Home Tugas Contoh Paper: Pengertian, Struktur, Format dan Cara Membuatnya

Contoh Paper: Pengertian, Struktur, Format dan Cara Membuatnya

Di dunia perkuliahan, menulis paper selalu mudah dijumpai di berbagai mata kuliah. Tugas menulis paper seperti sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mahasiswa. Selain itu, beragam kompetisi menulis paper seperti call of paper, Program Kreativitas Mahasiswa, serta media massa menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mewarnai iklim di kampus. Meskipun demikian, ternyata masih ada beberapa mahasiswa, terutama mahasiswa baru, masih kebingungan bagaimana cara membuat paper.

Nah, di sini kita bisa belajar apa itu paper dan bagaimana cara membuatnya. Berikut juga ada contoh paper singkat, contoh paper kuliah, dan juga contoh tugas paper mahasiswa yang bisa memberi pandangan kamu bagaimana menulis paper yang baik.

Daftar Isi

Pengertian Paper

Pengertian paper
Sumber: tookapic from Pixabay

Paper adalah salah satu bentuk artikel ilmiah yang ditulis dengan format tertentu. Paper berisi tulisan yang berisi pembahasan tertentu dari sebuah topik yang didukung dengan data dan argumen yang valid.

Paper juga bisa berupa hasil penelitian terbaru atau hasil review penelitian-penelitian yang sudah ada. Paper hampir sama dengan makalah dan biasanya terdiri dari 6 – 10 halaman. Paper biasanya dibuat lebih ringkas dari makalah. Namun tergantung juga dengan format yang disediakan. Meskipun demikian, isi paper memiliki pembahasan yang lengkap.

Struktur Paper

Bagian penting yang perlu diperhatikan dalam menulis paper, yaitu judul, pendahuluan, isi/pembahasan, penutup, dan daftar pustaka.

Judul

Judul dibuat untuk merepresentasikan isi paper, biasanya di buat singkat namun memuat maksud/tujuan. Ketika pembaca membaca judul paper akan langsung dapat menangkap arah/tujuan pembuatan paper. Judul paper yang baik memuat maksud/tujuan dan metode yang digunakan yang mewakili seluruh isi paper.

Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan berisi latar belakang topik yang akan dibahas. Latar belakang berisi alasan memilih suatu ide/gagasan, pentingnya ide/gagasan tersebut untuk dibahas, tujuan membahas hal tersebut, studi literatur singkat terkait ide/gagasan, dan kebaruan ide yang dibahas.

Pada beberapa format paper untuk kompetisi studi literatur diletakkan di dalam bab tersendiri. Namun biasanya, untuk paper tugas kuliah studi literatur diletakkan di bagian pendahuluan. Studi literatur ini berisi kajian pendukung terkait dengan topik yang dibahas dan gagasan yang disampaikan dalam paper.

Isi/Pembahasan

Di bagian ini, gagasan disampaikan secara detail. Ini adalah nyawa dari sebuah paper. Gagasan tersebut diuraikan berdasarkan landasan teori yang mendukung. Landasan teori bisa diperoleh dari pernyataan para ahli yang merupakan hasil dari penelitian mereka. Pada paper yang merupakan hasil penelitian, di bagian isi juga disajikan data-data hasil penelitian serta teori yang mendukung data tersebut.

Penutup

Pada bagian ini dipaparkan kesimpulan hasil dari analisis atau penelitian yang telah dijelaskan di pembahasan. Kesimpulan merupakan intisari dari hasil analisis atau penelitian yang memberitahukan kepada pembaca mengenai hasil yang telah didapatkan oleh penulis. Selain kesimpulan, saran juga dapat disampaikan di bagian penutup. Saran berisi masukan bagi pembaca dalam menggunakan atau mengembangkan hasil analisis atau penelitian yang dilakukan oleh penulis.

Daftar Pustaka

Kumpulan pustaka yang digunakan dalam menulis paper perlu disertakan pada bagian daftar pustaka. Hal ini menunjukkan bahwa paper yang dibuat valid dan dapat dipercaya. Pustaka yang digunakan bisa berasal dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan sumber lain yang terpercaya. Biasanya paper yang baik menggunakan pustaka dengan rentang 10 tahun terakhir.

Format Paper

Format paper
Sumber: Karolina Grabowska from Pixabay

Jenis paper yang berbeda bisa memiliki format yang berbeda. Format paper untuk kompetisi berbeda dengan format paper untuk tugas kuliah. Format paper secara umum biasanya adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan kertas HVS ukuran A4 bukan kertas folio. Karena paper biasanya diketik bukan ditulis tangan.
  • Spasi yang digunakan pada kertas adalah 1,5.
  • Penggunaan font harus konsisten dari segi jenis dan ukuran.
  • Sertakan nomor halaman.
  • Cantumkan daftar pustaka rentang waktu 10 tahun terakhir.
  • Koreksi kembali paper yang telah dibuat supaya dapat tersaji dengan baik dan lengkap.
  • Pastikan paper sudah benar dan tidak menyampaikan informasi yang ambigu.

Cara Membuat Paper

Cara membuat paper
Sumber: Free-Photos from Pixabay

Bagi kamu yang belum pernah menulis paper, mungkin akan kebingungan bagaimana cara memulainya. Berikut adalah cara menulis paper yang dapat kamu gunakan sebagai acuan untuk memulai menulis.

Baca juga: Yuk Ketahui Uji Asumsi Klasik

Tentukan tema paper yang menarik untuk dibahas

Tema paper merupakan hal pertama yang harus dipikirkan sebelum menulis paper. Berdasarkan tema inilah tulisan dalam paper akan dikembangkan. Pilihlah tema yang menarik untuk dibahas supaya tulisan kamu menjadi menarik juga. Untuk mendapatkan tema yang menarik, kamu perlu banyak membaca buku, jurnal, atau berita terkini.

Di sisi lain, untuk paper tugas kuliah, biasanya dosen sudah memberikan tema besar. Kamu bisa mengembangkan satu ide yang menarik dari tema tersebut yang berbeda dengan teman-temanmu yang lain. Pastikan ide yang kamu pilih tidak sama persis dengan informasi yang kamu dapatkan dari internet supaya tidak terjadi plagiarism.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ide menarik bisa di dapatkan dari banyak membaca. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dapat ringkasan dan dipetakan untuk mempermudah dalam menyusun tulisan. Ide untuk membuat paper harus berbeda dengan paper yang pernah dibuat sebelumnya. Teknik ATM (amati, tiru, modifikasi) dapat kamu gunakan untuk membedakan hal tersebut.

Membuat kerangka penulisan/outline paper

Kerangka penulisan memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan garap. Kerangka penulisan berisi rangkaian ide-ide yang disusun sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka penulisan berfungsi membantu penulis melihat gagasan sekilas pandang untuk menghindari adanya pembahasan dua kali dalam satu subbab tulisan.

Tuliskan pendahuluan

Pendahuluan, seperti yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya, merupakan bagian penting dalam menulis paper. Biasanya pada paper kompetisi, juri akan lebih dulu membaca pendahuluan terutama bagian latar belakang dan tujuan. Sehingga bagian pendahuluan ini perlu diperkuat dengan argumen-argumen yang mendukung.

Pendahuluan berisi gambaran besar isi paper yang akan ditulis. Hal tersebut harus ditulis sesuai dengan format yang telah disediakan. Upayakan hal yang dibahas di bagian pendahuluan tidak bertele-tele dan harus ditulis secara runtut supaya mudah dipahami.

Tentukan batasan masalah

Batasan masalah yang akan dibahas di dalam paper harus ditentukan supaya pembahasan tidak melebar dan lebih fokus pada tema yang dipilih. Biasanya batasan masalah ini disajikan dalam bentuk rumusan masalah. Rumusan masalah ini nantinya digunakan untuk menyimpulkan hasil analisis dari paper yang ditulis.

Lakukan penelitian atau analisis mendalam tema yang dipilih

Pada tahap ini kamu perlu mengevaluasi referensi bacaan yang kamu dapat, mencatat, dan mendokumentasikan sesuai dengan gaya kutipan yang ditentukan (APA, Harvard, MLA, Chicago, dan lain-lain). Untuk menghindari plagiarism, kamu bisa mengutip, merangkum dan memparafrase referensi yang kamu peroleh. Jika belum mengetahui cara mengutip yuk simak ketahui caranya.

Susun paper secara detail, sesuai dengan format, dan standar penulisan

Paper harus disajikan secara detail dan rinci supaya semua informasi penting dapat tersampaikan dengan baik. Standar penulisan juga harus diperhatikan supaya paper dapat tersusun rapi. Standar penulisan yang dapat digunakan untuk membuat paper, yaitu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Sambil mempraktikkan penjelasan tentang paper diatas, ada baiknya kamu melihat beberapa contoh paper singkat. Berikut ini terdapat beberapa contoh paper yang dapat kamu pelajari.

Contoh paper singkat

Produksi Asam Butirat Dengan Bantuan Rekayasa Genetik Bakteri Clostridium Tyrobutiricum

Pendahuluan

Produksi senyawa kimia berbasis biomasa menjadi hal yang penting untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sumber daya minyak bumi yang semakin menipis dalam mendukung ekonomi masyarakat berkelanjutan. Asam butirat merupakan bahan kimia dasar dan murni dengan kapasitas pasar yang berkembang. Asam butirat banyak digunakan dalam bidang makanan, kimia, parfum, pakan, dan farmasi.

Selama ini produksi asam butirat dilakukan melaui proses fermentasi biologi atau sintetis bahan kimia lain. Akan tetapi, biaya produksi asam butirat menggunakan fermentasi biologi lebih tinggi dibandingkan dengan melalui sintetis bahan kimia karena harga substrat yang relatif tinggi dan konsentrasi asam butirat yang dihasilkan rendah. Oleh karena itu, banyak penelitian dilakukan dalam mengembangkan produksi asam butirat yang lebih layak dari segi ekonomi melalui proses fermentasi menggunakan strategi rekayasa metabolisme, optimalisasi proses fermentasi, dan/atau memanfaatkan substrat yang murah.

Tujuan dari paper ini adalah untuk membandingkan pemanfaatan bakteri Clostridium tyrobutiricum pada substrat yang berbeda.

Pembahasan

Lignoselulosa merupakan polisakarida yang terdiri atas polimer selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa dapat dihidrolisis menjadi glukosa dan hemiselulosa dapat dihidrolisis menjadi xilosa. Gula-gula sederhana ini dapat digunakan oleh mikroba yang tumbuh selama fermentasi untuk memproduksi asam butirat. Mikroba yang dapat memanfaatkan glukosa dan xilosa untuk memproduksi asam butirat, yaitu Clostridium tyrobutiricum.

Clostridium tyrobutyricum merupakan bakteri anaerob non patogen gram positif, kemotropik, dan dapat membentuk spora. Bakteri ini dapat memanfaatkan glukosa dan xilosa sebagai sumber karbon untuk produksi asam butirat. Akan tetapi, kerja C. tyrobutiricum dalam memanfaatkan xilosa terhambat karena adanya represi glukosa. Fenomena ini dapat disebut represi karbon katabolit (CCR).

Represi karbon katabolit merupakan suatu mekanisme pencegahan pemanfaatan sumber karbon sekunder dengan adanya substrat yang disukai. Xilosa sendiri merupakan gula terbanyak kedua setelah glukosa yang ditemukan dalam biomasa lignoselulosa. Sementara itu, C. tyrobutiricum memiliki gen CCR sehingga lebih banyak memanfaatkan glukosa sebagai sumber karbon dan pemanfaatan xilosa menjadi terganggu.

Menurut Fu et al. (2017), ekspresi berlebih dari gen XylT, XylA, dan XylB pada Clostridium tyrobutyricum yang telah direkayasa genetik dapat menghilangkan CCR sehingga dapat memproduksi asam butirat dengan memanfaatkan glukosa dan xilosa secara bersama-sama. Pada penelitian tersebut Fu et al menggunakan gen xylT, xylB, dan xylA dari Clostridium acetobutylicum yang dikloning dan diekspresikan berlebih dalam Clostridium tyrobutyricum. Konstruksi plasmid dilakukan dengan memisahkan gen xylT, xylB, dan xylA dari Clostridium acetobutylicum menggunakan PCR.

Gen tersebut kemudian dikonstruksi menjadi plasmid rekombinan pTBA dan ditransformasikan pertama kali pada E. coli DH5α untuk amplifikasi. Kemudian plasmid tersebut diekstrak menggunakan kit pemurnian plasmid Qiagen QIAprep Mini-Prep dan dikonfirmasi dengan memeriksa ukuran pola pemotongan plasmid. Plasmid tersebut selanjutnya ditransformasikan ke C. tyrobutyricum dan dikonfirmasi lagi dengan PCR dan gel elektroforesis.

Fu et al (2017a) juga menyebutkan bahwa pemanfaatan glukosa dan xilosa secara bersama-sama menggunakan C. tyrobutyricum Ct-pTBA hasil rekayasa dalam memproduksi asam butirat juga dipengaruhi oleh pH. Efisiensi produksi asam butirat tertinggi dapat dilakukan dengan mengontrol pH ~6,0. Ketika pH menurun maka produksi asam butirat yang hasilkan juga akan menurun karena kecepatan pemanfaatan xilosa juga menurun.

Biosintesis asam butirat dalam C. tyrobutyricum membutuhkan NADH dan disertai dengan biosintesis asetat dimana dalam proses tersebut tidak hanya membutuhkan ATP tetapi juga menyeimbangkan potensial redoks. Oleh karena itu, Fu et al (2017a) juga mempelajari efek benzil viologen (BV) sebagai karier elektron artificial pada produksi asam butirat dan pemanfaatan gula glukosa dan xilosa selama fermentasi oleh Ct-pTBA.

BV dapat berfungsi untuk mengalihkan elektron dari hidrogen ke produksi NADH serta dengan bantuan penambahan asetat dapat menggeser pembentukan asetat menjadi butirat. BV ini dapat menghambat pertumbuhan sel sehingga ditambahkan pada fase akhir eksponensial atau fase stasioner awal dalam fermentasi. Ternyata penambahan BV ini tidak mempengaruhi pemanfaatan gula melainkan dapat menginduksi reasimiasi asetat dan meningkatkan produksi butirat.

Baru-baru ini, produksi asam butirat juga dapat dilakukan dengan menggunakan substrat molase tebu (Guo et al., 2020). Molase mengandung ~50% (b/b) gula (terutama sukrosa, fruktosa, dan glukosa), koloid tersuspensi dan sejumlah kecil senyawa nitrogen, mineral, dan ion logam. Dibandingkan dengan substrat murah lainnya, molase tebu kaya akan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh bakteri.

Selain itu, molase tebu diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan tidak ditangani tepat waktu sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Pada penelitian sebelumnya, molase tebu telah banyak digunakan sebagai substrat ramah lingkungan dan murah untuk memproduksi produk berbasis bio, seperti fitase, asam dokosaheksaenoat, asam sitrat, asam L-malat, 2,3-butanediol, asam laktat, asam suksinat, dan butanol.

Seperti dijelaskan sebelumnya, strain bakteri yang dapat memproduksi asam butirat yaitu Clostridium tyrobutyricum ATCC 25755. Strain bakteri ini juga dapat digunakan pada substrat molase tebu dalam menghasilkan asam butirat. Akan tetapi, C. tyrobutiricum kekurangan enzim untuk metabolisme sukrosa sehinga perlu tambahan enzim atau asam untuk menghidrolisis sukrosa atau berkolaborasi dengan strain lain untuk melepaskan gula (glukosa dan fruktosa) yang dapat difermentasi.

Hal tersebut mengakibatkan biaya produksi tinggi atau kelayakan ekonomi rendah dalam memproduksi asam butirat yang efisien. Gou et al. (2020) melakukan rekayasa  C. tyrobutiricum ATCC 25755 dengan mengkloning tiga gen dari C. acetobutylicum ATCC 824, yaitu scrA sebagai gen enzim II sukrase, scrB sebagai gen sukrosa-6-phosphas hidrolase, dan scrK sebagai gen fruktokinase. Produksi asam butirat menggunakan substrat molase tebu dengan bantuan C. tyrobutiricum ATCC 25755/scrBAK dapat menghasilkan asam butirat dengan konsentrasi mencapai 20,48 g/L.

Penutup

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa asam butirat dapat diproduksi dengan menggunakan produk samping industri seperti hidrolisat lignoselulosa dan molase tebu dengan bantuan C. tyrobutiricum yang telah direkayasa genetiknya. Berdasarkan hasil penelitian, asam butirat yang dihasilkan lebih banyak menggunakan substrat molase tebu dibandingkan dengan hidrolisat lignoselulosa karena substrat molase tebu lebih banyak mengandung karbon, nitrogen, nutrisi esensial lain yang dapat digunakan oleh bakteri. Selain itu, penggunaan substrat molase tebu juga lebih ekonomis karena tidak perlu ditambahkan bahan tambahan lain dalam meningkatkan produktivitas asam butirat.

Daftar Pustaka

Fu, H., Yu, L., Lin, M., Wang, J., Xiu, Z., & Yang, S. T. (2017a). Metabolic engineering … glucose and xylose. Metabolic engineering40, 50-58.

Fu, H., Yang, S. T., Wang, M., Wang, J., & Tang, I. C. (2017b). Butyric acid production from lignocellulosic … and xylose co-utilization. Bioresource technology234, 389-396.

Guo, X., Fu, H., Feng, J., Hu, J., & Wang, J. (2020). Direct conversion of … Clostridium tyrobutyricum. Bioresource Technology, 122764.

Contoh paper kuliah

Kepemimpinan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kepemimpinan merupakan suatu proses yang dilakukan seorang manajer perusahaan untuk mengarahkan dan memengaruhi para bawahannya dalam kegiatan yang berhubungan dengan tugas, agar para bawahannya tersebut mau mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Kepemimpinan memiliki peranan yang penting dalam suatu kelompok terkecil sekalipun, apalagi dalam sebuah perusahaan, pastinya kepemimpinan menjadi hal yang utama. Seorang pemimpin dalam perusahaan harus mengetahui tujuan yang jelas apa yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan tersebut. Seorang pemimpin dituntut untuk mampu mengarahkan para anggota atau bawahannya untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, sehingga tujuan-tujuan yang akan dicapai dapat terlaksana dengan baik. Selain itu seorang pemimpin hendaknya memberikan reward kepada para karyawan yang berprestasi dan memberikan punishment bagi para karyawan yang memiliki kinerja buruk dan yang melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh sebuah perusahaan.

Baca juga: Cara Membuat Abstrak Skripsi

Selain itu seorang pemimpin harus memiliki sifat memengaruhi (influencing) para bawahannya baik itu dalam perkataan, sikap, kepribadian, dan perbuatan. Pengaruh yang baik akan memunculkan suatu kebiasaan yang positif yang bisa mendongkrak semangat para karyawan untuk lebih giat. Pemimpin memiliki wewenang untuk memerintah para bawahannya. Wewenang berasal dari kekuasaan (power) yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin memiliki kekuasaan yang lebih besar dibandingkan dengan bawahannya. Sehingga pemimpin memiliki pengaruh yang besar terhadap bawahan-bawahannya.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud kepemimpinan?
  2. Kualifikasi yang bagaimanakah yang harus dimiliki oleh seorang manajer?

1.3 Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian kepemimpinan
  2. Untuk mengetahui kualifikasi yang harus dimiliki seorang pemimpin

BAB II
PEMBAHASAAN

2.1 Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan, memengaruhi, dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan.

2.2 Kualifikasi yang Harus Dimiliki Seorang Manajer

Kualifikasi kepemimpinan yang memungkinkan seorang manajer memainkan perannya dalam menopang kondisi yang ada meliputi hal-hal berikut.

  1. Watak dan kepribadian yang terpuji

Perilaku seorang pemimpin pastinya akan menjadi contoh bagi bawahannya, oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki perilaku dan kepribadian yang terpuji. Dengan kepribadian yang baik nantinya akan menciptakan kebiasaan yang baik pula. Jika seorang pemimpin dalam suatu perusahaan tidak memiliki perilaku yang terpuji, akan jadi apa perusahaan kedepannya nanti.

  1. Prakarsa yang tinggi

Seorang pemimpin harus memiliki inisiatif sendiri. Ia dapat mengajukan gagasan dan idenya selama tidak melanggar aturan-aturan perusahaan. Seorang pemimpin juga harus bersedia menanggung risiko kegagalan bersama.

  1. Hasrat melayani bawahan

Seorang pemimpin harus percaya pada bawahan, mendengarkan pendapat mereka, berkeinginan membantu, menjelaskan kepada bawahan jika mereka belum paham tentang peran mereka, serta menimbulkan dan mengembangkan keterampilan agar karier mereka memperoleh keberhasilan.

  1. Sadar dan paham kondisi lingkungan

Seorang manajer harus memiliki pengertian yang memadai tentang kondisi di lingkungan sekitar, baik itu lingkungan kerja maupun lingkungan alam. Kedua hal tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kepentingan sebuah organisasi atau perusahaan.

  1. Intelegensi yang tinggi

Seorang manajer harus memiliki kemampuan berfikir pada taraf yang tinggi. Ia dituntut untuk mampu menganalisis permasalahan secara efektif, belajar dengan cepat, dan memiliki semangat yang tinggi untuk mendalami sebuah ilmu agar wawasan seorang pemimpin bertambah luas, hal itu dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan yang ada dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

  1. Berorientasi masa depan

Seorang pemimpin harus memiliki intuisi dan kemampuan memprediksi sejak awal mengenai kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat memengaruhi organisasi dan para bawahannya untuk masa ke depannya bagaimana.

  1. Sikap terbuka dan lugas

Seorang pemimpin harus memiliki sifat yang terbuka, ia harus sanggup mempertimbangkan fakta dan inovasi yang baru untuk kemajuan sebuah perusahaan.

  1. Widyaswara yang efektif

Seorang manajer adalah penyampai berita kepada orang lain. Keterampilan dalam memainkan peran dalam penyampaian informasi kepada atasan maupun bawahan menjadi sangatlah penting agar tidak terjadi miss communication, sehingga kegiatan dalam sebuah organisasi atau perusahaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pemimpin yang baik yaitu pemimpin yang dapat memengaruhi para bawahannya dalam melaksanakan tugas. Pengaruh yang kuat yang dimiliki oleh seorang pemimpin, dapat memengaruhi suatu kelancaran kegiatan dalam sebuah perusahaan. Kualifikasi manajer yang bisa memimpin diantaranya, yaitu memiliki watak kepribadian yang terpuji, prakarsa yang tinggi, melayani bawahan, sadar dan paham kondisi lingkungan, intelegensi yang tinggi, bersikap terbuka dan lugas, penyampai berita yang efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Sholihin, Ismail. 2014 Pengantar Bisnis. Bandung: Erlangga.

Siswanto. 2005.Pengantar Manajemen. Bandung : Bumi aksara

Contoh tugas paper mahasiswa

Analisis Perusahaan Bersama Kita Bisa

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini industri makanan semakin merajalela. Orang dewasa maupun anak-anak  lebih memilih makanan cepat saji. Karena diera modern seperti ini makanan cepat saji dianggap lebih praktis dan lebih menghemat waktu daripada harus memasak terlebih dahulu. Semua orang berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi makanan yang dapat menjadi favorit semua orang.

Banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang makanan sehat. Bidang ini memberi banyak keuntungan, mengingat semua orang membutuhkan makanan dan peluang pemasarannya pun cukup luas mencakup semua kalangan. Mulai dari dari anak-anak sampai orang tua. Untuk itu penulis ingin memaparkan gagasan tentang perusahaan yang bergerak dibidang makanan yaitu PT. Bersama Kita Bisa.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana visi, misi, dan tujuan PT.Bersama Kita Bisa?
  2. Bagaimana Perencanaan dasar dan strategik PT. Bersama Kita Bisa?
  3. Bagaimana penerapa tanggung jawab sosial, etika manajerial, dan budaya organisasi yang di terapkan pada PT. Bersama Kita Bisa?

1.3 Tujuan

  1. Untuk mengetahui visi, misi, dan tujuan PT.Bersama Kita Bisa.
  2. Untuk mengetahui Perencanaan dasar dan strategik PT. Bersama Kita Bisa.
  3. Untuk mengetahui penerapan tanggung jawab sosial yang di terapkan pada PT. Bersama Kita Bisa.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tujuan Perusahaan

Adapun tujuan dari PT. Bersama Kita Bisa yaitu :

  1. Untuk memperoleh penghasilan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan
  2. Menciptakan inovasi usaha yang ideal
  3. Agar mempunyai jaringan-jaringan pemasaran yang luas.
  4. Brand yang dapat menyentuh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja saat kita melakukan bisnis
  5. Sebagai tempat bekerja yang terbaik untuk setiap orang yang ada di seluruh Indonesia
  6. Brand yang dapat memberikan kontribusi pada pemilik, pemasok barang dan perusahaan.

2.2 Perencanaan Dasar dan Perencanaan Strategik

  1. Perencanaan Dasar

PT.Bersama Kita Bisa bergerak dalam bidang makanan, perusahaan ini berencana akan memproduksi beberapa jenis makanan cepat saji. Diantaranya sambel terasi instan, nugget sayur, dan beberapa produk minuman sehat dari sayuran. Fokus produksi PT. Bersama Kita Bisa yaitu memproduksi makanan sehat. Ini adalah inovasi yang di gunakan agar dapat bersaing di pasar luas.

Jangkauan perusahaan ini yaitu pada semua kalangan, karena di zaman yang modern ini makanan-makanan yang beredar di masyarakat tergolong kurang sehat. Perusahaan ini berinovasi menciptakan makanan cepat saji yang bahan utamanya berasal dari sayuran. Produk makanan ini diharapkan mampu memperbaiki tingkat gizi masyarakat yang mementingkan kepraktisan daripada gizi yang terkandung di dalamnya.

  1. Perencanaan Strategik

Perencanaan strategik terdiri dari visi dan misi perusahaan yaitu :

  • Visi

Menjadi perusahaan terdepan dalam melayani dan memberikan hidangan yang berkualitas bagi setiap pelanggan

  • Misi

Pelanggan merupakan bagian dari perusahaan yang harus terus di berikan pelayanan pada setiap kesempatan.

2.4 Tanggung Jawab Sosisal, Etika Manajerial, dan Budaya Organisasi

  1. Tanggung Jawab Sosial

PT.Bersama Kita Bisa  telah mengambil langkah ke depan untuk memperkuat program CSR-nya melalui penyelarasan dengan berbagai inisiatif keberlanjutan Perseroan.

Melalui komitmen keberlanjutan kami yaitu ‘Berupaya untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan melalui Inovasi dan Manajemen Unggul, kami berupaya memitigasi dampak lingkungan dan sosial seiring dengan upaya Perseroan dalam meraih kinerja berkelanjutan. PT.Bersama Kita Bisa memberikan timbal balik kepada masyarakat sekitar perusahaan dan lingkungan.

Baca juga: Cara Membuat Outline Skripsi

Kami menyadari bahwa lingkungan merupakan sumber daya bersama dan oleh karenanya kami berupaya melaksanakan kegiatan operasional kami secara bertanggung jawab guna melindungi dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan. Seluruh unit operasional perusahaan didorong untuk mendukung upaya Perseroan dalam memberikan perlindungan terhadap lingkungan.

Kami mendorong praktik bisnis berkelanjutan dan telah menerapkan sistem manajemen lingkungan guna mendukung pemanfaatan sumber daya secara efisien, pengelolaan limbah dan manajemen air yang tepat, pengurangan emisi gas rumah kaca (“GRK”), serta mengembangkan praktik energi terbarukan. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap pelestarian tanah, udara, air dan ekosistem untuk generasi berikutnya.

  1. Tanggung jawab sosial di bidang lingkungan

Komitmen PT.Bersama Kita Bisa terhadap perlindungan lingkungan tercermin dalam Kebijakan Lingkungannya. Melalui kebijakan tersebut, Perseroan berupaya membangun dan memelihara sistem manajemen serta menyediakan sumber daya untuk:

  • Memenuhi peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.
  • Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang meliputi air, udara, dan tanah melalui peningkatan serta tinjauan kinerja lingkungan yang berkesinambungan dengan turut mempertimbangkan perkembangan teknologi baru, peraturan dan kebutuhan perusahaan sehingga diperoleh hasil yang optimal.
  • Menggunakan sumber daya alam dan energi secara efektif dan efisien.
  • Mengupayakan konservasi air dan melindungi keanekaragaman hayati termasuk upaya mengurangi dan memanfaatkan limbah dengan prinsip “Reuse, Recycle dan Recovery”.
  • Meningkatkan kesadaran dan kompetensi seluruh karyawan dalam pengelolaan lingkungan.
  1. Tanggung jawab sosial di bidang kemasyarakatan
  • Pos Layanan Kesehatan Terpadu (“Posyandu”)

Perusahaan terus memberikan dukungan bagi pengembangan Posyandu di wilayah sekitar perusahaan melalui perbaikan bangunan Posyandu, memberikan bantuan peralatan kesehatan, serta meningkatkan kapasitas tenaga Posyandu.

Pos-pos kesehatan yang terpencil tersebut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para ibu hamil dan menyusui di komunitas setempat. Para ibu muda memperoleh pelatihan tentang nutrisi dan gizi seimbang untuk mereka dan bayinya. Kami juga menyediakan buklet kesehatan untuk mengedukasi masyarakat yang datang ke Posyandu.

  1. Tanggung jawab sosial terhadap ketenagakerjaan

Perusahaan memberikan perhatian dan komitmen yang tinggi dalam hal kesetaraan gender dan kesempatan kerja, pelatihan kerja untuk meningkatkan profesionalisme pegawai serta sistem imbal jasa yang sepadan di industri energi. Perhatian, sarana dan komitmen yang besar juga diberikan dalam bidang keselamatan kerja melalui berbagai program peningkatan kesadaran pegawai terhadap keselamatan dan kesehatan kerja

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. PT. Bersama Kita Bisa bergerak dalam bidang makanan instan.
  2. Perusahaan ini memiliki sasaran di semua kalangan.
  3. Memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Robbins, Stephen P. 2016. Manajemen. Jakarta: Penerbit Erlangga

Murti Sumarni & John Soeprihanto. 1998. Pengantar Bisnis, dasar-dasar Ekonomi Perusahaan, Yogyakarta: Liberty

Karakteristik Tepung Kimpul Hasil Fermentasi Sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Latar Belakang

Kimpul merupakan umbi-umbian yang bayak ditemukan di Indonesia. Namun selama ini pemanfaatannya masih belum maksimal. Padahal kimpul memiliki potensi diolah menjadi tepung yang bisa diaplikasikan untuk banyak makanan. Akan tetapi, tepung kimpul alami masih mengandung racun oksalat yang menyebabkan rasa gatal. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji tentang karakteristik tepung kimpul yang difermentasi untuk mengurangi kadar oksalat pada tepung.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama fermentasi tepung kimpul yang menghasilkan oksalat paling rendah.

Metode

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor. Faktor yang digunakan adalah lama waktu fermentasi yaitu 12, 24, dan 36 jam.

Hasil

Kadar oksalat pada tepung kimpul yang difermentasi selama 0 jam, 12 jam, 24 jam, sampai 36 jam berturut-turut adalah 1740±638, 1410±579, 708±234, 570±88 mg/100g. Lama fermentasi memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan racun oksalat pada tepung kimpul. Tepung kimpul yang memiliki kandungan oksalat terendah yaitu hasil fermentasi 36 jam. Kandungan oksalat tepung pada fermentasi 36 jam, yaitu 570 mg/100 g.

Kesimpulan

Kadar oksalat terendah tepung kimpul dapat dihasilkan pada lama fermentasi selama 36 jam.

Hubungan Pola Diet dan Diabetes Mellitus Tipe-2

Pendahuluan

Prevalensi diabetes mellitus type 2 yang telah meningkat selama dekade terakhir ini menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, terutama di masyarakat Barat. Jumlah penderita diabetes di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 50%.

Menurut Federasi Diabetes Internasional, terdapat sekitar 50% kasih diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terdeteksi sehingga telah menjadi epidemi. Oleh karena itu, strategi terapi yang lebih baik dapat dikembangkan. Salah satu strategi tersebut adalah mengatur pola diet.

Tujuan

Tujuan dari studi ini adalah menyelidiki hubungan antara pola diet dan diabetes mellitus tipe 2.

Metode

Penelitian ini menggunakan subjek manusia di wilayah Bavaria Augsbur pada tahun 2013/2014 yang sebagian besar adalah etnis Kaukasia. Partisipan dibagi menjadi 3 kelompok dengan tipe metabolik yang berbeda. Asupan makanan dihitung menggunakan satu jenis kuesioner frekuensi dan tiga jenis list makanan 24 jam. Parameter yang diukur adalah status toleransi glukosa. Pola diet yang gunakan adalah AHEI dan MDS.

Hasil

Secara keseluruhan, jumlah partisipan perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki dengan rata-rata usia 58,3 ± 11,6 tahun. Sementara itu, pada kluster 2 dan cluster 3, partisipan laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan dengan rata-rata usia secara berturut-turut adalah 59,7±11,1 tahun dan 62±11,1 tahun.

Pada kelompok cluster 3 dicirikan memiliki BMI tertinggi (32,7 ±5,7 kg/m2) dengan lingkar pinggang 110,9 ± 13,1, prevalensi diabetes tertinggi (30%),  konsumsi sayuran terendah (158,1 g/hari) konsumsi produk daging tertinggi (49,4%), konsumsi ikan dan kerang tertinggi (14,0%), partisipan dengan hipertensi tertinggi (65%), dan aktivitas fisik yang paling rendah (43,6%).

Selain itu, partisipan pada cluster 3 yang menjadi perokok saat ini ditemukan paling rendah (11,4%) dibandingkan dengan cluster 1 dan cluster 2. Subjek pada kluster 1 terlihat paling sehat dan menunjukkan proporsi tertinggi dari berat badan normal, proporsi tertinggi status aktivitas fisik, proporsi terendah hipertensi dan proporsi tertinggi status toleransi glukosa normal.

Kesimpulan

Pada penelitian ini dilakukan penyelidikan mengenai peran metabotipe dalam hubungan pola diet dan diabetes mellitus tipe 2. Pola diet yang digunakan adalah AHEI dan MDS. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa asosiasi terbalik antara pola AHEI dan MDS dengan diabetes mellitus tipe 2 ditemukan pada kelompok partisipan dengan metabotipe yang tidak menguntungkan.

Daftar Pustaka

Wawro, N., Pestoni, G., Riedl, A., Breuninger, T. A., Peters, A., Rathmann, W., … & Linseisen, J. (2020). Association of Dietary Patterns and Type-2 Diabetes Mellitus in Metabolically Homogeneous Subgroups in the KORA FF4 Study. Nutrients12(6), 1684.

Riedl, A., Wawro, N., Gieger, C., Meisinger, C., Peters, A., Rathmann, W., … & Huth, C. (2019). Modifying effect of metabotype on diet–diabetes associations. European journal of nutrition, 1-13.
 

Bioavailabilitas Protein dari Duckweed Wolffia globosa, Sebuah Tanaman Akuatik Baru

Pendahuluan

Duckweed atau kiambang, bisa juga disebut sebagai mata lele, merupakan salah satu tanaman yang mengandung protein tinggi. Salah satu genus duckweed yaitu Wolffia. Wolffia memiliki kandungan asam amino esensial yang tinggi dibandingkan dengan biji-bijian.

Struktur morfologi dari tanaman Wolffia globosa adalah thalus sederhana, panjang sekitar 0,4 – 0,9 mm, memiliki kantong basal di bagian bawahnya dan merupakan tanaman paling kecil di dunia. Wolffia globosa memiliki tanaman induk dan tanaman anak. Kandungan gizi dari duckweed ini tercermin pada kadar protein yang tinggi, yaitu bisa mencapai lebih dari 45% dari berat kering. Kandungan protein tersebut terdapat 9 asam amino esensial dan 6 non esensial dengan skor asam amino terkoreksi yang mudah dicerna (PDCAAS) 89%.

Kandungan protein pada tanaman biasanya menunjukkan bioavailabilitas dalam tubuh yang rendah. Hal ini terjadi karena adanya tripsin inhibitor atau hemaglutinin. Potensi dari duckweed yang tinggi kandungan protein memacu penelitian tentang eksplorasi bioavailabilitas asam amino esensial dari tanaman duckweed ketika dikonsumsi oleh manusia dibandingkan dengan konsumsi makanan yang mengandung iso-protein bersumber dari hewani (keju lunak) dan nabati (kacang polong).

Baca juga: Sistematika Penulisan Skripsi

Tujuan

Mengetahui bioavailabilitas protein tanaman akuatik baru, duckweed Wolffia globosa.

Metode

Populasi penelitian ini adalah 37 pria sehat dengan kriteria inklusi usianya lebih dari 30 tahun dan obesitas perut sedang. Tiga hari sebelum tes makan, para peserta diinstruksikan untuk mempertahankan diet stabil. Makanan yang konsumsi dirancang untuk bisa menyediakan 2000 kkal/hari, yaitu terdiri dari 55% karbohidrat, 15% protein, dan 30% lemak dari total energi. Setiap makanan disajikan dengan air mineral sebanyak 250 ml dan setiap peserta diminta untuk menghabiskan makanan mereka dalam waktu 15 menit untuk mempertahankan jadwal yang tepat. Selanjutnya dilakukan pengukuran darah.

Pembahasan

Peserta dilakukan pengelompokan acak menjadi 3 kelompok sesuai sumber asupan makanan, yaitu 12 orang mengonsumsi keju, 11 orang kacang polong, dan 13 orang duckweed. Peserta adalah laki-laki yang berusia 48,8 ± 10,4 tahun dengan indeks massa tubuh (BMI) rata-rata, yaitu 31,1 ± 4,1 kg/m2.

Sumber makanan dapat meningkatkan konsentrasi asam amino esensial secara signifikan di atas garis dasar kecuali kandungan lisin dan metionin pada duckweed, kandungan lisin, metionin, dan triptofan pada keju, serta kandungan lisin, metionin, dan valin pada kacang polong. Konsentrasi lisin dan metionin dalam yang rendah pada duckweed ini sejalan dengan kelimpahan lisin dan metionin yang relatif rendah pada tanaman.

Konsentrasi metionin, histidina, fenilanalini, treonin, lisin dan triptofan pada darah menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan antara tiga kelompok makanan. Triptofan pada sumber kacang polong dan duckweed meningkat secara signifikan dibandingkan dengan pada keju. Triptofan ini berperan penting dalam sintesis serotonin, neurotransmitter yang memodulasi nafsu makan dan sensasi kenyang yang terjadi kemudian.

Kesimpulan

Konsentrasi asam amino esensial dalam darah setelah mengonsumsi duckweed serupa dengan sumber protein hewani dan nabati yang mumpuni sehingga dapat berfungsi sebagai sumber protein yang kompatibel bagi vegetarian yang berhubungan dengan masalah ekologis, ideologis, dan kesehatan.

Daftar Pustaka

Kaplan, A., Zelicha, H., Tsaban, G., Meir, A. Y., Rinott, E., Kovsan, J., … & Willenberg, A. (2018). Protein bioavailability of … randomized controlled trial. Clinical Nutrition38(6), 2576-2582.

Pemasaran Syari’ah

Latar Belakang

Di tengah perkembangan perekonomian yang sangat pesat dan persaingan bisnis yang semakin ketat mengharuskan perusahaan barang dan jasa melakukan manajemen pemasaran yang terarah untuk dapat menguasai pangsa pasar.  Perusahaan harus membuat strategi yang baik agar dapat memenangkan persaingan pasar yang semakin ketat.

Perusahaan barang atau jasa sebaiknya melakukan bauran pemasaran atau marketing mix, apalagi dimasa sekarang marketing syari’ah mulai diminati oleh semua kalangan pengusaha. Marketing mix syari’ah adalah seperangkat alat yang terdiri dari aspek produk, harga, lokasi (distribusi) dan promosi yang dikelola komposisinya, menjadi ideal dan dipergunakan oleh lembaga dalam pasar sasaran untuk mencapainya.

Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian manajemen pemasaran syari’ah.

Pembahasan

Pemasaran syariah merupakan disiplin strategi bisnis yang mengarah pada proses penciptaan, penawaran, dan perubahan nilai dari satu inisiator kepada pemegang sahamnya yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip muamalat dalam Islam.

Dengan hal ini, dalam pemasaran syariah tidak berorientasi pada laba namun juga mengandung nilai-nilai ibadah. Pengertian tersebut didasarkan pada salah satu ketentuan bisnis islami yang tertuang dalam kaidah fikih yang mengatakan: “al-muslimuuna ‘alaa syuruuthihim illa syarthan harroma halaalan aw ahalla haraaman” yang berarti kaum muslimin terikat dengan kesepakatan-kesepakatan bisnis yang mereka buat, kecuali kesepakatan yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Dan pada dasarnya semua bentuk muamalah (bisnis) boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkan.

Hal ini berarti bahwa pada pemasaran syariah tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah yang islami. Sepanjang hal itu dapat dijamin, dan penyimpangan prinsip-prinsip muamalah tidak terjadi maka dalam bentuk transaksi apa pun dalam marketing diperbolehkan.

Kesimpulan

Pemasaran syariah adalah strategi bisnis pada proses penciptaan, penawaran, dan perubahan nilai dari satu inisiator kepada pemegang sahamnya yang sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip bisnis dalam Islam.

Analisis Rantai Nilai di PT. Mayora Indah Tbk

Karya: Nur Inayatus Solikah dan Nur Salsabila Afnani

Pendahuluan

Konsep Hubungan strategis yang dibangun perusahaan adalah salah satu strategi yang di perlukanoleh seluruh perusahaan, karena hubungan strategis yang bagus sangat menentukan jalannya perusahaan dalam mendapatkan laba yang maksimal. Hubungan strategis bukan hanya membicarakan atau mempersiapkanstrategi apa untuk mendapatkan pelanggan yang tetap dan banyak, akan tetapi perusahaan juga harus mempersiapkan bagaimana suatu hubungan terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan tersebut.

Sebuah perusahaan juga harus siap menjalin hubungan kepada masyarakat luas guna memperkenalkan apa yang ditawarkan sebuah perusahaan terhadap konsumen yang ada. Maka dari itu kami membuat makalah ini untuk menjelaskan apa itu hubungan strategi pada perusahaan, agar tercapainya hubungan strategi yang baik dan maksimal untuk mendapatkan kepercayaan konsumen dan mendapatkan laba yang maksimal sehingga perusahaan yang sudah menjalakan hubungan strategi bisa lebih bertahan lama dan bisa meluas ke beberapa tempat yang lebih berpotensi. Dan organisasi yang menjalakanya bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tujuan

Paper ini disusun sebagai penambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis sendiri serta para pembaca mengenai hubungan strategis yang dibangun perusahaan.

Pembahasan

Dalam pengembangan hubungan strategis perusahaan, tentunya tidak hanya berhubungan dengan pelanggan saja, setiap perusahaan hendaknya dapat mengembangkan hubungan antar organisasi dengan baik agar kelancaran kegiatan operasional dan pemasaran dapat terjaga. Berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan untuk konsumen dapat dijadikan sebagai mitra yang strategis. Mitra tersebut diantaranya, yaitu supplier, produsen, organisasi saluran distribusi, dan pelanggan.

Selain itu, perusahaan juga harus mematuhi beberapa hukum yang berkaitan, yaitu kegiatan perdagangan harus berdasar pada itikad baik dan menjunjung asas kepercayaan, efisien dan efektif, menjunjung persaingan sehat, dan melindungi hak-hak konsumen.

Kesimpulan

Hubungan strategis sangat diperlukan untuk sebuah perusahaan. Hubungan ini tidak hanya kepada pelanggan saja melainkan juga pihak lain, seperti supplier, produsen, dan organisasi saluran distribusi. Apabila hubungan yang baik dapat dipelihara akan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan.

Islam dan Negara

Pendahuluan

Pada dasarnya, peran dan fungsi agama sangat ditentukan oleh para penganutnya. Perjalanan dan dinamika agama dalam pergumulannya dengan perkembangan dunia ditentukan oleh pemahaman dan penyikapan para penganut terhadap doktrin-doktrin agama. Pada pembahasan ini, kita akan melihat hubungan agama dan negara; dua hal yang sering menjadi bahan perdebatan para ahli. Hubungan itu bisa dilihat dari unsur kelembagaan agama dan kelembagaan negara (politik), juga bisa dilihat dari tipe-tipe masyarakat beragama dalam hubungannya dengan negara. Dari kedua hubungan ini, kita bisa melihat situasi dan perkembangan serta hubungan agama dan negara.

Dalam Al-Quran tidak ditemukan konsep negara. Sebagai hasil dari telaah ulang kandungan Al-Quran dapat dikatakan bahwa, dalam kitab ini terdapat seperangkat prinsip dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Al–Quran mengajarkan antara lain prinsip – prinsip tauhid, permusyawaratan dalam mencari pemecahan masalah-masalah bersama, ketaatan pada pemimpin ,persamaan hak dan keadilan, kebebasan beragama, dan sikap saling menghormati dalam hubungan antara umat umat dari berbagai agama. Selebihnya dari itu, baik al-Quran ataupun sunnah Rasul tidak mengajarkan sistem pemerintahan tertentu yang harus dianut umat Islam.

Tujuan

Tujuan dari paper ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara negara dan agama

Pembahasan

Betty R. Scharf, seorang ahli sosiologi agama, berpendapat bahwa istilah agama dan negara hanya berguna bagi pembahasan tentang agama dalam masyarakat-masyarakat kompleks berskala besar, dimana diferensiasi Lembaga-lembaga sosial telah melewati proses panjang. Namun demikian, ia menggunakan istilah-istilah ini dalam analisis awal terhadap hubungan antara lembaga agama dan lembaga politik di negara-negara dan masyarkat-masyarakat Kristen.

Dalam Islam tidak dikenal adanya dikotomi antara agama dan politik (negara). Keduanya secara organis berhubungan, bahkan juga integral dengan suatu struktur ekonomi negara Islam. Agama dan politik saling keterkaitan dan saling membutuhkan. Pada saat pertama kalinya kehadiran Islam, masalah pertama yang dihadapinya adalah masalah politik. Sebab ternyata, tanpa peranan politik, Islam tak akan mampu hidup. Oleh sebab itu, Islam harus memiliki kekuasaan demi kelancaran mekanisme pengembangan agama.

Dengan demikian ada hubungan erat antara agama dan negara. Di sini pun dapat dibuktikan bahwa berkembangnya suatu agama sangat bergantung pada kondisi politik tertentu. Apabila kondisi politik itu memungkinkan untuk melancarkan manuver politik keagamaan, maka besar kemungkinan agama itu bisa berkembang dan begitu sebaliknya. Hijrahnya Nabi Muhammad Saw. Dari Makkah ke Kota Madinah, misalnya, adalah manuver politik pertama yang dilakukannya, dan merupakan kota yang memungkinkan dan potensial untuk pengembangan agama.

Tatanan politik (negara) Islam adalah khilafah, yakni suatu pemerintahan berdasarkan Islam. Karena berdasarkan petunjuk Islam, tentu saja model negara Barat tidak dapat dijadikan pegangan oleh kaum muslim. Memang Islam mensyaratkan wilayah dan masyarakat, tetapi keduanya hanyalah sebagai langkah-langkah mekanis untuk membentuk tatanan dunia. Islam adalah agama universal, oleh karenanya tidak bisa dibatasi oleh sebidang wilayah tertentu. Begitu juga, Islam tidak mencari ras, atau kelompok tertentu tetapi seluruh manusia.

Dalam Islam tidak ada pemisahan antara urusan agama dan urusan politik. Maksudnya adalah politik sebagai suatu kegiatan harus dilakukan dalam kerangka sistem nilai Islam. Namun demikian, Al-Quran dan Sunnah Rasulullah tidak membatasi pengaturan kenegaraan secara kaku. Hal tersebut diserahkan pada umat-Nya melalui ijtihad. Sebagaimana disimpulkan oleh Dr. Faisal, cendekiawan Muslim Malaysia. Masalah politik dan negara termasuk dalam urusan keduniaan yang bersifat umum.

Panduan Al-Quran dan Sunnah pun juga bersifat umum. Oleh karena itu permasalahan politik termasuk dalam ijtihad umat Islam. Tujuan ulama atau cendekiawan Islam ialah berusaha secara terus-menerus menjadikan dasar Al-Quran agar dapat diterjemahkan di dalam pelaksanaan pemerintahan dan negara di sepanjang zaman.” Hal inilah yang telah dilakukan pada masa Khalifah sesudah Rasulullah. Walaupun dalam rangka mengamalkan ajaran Islam, pengorganisasian pemerintahannya berbeda-beda satu sama lain.

Kesimpulan

Dengan demikian, ada hubungan erat antara agama dan negara. Di sini pun dapat dibuktikan bahwa berkembangnya  suatu agama sangat bergantung pada kondisi politik tertentu. Apabila kondisi politik itu memungkinkan untuk melancarkan manuver politik keagamaan, maka besar kemungkinan agama itu bisa berkembang dan begitu pun sebaliknya. Hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari kota Makkah ke Madinah, misalnya, adalah manuver politik pertama yang dilakukannya, dan merupakan kota yang memungkinkan dan potensial untuk pengembangan agama.

Dalam Islam tidak ada pemisahan antara urusan agama dan urusan politik. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah pun tidak membatasi pengaturan kenegaraan secara kaku. Islam tidak punya sistem politik, Islam hanya memiliki seperangkat tata nilai etis yang dapat dijadikan pedoman penyelenggaraan negara.

Itulah beberapa contoh paper yang dapat membantu kamu menyusun paper untuk tugas kuliah atau tugas paper lainnya. Semoga bisa membantu mengerjakan tugas!
Baca juga: Contoh Artikel Ilmiah

Nah itulah berbagai contoh paper kuliah, contoh paper singkat, dan contoh tugas paper mahasiswa. Semoga dapat membantumu dalam menyelesaikan tugas ya!


Sumber:

Andrianto, A. Susunan dan Tata Cara Membuat Paper Untuk Pemula. https://www.academia.edu/26034165/SUSUNAN_DAN_TATA
CARA_MEMBUAT_PAPER_UNTUK_PEMULA. Diunduh pada 11 Juli 2020

Firman, S. P. (2015). TERAMPIL MENULIS KARYA ILMIAH (Vol. 138). Penerbit Aksara Timur.

Hayati, R. 2019. Pengertian Paper, Macam, Struktur, Kepenulisan, dan Cara Membuatnya. https://penelitianilmiah.com/pengertian-paper/. Diunduh pada 11 Juli 2020.

DMCA.com Protection Status

Devi
Devi
Saya adalah mahasiswi dari Universitas Brawijaya. Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ketahui Secara Lengkap Etika Media Massa

Apakah kamu pernah tidak sengaja mengklik berita dengan judul “5….Nomor 3 Bikin Tercengang!” atau “Seorang Banci Ditunggangi……”? Seringkali kita lihat banyak pemberitaan, terutama di...

4 Contoh Surat Peringatan Serta Ketentuannya

Kamu tentu sering mendengar tentang surat peringatan. Apalagi di dunia kerja, surat ini bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kamu, walaupun sebenarnya bisa juga...

Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan Serta Cara Membuatnya

Dalam berbagai bidang usaha, peran pekerja atau karyawan tidak bisa dianggap remeh. Ada unsur penyebab yang saling menggantungkan diri antara pengusaha dan karyawannya. Ketika...

Mengenal Tata Nama Senyawa

Tahukah kamu apa itu senyawa? Senyawa merupakan zat yang terdiri dari dua unsur atau lebih dalam suatu perbandingan yang tetap. Senyawa tidak akan pernah...

Komunikasi Internal dalam Organisasi

Jika kamu sudah membaca beberapa artikel tentang humas (hubungan masyarakat) atau PR (public relations), kamu sudah pasti tahu bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga...