artikel menggunakan bahasa yang baku dan sistematis.

Syarat Artikel Ilmiah

Syarat yang harus dipenuhi supaya suatu artikel disebut sebagai artikel ilmiah, yaitu sebagai berikut:

Komunikatif

Tulisan harus mudah dipahami oleh pembaca. Sehingga perlu digunakan penggunaan kata yang tepat dan lugas untuk menghindari kesalahpahaman. Bahasa yang digunakan untuk menghasilkan tulisan yang komunikatif disesuaikan dengan jenis artikel. Misalnya untuk artikel ilmiah populer digunakan bahasa populer yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari namun tetap ilmiah.

Bernalar

Tulisan harus sistematis. Isi pikiran yang dikemukakan disusun berurutan sehingga membentuk suatu hubungan antar kalimat yang bersistem, koheren, serta mengikuti metode penulisan yang tepat. Salah satu alasan pentingnya menulis artikel ilmiah adalah melatih penulis untuk dapat berfikir sistematis dengan menggunakan nalar. Sistematis sendiri merupakan suatu kemampuan untuk merumuskan permasalahan dari hal paling kecil kemudian bertahap kepada persoalan dan terakhir disajikan sebuah solusi.

Ekonomis

Tulisannya harus disajikan secara ekonomis. Maksud ekonomis di sini adalah kata dan kalimat yang digunakan harus padat dan berisi. Kalimat yang bertele-tele hanya dapat menimbulkan makna yang ambigu. Sehinga pemilihan kata dan penyusunan kalimatnya harus dipikirkan sedemikian rupa.

Berdasarkan landasan teori yang kuat

Berdasarkan landasan teori yang kuat sehingga penulis harus banyak membaca atau berdiskusi dengan kelompok-kelompok ilmiah. Sebelum memulai menulis biasanya dilakukan kajian pustaka untuk mengumpulkan informasi yang relevan sesuai topik yang akan ditulis.

Didukung data yang meyakinkan dan pustaka yang mutakhir

Tulisan dalam artikel ilmiah harus didukung dengan data-data yang terpercaya. Data tersebut biasanya dapat diperoleh dari pustaka yang mutakhir. Sehingga penyajian data juga harus disertai dengan penulisan pustaka yang digunakan.

Dapat dipertanggung jawabkan

Tulisan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, moral, teknis, dan sosial.

Baca juga: Cara Membuat Abstrak Skripsi

Jenis Artikel Ilmiah

Jenis artikel ilmiah ditinjau dari isinya dapat dibedakan beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

Artikel penelitian (Research Articles)

Artikel penelitian adalah jenis artikel ilmiah yang memuat informasi tentang ilmu pengetahuan baru dan telah dipublikasikan pada jurnal, baik nasional maupun internasional. Artikel ilmiah jenis ini menjelaskan tentang hasil riset yang bersifat baru dan original serta menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan.

Artikel Review

Artikel review berisi rangkuman dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan. Tulisan tersebut disusun secara komprehensif dengan pemahaman mendalam terkait bidang ilmu tertentu. Pada artikel review biasanya diberi batas awal dan akhir tahun studi literatur yang diterbitkan.

Artikel berita (News Articles)

Sasaran utama artikel ilmiah jenis ini adalah orang awam. Artikel berita memuat penjelasan dan analisa hasil penelitian yang dilakukan untuk memberi informasi atau wawasan yang akurat kepada masyarakat. Informasi tersebut berdasarkan observasi, eksperimen, atau survei yang telah dilakukan.

Artikel Abstrak dan Proceeding

Artikel ilmiah jenis ini berisi penjelasan hasil penelitian yang dipresentasikan pada kegiatan konferensi ilmiah. Konferensi ilmiah adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada para ilmuwan atau peneliti untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil penelitian yang sudah mereka kerjakan.

Contoh Artikel Ilmiah

Contoh artikel ilmiah
Sumber: Thorsten Frenzel from Pixabay

Tentang Kesehatan

Potensi Biji Asam Dalam Mengendalikan Obesitas dan Hiperglikemia

Obesitas sudah menjadi masalah kesehatan gizi dunia. Obesitas dikelompokkan menjadi dua, yaitu obesitas umum dan obesitas sentral/abdominal. Pada penderita obesitas sentral, lemak yang masuk melalui makanan yang tidak sehat secara berlebih tidak dapat disimpan di dalam jaringan adiposa, sehingga terjadi kelebihan lipid dalam darah dan diakumulasi dalam liver. Hal tersebut dapat mengganggu kinerja insulin dalam menyerap glukosa ke dalam sel. Apabila terjadi dalam waktu jangka panjang dapat mengakibatkan hiperglikemia.

Obesitas dan Hiperglikemia dapat dikendalikan dengan mengkonsumsi pangan tinggi antioksidan dan serat pangan. Sumber antioksidan dapat diperoleh dari minuman berbasis rempah-rempah dan serat pangan dapat diperoleh dari biji asam Jawa.

Biji asam Jawa merupakan bagian dari buah asam yang biasanya tidak dipakai. Pada beberapa penelitian, biji asam Jawa mengandung serat pangan berupa polisakarida larut air (PLA) (Manchanda et al., 2014). PLA di dalam tubuh dapat berikatan dengan air sehingga membentuk larutan yang kental. Larutan kental ini membuat pengosongan perut berjalan lambat sehingga rasa kenyang bertahan lama.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Estiasih et al., 2012, polisakarida larut air juga dapat mengurangi level glukosa darah pada kondisi hiperglikemia. Penurunan glukosa darah tersebut terjadi karena adanya penghambatan absorbsi gula dan pembentukan asam lemak rantai pendek.

Oleh karena itu, biji asam memiliki potensi dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengendalikan obesitas dan hiperglikemia.

Tentang Pendidikan

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kerja Sama Siswa SMK

Pendidikan menjadi aset penting bagi suatu negara untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci penting dalam perkembangan sosial ekonomi yang berkelanjutan (Mohamad, 2016).

Pelaksanaan pendidikan tidak dapat terlepas dari keterlibatan siswa dalam proses belajar. Saat ini, proses belajar mengajar tidak lagi terpusat pada guru. Melainkan siswa juga dituntut untuk aktif mencari informasi sendiri melalui media-media yang ada seperti internet. Salah satu model pembelajaran yang banyak dikembangkan di sekolah adalah pembelajaran kooperatif.

Salah satu tipe pembelajaran kooperatif, yaitu Jigsaw. Penerapan model pembelajaran kooperatif ini telah banyak digunakan dan hasilnya menunjukkan bahwa hasil belajar siswa relatif lebih baik. Model pembelajaran kooperatif ini juga sangat mungkin untuk diterapkan di sekolah kejuruan. Pendidikan kejuruan erat kaitannya dengan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian sebagai pekerja untuk memenuhi kebutuhan industri.

Menurut López-Mondéjar, et al. (2017), pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan emosi sosial pada siswa seperti sikap empati. Selain itu, pembelajaran kooperatif juga dapat membuat siswa menikmati proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan kerja sama antar siswa (Azizan et al., 2018).

Hadriati (2019) telah melakukan observasi pada siswa di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Berdasarkan hasil observasi tersebut dilaporkan bahwa tingkat kerja sama siswa di salah satu sekolah tersebut rendah sehingga guru mencoba model pembelajaran baru untuk meningkatkan kerja sama antar siswa. Kerja sama ini juga akan bermanfaat bagi siswa ketika sudah lulus sekolah nantinya.

Observasi ini dilakukan menggunakan 2 siklus dengan masing-masing empat tahapan dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa satu kelas yang berjumlah 34 siswa. Sumber dara berasal dari hasil observasi pada guru dan siswa berupa lembar observasi dan dokumentasi.

Indikator yang diamati dalam siklus I dan II, yaitu tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, kepedulian, menghargai pendapat teman, dan berani berpendapat. Indikator tersebut dapat dinyatakan berhasil apabila target capaian terpenuhi, yaitu 75%.

Pada siklus I, persentase indikator yang paling rendah, yaitu tepat waktu dalam mengerjakan tugas dan kepedulian dengan skor masing-masing 74%. Meskipun demikian, rata-rata indikator capaian yang diamati secara keseluruhan, yaitu 82%. Kedua hal tersebut dapat dilihat pada saat kegiatan diskusi berlangsung, peserta didik tidak langsung mengerjakan tugas yang diberikan melainkan mereka masih melakukan hal-hal yang kurang penting sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Karena hal itulah ketika terdapat teman yang kesusahan untuk memahami materi tersebut mereka kurang peduli karena pekerjaan mereka sendiri belum terselesaikan.

Pada siklus II, dilakukan perbaikan teknis pembelajaran hasil dari evaluasi siklus I. Perbaikan tersebut diantaranya, yaitu guru menekankan pada siswa tentang pentingnya waktu dan kepedulian. Selain itu, guru juga memacu siswanya untuk berani mengemukakan pendapat dan saling menghargai pendapat orang lain. Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan sikap kerja sama yang baik antar siswa. Hasil pengamatan pada siklus II menunjukkan kenaikan persentase indikator capaian, yaitu menjadi 92%.

Dibandingkan dengan siklus I, indikator capaian secara keseluruhan mengalami peningkatan 10%. Dalam hal ini berarti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat diterapkan dalam meningkatkan kerja sama siswa SMK. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusuma (2018) yang menyatakan bahwa penerapan metode jigsaw merupakan metode efektif yang dapat meningkatkan kerja sama peserta didik karena pada metode ini dapat memunculkan kerja sama antar anggota kelompok siswa.

Berdasarkan hasil observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa SMK dapat meningkatkan kemampuan kerja sama siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Supaya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat diterapkan dengan baik pada proses pembelajaran maka diperlukan pengelolaan dan manajemen waktu yang baik.

Baca juga: Motivasi Skripsi yang Bikin Semangat

Tentang Lingkungan

Mengurangi Pencemaran Logam Berat Menggunakan Teknologi Biosorpsi

Karya: Ratnawati, Ermawati, dan Naimah

Biosorpsi merupakan teknologi pengolahan limbah menggunakan biosorben. Biosorpsi ini tergolong teknologi baru dalam menyisihkan/menghilangkan logam berat yang bersifat racun. Biosorpsi ini tergolong teknologi ramah lingkungan yang secara ekonomi layak digunakan untuk mengolah limbah cair industri. Mekanisme kerja dari biosorpsi ini, yaitu adanya biosorben akan dapat mengikat logam berat yang memiliki afinitas tinggi dalam larutan limbah.

Biosorpsi merupakan teknologi pengolahan limbah yang menarik karena ketersediaan bahan biosorben yang melimpah, seperti fungsi, bakteri, yeast, alga, dan biopolymer seperti alginate dan kitosan yang merupakan produk samping industri perikanan. Namun, teknologi biosorpsi ini masih memerlukan banyak pengembangan melalui penelitian dan kajian yang berkesinambungan untuk menghasilkan teknologi terbaik dalam mengatasi pencemaran lingkungan (Ratnawati et al., 2010).

Contoh Artikel Ilmiah Populer

Pencegahan Serta Penanganan Sifat Agresif Remaja Dengan Kecerdasan Emosional

Karya : Laela Siddiqah

Berdasarkan data di Poltabes Yogyakarta tahun 2008 menunjukkan masih banyak sekali kasus perilaku agresif remaja yang terjadi rentang tahun 2003 hingga 2006. Kasus-kasus tersebut telah diproses secara hukum dengan pelanggaran berupa penggunaan senjata tajam, penganiayaan, pengeroyokan, pencabulan, pemerkosaan, pencurian, dan penggelapan. Remaja yang terlibat memiliki rentang usia 12 hingga 18 tahun. Rentang usia ini adalah rentang usia siswa SMP dan SMK sederajat.

Kondisi ini menunjukkan tingginya agresivitas yang dimiliki oleh siswa menggambarkan para siswa memiliki kontrol diri yang lemah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elfida (1995) tentang hubungan negatif antara kemampuan mengontrol diri dan kecenderungan berperilaku agresif.

Perilaku agresif pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor biologis, temperamen yang sulit, pengaruh pergaulan negatif, penggunaan narkoba, pengaruh tayangan kekerasan, dan lain sebagainya. Remaja yang agresif cenderung memiliki toleransi yang rendah terhadap rasa frustrasi dan kurang mampu menunda kesenangan, bereaksi cepat terhadap dorongan agresinya, kurang dapat melakukan refleksi diri, dan kurang dapat bertanggung jawab atas akibat perbuatannya.

Perilaku agresif dapat muncul karena situasi yang tidak menyenangkan atau mengganggu, adanya faktor individual dan situasional yang saling berinteraksi sehingga mempengaruhi kondisi internal seseorang. Pikiran dan interpretasi seseorang terhadap kejadian eksternal juga dapat mempengaruhi fungsi emosi dan perilakunya. Remaja yang pemarah dan agresif seringkali mengalami bias dalam mempersepsi situasi-situasi sosial yang mendorong mereka berperilaku agresif ketika menghadapi konflik atau kondisi yang tidak menyenangkan.

Seseorang dengan tingkat amarah yang tinggi cenderung memiliki strategi yang destruktif mengekspresikan amarah dengan cara menyerang orang dan benda secara fisik dan verbal, lebih banyak menantang dan bersikap negatif, serta lebih sering terlibat konflik dengan orang lain (Lench, 2004). Oleh karena itu, remaja dengan tingkat amarah yang tinggi dan berisiko bersikap agresif perlu mendapat perhatian dan penanganan yang tepat dalam mengelola amarah dan mengendalikan dorongan agresinya.

Program pengelolaan amarah yang dapat dikembangkan untuk mengurangi intensitas ekspresi amarah yang destruktif dan perilaku agresif, yaitu menggunakan pendekatan kognitif-perilakuan. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek kognitif tetapi juga fungsi individu pada aspek afektif dan perilaku.

Tentang Bahasa

artikel ilmiah
Sumber: Andrys Stienstra dari Pixabay

Pentingnya Memahami Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Artikel Ilmiah

Karya: Eti Ramaniyar, Al Ashadi Alimin, Hariyadi

Penggunaan bahasa Indonesia penting dikuasai oleh mahasiswa dalam menulis suatu artikel ilmiah. Mahasiswa sering menulis tanpa memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Apabila hal ini dibiarkan dapat menjadi masalah bagi dosen dan mahasiswa karena akan terus melakukan kesalahan tanpa ada usaha untuk membuat  yang baik dan benar.

Penulisan artikel ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah yang memiliki ciri-ciri, yaitu lugas, mematuhi kaidah-kaidah gramatikal, menggunakan kalimat efektif, menggunakan kosakata baku, tidak ambigu, bebas dari makna kiasan, mematuhi persyaratan penalaran, dan mematuhi kaidah-kaidah ejaan yang berlaku.

Adanya dampak kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni membuat bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Penggunaan bahasa pun semakin luas secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sangat diperlukan untuk dijadikan sebagai standar penggunaan bahasa secara baik dan benar.

Kesalahan yang sering terjadi pada penulisan artikel mahasiswa, diantaranya kesalahan pemakaian huruf, kesalahan penulisan kata, kesalahan pemakaian tanda baca, dan kesalahan penulisan unsur serapan. Untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan tersebut mahasiswa perlu menggunakan PUEBI dalam menyusunnya.

Tentang hukum

Pandangan Hukum Indonesia Terhadap Penghinaan Orang yang Sudah Meninggal

Karya: Sutrisna

Di Indonesia, kehormatan dan nama baik seseorang merupakan hak asasi setiap warga negara dan dilindungi oleh hukum. Hal ini diatur dalam konstitusi Indonesia, yaitu Pasal 28 G ayat (1) UUD NRI 1945. Kehormatan dan nama baik yang dilindungi oleh negara tidak hanya orang yang masih hidup saja melainkan juga orang yang sudah meninggal. Banyak sekali kejahatan yang terjadi terkait dengan penghinaan dan pencemaran nama baik seiring dengan perkembangan teknologi dan demokrasi. Kejahatan tersebut sering dijumpai di media sosial.

Hukum di Indonesia saat ini yang mengatur tentang penghinaan masih terbatas. Pada KUHP terbatas pada media yang digunakan sedangkan dalam Undang-undang ITE hanya mengatur penghinaan secara umum saja. Sementara itu, hukum yang mengatur secara khusus tentang penghinaan orang yang sudah meninggal melalui media sosial belum ada hukum yang mengatur.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Sutrisna et al. (2015) menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep menyatakan bahwa tindak pidana penghinaan melalui media sosial terhadap orang yang telah meninggal tetap dapat dipidana dengan mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia, yaitu Pasal 320 dan Pasal 321 KUHP serta Undang-undang ITE Pasal 23 ayat (3).

Baca juga: Sistematika Penulisan Skripsi

Tentang Budaya

Budaya Bermukim Masyarakat Jawa

Karya: Arya Ronald

Kebudayaan Jawa menjadi sebuah wawasan yang menunjukkan bahwa masyarakat Jawa memiliki satu bentuk pandangan hidup yang cukup matang. Hal ini ditandai dengan aneka kepercayaan yang dianut, aneka pengetahuan yang diserap, kehidupan penuh etika dan nilai estetika yang berpola sangat mendasar. Salah satu pandangan hidup masyarakat Jawa adalah paham kejawen yang hidup antara kepercayaan dan agama.

Paham kejawen ini memiliki ajaran yang mantap, diantara filsafat kosmologi Jawa yang mampu mengawali perkembangan teologi di kemudian hari. Paham ini telah mengakar dalam sebagian besar hidup berbudaya masyarakat sehingga masih banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Paham ini juga digunakan dalam bentuk bahasa non verbal yang terungkap dalam karya arsitektur mereka, yaitu rumah tinggal.

Arsitektur Jawa apabila diarahkan pada kedudukan rumah Jawa dalam kajian kebendaan, objek tersebut dekat dengan unsur teknologi dan kesenian. Selain itu, arsitektur jawa juga mengandung unsur-unsur kebudayaan seperti paham kosmologi, bahasa arsitektur, status sosial penghuni, derajat ekonomi penghuni, dan kapasitas dalam pengembangan ilmu dan teknologi di lingkungan. Sehingga arsitektur jawa dapat dijadikan acuan untuk mengenal manusia dan masyarakat jawa seutuhnya hubungannya dengan peran, kekuasaan maupun kekuatan yang terdapat di lingkup kehidupan budaya Jawa.

Tentang Sosial

Perubahan Sosial dari Agraris ke Era Industri dalam Pembangunan Masyarakat

Karya: Mohammad Mulyadi

Kebudayaan manusia yang ada di Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat disebabkan karena adanya kontak dengan kebudayaan dari luar yang dianggap menguntungkan. Keuntungan tersebut sering dilihat dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidup. Apabila kebudayaan luar tersebut dirasa dapat mendatangkan keuntungan maka masyarakat akan cepat merespons. Keuntungan yang dimaksud di sini kaitannya dengan keuntungan ekonomi, sosial, dan politik.

Naluri sifat manusia pada umumnya adalah selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik. Hal itu merupakan dimensi biologis dan psikologis manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Semakin lama manusia hidup di dunia akan menyebabkan tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup yang banyak. Tuntutan-tuntutan ini tidak selamanya dapat diperoleh dengan mudah dari alam semesta ini. Hal ini membuat manusia berpikir tentang cara-cara pemenuhan kebutuhan tersebut.

Proses berpikir mengenai cara pemenuhan kebutuhan akan menjadi bagian dari proses perkembangan teknologi dan masyarakatnya. Perkembangan masyarakat pada dasarnya adalah proses perubahan yang dilakukan secara sengaja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu proses perubahan yang terjadi adalah perubahan sosial masyarakat. perubahan sosial menyangkut tentang aspek-aspek sosio-demografi dari masyarakat dan aspek struktural dari organisasi sosial.

Perubahan sosial ini meliputi pergeseran pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosial. Perubahan sosial terjadi karena adanya upaya pemenuhan kebutuhan yang dilakukan antar individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Perubahan sosial yang dapat terjadi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri, jika dilihat dari ruang lingkupnya dibagi menjadi dua, yaitu perubahan berpengaruh besar dan kecil. Perubahan berpengaruh besar contohnya, yaitu adanya urbanisasi karena ledakan penduduk. Perubahan berpengaruh kecil contohnya, yaitu perubahan mode rambut atau pakaian.

Apabila dilihat dari keadaannya, perubahan sosial dibagi menjadi perubahan direncanakan dan tidak direncanakan. Perubahan direncanakan contohnya dibentuknya posko pengaduan masyarakat. Perubahan yang tidak direncanakan contohnya berdirinya bangunan bertembok besar yang dapat menghalangi pengairan sawah sehingga timbul protes warga masyarakat sekitar.

Tentang Ekonomi

Peranan Sumber Daya Ekonomi dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Karya: Nur Salsabila Afnani, Iid Noeriah, Ulil Albab

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam dinamika pembangunan ekonomi daerah yaitu kemampuan memanfaatkan atau menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam seefektif dan seefisien mungkin. Kemampuan dalam mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya tersebut ditentukan oleh persediaan dan mutu sumber daya. Dimensi penggunaannya harus dirumuskan dalam suatu kerangka kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang bermutu, adil, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Potensi ekonomi daerah pada dasarnya dapat diartikan sebagai sumber daya yang dimiliki oleh daerah yang dapat memberikan manfaat serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi wilayah. Sumber daya daerah secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya buatan, dan sumber daya sosial.

Penyebab ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah Indonesia adalah adanya perbedaan karakteristik limpahan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Selain itu, juga terdapat faktor lain yang sangat krusial, yaitu perbedaan demografi, perbedaan potensi lokasi, perbedaan aspek aksebilitas dan kekuasaan, serta perbedaan aspen potensi pasar.

Sebagaimana penjelasan tersebut dalam disimpulkan bahwa pengelolaan, ketersediaan, dan kebijakan yang tepat, relevan, serta komprehensif amat dibutuhkan dalam kaitannya dengan percepatan proses pembangunan dan penguatan tatanan ekonomi daerah untuk menjamin keberlanjutan.

Tentang Perilaku

Tipe Layanan Konseling Psikologis yang Sesuai dengan Kepribadian Orang Semarang

Karya: Lucia Hernawati dan Emiliana Primastuti

Individu yang tinggal di Kota Semarang yang selanjutnya disebut orang Semarang, pada umumnya adalah pendatang dari berbagai kota. Mereka bekerja sebagai pedagang, karyawan, perkantoran, dan buruh pabrik. Aktivitas yang mendominasi di Kota Semarang ini adalah aktivitas dagang. Hal ini membentuk karakter orang Semarang menjadi pragmatis, egaliter, dan individual. Meskipun demikian, orang Semarang tetap memegang teguh nilai nrimo ing pandum. Hal tersebut membuat kepribadian orang Semarang menjadi unik.

Akan tetapi, karena kepribadian tersebut, orang Semarang kurang mengembangkan potensi diri dan belum mengaktualisasikannya secara maksimal. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan perlu diketahui profil orang Semarang dan gaya konseling yang dapat membantunya mengembangkan diri secara maksimal, mengupayakan pencegahan sebelum munculnya masalah, dan melakukan pengelolaan yang sesuai saat bermasalah dengan kepribadian orang Semarang.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ternyata orang Semarang yang memiliki kepribadian neuroticism dan openness menyukai gaya konseling psychoanalytic dan client centered, orang semarang yang memiliki kepribadian extraversion dan conscientiousness menyukai gaya konseling cognitive, dan orang Semarang dengan kepribadian agreeableness menyukai gaya konseling client centered.

Baca juga: Cara Mengutip dari Berbagai Sumber

Pemahaman Akhir

Dalam dunia pendidikan, artikel ilmiah memiliki peran yang penting sebagai sarana untuk menyajikan gagasan, ide, dan hasil penelitian secara terstruktur sesuai dengan metode ilmiah. Artikel ilmiah bertujuan untuk memberikan jawaban ilmiah terhadap suatu permasalahan. Untuk dapat dianggap sebagai artikel ilmiah, sebuah tulisan harus memenuhi beberapa ciri-ciri, seperti menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data yang valid, bersifat objektif, logis, dan empiris, serta menggunakan bahasa yang baku dan sistematis.

Untuk memenuhi syarat sebagai artikel ilmiah, tulisan harus komunikatif, bernalar, ekonomis, berdasarkan landasan teori yang kuat, didukung oleh data yang meyakinkan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, moral, teknis, dan sosial.

Jenis-jenis artikel ilmiah yang dapat ditemui antara lain artikel penelitian, artikel review, artikel berita, dan artikel abstrak dan proceeding. Artikel penelitian menjelaskan hasil penelitian yang baru dan original, sedangkan artikel review merupakan rangkuman dari beberapa penelitian yang telah dilakukan. Artikel berita bertujuan memberikan informasi atau wawasan yang akurat kepada masyarakat berdasarkan hasil penelitian, sedangkan artikel abstrak dan proceeding berisi penjelasan hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ilmiah.

Sebagai contoh, dalam bidang kesehatan, artikel ilmiah dapat mengulas potensi biji asam Jawa dalam mengendalikan obesitas dan hiperglikemia. Dalam bidang pendidikan, artikel ilmiah dapat membahas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kerja sama siswa SMK. Contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana penulisan artikel ilmiah dilakukan dengan memenuhi ciri-ciri dan syarat yang telah disebutkan sebelumnya.

Dengan kemampuan menulis ilmiah yang baik, pelajar dan mahasiswa dapat berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan menyebarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kemampuan menulis ilmiah juga melatih penulis untuk berpikir sistematis dan menggunakan nalar dalam merumuskan permasalahan serta menawarkan solusi yang berdasarkan fakta dan data yang valid.a

Itulah beberapa contoh artikel ilmiah secara singkat yang dapat kamu gunakan untuk lebih memahami bagaimana cara membuatnya yang baik. Selain contoh-contoh di atas, kamu juga bisa menemukan berupa jurnal di google cendekia.


Sumber:

Hermawan, I. (2019). Teknik Menulis Karya Ilmiah Berbasis Aplikasi dan Metodologi. Hidayatul Quran.

Hernawati, L., & Primastuti, E. (2017). Membangun layanan konseling psikologis . Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia1.

Jatmiko, W., Santoso, H. B., Purbarani, S. C., Syulistyo, A. R., & Purnomo, D. M. (2015). Panduan Penulisan Artikel Ilmiah. Jakarta: Universitas Indonesia.

Muchlisin, Z. A. (2018). Kiat Menulis Artikel Ilmiah Jurnal Nasional dan Internasional. Syiah Kuala University Press.

Mulyadi, M. (2015). Perubahan sosial masyarakat agraris ke industri. Jurnal Bina Praja 7(4), 311-322.

Ramaniyar, E., & Hariyadi, H. (2019). Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Penulisan Artikel Ilmiah. Jurnal Pendidikan Bahasa8(1), 34-49.

Ratnawati, E., Ermawati, R., & Naimah, S. (2010). Teknologi Biosorpsi oleh Mikroorganisme. Jurnal Kimia dan Kemasan32(1), 34-40.

Ronald, A. (2015). Budaya Bermukim Masyarakat Jawa. Sinektika: Jurnal Arsitektur1(1), 180-188.

Siddiqah, L. (2015). Pencegahan dan penanganan perilaku agresif remaja  (anger management). Jurnal Psikologi37(1), 50-64.

Sutrisna, D. (2015). Penghinaan Terhadap Orang Yang Sudah Meninggal Melalui Medsos. Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *