Strategi Komunikasi, Teori, dan Langkah-langkahnya

Pernah merasa lelah berbicara karena lawan bicara sering gagal paham? Atau kamu pernah gagal memengaruhi orang lain? Tahukah kamu bahwa dalam berkomunikasi terdapat strategi yang bisa disusun agar komunikasi menjadi lebih efektif. Yuk, cari tau tentang strategi komunikasi di artikel ini!

Pengertian Strategi Komunikasi Secara Umum

strategi komunikasi
Sumber : Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay

Pada intinya strategi komunikasi adalah perencanaan dan pengaturan yang disusun agar komunikasi berjalan efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan umum dari komunikasi biasanya adalah membuat komunikan memiliki makna yang sama terhadap pesan yang disampaikan atau membuat komunikan memiliki pemikiran atau sikap seperti yang diinginkan oleh komunikator. Dengan kata lain, tujuan komunikasi biasanya untuk memengaruhi orang lain.

Sebenarnya tanpa kita sadari, kita sering menggunakan strategi komunikasi. Bahkan ketika kita masih bayi, kita sudah melakukan berbagai strategi komunikasi. Misalnya saja ketika sedang merasa lapar, kita menangis. Tujuannya adalah untuk memberi tau bahwa kita sedang lapar dan membutuhkan makanan. Selain itu, menangis pun juga bertujuan untuk mencari perhatian.

Contoh strategi komunikasi yang lebih kompleks adalah komunikasi yang dilakukan oleh sales agent untuk menjual produknya. Ia dituntut untuk mampu dan terbiasa berurusan dengan orang lain untuk meningkatkan penjualan. Strategi yang digunakan lebih kompleks karena meliputi komunikasi verbal dan nonverbal dengan tujuan utama memengaruhi calon pembeli.

Beberapa strategi yang biasanya digunakan adalah memperbanyak senyum agar terlihat ramah, memberikan berbagai alasan mengapa calon pembeli harus membeli produknya, memberikan berbagai informasi yang merujuk pada gaya hidup calon pembeli agar calon pembeli lebih mudah untuk sepakat. Selain itu, mereka juga biasanya menghubungkan produk yang dijual dengan kebutuhan calon pembeli atau klien.

Makna strategi komunikasi sangatlah luas. Dalam kajian ilmu komunikasi, strategi komunikasi dapat dipecah dan memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mengarah pada berbagai bidang, misalnya saja strategi komunikasi hubungan masyarakat, periklanan, komunikasi organisasi dan lain-lain. Masing-masing strategi dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu yang menggunakan.

Baca juga: Mengenal Fungsi Komunikasi

Pengertian Strategi Komunikasi Menurut Para Ahli

pengertian strategi komunikasi menurut para ahli
Sumber : Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay

Terdapat sedikit perbedaan dari beberapa pengertian strategi komunikasi dari para ahli. Meski begitu, pengertian yang mereka sampaikan memiliki inti yang sama. Beberapa pengertian strategi komunikasi tersebut, antara lain :

  1. Tarone

Tarone mendefinisikan dari sudut pandang “interaksional”. Menurutnya startegi komunikasi adalah sebuah usaha bersama yang dilakukan oleh dua lawan bicara untuk menyepakati makna. Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam strategi komunikasi, yaitu pertama seorang komunikator ingin mengomunikasikan suatu makna kepada komunikan; kedua, komunikator yakin bahwa struktur linguistik atau sosiolinguistik yang ada dalam makna pesan tidak dapat ditangkap secara jelas oleh komunikan; ketiga, komunikator memilih untuk menghindari untuk mengomunikasikan makna sebenarnya dari pesan yang disampaikan atau mencoba cara alternatif untuk mengkomunikasi makna pesan. Komunikator akan berhenti mencoba jika ia merasa bahwa kedua pihak sepakat dan memiliki makna yang sama dari pesan yang disampaikan.

  1. Fzrch dan Kasper

Mereka mendefinisikan strategi komunikasi dari sudut pandang “psikolinguistik”. Menurut mereka strategi komunikasi adalah rencana yang disusun secara sadar untuk menyelesaikan sesuatu yang dianggap permasalahan oleh individu dalam mencapai tujuan komunikasi tertentu. Strategi komunikasi menurutnya merupakan salah satu wacana yang menggunakan gagasan “conditional relevance”.

  1. Richard Dimbebley dan Graeme Burton

Mereka berpendapat bahwa strategi komunikasi adalah bagian pendek dari perilaku atau interaksi komunikasi. Hal ini melibatkan penggunaan tanda-tanda verbal dan non-verbal yang disengaja untuk mencapai tujuan komunikasi yang efektif.

  1. Joseph DeVito

Strategi komunikasi adalah penerapan beberapa rencana untuk mengontrol orang lain melalui interaksi komunikasi, biasanya dengan cara memanipulasi dan memberikan dorongan sikap defensif. Strategi merupakan lawan dari spontanitas yang serba mendadak.

  1. Stephen Robbins

Menurut Stephen Robbins (dalam Effendy, 2004, h.29), strategi komunikasi adalah penentu tujuan dan arah sikap serta persiapan untuk mendapatkan hal-hal yang diperlukan dalam jangka panjang.

  1. Middleton

Middleton mengatakan bahwa strategi komunikasi adalah kombinasi terbaik dari semua komponen komunikasi, dari komunikator, pesan, saluran atau media, penerima atau komunikan, hingga efek atau pengaruh yang dirancang agar dapat mencapai tujuan komunikasi yang optimal (Cangara, 2013, h.61)

  1. Onong Uchjana Effendi

Strategi komunikasi adalah panduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai tujuan. Untuk itu, strategi komunikasi harus bisa menjelaskan dan mengarahkan secara taktis apa saja yang perlu dilakukan (1981, h.84).

  1. Anwar Arifin

Menurut Anwar Arifin, strategi komunikasi adalah perhitungan kondisi dan situasi yang dihadapi dan yang akan dihadapi, untuk mencapai efektivitas (1984, h.10).

Langkah-langkah Strategi Komunikasi

langkah-langkah strategi komunikasi
Sumber : Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Ada beberapa langkah dalam menerapkan strategi komunikasi. Langkah-langkah ini disusun oleh Arifin, agar komunikasi dapat dilakukan secara efektif. Berikut ini langkah-langkah strategi komunikasi:

  1. Mengenal khalayak

Ketika akan berkomunikasi, sangat penting untuk mengetahui dengan siapa kita berbicara. Mengapa? Hal ini dikarenakan segala komponen komunikasi yang akan kita gunakan, disesuaikan dengan khalayak yang akan menerima pesan kita. Misalnya saja, kamu diberi kesempatan untuk berpidato di depan anak-anak SD. Anak-anak memiliki karakteristik yang mudah bosan, terlebih lagi jika cara penyampaiannya tidak menarik. Hal ini bisa menjadi hambatan sehingga pesan yang akan kamu sampaikan menjadi susah untuk diterima oleh anak-anak. Selain itu, kamu juga harus memilih kata-kata yang tepat agar pesan yang kamu sampaikan mudah diterima oleh khalayakmu.

Ada tiga hal yang perlu kamu ketahui tentang karakteristik khalayak. Pertama, kamu perlu ketahui pengetahuan khalayakmu terkait pokok permasalahan yang akan kamu sampaikan. Kedua, kamu perlu memikirkan media apa yang tepat untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Ketiga, perbendaharaan kata khalayakmu, agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.

  1. Menentukan tujuan

Tentukan tujuan komunikasi yang kamu lakukan. Beberapa tujuan komunikasi di antaranya untuk memberikan informasi, menyelesaikan masalah, mengevaluasi perilaku, dan menolong orang lain. Tujuan ini nantinya akan memengaruhi penyusunan komponen komunikasi lainnya.

  1. Menyusun pesan

Setelah mengenali khalayak dan karakteristiknya serta menentukan tujuan komunikasi, langkah selanjutnya adalah menyusun pesan. Hasil dari pengamatanmu tentang pengetahuan dan karakteristik khalayak dijadikan sebagai acuan untuk menyusun pesan. Memilih kata-kata apa yang mudah dimengerti oleh khalayak. Menggunakan berbagai simbol atau pernak-pernik untuk menarik perhatian khalayak dan lain-lain.

  1. Menetapkan metode dan memilih media yang digunakan

Setelah tiga langkah di atas telah dilakukan, maka kita baru bisa menentukan metode dan media apa yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Pemilihan metode dan media ini disesuaikan dengan karakteristik khalayak, tujuan komunikasi, dan rangkaian pesan yang sudah disiapkan.

Misalnya saja, kamu harus mensosialisasikan pentingnya cuci tangan di masa pandemi kepada anak SD kelas 3 dan 4. Anak-anak SD cenderung mudah bosan dan tidak terlalu memiliki perbendaharaan kata-kata yang banyak. Maka dari itu, kamu bisa menggunakan bahasa yang umum dan membuat penjelasan menjadi singkat dan menarik. Informasi tentang langkah-langkah mencuci tangan bisa dikemas dengan nyanyian agar lebih menarik dan tidak membosankan.

Baca juga: Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi

Ruang Lingkup Strategi Komunikasi

Ada tujuh hal yang menjadi ruang lingkup strategi komunikasi menurut Quinn (1992), dalam Ruslan (2002). Strategi komunikasi harus mencakup ketujuh hal ini agar komunikasi menjadi efektif. Ruang lingkup tersebut, antara lain :

  1. Objektif

Strategi komunikasi harus objektif dan bisa mencapai keseluruhan tujuan yang telah ditentukan. Tujuan komunikasi tidak harus dicatat secara tertulis, melainkan dapat dipahami agar bisa menjadi panduan untuk bersikap.

  1. Inisiatif

Strategi komunikasi merupakan perencanaan komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga kita lah yang memulai. Kita yang harus memiliki inisiatif untuk memulai, bukan merespon stimulus yang ada.

  1. Konsentrasi

Susunan strategi komunikasi harus berfokus dan menerapkannya dengan konsentrasi yang cukup agar tujuan dapat tercapai.

  1. Fleksibilitas

Realita memang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Seringkali berbagai hambatan muncul dan menghalangi tercapainya tujuan. Untuk itu, kita perlu menyiapkan berbagai rencana lain dan membuat rencana yang fleksibel agar dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.

  1. Pemimpin yang berkomitmen dan mengkoordinasi

Perlu ada seseorang yang dapat mengarahkan agar masing-masing elemen dapat berintegrasi dan terarah.

  1. Kejujuran

Menyusun strategi dengan jujur tentang kelemahan, kekuatan, dan ancaman yang dimiliki oleh diri sendiri akan mempermudah penyusunan. Selain itu memberi informasi yang jujur dan tidak mengada-ada kepada khalayak adalah hal yang penting.

  1. Keamanan

Memastikan bahwa susunan strategi memiliki rencana keamanan. Selain itu, rencana yang kita miliki tidak membahayakan siapapun.

Baca juga: Komunikasi Antarpribadi

Teori-teori Strategi Komunikasi

teori strategi komunikasi
Sumber : Gambar oleh lil_foot_ dari Pixabay

Strategi komunikasi merupakan tren yang relatif baru dalam teori komunikasi. Kajian tentang strategi komunikasi dibentuk pada tahun 1980-an sebagai respon terhadap tantangan revolusi kreatif di Amerika Serikat dan Eropa serta diskusi tentang pendekatan berbasis kompetensi abad ke-21 (Starykh, 2018).

Seperti yang sudah disinggung pada penjelasan di atas, bahwa strategi komunikasi memiliki makna yang luas. Dalam praktiknya, strategi komunikasi bisa dilakukan untuk berbagai hal sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing komunikator.

Jika kita mengacu pada pengertian-pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi merupakan rencana komunikasi yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan komunikasi sangat beragam, seseorang bisa saja melakukan komunikasi untuk bertahan hidup, untuk memberikan atau mendapatkan informasi, bisa juga untuk memengaruhi orang lain untuk bersikap atau berpikiran seperti apa yang diinginkan oleh komunikatornya.

Berikut ini teori-teori yang berkaitan dengan strategi komunikasi. Teori-teori berikut ini merupakan teori komunikasi yang lebih mengarah pada memengaruhi komunikannya, antara lain :

  1. Campaign communication theory

Komunikasi kampanye adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan dampak kepada khalayak dalam jumlah yang relatif besar, pada kurun waktu tertentu, dan melalui serangkaian akivitas komunikasi yang terorganisir. Pada teori ini terdapat dua poin yang menjadi ciri khas strategi komunikasi, yaitu memiliki tujuan yang jelas dan kegiatan komunikasi disusun atau direncanakan terlebih dahulu.

Komunikasi kampanye memiliki kesamaan dengan komunikasi pemasaran. Keduanya sama-sama memengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Namun, komunikasi pemasaran cenderung bertujuan memengaruhi orang lain untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan komunikasi kampanye, memengaruhi orang lain untuk bersikap atau berpikiran seperti apa yang diinginkan oleh komunikatornya.

Biasanya kampanye dilakukan untuk meningkatkan suatu kesadaran atau pengetahuan khalayak terkait beberapa isu. Selain itu, biasanya kampanye yang dilakukan untuk memengaruhi orang lain untuk mengadopsi beberapa kebiasaan yang menurut komunikator adalah kebiasaan atau sikap yang baik. Misalnya saja, komunikator memberikan wawasan bahwa bumi semakin hancur karena bahaya limbah plastik. Untuk itu mereka mengkampanyekan untuk mengurangi penggunaan plastik, dengan membeli sedotan berbahan stainlees steel yang bisa digunakan berulang kali dan tidak mencemari bumi.

  1. Communication goal theory

Teori ini menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi kita memiliki tujuan masing-masing. Goal adalah tujuan atau keadaan yang diinginkan, dicapai, atau dipertahankan oleh seseorang. Keinginan seseorang menjadi tujuan dari interaksi ketika berkomunikasi dan berkoordinasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan kita.

Menurut teori ini, mayoritas komunikasi yang kita lakukan mengarah pada tujuan yang kita bawa masing-masing. Namun, selalu memikirkan tujuan kita saja tidak cukup. Perlu perencanaan agar tujuan dapat tercapai melalui interaksi.

Teori ini mengatakan bahwa komunikasi dilakukan untuk mencapai tujuannya. Interaksi yang dilakukan digerakkan oleh tujuan mereka yang sudah tertanam di memori. Terkadang dalam situasi yang sama dan dengan dua orang yang berbeda, keduanya memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Selain karena faktor perspektif setiap individu yang berbeda, tujuan dari masing-masing individu dalam berkomunikasi juga turut memberikan perbedaan kepada keduanya dalam berkomunikasi.

  1. Interpersonal communication theory

Nama lain dari teori ini adalah teori komunikasi antarpribadi. Teori ini menjadi salah satu teori yang populer dalam kajian ilmu komunikasi. teori antarpribadi pada dasarnya digunakan untuk melihat bagaimana orang-orang dalam sebuah hubungan berbicara satu sama lain, mengapa mereka memilih pesan yang sudah mereka tentukan, dan bagaimana pengaruh pesan tersebut terhadap individu.

Komunikasi antarpribadi dapat dilakukan secara terencana maupun tidak. Namun, dalam berkomunikasi tentunya memiliki tujuan. Sadar atau tidak, ketika berkomunikasi pasti kita memiliki tujuan. Termasuk juga komunikasi antarpribadi ini. Beberapa tujuan komunikasi antarpribadi di antaranya untuk berahan hidup, untuk bersosialisasi bahkan untuk beradaptasi.

Dari beberapa tujuan itu, sikap kita selanjutnya adalah berkomunikasi sesuai dengan tujuan yang ada di pikiran kita. Teori ini membantu kita untuk mempelajari bahwa komunikasi yang kita lakukan dapat memengaruhi orang lain. Selain itu, dengan mempelajari komunikasi menjadi lebih banyak tau tentang komunikasi antarpribadi. Dengan begitu, kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang memiliki hubungan interpersonal diyakini memiliki mental dan fisik yang lebih sehat.

  1. Negotiation theory

Salah satu fungsi strategi komunikasi adalah untuk menyelesaikan permasalahan. Negosisasi merupakan salah satu pendekatan pengelolaan konflik dalam level interpersonal, kelompok, organisasi, masyarakat  dan internasional. Negosiasi merupakan komunikasi yang di dalamnya mengandung strategi. Biasanya negosiasi digunakan untuk transaksi pembeli-penjual, kesepakatan bisnis, interaksi manajemen dan tenaga kerja, situasi penyanderaan dan ketika terjadi perselisihan.

Pendekatan komunikatif dalam teori negosiasi berfokus pada elemen interaksi dalam proses negosiasi, seperti simbol, pesan, bahasa yang digunakan untuk menyusun proposal, membingkai masalah, dan juga membujuk orang lain dalam proses interaksi untuk mencapai kesepakatan. Sudah sangat jelas bahwa negosiasi merupakan komunikasi yang direncanakan untuk mencapai suatu tujuan.

Baca juga: Perkembangan Teknologi Komunikasi

Pemahaman Akhir

Strategi komunikasi adalah perencanaan dan pengaturan yang disusun untuk mencapai komunikasi yang efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan komunikasi seringkali melibatkan upaya memengaruhi orang lain.

Terdapat berbagai definisi strategi komunikasi oleh para ahli, tetapi pada intinya, strategi komunikasi melibatkan usaha bersama dalam mencapai kesepahaman makna, perencanaan sadar untuk mencapai tujuan komunikasi tertentu, dan penggunaan tanda-tanda verbal dan non-verbal yang disengaja.

Langkah-langkah dalam menerapkan strategi komunikasi meliputi mengenal khalayak, menentukan tujuan komunikasi, menyusun pesan, menetapkan metode dan memilih media yang digunakan.

Ruang lingkup strategi komunikasi mencakup tujuan yang jelas, inisiatif dalam memulai komunikasi, konsentrasi yang fokus, fleksibilitas dalam menghadapi hambatan, kepemimpinan yang berkomitmen dan mengkoordinasi, kejujuran dalam menyusun strategi, dan keamanan dalam menjalankan rencana komunikasi.

Terdapat berbagai teori yang berkaitan dengan strategi komunikasi, termasuk teori komunikasi kampanye yang menekankan pengaruh dan efek komunikasi yang terorganisir.

Dalam komunikasi, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang strategi komunikasi agar dapat mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan dan memengaruhi orang lain secara efektif. Dengan menggunakan strategi komunikasi yang tepat, Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam berkomunikasi dan mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul dalam proses komunikasi.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa cari tau lebih lanjut melalui referensi bacaan yang ada di bawah ini. Semangat belajar.


Referensi

Arifin, A. (1984). Strategi Komunikasi : Sebuah Pengantar Ringkas. Bandung : ARMICO.

DeVito, J. (2013). The Interpersonal Communication Book Thirteenth Edition. New York : Pearson.

Dimbleby, R. & Burton, G. (1998). More Than Words : An Introduction to Communication. London : Routladge.

Effendy, O. (2004). Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Effendy, O. (1981). Dimensi-dimensi Komunikasi. Bandung : Alumni.

Faerch, C. & Kasper, G. (n.d). Two Ways of Defining Communication Strategies. Language Learning, Vol 34. 45-63.

Littlejohn, S. & Foss, K. (2009). Encyclopedia of Communication Theory. California : SAGE Publication.

Starykh, N. (2018). Communication Theories and Design Preactices of Strategic Communications in Social Field. 30-52.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Mayang Lestari

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Memilih peminatan Manajemen Komunikasi namun sering tertarik dengan kajian media massa.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *