Cara Mengirim Lamaran Kerja Lewat E-Mail yang Benar

Welcome back para pembaca website tambahpinter! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai tata cara atau format pengiriman lamaran dengan menggunakan e-mail.Seringkali, mungkin tanpa disadari oleh jobseeker, ketika melakukan pengiriman lamaran kerja ke email suatu perusahaan terdapat beberapa kesalahan yang jobseekers lakukan. Kesalahan-kesalahan kecil yang tanpa sengaja dilakukan tersebut, tidak jarang pada akhirnya membuat recruiter salah paham mengenai posisi yang hendak dilamar atau bingung dengan tujuan dari jobseeker.

Untuk menghindari hal-hal tersebut dan agar proses lamaran kerja jobseekers cepat diproses oleh recruiter dan tentu saja sesuai dengan posisi yang diinginkan oleh jobseeker, yuk kita simak cara mengirim lamaran kerja lewat e-mail!

Gunakan Alamat Email Formal

Sumber : Muhammad Ribkhan dari Pixabay

Apa yang dimaksud dengan alamat email yang formal? Dalam hal ini, yang dimaksud dengan alamat email formal adalah alamat email yang menggunakan kombinasi huruf dan angka yang jika dilihat orang lain, maka orang lain tersebut tidak akan mengalami kesulitan dalam membaca atau mengeja alamat email yang kamu miliki.

Baca juga: Cara Negosiasi Gaji Agar Sesuai Harapanmu

Misalnya: ratnagalih@gmail.com (dengan menggunakan nama lengkap kamu sebagai email), ratna01@gmail.com (atau kamu dapat menggunakan kombinasi angka).

Hindari alamat email yang sulit untuk dilafalkan oleh orang lain atau dibaca dengan baik oleh orang lain. Misalnya: r4tn4@gmail.com (huruf a yang diganti dengan angka 4), atau ratnaga1ih@gmail.com (angka satu yang digunakan sebagai huruf L). Jangan menggunakan kedua email ini sebagai alamat email untuk melamar pekerjaan. Selain terlihat kurang profesional, kedua email tersebut juga kemungkinan besar akan membuat pembacanya menjadi bingung melafalkannya.

Tulislah Pengantar Pada Body E-mail

Pada poin yang kedua ini, biasanya jobseeker tidak jarang mengosongkan body e-mail dan kemudian hanya mengirimkan CV saja. Hindari hal ini ya! Kesalahan ini akan membuat lamaran kamu tidak dapat diproses, karena akan membingungkan recruiter mengenai posisi apa yang ingin kamu lamar.

Loh, kan sudah ada surat lamaran dan subjek email, buat apa tulis di body email-nya lagi? Pertanyaan ini mungkin sudah menjadi pertanyaan yang umum untuk konteks pengiriman lamaran via email.

Coba saja kamu bayangkan ketika ada seseorang yang mengirim email kepada kamu dengan alamat yang lengkap, nama yang jelas, dan dengan sejumlah dokumen yang belum tentu ada judul dokumennya. Apa yang akan kamu pikirkan? Bingung bukan?

Apalagi jika terdapat ratusan lamaran yang masuk ke email recruiter tersebut, tentu saja akan membuat proses screening menjadi semakin lama. Untuk itu, ada baiknya jika jobseekers tetap mengisi body email dengan identitas lengkap dengan menjelaskan posisi yang ingin dilamar, ya!

Selain itu, gunakan sapaan seperti Bapak / Ibu Pimpinan PT. X atau Bapak / Ibu HRD PT.X. Jangan sampai kamu tidak menggunakan kata sapaan dan langsung saja menulis tujuan dari kamu mengirimkan e-mail.

Kesalahan yang sering terjadi adalah: Selamat pagi, perkenalkan nama saya Indah. Saya tertarik dengan lowongan pekerjaan yang ada. Saya ingin melamar, berikut adalah berkas saya. Hindari hal ini ya, readers! Jika kamu ingin melamar ke suatu perusahaan, gunakanlah kata sapaan agar kata pengantar di body e-mail tujuannya jelas ditujukan kepada siapa.

Mengisi Subject Pada Email

Sumber : Priskila dari Gmail

Pada poin ketiga, banyak juga ditemukan email lamaran pekerjaan tanpa disertai dengan subjek email. Hal ini juga penting diperhatikan sebelum melamar pekerjaan via email ya, readers!

Biasanya, recruiter akan mencantumkan kode angka atau singkatan tertentu untuk suatu posisi yang sedang open recruitment. Hal ini akan dicantumkan dalam website perusahaan tersebut atau dari social media, seperti Linkedin pada bagian bawah pemberitahuan lowongan kerja.

Jika tidak ada bagaimana? Jika tidak ada, kamu dapat mencantumkan secara jelas posisi yang kamu lamar pada bagian subjek email. Misalnya: Accounting, lamaran kerja accounting, divisi accounting, dan juga yang lainnya selama subjek tersebut dapat merepresentasikan dengan baik mengenai posisi apa yang kamu lamar.

Menuliskan Alamat Email Perusahaan dengan Benar

Pada poin keempat, terdapat hal yang terbaca sepele namun jika tidak dipastikan dengan benar, maka e-mail kamu tidak akan masuk ke dalam inbox perusahaan yang sedang mencari calon karyawan.

Tidak jarang, jobseeker keliru dalam menulis alamat e-mail perusahaan. Misalnya saja, dalam e-mail jobseeker terdapat alamat e-mail yang mirip dengan alamat e-mail perusahaan yang hendak jobseeker lamar. Kemudian, tanpa sengaja ­jobseeker mengirimkan CV ke alamat e-mail tersebut.

Kesalahan lain yang masih berkaitan dengan poin keempat adalah penggunaan huruf kapital maupun huruf kecil dalam alamat e-mail tersebut. Untuk memastikan e-mail lamaran kamu diterima, kamu bisa memastikan bahwa inbox e-mail kamu tidak mendapatkan notifikasi pengiriman e-mail yang gagal atau bisa langsung melihat sent items.

Sertakan Lampiran yang Dibutuhkan

Akhirnya, kita tiba pada poin kelima atau poin terakhir, jobseeker yang hendak melamar pekerjaan melalui e-mail wajib untuk melampirkan berkas lamaran agar dapat diproses oleh perusahaan.

Biasanya dalam suatu lowongan pekerjaan, HRD atau recruiter suatu perusahaan akan memberikan beberapa berkas yang harus dilampirkan via e-mail sebagai persyaratan yang dibutuhkan untuk melamar suatu posisi atau jabatan.

Berkas-berkas tersebut diantaranya: CV, surat lamaran kerja, dan berkas-berkas lainnya, seperti pas foto, fotokopi KTP, transkrip nilai, dan juga ijazah terakhir yang kamu miliki.

Dalam poin kelima, tidak dapat dipungkiri jika masih terdapat jobseeker yang menuliskan body e-mail tanpa melampirkan berkas lamaran apapun. Hindari hal ini ya, gaes! Ini sama saja seperti kamu sedang menawarkan produk baru kepada orang lain, namun kamu tidak mempersiapkan presentasi produk tersebut.

Hasilnya? Tentu saja recruiter akan bingung dengan kiriman e-mail dari kamu. Dan sebagian besar mungkin akan langsung memilih untuk mendiamkan e-mail lamaran kerja tersebut dalam inbox e-mail.

Contoh Lamaran Kerja Lewat Email

Berikut contoh lamaran kerja lewat email yang bisa kamu contoh:

lamaran kerja
Sumber : Lamaran kerja via email dari Priskila Theodora
lamaran kerja
Sumber : Lamaran kerja via email dari Priskila Theodora

Dari poin diatas tersebut, apakah diantara readers ada yang pernah melakukan kesalahan dalam mengirimkan e-mail ke perusahaan seperti yang sudah di sebutkan?

Baca juga: 5 Hal yang Boleh Dikatakan Saat Interview Kerja

Jika tidak, semoga readers tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan seperti yang sudah disebutkan diatas ya!

Baca juga: 4 Cara Follow Up Lamaran Kerja yang Benar

Namun, jika readers pernah melakukan kesalahan tersebut, alangkah baiknya jika dikesempatan yang akan datang ketika hendak mengirimkan e-mail ke perusahaan, readers melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengirimnya. Semoga bermanfaat!

Pemahaman Akhir

Dalam membahas mengenai tata cara atau format pengiriman lamaran kerja melalui e-mail, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar proses lamaran dapat berjalan lancar dan profesional. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para jobseeker dapat mempengaruhi pandangan recruiter terhadap lamaran yang masuk, sehingga penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.

Pertama, penting untuk menggunakan alamat e-mail yang formal dan mudah dibaca serta diingat oleh orang lain. Hindari menggunakan alamat e-mail yang sulit dilafalkan atau berisi kombinasi angka yang membingungkan. Alamat e-mail yang formal dapat memberikan kesan profesional dan menunjukkan keseriusan jobseeker dalam melamar pekerjaan.

Kedua, jangan kosongkan body e-mail ketika mengirim lamaran. Sertakan pengantar yang jelas dan lengkap yang menjelaskan posisi yang ingin dilamar dan tujuan dari e-mail tersebut. Hal ini akan membantu recruiter dalam melakukan screening lamaran dengan lebih efisien.

Ketiga, selalu cantumkan subjek pada e-mail lamaran. Jika recruiter memberikan kode atau singkatan posisi yang dibuka, gunakanlah itu dalam subjek e-mail. Jika tidak ada, tuliskan dengan jelas posisi yang ingin dilamar agar recruiter dapat mengidentifikasi dengan mudah.

Keempat, pastikan menuliskan alamat e-mail perusahaan dengan benar agar e-mail lamaran dapat masuk ke dalam inbox perusahaan yang tepat. Periksa kembali e-mail yang telah dikirim untuk memastikan tidak ada notifikasi pengiriman yang gagal atau kesalahan dalam alamat e-mail.

Kelima, sertakan semua berkas yang dibutuhkan dalam lampiran e-mail. Pastikan semua berkas yang diminta oleh perusahaan telah dilampirkan dengan lengkap, seperti CV, surat lamaran, pas foto, fotokopi KTP, transkrip nilai, dan ijazah terakhir.

Dengan memperhatikan tata cara yang benar dalam mengirim lamaran kerja melalui e-mail, jobseeker dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan perhatian recruiter dan memudahkan proses seleksi lamaran. Semoga contoh lamaran kerja lewat e-mail dan kesimpulan ini bermanfaat bagi para jobseeker dalam mencari pekerjaan. Tetaplah profesional dan teliti dalam mengirimkan lamaran agar mendapatkan kesempatan kerja yang diinginkan.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Priskila

Memiliki prinsip bahwa setiap orang mempunyai alasannya masing-masing untuk menghasilkan sebuah keputusan atau berperilaku. Hobi menulis yang ditekuninya dari sejak kecil ternyata membuat Priskila semakin komunikatif dalam menulis beragam topik dan berlanjut hingga sekarang. Disamping itu, Priskila juga menjadikan profesi Human Resource sebagai pekerjaan yang ditekuninya hingga saat ini.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *