Mengenal Apa itu Jurusan Perpajakan

Apa sajakah yang terlintas dalam pikiranmu mengenai jurusan perpajakan? Apakah hanya tentang uang? Tentu saja tidak. Akuntansi menjadi mata kuliah yang harus dipelajari dan hitung-menghitung adalah hal yang akan sering dilakukan. Tak melulu tentang uang namun akan berujung pada uang.

Lulusan dari jurusan perpajakan juga memiliki prospek kerja yang cukup baik. Beberapa orang berasumsi bahwa selama masih berdiri suatu negara maka lulusan perpajakan masih akan dibutuhkan. Hal ini dikarenakan pendapatan negara terbesar berada pada penerimaan pajak. Bagi kamu yang mulai bimbang akan jurusan yang akan dipilih saat kuliah nanti, bisa mulai mempertimbangkan jurusan ini.

Apa itu Jurusan Perpajakan?

Jurusan perpajakan atau yang juga dikenal sebagai jurusan administrasi fiskal adalah ilmu yang mempelajari mengenai perpajakan dari segala perspektif, baik dari ekonomi, akuntansi maupun dari hukum. Penyebutan perpajakan maupun administrasi fiskal sejatinya sama saja, bedanya disebut Perpajakan apabila ditingkat D3 dan disebut Administrasi Fiskal di tingkat S1.

Pada jurusan ini kamu akan mempelajari berbagai jenis pajak baik pajak yang sering muncul akibat dari perbedaan persepsi pada peraturan, kewajiban dan hak-hak wajib pajak baik wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan. Pada jurusan ini, kamu juga akan mempelajari perbedaan laporan keuangan menurut akuntansi dan perpajakan sesuai dengan aturan dan ketentuan perpajakan.

Disini kamu juga akan mulai memahami pentingnya pajak bagi kehidupan bernegara. Tak hanya untuk membiayai seluruh pengeluaran yang ada pada pemerintahan namun juga untuk mengatur pertumbuhan ekonomi nasional dan mengatur stabilitas harga. Sehingga harga pasar dapat dikendalikan oleh pemerintah.

Bagi kamu yang berhasil menyelesaikan studi jurusan perpajakan pada jenjang diploma (D3) akan mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md) dan Sarjana Ekonomi (S.E.) pada jenjang sarjana (S1).

Sudah cukup jelas dengan penjelasan apa itu jurusan Perpajakan? Jadi jangan lagi menganggap pajak adalah perampas uang rakyat ya.

Baca juga: Mengenal Jurusan Administrasi Publik

Seperti Apa Kuliah di Jurusan Perpajakan?

Jurusan Perpajakan masuk dalam kelompok jurusan Sosial dan Humaniora (Soshum), oleh karenanya lulusan dari jurusan IPS akan lebih dimudahkan. Namun tidak menutup kemungkinan pula bagi lulusan jurusan MIPA akan lebih unggul, karena tidak hanya akuntansi yang akan dipelajari disini. Kemampuan analisis yang bagus akan sangat membantu. Disini kamu akan banyak menganalisis aturan dan ketentuan perpajakan, baik yang menguntungkan maupun merugikan.

Saat ini sistem perpajakan di Indonesia sudah dilakukan secara online, oleh karena itu kamu diharuskan untuk mengerti akan perkembangan teknologi. Tak harus sampai bisa coding, namun hanya sebatas mampu menjalankan aplikasi E-Spt. Walaupun dapat dikerjakan menggunakan aplikasi, namun kamu juga harus memiliki ketelitian yang bagus. Karena meskipun hitung-menghitung yang dilakukan tak serumit pada jurusan lain, namun kesalahan kecil dapat berdampak pada hasil akhir. Kemampuan mengerjakan dalam kelompok tak terlalu berdampak besar disini, yang terpenting tugas selesai dengan baik dan benar.

Tidak kalah penting juga, kamu harus kritis dengan mengikuti seluruh perubahan aturan dan ketentuan perpajakan yang ada. Mengapa? Karena peraturan dapat sewaktu-waktu dicabut dan diterbitkan peraturan baru. Seperti halnya pada tahun 2020, terdapat belasan peraturan baru diterbitkan dan beberapa peraturan lama dicabut. Bahkan ada peraturan yang tak sampai setahun diterbitkan dicabut dengan berbagai alasan.

Alasan Kuliah di Jurusan Perpajakan

Jurusan perpajakan akan selalu berkorelasi dengan akuntansi. Oleh karena itu, kamu yang menyukai hitung-menghitung jurusan ini bisa menjadi pilihan. Tak hanya berhitung namun juga penalaran dan hafalan juga dibutuhkan, sehingga membuat jurusan ini akan lebih menyenangkan.

Mengingat pajak merupakan unsur penting dalam berdirinya sebuah negara, maka yang paling menggiurkan pada jurusan perpajakan adalah prospek kerja yang sangat luas. Mulai dari pegawai pemerintahan sampai dengan swasta. Lulusan perpajakan memiliki peluang yang besar untuk bekerja di Kementerian Keuangan salah satunya di Direktur Jenderal Pajak (DJP).

Tak hanya dapat berkarir pada instansi pemerintahan, namun perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta juga membutuhkan ahli dibidang perpajakan. Apakah hanya bisa menjadi pegawai? Tentu saja tidak, bagi kamu yang berambisi untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses, tak perlu ragu untuk memilih jurusan perpajakan, karena kamu bisa mengikuti ujian sertifikasi untuk menjadi konsultan pajak.

Melihat prospek kerja yang cukup luas, dapat disimpulkan lulusan perpajakan akan menerima gaji yang tidak sedikit, tergantung pada karir apa yang akan kamu pilih. Hal ini dikarenakan banyaknya kebutuhan akan ahli pajak, namun lulusan perpajakan masih sedikit. Namun besaran pendapatan akan selalu berbanding lurus dengan kemampuan, oleh karena itu kamu juga harus selalu meningkatkan skill dan mencari pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Perpajakan?

Pada jurusan perpajakan tidak hanya mempelajari mengenai menghitung, membayar dan melaporkan SPT Tahunan pajak, karena hal semacam itu dapat dipahami oleh semua wajib pajak tanpa harus menjadi mahasiswa jurusan perpajakan. Mata kuliah yang dipelajari pada jurusan ini tergantung pada jenjang mana yang akan kamu pilih. Seperti halnya pada jurusan lain, jika memilih pada jenjang diploma maka akan lebih banyak menemui kegiatan praktikal, karena pada dasarnya program ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang mampu bekerja secara praktek dan lebih siap untuk masuk ke lingkungan kerja. Sedangkan untuk jenjang sarjana, kamu akan lebih banyak memahami teori sehingga dapat memperdalam suatu ilmu untuk dapat meneliti fenomena perpajakan yang ada disekitar.

Jenjang pendidikan yang akan dipilih harus sesuai dengan kebuuhan dan tujuan kamu dimasa depan. Keduanya tidak lebih bagus dari yang lainnya karena memiliki fungsi dan tujuan yang sangat berbeda.

Yang akan dipelajari pada jurusan perpajakan, yang paling dasar yaitu pengantar perpajakan, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM), Pajak Penghasilan (PPh), Pemotongan dan Pemungutan PPh.

Karena jurusan pajak akan selalu berkaitan dengan akuntansi, maka kamu juga akan mempelajari mata kuliah yang berhubungan dengan akuntansi, seperti dasar akuntansi, akuntansi menengah, akuntansi biaya, dan pengantar audit. Selain itu kamu juga akan memperoleh mata kuliah yang berhubungan dengan manajemen, ilmu hukum, pemeriksaan pajak, kepabeanan Ekspor dan Impor, dan hukum bisnis.

Hal yang tak boleh dilewatkan dalam jurusan ini adalah saat menganalisis suatu kasus perpajakan yang ada dengan melihat aturan dan kebijakan yang berlaku. Dengan begitu kamu bisa memahami cara menghitung, membayar, dan melaporkan pajak serta memahami perkembangan dalam kebijakan yang ada di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Mengenal Jurusan Akuntansi

Prospek Kerja Jurusan Perpajakan

Seperti halnya yang sudah dijelaskan diatas, prospek kerja jurusan perpajakan sangat luas. Kamu dapat memilih karir yang diinginkan mulai dari bekerja pada pemerintahan, perusahaan swasta atau mendirikan usaha. Sebagai lulusan perpajakan kamu akan memiliki peluang yang sangat besar untuk bekerja pada Kementerian Keuangan. Sebagai pegawai pajak kamu dapat memilih bekerja di Kantor Pelayanan Pajak yang terdapat pada seluruh daerah di Indonesia dengan melakukan pekerjaan semacam pengawasan, konsultasi, pelayanan dan penggalian potensi wajib pajak.

Kementerian keuangan memiliki tugas mengurus urusan keuangan pemerintahan, yang dibantu dengan adanya beberapa lembaga seperti Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Anggaran, Badan Kebijakan Fiskal, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, dan lain sebagainya. Dengan begitu kamu dapat memilih untuk menjadi pegawai pada salah satu lembaga tersebut.

Perusahaan BUMD, BUMN, dan swasta harus memiliki seorang yang ahli dibidang perpajakan untuk membuat laporan keuangan perpajakan, serta menghitung besar pajak yang harus dibayarkan. Mengapa harus ahli pajak? Karena hanya ahli pajak yang memahami aturan dan kebijakan perpajakan yang berlaku sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kesalahan dimasa depan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Pada karir ini kamu dapat memulai dengan menjadi Tax Accountant kemudian secara bertahap mendapatkan jabatan di Tax Manager, atau bahkan Tax Director.

Apabila ingin memiliki usaha sendiri dapat memilih untuk berkarir menjadi seorang konsultan pajak. Konsultan pajak bertugas membantu wajib pajak untuk menghindari resiko kerugian akibat sanksi pajak dimasa depan. Untuk menjadi konsultan pajak, kamu diharuskan mengikuti dan lulus dalam Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia. Jasa konsultasi yang dapat kamu berikan disesuaikan dengan Sertifikasi yang kamu dapatkan.

Berbeda dengan konsultan pajak yang memberikan jasa konsultasi mengenai permasalahan perpajakan, profesi kuasa hukum pajak bertugas untuk mewakili dan/atau mendampingi pihak yang bersengketa dalam perkara pajak di Pengadilan Pajak.

Prospek kerja jurusan perpajakan memang banyak, namun kesuksesan yang kamu impikan bergantung pada seberapa besar usaha yang kamu berikan untuk meraihnya.

Kelebihan Jurusan Perpajakan

Kelebihan pada jurusan ini terletak pada prospek kerja yang luas, dengan banyak pilihan karir yang dapat dipilih membuat lulusannya banyak dicari. Pada jurusan ini juga kamu tak perlu memiliki kemampuan yang bagus dalam bidang teknologi informasi, melakukan penelitian dengan menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, atau bahkan membelah-belah tikus untuk melihat isi perutnya.

Kamu cukup memiliki ketelitian dan kemampuan analisis yang cukup bagus untuk dapat mengikuti. Namun jika sudah berkuliah pada jurusan ini, kamu akan terbiasa untuk selalu teliti dan penuh perhitungan, bahkan saat menjalankan bisnis.

Tips Kuliah di Jurusan Perpajakan

Berkuliah pada jurusan ini sama halnya seperti pada jurusan lain. Kamu harus banyak membaca buku dan mengikuti informasi terkini. Dengan membaca buku, kamu dapat meningkatkan kemampuan analisis dan dapat berpikir dengan sistematis. Mengikuti informasi terkini juga dapat membuat kamu mengetahui aturan-aturan mana yang masih dan sudah tidak berlaku berserta alasannya.

Selain itu, kamu juga harus memiliki kemampuan analisis yang baik, karena terkadang terdapat dua kasus dengan permasalahan sama namun dapat diselesaikan dengan metode yang berbeda. Dengan melihat contoh kasus dengan aturan yang bersangkutan, kamu dapat menganalisis bagaimana cara menyelesaikan kasus tersebut tanpa merugikan kedua belah pihak.

Kamu juga harus banyak berlatih agar dapat meningkatkan skill yang dimiliki. Keseriusan dalam belajar membuat pengetahuan menjadi lebih luas. Selain itu kamu juga dapat mencoba mengikuti kegiatan magang yang diadakan oleh perusahaan, dengan begitu kamu mendapatkan pengalaman yang berharga dengan terjun langsung ke dunia kerja.

Baca juga: Mengenal Jurusan Manajemen

Demikian penjelasan mengenai jurusan perpajakan, jurusan apa yang akan kamu pilih? Setiap kesuksesan akan selalu dibarengi dengan usaha yang keras oleh karena itu jangan hanya terfokus pada jurusan yang kamu pilih saja, karena dunia masih terlalu luas untuk dapat diarungi. Masa depan yang cerah akan selalu bersama orang-orang yang berusaha dan mampu beradaptasi. Semangat!

Artikel Terbaru

Avatar

Shanty

saya seorang mahasiswa jurusan Perpajakan yang hobi menulis artikel berbagai tema

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *