Pembangunan Ekonomi: Pengertian, Perencanaan, Indikator, Faktor dan Kebijakan

Halo teman-teman!

Apakah kamu mengalami kesulitan ketika belajar ekonomi, khususnya pembangunan ekonomi? Jika iya, kamu bisa membaca artikel ini untuk menambah wawasan dan pemahamanmu tentang Pembangunan Ekonomi. Baca artikel ini sampai selesai ya!

Pengertian Pembangunan Ekonomi

Kegiatan Ekonomi
sumber: freepik.com/free-vector

Pembangunan ekonomi adalah proses mengubah struktur ekonomi dan distribusi pendapatan masyarakat di suatu negara secara merata dengan ciri adanya kenaikan pendapatan secara agregat dan per kapita dengan memperhitungkan pertambahan penduduk. Pembangunan ekonomi membutuhkan waktu yang lama, yaitu sekitar 50-60 tahun atau setidaknya dua generasi.

Pembangunan ekonomi wajib dilakukan oleh suatu negara supaya kondisinya berubah menjadi lebih maju. Pada awalnya, standar hidup suatu negara masih rendah, kemudian berubah menjadi tinggi. Standar hidup yang meningkat ditandai oleh tingkat pendidikan dan literasi yang tinggi, pendapatan para pekerja yang meningkat, kesehatan membaik, keamanan terjamin, dan adanya kemajuan di berbagai bidang kehidupan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi: Pengertian, Cara Mengukur, Teori dan Indikator

Tujuan Pembangunan Ekonomi

Semua hal yang dilakukan oleh pemerintah tentunya harus memiliki tujuan, begitu pula dengan pembangunan ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi sebagai berikut.

  • Ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dengan adanya distribusi pendapatan yang merata.
  • Bertambahnya lapangan kerja karena semakin banyak bidang-bidang kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
  • Sumber daya manusia lebih berkualitas karena mutu pendidikan membaik.
  • Masyarakat lebih memahami dan menghormati budaya nilai-nilai luhur termasuk tentang sosial, agama, dan kultur sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan budaya lain yang tidak sesuai dengan norma-norma di suatu negara.
  • Tidak terjadi inflasi yang tinggi (hyper inflation).

Perencanaan Pembangunan Ekonomi

Perencanaan pembangunan ekonomi adalah upaya untuk mengelola kondisi suatu perekonomian supaya bisa mencapai sasaran dan tujuan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dilakukan dengan mengambil keputusan-keputusan atau memilih pemakaian berbagai alternatif sumber daya secara berkelanjutan.

Jhingan (1983) berpendapat, suatu perencanaan pembangunan harus memenuhi beberapa syarat untuk mencapai keberhasilan. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Komisi Perencanaan Sudah Terbentuk

Perencanaan harus dibangun dan diorganisasi oleh suatu lembaga atau organisasi yang tepat. Badan atau lembaga perencanaan harus terdiri dari bagian dan subbagian yang dikoordinasi oleh para pakar seperti pakar statistik, pakar ekonomi, pakar teknik, dan pakar lainnya yang berkaitan dengan masalah perekonomian.

  1. Adanya Data Statistik

Informasi yang diolah menjadi data statistik tentang seluruh sumber daya potensial lainnya seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, dan modal yang ada di negara tersebut harus dilakukan dengan analisis yang mendalam. Analisis harus mencakup sumber daya yang dimiliki secara menyeluruh tentang potensi dan segala kekurangannya.

  1. Penetapan Tujuan dan Sasaran Prioritas

Suatu perencanaan harus memiliki tujuan dan sasaran prioritas yang akan dicapai sesuai dengan kondisi perekonomian. Tujuan dan sasaran prioritas dalam perencanaan harus dibuat secara makro dan sektoral. Sasaran makro mencakup setiap aspek perekonomian dan dapat dikuantifikasikan sehingga harus ditetapkan secara tegas. Setelah itu, sasaran sektoral bisa dibuat sesuai dengan sasaran makronya supaya tujuan bisa dicapai dengan baik dan tidak tumpeng tindih.

  1. Alokasi Sumber Daya

Pemerintah menetapkan pembiayaan sumber daya yang berasal dari luar negeri dan dalam negeri (domestik) supaya mobilisasi bisa berjalan.

  1. Perencanaan Harus Seimbang

Suatu perencanaan harus bisa menjaga keseimbangan dalam perekonomian agar kelangkaan sumber daya tidak terjadi dan surplus devisa bisa terwujud.

Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) adalah lembaga yang berperan sebagai koordinator perencanaan pembangunan nasional di Indonesia. Ada beberapa indikator keberhasilan yang dipakai oleh banyak negara untuk mengukur kualitas dari pembangunan sebagai berikut.

  1. Struktur Ekonomi

Perkembangan ekonomi bisa dinilai dari perubahan sektor yang berkontribusi terbesar dalam pendapatan nasional. Misalnya, pergeseran struktur ekonomi di suatu negara dari negara agraris (pertanian) menjadi negara industri.

  1. Pendapatan per Kapita

Pendapatan per kapita berhubungan erat dengan pembangunan ekonomi. Pendapatan per kapita yang tinggi tentu disebabkan oleh perekonomian yang stabil sehingga kesejahteraan masyarakat terjamin.

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks pembangunan manusia (IPM) adalah  nilai tentang kemampuan penduduk untuk mengakses hasil pembangunan berupa perolehan pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Indikator sosial ini terdiri dari tingkat harapan hidup, kualitas pendidikan, standar hidup layak, dan indeks mutu hidup.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa faktor utama yang dimaksud sebagai berikut.

  1. Barang Modal

Barang-barang modal adalah berbagai jenis barang yang dipakai dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan output (barang dan jasa) seperti mesin-mesin pabrik, peralatan, kendaraan, dan lain-lain. Semakin bertambahnya jumlah barang modal akan menyebabkan barang dan jasa yang dihasilkan semakin bertambah. Pertumbuhan ekonomi ditandai dengan peningkatan jumlah hasil produksi barang dan jasa.

  1. Teknologi

Kemajuan ekonomi di berbagai negara, terutama negara-negara maju disebabkan oleh kemajuan teknologi. Dampak positif dari kemajuan teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi menjadi lebih cepat.

  1. Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi pembangunan negara-negara berkembang. Banyaknya jumlah penduduk mengindikasikan banyaknya jumlah tenaga kerja di suatu negara. Dampaknya adalah jumlah output produksi semakin bertambah sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat.

  1. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam (SDA) berperan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Pemanfaatan SDA yang benar dan tepat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

  1. Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Kewirausahaan adalah kemampuan seseorang untuk mengambil risiko dengan membangun suatu usaha atau bisnis untuk memperoleh keuntungan besar, walaupun awalnya pasti mengalami kerugian. Para wirausaha akan melakukan investasi yang menyebabkan kesempatan kerja, output nasional, dan penerimaan negara berupa pajak semakin meningkat.

Kewirausahaan
sumber: https://www.freepik.com/free-vector/business-team-brainstorming-discussing-startup-project_9649095.htm#query=business%20activities&position=14

Masalah Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang

Masalah pembangunan ekonomi yang paling umum dihadapi oleh negara-negara berkembang adalah penawaran kurang elastis sehingga laju pertumbuhan ekonomi melambat. Adapun masalah-masalah yang lebih kompleks sebagai berikut.

  1. Ketergantungan pada Sektor Pertanian

Menurut Muhammad Amsal Sahban dalam bukunya Kolaborasi Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang (2018), berbagai masalah pembangunan ekonomi yang dihadapi oleh negara-negara berkembang antara lain ketergantungan ekonomi pada sektor pertanian dan pertambangan saja.

Faktanya, ada negara yang bergantung pada sektor pertanian saja. Kondisi seperti ini disebut perekonomian monokultural.

  1. Produktivitas yang Rendah

Negara-negara berkembang biasanya mengalami produktivitas yang rendah. Kondisi ini bisa dilihat dari pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita yang kecil akibat keterbatasan kesempatan kerja.

Bahkan, perekonomian di negara-negara berkembang cenderung dipengaruhi oleh kondisi perekonomian negara di sekitarnya, terutama negara maju.

Penyebabnya adalah permintaan domestik yang lemah sehingga mengandalkan pasar ekspor saja. Bahkan, barang-barang yang diekspor adalah barang-barang primer.

  1. Struktur Pasar yang Tidak Sempurna

Struktur pasar yang tidak sempurna di negara-negara berkembang disebabkan oleh informasi yang tidak lengkap. Faktanya, pasar monopoli dan oligopoli bisa terjadi di dalam pasar faktor produksi.

Penyebabnya adalah sebagian besar informasi pasar hanya diterima oleh para pengusaha yang memiliki hubungan dekat dengan pejabat pemerintah yang bersangkutan.

  1. Banyaknya Pengangguran

Banyaknya pengangguran di negara berkembang disebabkan oleh laju pertumbuhan angkatan kerja yang sangat tinggi sehingga melebihi kapasitas perekonomian nasional, tetapi pertambahan lapangan kerja sangat rendah.

  1. Ketimpangan Sosial yang Tinggi

Orang yang kaya akan menjadi sangat kaya, tetapi orang miskin akan menjadi sangat miskin di negara-negara berkembang. Bahkan, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masih belum merata, terutama bagi orang-orang yang tinggal di pelosok atau daerah terpencil.

Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi

Kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi yang bisa dirancang oleh pemerintah di negara-negara berkembang secara umum sebagai berikut.

  1. Peningkatan Mutu Pendidikan

Pendidikan adalah sektor utama yang harus dikembangkan oleh pemerintah supaya perekonomian semakin maju. Pendidikan yang baik mampu mendorong produktivitas dan kreativitas sumber daya manusia. Dampaknya adalah pendapatan devisa negara dan pendapatan per kapita pasti meningkat. Pemerintah Indonesia sudah menerapkan kebijakan wajib belajar 12 tahun dan senantiasa melakukan perbaikan dalam kurikulum pendidikan nasional.

  1. Membuat Perencanaan dan Melaksanakan Pembangunan

Sebelum strategi dan kebijakan pembangunan dilaksanakan, perencanaan pembangunan harus dibuat terlebih dahulu. Perencanaan harus dirumuskan dengan matang dan sistematis agar pelaksanaannya bisa dikendalikan oleh pemerintah supaya berdampak positif kepada seluruh rakyat.

  1. Mendorong Berbagai Kegiatan Ekonomi

Pemerintah harus mendorong berbagai sektor perekonomian supaya menjadi lebih baik dan maju. Misalnya, pemerintah memberikan stimulus pada sektor pertanian berupa imbauan kepada para petani untuk memakai bibit unggul dan mesin yang berteknologi canggih untuk membajak sawah. Namun, hal ini membutuhkan modal yang besar sehingga pemerintah harus memberikan pendanaan seperti subsidi untuk pembelian bibit-bibit unggul.

Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Cara yang bisa dilakukan adalah menciptakan iklim perekonomian yang sehat supaya tabungan dan investasi terus meningkat sehingga pembangunan akan berhasil dalam jangka panjang.

  1. Memberikan Fasilitas atau Infrastruktur yang Memadai

Fasilitas atau infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi supaya semua kegiatan bisa berjalan dengan baik. Ketersediaan fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, jalan raya, jaringan komunikasi, aliran listrik, dan transportasi umum harus mampu menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat.

Jika tidak ada fasilitas yang memadai, kegiatan ekonomi pasti akan terhambat. Oleh sebab itu, pemerintah harus mulai memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak berganda bagi perekonomian. Misalnya, pembangunan jalan trans Papua sepanjang 4.600 km untuk memudahkan kegiatan masyarakat Papua yang selama ini terbelakang.

Baca juga: Materi Perpajakan: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Tarif, Jenis, Sistem dan Objek Pajak

Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi berbeda dengan pembangunan ekonomi. Perbedaan yang menonjol adalah pertumbuhan ekonomi bersifat kuantitatif yang ditandai dengan kenaikan nominal pendapatan dan jumlah hasil produksi.

Sedangkan pembangunan ekonomi bersifat kualitatif yang ditandai dengan kenaikan hasil produksi serta perubahan struktur produksi dan alokasi masukan di berbagai sektor perekonomian seperti pengetahuan, kesehatan, teknik, dan masih banyak lagi.

Perbedaan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi secara spesifik sebagai berikut.

Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi
Kenaikan kualitas hasil produksi barang dan jasa.Kenaikan kuantitas berupa jumlah hasil produksi barang dan jasa.
Kenaikan jumlah PNB/GNP lebih besar dari kenaikan jumlah penduduk pada setiap tahunnya.Kenaikan jumlah PNB/GNP pada setiap tahunnya tanpa memerhatikan kenaikan jumlah penduduk.
Kenaikan jumlah PNB/GNP diikuti oleh perubahan struktur ekonomi serta kemajuan ilmu pengetahuan teknologi.Kenaikan jumlah PNB/GNP tidak diikuti oleh perubahan struktur ekonomi serta kemajuan ilmu pengetahuan teknologi.
Kenaikan jumlah PNB/GNP diikuti oleh perbaikan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan distribusi pendapatan.Kenaikan jumlah PNB/GNP tanpa adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan distribusi pendapatan
Peningkatan kemakmuran atau kesejahteraan terlihat nyata.Perubahan baik terlihat dari kenaikan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita masyarakat.

Kesimpulannya, pembangunan ekonomi yang berjalan dengan baik akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Namun, kenaikan pertumbuhan ekonomi belum tentu menyebabkan perbaikan dalam pembangunan ekonomi.

Baca juga: Perdagangan Internasional: Pengertian, Manfaat, Faktor, Hambatan, Teori dan Kebijakan

Itulah materi tentang pembangunan ekonomi yang sudah kamu pelajari. Semoga kamu bisa lebih memahami materi ini sehingga mampu mengerjakan ujian dengan baik. Selamat belajar supaya pintar!


Sumber:

Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Artikel Terbaru

Ayu Retno

Ayu Retno

Hello, Saya adalah seorang guru ekonomi SMA dan IPS di SMP. Kenapa dua job? Karena saya mengajar di Secondary School, yaitu SMP dan SMA berkelanjutan. Guru-gurunya bisa mengajar di dua jenjang sekaligus. Selamat membaca tulisan saya.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *