Manajemen Persediaan: Faktor dan Cara Menghitungnya

Banyak sekali aspek penunjang dalam perusahaan, sehingga perusahaan bisa berjalan dengan baik. Saking banyaknya, perlu adanya pengelolaan yang benar terhadap tiap aspek tersebut.

Persediaan merupakan salah aspek penting yang menunjang jalannya perusahaan, terlebih bagi perusahaan yang kegiatan usahanya berupa produksi barang. Persediaan tersebut bisa berupa bahan mentah maupun persediaan bahan setengah jadi. Agar terkelola dengan baik dan benar, baik barang mentah ataupun bahan jadi tersebut perlu adanya manajemen persediaan.

Adanya persediaan bahan mentah maupun bahan jadi yang dikelola dengan baik, dapat menghindarkan tersendatnya proses produksi. Sebab semuanya sudah terjadwal, apa yang harus disediakan sekarang, bahan apa saja yang harus segera diolah dan sebagainya. Sehingga dengan hal ini, kelangkaan bahan baku dapat dihindari, dan kenaikan harga yang tak terduga pun dapat diminamlisir. Ini merupakan salah satu manfaat dari manajemen persediaan.

Manajemen persediaan mempunyai nilai strategis yang tinggi bagi perusahaan. Hal ini tak lain karena sekitar 25%, bahkan lebih dari investasi yang disuntikkan bagi perusahaan, diwujudkan sebagai persediaan. Dengan kata lain persediaan memiliki andil yang cukup besar dalam aktiva lancar perusahaan. Hal ini merupakan modal kerja yang digunakan untuk menjalankan roda perusahaan.

Jika dikaji dalam persentase, perbandingan persediaan dengan penjualan berkisar 15% hingga 20%. Di sisi lain perbandingan persediaan terhadap total aset berada dalam rentang angka 20% hingga 30%. Secara matematis, semakin besar penjualan maka semakin banyak juga persediaan yang dibutuhkan, pun begitu sebaliknya.

Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan
Sumber: THAM YUAN YUAN dari Pixabay

Tiga alenia di atas merupakan sedikit perkenalan tentang manajemen persediaan. Pengertian lengkapnya kami bahasa pada alenia ini. Berdasarkan pengertian dari Kasmir, yang dimaksud persediaan adalah sejumlah barang tertentu yang harus disediakan oleh perusahaan, pada tempat yang telah ditentukan. Dengan kata lain, sejumlah barang tersebut harus disediakan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan produksi perusahaan. Kemudian yang dimaksud tempat tertentu bisa gudang sendiri, maupun gudang yang dimiliki perusahaan lain.

Baca juga: Contoh Kemasan: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Jenis

Dalam manajemen persediaan, perusahaan biasanya memiliki beberapa jenis persediaan. Persediaan yang ada tergantung dari jenis perusahaannya. Sebagai contoh, jenis persediaan untuk perusahaan manufaktur akan berbeda dengan perusahaan jasa atau dagang.

Jika pada perusahaan dagang, jenis persediaan biasanya hanya satu jenis barang saja, namun pokok-pokok barang yang harus disediakan cukup banyak. Di sisi lain, perusahaan jasa memiliki jenis persediaan yang lebih sedikit daripada perusahaan manufaktur.

Dalam praktiknya, terdapat tiga jenis persediaan menurut Kasmir (2013:267). Ketiga persediaan tersebut adalah:

Bahan baku (material inventory)

Bahan baku juga sering disebut sebagai bahan mentah. Bahan ini dicampur dengan berbagai bahan lain saat pertama kali proses produksi dilakukan. Hasil olahan bahan baku ini bisa berupa barang jadi maupun setengah jadi.

Barang setengah jadi

Pada tahap ini barang sudah mengalami pemrosesan. Oleh karenanya, barang setengah jadi ini juga sering disebut sebagai barang dalam proses.

Barang jadi

Adalah barang yang telah mengalami tahapan berupa barang setengah jadi, lalu siap untuk dijual kepada konsumen. Persediaan barang jadi ditentukan oleh divisi produksi serta divisi penjualan. Sehingga perlu adanya koordinasi di antara keduanya.

Sehingga dari berbagai pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan mengenai pengertian manajemen persediaan. Manajemen persediaan adalah kemampuan mengelola berbagai bahan persediaan yang dibutuhkan perusahaan untuk proses produksi.

Manajemen produksi harus benar-benar dijaga dengan baik. Dengan kata lain harus sesuai jadwal yang telah dibuat. Sehingga dengan begini, perputaran perusahaan pun akan berjalan dengan baik.

Baca juga: Komunikasi Bisnis: Fungsi, Proses, Hambatan dan Teori

Fungsi Manajemen Persediaan

Persediaan muncul dikarenakan terdapat jumlah yang tak sama antara permintaan dengan persediaan, serta waktu yang diperlukan untuk memproses bahan baku menjadi produk. Dengan perencanaan dan pengendalian persediaan yang tepat, proses produksi dan pemasaran akan tetap stabil, baik saat permintaan meningkat atau mengalami penurunan.

Manajemen persediaan yang baik benar-benar dibutuhkan dalam perusahaan. Sebab persediaan muncul karena ada waktu tunggu antar operasi, mulai dari pembelian bahan baku, hingga pendistribusian bahan baku ke berbagai tempat pemasaran.

Menurut Yamit (2003), terdapat empat faktor yang menjabarkan fungsi dari perlunya persediaan.

Faktor waktu

Dalam faktor waktu, berkaitan erat dengan lamanya proses produksi serta penyaluran, sebelum barang jadi diterima konsumen.

Fakfor ketidakpastian waktu

Ketidakpastian datangnya barang dari supplier mengakibatkan adanya kebutuhan akan bahan baku. Dengan begitu proses produksi dan pengiriman barang kepada konsumen tidak akan mengalami keterlambatan.

Faktor ketidakpastian penggunaan

Faktor ketidakpastian penggunaan dari perusahaan yang disebabkan kesalahan prediksi, rusaknya mesin, hingga keterlambatan operasi.

Faktor ekonomis

Munculnya faktor ekonomis dikarenakan adanya keinginan perusahaan dalam upaya mendapatkan biaya rendah untuk memproduksi, atau membeli barang dengan jumlah yang ekonomis. Jika perusahaan melakukan pembelian dalam jumlah yang cukup banyak, kemungkinan besar perusahaan akan mendapat potongan harga. Hal ini tentu baik, karena dapat menurunkan biaya pembelian serta biaya transportasi per itemnya jadi lebih murah.

Sehingga dari berbagai ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa, fungsi dari manajemen persediaan adalah untuk memperlancar proses produksi perusahaan. Karena jika tak dikelola dengan baik dapat menghambat jalannya proses produksi.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Persediaan

Guna menentukan jumlah persediaan yang ideal serta optimal, maka perlu mengkaji beberapa faktor yang memengaruhi besar kecilnya persediaan. Menurut Mohamad Muslich (2003:122), faktor-faktor yang memengaruhi persediaan adalah sebagai berikut:

Biaya persediaan

Semakin sering melakukan pesanan dalam jumlah kecil, maka biasa pemesanan pun akan meningkat. Di sisi lain, persediaan barang dengan jumlah yang besar akan berpengaruh pada biaya penyimpanan. Semakin besar jumlah persediaan, maka semakin besar pula biaya penyimpanan. Di samping itu juga perlu mengkaji tentang biaya modal yang terdapat pada persediaan.

Sejauh mana permintaan barang dapat diketahui

Jika jumlah permintaan barang dari pembeli dapat diketahui, maka perusahaan dapat menentukan jumlah kebutuhan barang untuk dua masa periode. Sehingga persediaan barang bisa optimal.

Jangka waktu penyerahan barang

Yang dimaksud dalam hal ini adalah lama penyerahan barang antara pemesanan dengan waktu tiba barang. Dalam istilah lain, hal ini juga sering disebut dengan lead time atau delivery time.

Perolehan diskonto

Sudah lazim jika membeli barang dalam julah besar, maka akan mendapat diskon. Sedikit banyak hal ini juga turut andil dalam memengaruhi jumlah persediaan barang.

Ada pendapat lain yang juga menyoroti perihal faktor-faktor yang memengaruhi persediaan barang ini. Menurut Agus Ristono (2009:6), besar kecilnya persediaan bahan baku serta bahan penolong dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:

Jumlah yang dibutuhkan

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan estimasi berdasarkan kebutuhan proses produksi dalam suatu periode tertentu. Tujuannya tak lain adalah untuk menjaga kelangsungan proses produksi.

Kontinuitas produksi yang tak berhenti

Untuk menjaga kontinuitas produksi ini, diburuhkan tingkat persediaan bahan baku yang tinggi.

Sifat bahan baku

Sifat yang dimaksud di sini adalah, apakah cepat rusak atau malah tahan lama. Jika persediaan barang termasuk dalam kelompok barang cepat rusak, maka tak perlu menyimpan persediaan terlalu banyak. Sebaliknya jika bahan baku yang dimiliki bisa disimpan dalam waktu yang lama, penyimpanan perusahaan bisa diperbesar.

Dari berbagai pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi besar kecilnya persediaan barang ternyata sangat kompleks. Tak bisa sembarang menentukan, tak bisa asal-asalan dalam menentukan persediaan barang, karena bisa berpengaruh terhadap proses produksi.

Metode Pendekatan Manajemen Persediaan

Dalam menentukan persediaan, ada suatu metode yang bisa dipakai. Nama metode tersebut adalah EOQ (Economic Order Quantity). Metode Economic Order Quantity ini merupakan salah satu metode tertua dalam mengontrol persediaan. Metode ini dikenal sebagai teknik kontrol persediaan yang sangat mengoptimalkan biaya total, pemesanan serta penyimpanan. Yang dilakukan metode ini adalah dengan membuat biaya-biaya menjadi seminimal mungkin.

Teknik Economic Order Quantity dalam manajemen persediaan didasarkan pada berbagai asumsi berikut:

  1. Permintaan diketahui jumlahnya, selain itu juga cukup konstan dan tidak terpengaruh dari hal lain (independen).
  2. Waktu tunggu. Yang dimaksud waktu tunggu di sini adalah waktu antara pemesanan dengen penerimaan pemesanan. Kedua hal tersebut harus sudah diketahui dan sifatnya konstan.
  3. Persediaan tiba pada suatu waktu. Persediaan segera diterima dan segera selesai semuanya. Hal ini berarti persediaan yang dipesan datang berkelompok dan suatu waktu.
  4. Tidak terdapat diskon terhadap besarnya jumlah persediaan.
  5. Variabel biaya berupa biaya untuk pemasangan dan pemesanan dan biaya untuk menyimpan persediaan dalam waktu tertentu.
  6. Kekurangan persediaan dapat seluruhnya dihindari jika pemesanan dilakukan tepat waktu.

Ketika mengelola persediaan, manajer operasional kerap menemui keadaan dimana harus menekan biaya seminimal mungkin agar biaya persediaan perusahaan cukup rendah, sehingga barang yang tersimpan di gudang tidak terlalu mahal. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menanggung beban persediaan yang cukup tinggi, sebagai akibat karena memesan pada pemasok terlalu sering.

Dengan klasifikasi seperti ini, Menurut Russel & Taylor (2014:432), Economic Qrder Quantity berfungsi sebagai penentu jumlah pemesanan yang optimal, sehingga biaya persediaan dapat ditekan. Economic Order Quantity memiliki beberapa model varian, tergantung asumsi yang dipakai dalam menentukan persediaan. Pada dasarnya ada dua macam model, yang pertama adalah basic Economic Order Quantity dan production quantity model.

Dari berbagai pemaparan di atas tentang Economic Order Quantity (EOQ) dapat diambil kesimpulan bahwa, EOQ adalah metode yang dipakai untuk melihat berapa banyak jumlah barang yang harus dipesan dalam suatu pemesanan. Harapannya, dengan metode EOQ tidak akan lagi ditemui kekurangan persediaan maupun kelebihan persediaan, sehingga biaya persediaan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Cara Menentukan Biaya Persediaan 

Telah dikatakan di atas bahwa Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu cara atau model untuk menentukan biaya persediaan. Pada sub bab ini akan kami sajikan rumus beserta contoh cara menentukan biaya persediaan dengan Economic Order Quantity (EOQ).

Rumus menentukan biaya persediaan dengan Economic Order Quantity:

Keterangan:
EOQ : Kuantitas pemesanan yang paling ekonomis
O : Biaya pemesanan setiap kali pesan
R : Kebutuhan bahan tahunan
C : Presentase biaya simpan
P : Harga beli per unit persediaan

Sebelum menggunakan rumus ini, ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Asumsi ini sebenarnya telah kami jabarkan di atas. Jika lupa akan kami tulis kembali di sini.

Asumsi yang harus dipenuhi dalam menggunakan rumus EOQ :

  1. Penjualan dapat diperkirakan dengan baik
  2. Bahan yang digunakan konstan
  3. Dapat melakukan pemesanan secara seketika
  4. Dalam mengirim barang, dapat dikerjakan secara cepat

Agar lebih paham dalam menggunakan rumus EOQ di atas, maka ada baiknya kita menghitungnya dalam contoh soal berikut:

PT. Umar Jaya yang bergerak di bidang tekstil, dalam setahun membutuhkan bahan sebanyak 500.000 unit dengan harga per unitnya Rp. 20. Setiap kali memesan bahan, PT. Umar Jaya mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 50.000. Kemudian untuk menyimpan bahan persediaan tersebut, biaya yang dikeluarkan sebesar 50% dari rerata persediaan. Hitunglah EOQ nya!

Baca juga: Kepuasan Konsumen: Pengertian, Teori, Faktor dan Indikator

Penyelesaian:

Diketahui:
R = 500.000
O = 50.000
C = 50%
P = 20

Ditanya: EOQ?

Dijawab:

Jadi dengan perhitungan di atas kita dapat mengetahui jumlah EOQ dari PT. Umar Jaya adalah sebanyak 3 unit.

Baca juga: Perilaku Konsumen: Jenis, Faktor, Proses, Serta Cara Mengenali

Pemahaman Akhir

Manajemen persediaan merupakan hal penting dalam perusahaan, terutama untuk perusahaan yang bergerak dalam produksi barang. Persediaan yang terkelola dengan baik membantu menghindari tersendatnya proses produksi dan mengurangi risiko kelangkaan bahan baku atau kenaikan harga yang tak terduga. Sekitar 25% atau lebih dari investasi perusahaan diwujudkan sebagai persediaan, sehingga manajemen persediaan memiliki nilai strategis yang tinggi sebagai modal kerja perusahaan.

Terdapat tiga jenis persediaan, yaitu bahan mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. Setiap jenis persediaan memerlukan manajemen yang berbeda-beda tergantung pada jenis perusahaan.

Fungsi manajemen persediaan adalah memperlancar proses produksi dan memastikan kelangsungan perusahaan dalam menghadapi fluktuasi permintaan dan ketidakpastian waktu. Beberapa faktor yang memengaruhi persediaan meliputi biaya persediaan, waktu tunggu, ketidakpastian permintaan, dan faktor ekonomis.

Metode yang dapat digunakan dalam manajemen persediaan adalah Economic Order Quantity (EOQ). EOQ membantu menentukan jumlah pemesanan yang optimal untuk mengoptimalkan biaya persediaan. Rumus EOQ digunakan dengan asumsi permintaan yang diketahui dan konstan, waktu tunggu yang diketahui dan konstan, serta persediaan yang tiba pada suatu waktu.

Dalam melakukan manajemen persediaan, perusahaan harus memperhatikan asumsi-asumsi yang digunakan dalam metode EOQ dan memenuhi syarat-syarat agar perhitungan menjadi akurat. Dalam contoh perhitungan, perusahaan PT. Umar Jaya memperoleh EOQ sebesar 3 unit.

Demikian penjelasan mengenai pengertian manajeman beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca, bermanfaat dan memberi sumbangsih pengetahuan. Terima kasih.


Sumber :

eprints.umm.ac.id

repository.widyatama.ac.id

e-journal.uajy.ac.id

eprints.dinus.ac.id

Artikel Terbaru

Avatar photo

Ratih

Penggemar teh yang suka nulis dan jalan - jalan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *