7 Teknik Presentasi yang Baik Yang Perlu Diketahui

Memiliki teknik presentasi yang baik artinya public speaking-mu juga sangat baik. Hal itu dikarenakan presentasi termasuk ke dalam kemampuan public speaking. Kemampuan ini menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap orang. Bagaimana tidak, kini presentasi bukan hanya dilakukan di dunia kerja tapi juga di sekolah dan perkuliahan.

Masalahnya adalah tak sedikit orang yang malu dan justru merasa khawatir jika harus presentasi di depan orang lain. Jika kamu masih merasa seperti itu, tak perlu khawatir. Karena semua hal bisa terasa mudah jika terus dilatih.

Maka dari itu, bagi kamu seorang pelajar dan mahasiswa harus mengetahui apa saja teknik presentasi dan bagaimana teknik presentasi yang baik.

Kamu penasaran kan apa aja teknik presentasi yang baik dan juga efektif? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

7 Teknik Presentasi yang Baik

Teknik Presentasi
Sumber: wavebreakmedia dari freepik

Sebelum membahas teknik presentasi, kamu harus tau dulu dalam presentasi ada tiga komponen. Yaitu presenter (orang yang melakukan presentasi), media (alat untuk memaparkan presentasi), dan audiens (orang yang mendengarkan presentasi). Ketiga komponen inilah yang mempengaruhi teknik presentasi bisa dibilang efektif atau tidak.

Baca juga: Contoh Makalah

Sudah banyak para ahli yang memaparkan berbagai macam teknik presentasi yang baik. Artikel ini merangkum dari beberapa sumber berupa macam-macam teknik presentasi.

  1. Tetapkan tujuan presentasi

Sebelum memulai presentasi, kamu harus tau dulu apa tujuan presentasi tersebut. Kamu bisa menanyakan ke diri sendiri, seperti, mengapa perlu memberikan presentasi? Ide dan gagasan apa yang ingin disampaikan?

Tujuan akan menentukan apa maksud presentasi yang kamu bawakan, apakah itu untuk menambah informasi baru, mengajak audiens untuk bergabung, atau maksud lainnya. Selain itu jika tujuannya jelas, maka isi pesan yang akan disampaikan pun akan jelas. Slide atau tampilan presentasi juga akan lebih mudah dibuat sesuai dengan tujuan tersebut.

  1. Kenali Audiens

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, salah satu komponen presentasi ialah audiens. Coba bayangin, kalau kamu ingin melakukan presentasi tapi tak mengenali siapa audiensnya? Pastinya pesan yang kamu sampaikan nggak relate atau nggak sesuai sama audiensnya.

Presenter yang hebat akan terlebih dahulu mengenali kepada siapa ia berbica, kemudian menyesuaikan isi pembicaraan supaya relevan dan efektif. Tentunya presentasi yang ditampilkan ke anak SMP akan berbeda jika ditampilkan ke orang dewasa. Maka dari itu, baik dari gaya bicara, isi presentasi, dan cara pendekatan akan berbeda sesuai dengan siapa audiensnya.

  1. Siapkan Media / Slide Presentasi

Setelah mengetahui tujuan, akan lebih bagus jika kamu menggunakan slide presentasi untuk membantumu memaparkan isi pesan. Sesuaikan slide presentasi dengan tema yang kamu ambil dan siapa audiensnya.

Jika tema presentasi tentang proposal bisnis, maka buatlah slide presentasi yang formal. Namun, jika presentasi ingin kamu tunjukan ke teman sekelas, kamu bisa membuat tema presentasi yang semi formal.

Yang terpenting dalam poin ini adalah pesan yang kamu sampaikan bisa termuat dengan baik melalui slide presentasi. Kamu harus bisa membuat presentasi yang  tidak terlalu banyak teks dan juga dilengkapi dengan gambar ataupun media lainnya.

  1. Buatlah pembukaan yang menarik

Pembukaan presentasi yang baik dan menarik adalah kunci sebuah presentasi yang berhasil. Karena di bagian inilah kamu bisa menarik perhatian audiens. Buatlah pembukaan yang kuat dan mampu mengajak audiens terlibat secara emosional.

Untuk membuat pembukaan yang menarik, kamu bisa menggunakan cara berikut; mulai dengan kisah yang menarik sesuai dengan tema presentasi, mengutip ucapan seorang tokoh terkenal, mengungkapkan data statistic, atau bakan kamu juga bisa membuka dengan gagasan humor, lho.

Apapun pilihannya, yang terpenting adalah audiens mau mendengarkan terlebih dahulu. Jika kamu berhasil meraih perhatian di saat pembukaan, maka mengajak audiens supaya memerhatikan isi presentasi akan lebih mudah.

Baca juga: Cara Membuat Daftar Pustaka

  1. Tidak bertele-tele

Jika kamu menjadi audiens, pastinya isi presentasi ingin disampaikan dengan singkat, padat, dan jelas bukan? Teknik presentasi yang satu ini adalah sampaikan pesan dengan tidak bertele-tele.

Kamu bisa meringkas presentasi dengan sesingkat mungkin tanpa menghilangkan esensinya. Salah satu Teknik yang bisa digunakan adalah Teknik 10:20:30 yang dipopulerkan oleh guy Kawasaki. Guy Kawasaki adalah marketing specialist yang sering menjadi keynote speaker di acara bergengsi.

Teknik ini berupa maksimal 10 slide presentasi, maksimal 20 menit menyampaikan presentasi, dan minimal 30 untuk ukuran font presentasi. Jadi, presentasi yang disampaikan akan berisi ‘daging’.

  1. Perhatikan intonasi dan tempo bicara

Intonasi menjadi hal yang penting di saat presentasi. Banyak Teknik intonasi yang bisa kamu coba. Pertama sebelum berbicara di depan public atau audiens, kamu bisa mencoba Latihan vokal supaya kata yang kamu ucapkan bisa terdengar jelas dan tidak blepotan.

Saat presentasi, buatlah tempo bicara yang pas. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat. Tempo bicara orang normal ialah 120 kata permenit, maka dari itu usahakan ketika presentasi tempo bicaramu di rentang 100-120 kata per menit.

Saat presentasi juga pastikan intonasi atau nada bicara yang diucapkan sesuai dengan kondisi. Berikan penekanan di kalimat-kalimat yang penting supaya audiens memahami pembahasan materi. Sangat tidak disarankan untuk presentasi dengan membaca teks karena intonasi yang diucapkan akan intonasi membaca. Hal tersebut akan membuat audiens kamu merasa jenuh.

  1. Kontak mata dan gestur tubuh

Kontak mata atau eye contact menjadi hal yang penting dalam presentasi, ditambah dengan gestur tubuh yang sesuai. Jika kamu sudah bisa menggunakan Teknik ini, maka presentasimu akan memukau audiens.

Teknik kontak mata bisa kamu mulai ketika sudah berada di depan audiens. Mulailah memasang gestur tubuh yang ramah dengan tersenyum dan mengedarkan pandangan ke semua audiens. Hal tersebut berguna untukmu supaya membangun citra ramah dan juga bersahabat.

Sepanjang presentasi berlangsung, jangan sungkan untuk menatap masing-masing mata audiens supaya bisa membangun hubungan personal dengan audiens. Selain itu, usahakan untuk jangan terlalu cepat mengalihkan pandangan. Pastikan kamu mampu melakukan kontak mata dengan audiens 3-5 detik.

Terakhir, tidak kalah penting yaitu jangan terlalu sering melihat layar presentasi. Ketika kamu melakuka presentasi pastikan pandangan focus ke audiens saja dan sesekali boleh melihat ke arah layer. Jika terlalu fokus ke layar, maka audiens akan menyangka kalau kamu kurang menguasai materi. Maka dari itu, kuasailah materi sebelum presentasi dimulai.

Baca juga: Contoh Paper

Tips Presentasi Lainnya yang Bisa Kamu Coba

Tips Presentasi yang baik
Sumber: Pressfoto dari Freepik
  1. Membuat cue card yang berisi poin-poin penting materi
  2. Pancing reaksi audiens dengan memberikan semangat atau menanyakan kabar
  3. Buatlah games atau hal-hal yang menarik seperti menampilkana video, music, dan lain sebagainya ketika presentasi berlangsung
  4. Posisikan sebagai audiens
  5. Latihan di depan cermin sebelum memulai presentasi
  6. Persiapkan presentasi sedetail mungkin dan jauh-jauh hari
  7. Tarik napas sebelum memulai presentasi
  8. Meminta pendapat orang lain ketika Latihan presentasi
  9. Jangan takut untuk mencoba dan percaya diri
  10. Jaga semangat dan spirit agar performa tidak menurun ketika di akhir presentasi

Itu dia pembahasan tentang Teknik presentasi yang baik beserta tips presentasinya. Beberapa hal di atas bisa kamu coba dan teruslah berlatih agar presentasi dan public speaking kamu makin jago. Selamat mencoba dan semangat berlatih!


Referensi

Noer, Mohammad. 2014. Teknik Kreatif Menyajikan Presentasi Memukau. Jakarta: PT Elex Media Komputido.

Winarno, Edi, dkk. 2013. Teknik mudah Membuat Presentasi Istimewa. Jakarta: PT Elex Media Komputido.

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Suka apapun tentang dunia tulis menulis dan buku. Menamatkan kuliah di Sastra Indonesia UNJ dan kini menjadi content writer.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *