Home Seni & Musik Jenis Tangga Nada Beserta Contohnya

Jenis Tangga Nada Beserta Contohnya

Ketika belajar tentang musik, Kamu akan sering mendengar istilah tangga nada. Mungkin Kamu akan dengar juga istilah seperti mayor, minor, kromatis dan banyak lagi lainnya. Karena terdapat beberapa jenis tangga nada yang dipakai dalam menciptakan musik. Jika Kamu sekarang sedang belajar musik, penting juga untuk Kamu tahu tentang jenis-jenis tangga nada.

Istilah tangga nada dipakai untuk menyebut rangkaian nada yang disusun dengan jarak tertentu. Jarak itu biasa disebut dengan interval nada, yang menjadi jeda antara satu nada dengan lainnya. Secara umum tangga nada dibagi jadi tiga jenis, yaitu pentatonis, diatonis dan kromatis. Kamu bisa baca lebih lanjut tentang tiga jenis tangga nada itu di bawah ini.

Tangga Nada Pentatonis

tangga nada pentatonis
Sumber foto : damaruta.com

Penta artinya lima, dipakai untuk istilah jenis tangga nada ini karena disini yang dipakai hanya 5 nada pokok. Jenis ini dibagi menjadi dua yaitu tangga nada pelog dengan susunan nada ke 1-3-4-5-7 dan tangga nada slendro dengan susunan nada ke 1-2-3-5-6. Jenis ini kebanyakan dipakai untuk genre musik rock n’ roll, beberapa aliran variasi lagu pop dan blues, lagu anak-anak, serta lagu tradisional. contoh lagu yang menggunakan tangga nada pentatonis adalah:

  • Kincir-kincir
  • Jali-jali
  • Lenggang kangkung
  • Suwe ora jamu
  • Cublak-cublak suweng

Baca juga: Cara Membaca Not Balok dan Not Angka

Tangga Nada Diatonis

Jika pentatonis ada 5 nada, untuk jenis diatonis ada 7 nada dengan 2 macam interval. Bisa pakai interval 1 atau pakai interval setengah. Dalam jenis ini pun terbagi lagi jadi 2 tangga nada, yaitu mayor dan minor. Di bawah ini penjelasannya :

  • Tangga Nada Minor

tangga nada diatonis minor
Sumber foto : walpaperhd99.blogspot.com

Untuk jenis minor, dibagi lagi jadi tiga jenis yaitu tangga nada minor asli, harmonis dan melodis. Jenis minor asli cuma punya nada pokok, jadi tak ada tanda kromatis. Sedangkan untuk jenis harmonis, setiap nadanya dinaikkan setengah, tapi ketika naik/turun nadanya tetap sama. Kalau jenis melodis, nada yang dinaikkan hanya yang ke-6 dan ke-7 ketika naik, dan turun setengah juga ketika turun. Contoh lagu dengan tangga nada minor diantara adalah:

  1. Lagu Wajib: Mengheningkan Cipta (Truno Prawit), Tanah Airku (Ibu Soed), Bagimu Negeri (R. Kusbini), Ibu Pertiwi (Ismail Marzuki), Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki), Gugur Bunga
  2. Lagu Anak-anak: Ambilkan Bulan (AT Mahmud), Bintang Kejora (AT Mahmud), Kasih Ibu (SM. Muchtar), Kelinciku (Daljono), Kucingku (Pak Kasur)
  3. Lagu Daerah: Bubuy Bulan (Jabar), Kole-Kole (Maluku), Sing Sing So (Maluku), Sarinande (Maluku), Ole Sioh (Maluku), Bubuy Bulan (Jawa Barat)
  • Tangga Nada Mayor

tangga nada diatonis mayor
Sumber foto : mikirbae.com

Jenis tangga nada ini kebanyakan dipakai untuk lagu-lagu yang suasananya ceria, seperti misal lagu-lagu pop. Susunan nadanya berjarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1  – ½. Beda dengan tangga nada minor yang susunan interval nadanya adalah 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1

Kamu akan bisa tahu jelas perbedaan kedua tangga nada itu kalau dibunyikan dengan alat musik. Ketika Kamu dengar tangga nada mayor nuansanya akan terasa benar-benar ceria, sebaliknya jika mendengar tangga nada minor yang manapun jenisnya suasana jadi cenderung sedih atau melow. Tapi tangga nada minor juga bisa dipakai untuk lagu yang ceria dengan menaikkan temponya. Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor diantaranya adalah:

  1. Lagu Wajib : Bangun Pemudi Pemuda (A. Simanjuntak), Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed), Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo), Hari Merdeka (Husein Mutahar), Gebyar Gebyar (Gombloh), Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, dan Mars Pelajar.
  2. Lagu Anak-anak: Naik Delman (Ibu Sud), Balonku (AT Mahmud), Heli (anjing kecil) (Nomo Kuswoyo), Lihat Kebunku (Ibu Sud), Abang Tukang Bakso (Mamo Agil).
  3. Lagu Daerah: Gundul Pacul (Jawa Tengah),Kampung Nan Jauh DI Mato (Sumbar), Ampar-Ampar Pisang (Kalsel), Manuk Dadali (Jabar),Tokecang (Jabar)

Tangga Nada Kromatis

tangga nada kromatis
Sumber foto : vigiku.blogspot.com

Inilah jenis tangga nada yang terakhir, terdiri dari 12 nada dengan interval setengah nada antar tiap notnya. Sebenarnya tangga nada ini adalah turunan dari tangga nada diatonik mayor. Dimana pada bagian nada yang nilainya 1 di diatonik mayor, dipecah jadi ½ dan ½ pada tangga nada kromatis. Jenis tangga nada ini lumayan banyak dipakai untuk jenis lagu rohani, jazz, blues, pop dan beberapa rock. Contoh lagu dengan tangga nada Kromatis: Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki) dan Bungong Jeumpa (Aceh)

Baca juga: 6 Jenis Suara Manusia yang Harus Diketahui

Kamu sudah paham sekarang jenis-jenis tangga nada untuk bermusik, termasuk perbedaan-perbedaannya. Ini bisa jadi pengetahuan dasar untuk Kamu belajar lebih banyak lagi tentang musik. Semangat belajar ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Inilah 8 Cara Mudah Membuat Ringkasan

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan ringkasan. Dalam setiap buku pelajaran, tentu ada ringkasan dari seluruh isi materi, sehingga pembaca sekilas akan tahu...

Cara Memasak dengan Teknik Ungkep

Ada banyak cara untuk memasak makanan. Lebih lagi bagi kamu yang benar-benar menyukai kegiatan masak memasak. Pasti akan lebih seru jika mencoba semua teknik...

Contoh Notulen Rapat beserta Pengertiannya

Rapat merupakan kegiatan rutin dimana-pun kita bekerja. Rapat sendiri umumya kita akan membahas berbagai hal seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi, penyesuaian data-data yang masuk...

Mengenal Manajemen Risiko Bisnis

Semua risiko, bahkan di dalam bisnis sekalipun umumnya bersifat merugikan dan berdampak negatif. Meskipun begitu, bukan berarti risiko tidak dapat dihindarkan. Risiko dapat dikelola...