Pengertian Ketukan dan Birama Beserta Contohnya

Dalam bermusik sangat perlu kita memahami ketukan dan birama. Karena ketukan adalah hal esensial dari sebuah musik. Bahkan konon alat musik pertama yang umat manusia mainkan adalah dengan memukul benda-benda yang menghasilkan ketukan.

Saat nada belum tercipta, dan alat musik modern belum ditemukan, umat manusia terlebih dahulu memainkan ketukan. Karena itulah kiranya perlu kita memahami dasar dari segala dasar musik yaitu ketukan dan birama.

Sering akhirnya mereka yang sedang belajar musik menjadi bingung, tentang mana yang ketukan dan mana yang birama. Padahal kalau sampai salah tangkap, hasil nada yang dimainkan bisa salah. Hitungan not pun bisa salah bila kita kurang memahami ketukan dan birama.

Dalam proses belajar musik, entah penyanyi atau pemain alat musik, harus memahami beberapa hal yang penting. Pertama adalah ketukan, tempo dan birama. Kedua pemahaman mengenai not baik itu not balok atau not angka, lalu pemahaman menganai tangga nada.

Setidaknya unsur-unsur itu yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin mendalami musik dan ingin membuat komposisi musik yang indah. Mari sekarang kita bahas dan kupas tentang ketukan dan birama. Karena berangkat dari pengertian mengenai ketukan dan birama inilah kita akan lebih mudah  untuk bisa membaca notasi nada. Kita kuatkan pondasi bermusik kita karena ketukan adalah dasar dari segala komposisi. Jadi untuk yang ingin tahu lebih banyak tentang ketukan dan birama, baca artikel ini sampai habis ya!

Pengertian Ketukan

ketukan dan birama
Sumber foto : artikelsiana.com

Perbedaan paling mendasar antara ketukan dan birama adalah dari pengertiannya. Mari kita bedag satu persatu. Kita mulai dari apakah ketukan itu? Ketukan adalah istilah untuk menyebut panjang pendeknya durasi nada. Panjang atau pendeknya sebuah nada tidak menggunakan dimensi atau satuan waktu, tetapi menggunakan ketukan.

Satu ketukan berarti nada bergerak satu kali bolak balik pulang dan pergi. Masih bingung? Yuk kita andaikan yaaa. Bayangkan antara jarak ruang tamu kita dengan kamar mandi. Anggap saja kita satu kali bolak-balik antara ruang tamu dan kamar mandi. Nah perjalanan kita dari ruang tamu ke kamar mandi lalu kembali lagi ke ruang tamu dalam satu kali perjalanan ibarat satu ketuk not. Kira-kira seperti itu konsep dasarnya.

Nilai ketukan terbesar adalah satu ketukan dan bisa jadi lebih kecil, dipecah lagi menjadi ½, ¼, 1/8, bahkan hingga 1/16. Jadi bila menggunakan logika perjalanan kita tadi, satu ketuk adalah bila kita langsung loncat dari ruang tamu ke kamar mandi, ½ ketuk adalah bila berjalan dua langkah dengan jarak yang sama, ¼ ketuk adalah kita berjalan empat langkah, 1/8 berjalan delapan langkah, 1/16 kita berjalan enam belas langkah dalam jarak yang sama.

Jadi jaraknya tidak berubah ya hanya langkahnya saja yang lebih banyak atau lebih sedikit. Analogi lain adalah kita memiliki satu loyang pizza. Pizza yang belum dipotong hitungannya satu. Pizza yang sudah dipotong dua bagian nilainya ½, potong empat bagian nilainya ¼, delapan bagian nilainya 1/8, enam belas bagian maka nilainya 1/16. Tapi bila pizza itu digabungkan maka nilainya tetap satu pizza. Hanya saja sudah dipotong-potong.

Setelah mengenal ketukan jangan lupakan juga mengenai tempo. Tempo merupakan kecepatan sebuah rangkaian ketukan not dimainkan. Tempo adalah kecepatan gerakan bolak-balik atau pulang-pergi yang menandai terpenuhinya satu ketukan.

Jadi, apabila tempo lagu adalah 60 bpm (beat per minute), artinya dalam satu menit terdapat 60 ketukan, sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap ketukan memiliki kecepatan 1 detik. Jika sebuah nada atau not memiliki nilai 1/4 ketukan, artinya nada tersebut harus dibunyikan sepanjang 1/4 detik. Mengenai tempo ini kita bahas lebih lanjut di bawah yaa.

Pengertian Birama

Sedangkan untuk birama merupakan istilah untuk jumlah ketukan dalam satu melodi. Jadi, birama adalah gabungan dari ketukan-ketukan nada yang teratur sehingga jadi satu kesatuan melodi yang utuh. Antar birama dibatasi dengan garis vertikal, yang genap disebut birama bainar sedangkan yang ganjil disebut birama ternair.

Tanda birama ditulis dalam bentuk pecahan, misalkan 2/4, ¾, 4/4 dan selainnya. Angka atas adalah keterangan untuk nilai ketukan sedangkan angka bawah jadi nilai notnya. Jadi misalkan tanda birama 2/4, berarti dalam sebuah melodi itu ada dua not nada yang masing-masing nilai ketukannya ¼. Jadi bisa kita simpulkan bahwa sebuah ketukan mengukur panjang-pendeknya nada atau not.

Sedangkan, sebuah birama mengukur banyaknya ketukan yang dibutuhkan untuk membentuk satu melodi. Selain itu, sebuah birama merupakan sekumpulan ketukan yang membentuk satu bagian melodi lagu. Jenis garis birama ada dua, yaitu garis birama tunggal dan ganda. Garis birama tunggal untuk digunakan sebagai batas antar birama dalam lagu. Sedangkan garis birama ganda dipakai untuk penutup lagu.

Hubungan Ketukan dengan Tempo Lagu

tempo nada
Sumber foto : id.wikipedia.org

Dalam musik, Kamu pasti pernah dengar istilah tempo bukan? Itu sangat erat kaitannya dengan ketukan nada. Karena tempo lagu yang menentukan durasi dari satu ketukan nada. Misalkan tempo lagu 60 ketukan per menitnya (60 bpm), maka artinya satu ketukan durasinya 1 detik. Kalau ada nada yang nilai ketukannya ½, berarti durasinya adalah ½ detik.

Durasi nada tetap ditunjukkan dari nilai pecahannya. Jadi belum tentu dalam lagu yang temponya cepat sama dengan nilai ketukannya kecil. Karena bisa jadi, dalam lagu dengan tempo lambat, tapi perpindahan nadanya cepat jadi durasi ketukannya pendek. Sebaliknya dalam lagu dengan tempo yang cepat, tapi ada perpindahan nada yang lambat, akhirnya nilai ketukannya besar.

Baca juga: Cara Melakukan Pemanasan Suara

Contoh Ketukan Dan Birama

Birama 4/4

Maksud dari birama 4/4 yaitu di dalam satu birama memiliki 4 ketukan dengan hitungan 1,2,3,dan 4. Dan dalam tiap ruas birama ada 4 buah not dengan not sebesar ¼ .Contohnya yaitu 1234 1234 1234, 1234 1234 1234. Jadi dalam satu susunan birama harus menggunakan empat ketukan.

contoh birama
Sumber foto : notlaguuntukpianika.blogspot.com

Lagu yang menggunakan Birama ini yaitu Bungong Jeumpa, Butet, Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat, dan Jali – jali.

Birama ¾

Maksud dari Birama ¾ yaitu dalam satu birama memiliki 3 ketukan dengan hitungan 1,2,3. Dan dalam setiap ruas birama ada 3 buah not dengan not sebesar ¼ . Contohnya yaitu 123, 123,123, 123. Jadi dalam satu susunan birama harus menggunakan tiga ketukan.

contoh birama
Sumber foto : www.sejarah-negara.com

Lagu yang menggunakan Birama ¾, yaitu Burung Tantina, Burung Kakaktua, Tumpi Wahyu, dan Lisoi.

Birama 2/4

Maksud dari Birama 2/4 yaitu dalam satu birama memiliki 2 ketukan dengan hitungan 1 dan 2 saja. Dan dalam setiap ruas birama ada 2 buah not dengan not sebesar ¼. Contohnya, yaitu 1 2 , 1 2, 1 2, 1 2. Jadi dalam satu susunan birama harus menggunakan dua ketukan.

hari merdeka
Sumber: notlaguwajib.blogspot.com

Lagu yang memiliki Birama 2/4, yaitu Hari merdeka (lagu nasional), Cik Cik Periok dari Kalimantan Barat, Ampar – Ampar pisang, dan Manuk dadali.

Baca juga: Jenis Tangga Nada

Jadi dari penjelasan ini, kita sudah mengetahu perbedaan antara ketukan dan birama. Kalau ketukan itu jadi ukuran untuk panjang pendeknya nada, sedangkan kalau birama jadi ukuran untuk banyaknya ketukan dalam satu melodi. Semoga setelah ini tidak bingung lagi kalau bertemu dengan tanda birama ataupun angka nilai ketukan dalam notasi balok ya. Semoga sukses belajar musiknya!

Artikel Terbaru

Ario

Ario

Musisi profesional sejak 2005 sebagai drummer session. Sampai saat ini aktif menyediakan entertainment service untuk acara wedding, gathering, juga bermain reguler di rumah makan dan tempat wisata. Berpengalaman menjadi kepala sekolah ELfa Music School Depok tahun 2011 - 2014. Aktif mengajar alat musik drum private offline dan online. Dapat membaca not balok dan mengerti teori musik yang dapat diaplikasikan dengan praktis di lapangan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *