Macam-Macam Majas dan Contohnya

Pernah membaca novel yang membuatmu terbawa ke dalam alur ceritanya? Atau pernah membaca puisi yang membuatmu terharu bahkah sampai ikut menangis? Karya sastra tersebut pasti menggunakan majas yang bisa menarik perhatian pembaca.

Sebagai gaya bahasa, majas memiliki banyak jenisnya. Penasaran dengan macam-macam majas? Berikut adalah pengertian majas dan macam-macam majas yang wajib kamu ketahui agar makin jago berbahasa Indonesia. Simak artikel ini sampai habis, ya!

Pengertian Majas

Majas Pertentangan
Sumber foto: Janoonn08 dari Freepik

Majas dapat disebut sebagai gaya bahasa. Bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau dapat dikatakan sebagai kiasan.

Prof. Dr. H. G. Tarigan selaku ahli bahasa dan akademisi bahasa Indonesia memaparkan bahwa  majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis.

Dari beberapa pengertian di atas, majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dalam bahasa kiasan. Tujuan penggunaan majas sendiri ialah agar memberikan efek ke arah emosional kepada pembaca. Dapat dikatakan, majas merupakan cara berbahasa sehingga menghasilkan nuansa yang lebih indah, ekspresif, dan imajinatif.

Macam-Macam Majas

Secara umum pembagian macam-macam majas dibagi menjadi empat kategori yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegaran. Tiap macam tersebut memiliki banyak contoh yang dapat digunakan di berbagai karya sastra. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya.

Majas Perbandingan

Siapa nih yang masih asing dengan majas ini? Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan dan memunculkan perbandingan untuk membuat kesan dan juga pengaruh tertentu bagi pendengar atau pembaca. 

Ciri utama yang bisa kamu kenali dari majas ini adalah terdapat sesuatu yang diperbandingkan. Bisa secara langsung ataupun tidak langsung. Majas ini memiliki cara membandingkan yang bervariasi. Kamu dapat membandingkan satu objek dengan objek lainnya dengan  cara menyamakan, melebihkan, dan juga menggantikan.

Majas perbandingan sendiri dibagi beberapa jenis, yaitu, majas asosiasi, majas metafora, majas personifikasi, majas hiperbola, majas alegori, majas simbolik, majas metonimia, majas sinekdoke, majas simile, majas litotes, majas sinestesia, majas eufisme, majas alusio, dan majas eponim.

Apabila kamu ingin mengetahui majas perbandingan dan contohnya secara lebih lengkap klik pada link berikut ya: Contoh Majas Perbandingan

Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya behasa yang memperlihatkan adanya pertentangan dimana terdapat kata-kata yang berlawanan dengan arti sebenarnya. Macam-macam majas pertentangan pun adalah majas oksimoron, majas paradoks, majas, antitesis, majas kontradiksi interminums, dan majas anakronisme. Berikut adalah penjelasan beserta contoh-contohnya.

Majas Oksimoron

Majas oksimoron hampir mirip dengan majas paradoks. Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang terdapat sebuah pertentangan dalam satu frasa atau kalimat yang sama.

Contoh dari majas oksimoron adalah sebagai berikut:

  • Cinta dan benci bergolak di dalam dadaku.
  • Reuni SMA kemarin penuh dengan isak tangis bahagia.

Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas yang mengungkapkan dua hal yang berlawanan meskipun keduanya benar secara kenyataan. Majas ini tidak ditulis dalam satu frasa seperti majas oksimoron. Berikut adalah contohnya:

  • Walaupun berada di pesta yang meriah dan ramai ini, aku merasa sangat kesepian.
  • Meski terkenal nakal, tetapi murid itu rajin mengerjakan dan mengumpulkan tugas.

Majas Antitesis

Majas antitesisis merupakan majas yang menggunakan kata-kata yang memiliki arti bertentangan satu dengan yang lain. Ciri dari majas ini adalah kata yang bertentangan tersebut saling berdekatan. Yuk, kita lihat contohnya di bawah ini:

  • Dari tua-muda, laki-laki dan perempuan, semuanya hadir dalam acara reuni di kampusku.
  • Asam manis kehidupan di dunia ini harus selalu dinikmati dengan hati yang tenang.

Majas Kontradiksi Interminus

Pengertian majas ini adalah gaya bahasa yang berupa pengecualian. Secara lebih jelas, majas ini berisi kalimat yang sebelumnya disebutkan sesuatu yang diperbolehkan, lalu kemudian diikuti dengan penyangkalan. Berikut ini adalah contohnya:

  • Keluargaku pergi ke Sumedang di hari Sabtu, kecuali Kakak yang harus lembur bekerja.
  • Semua orang boleh memasuki ruangan tersebut, kecuali pengunjung yang tidak memiliki akses.

Majas Anakronisme

Majas anakronisme merupakan jenis majas pertentangan yang mengatakan sesuatu di masa lalu, kemudian memberikan pertentangan. Majas ini digunakan untuk menceritakan sesuatu yang terjadi di waktu lampau. Contoh dari majas anakronisme adalah sebagai berikut.

  • Cinderella mengenakan gaun dansa yang indah karena membelinya di Shopee.
  • Gajah Mada sedang mengepung musuh dengan bom dan pesawat perang.

Majas Sindiran 

Pernah mendengar seseorang menyindir secara halus? Hal tersebut dapat menggunakan majas sindiran, loh. Majas sindiran adalah slaah satu jenis gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan berbentuk sindiran dan bertujuan untuk menyindir. Baik kepada seseorang, perilaku, ataupun suatu kondisi. 

Macam-macam majas sindiran dibagi menjadi 5 jenis, yaitu majas ironi, majas sarkasme, majas sinisme, majas satire, dan majas innuendo. Berikut adalah macam-macam majas dan contohnya.

Majas Ironi

Pengertian majas ironi adalah majas yang di dalamnya terdapat hal yang ironis. Ciri utama dari majas ini adalah adanya hal yang seolah meninggikan sesuatu, tetapi setelah itu menjatuhkan hal tersebut. Simak contohnya di bawah ini:

  • Senyummu manis sekali hari ini, sampai ada bekas cabai merah di gigimu.
  • Rajin banget ya kamu Andi, semua tugas Bahasa Indonesia sampai setumpuk gunung begini.

Majas Sarkasme

Berbeda dengan majas ironi, majas sarkasme adalah gaya bahasa sindiran yang sifatnya kasar, dengan kata-kata langsung, dan juga menohok. Majas ini merupakan majas yang langsung menyindir pada seseorang. Yuk, simak contohnya:

  • Aku selalu jijik melihat muka dan bertemu denganmu.
  • Mengerjakan soal seperti ini saja kamu tidak bisa, dasar tidak punya otak!

Majas Sinisme

Majas sinisme adalah jenis sindiran langsung yang biasanya sering terlontar dalam percakapan. Pada umumnya, majas ini sering digunakan dalam hal mengkritik sesuatu, baik berupa ide, tindakan, ataupun sebuah rencana. Berikut ini adalah contohnya.

  • Otakmu kan sudah encer dan pandai, mengapa masih harus bertanya padaku?
  • Jangan terlalu memiliki sikap yang keras kepala, sesekali turunkanlah egomu dan ikuti nasihat dari orang tua. Gak mau kan jadi anak durhaka?

Majas Satire

Pengertian majas satire yaitu majas yang memiliki maksud untuk mengecam atau menawarkan sesuatu. Majas ini merupakan gabungan dari majas ironi, sarkasme, dan sinisme. Maksudnya adalah majas ini memiliki penggunaan kata-kata yang kasar namun ditampilkan secara lebih halus. 

  • Telingamu pasti sudah tidak berfungsi, kami panggil puluhan kami tak jua kamu keluar rumah.
  • Percuma mempunyai anak perawan, disuruh membersihkan rumah malah di kasur terus.

Majas Innuendo

Majas innuendo sedikit berbeda dengan majas lainnya. karena majas ini menggunakan gaya bahasa yang mengungkapkan sindiran dengan mengecilkan fakta sebenarnya. Supaya kamu lebih paham, perhatikan contohnya, ya.

  • Jangan berlebihan, lelaki itu tidak pantas kau tangiskan. Masih banyak lelaki lainnya yang sedang menunggumu.
  • Berhenti seolah-olah kau akan mati, kau hanya tidak keterima di universitas tersebut, bukan kehilangan nyawamu.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu secara tegas, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca ataupun pendengar. Ciri-ciri dari majas ini adalah terdapat pengulangan kata atau pun penambahan kata. Berikut ini adalah macam-macam majas penegasan

Majas Apofasis/Majas Pretesio

Apabila kamu membaca atau mendengar kalimat yang hendak membunyikan sesuatu, tapi justru hal tersebut seolah menegaskannya, itu artinya kalimat tersebut menggunakan majas apofasis.

Majas apofasis atau sering disebut juga majas pretesio adalah gaya bahasa yang seolah-olah menyangkal sesuatu, namun justru menegaskan sesuatu tersebut. Biar kamu makin paham, yuk lihat contohnya.

  • Sejujurnya saya enggan mengatakan dalam rapat kali ini, bahwa Anda telah menggelapkan dana OSIS.
  • Tak pernah terbayangkan aku akan mengucapkan ini, namun karena kondisi yang semakin memanas aku harus jujur, kamu tidak lolos seleksi ujian masuk sekolah seni.

Majas Pleonasme

“Silakan maju ke depan’ 

Apa kamu membaca sesuatu yang sudah jelas pada kalimat tersebut? Yap, kata ‘maju’ yang disandingkan dengan ‘ke depan’ sebetulnya tidak diperlukan. Karena kata ‘maju’ artinya adalah bergerak ke depan. Nah, tahukah kamu bahwa kalimat tersebut ialah majas pleonasme?

Majas pleonasme adalah majas yang memberikan keterangan tambahan untuk sesuatu yang sudah jelas. Dapat dikatakan bahwa sebenarnya hal tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Berikut adalah contohnya.

  • Pak Joni menepikan mobilnya ke pinggir karena bannya terasa kempes.
  • Saat berlari, Tina mendadak mundur ke belakang karena melihat ada seekor kucing yang terluka.

Majas Repetisi

Majas repetisi merupakan majas yang diungkapkan dengan cara pengulangan kata, frasa, ataupun klausa yang dianggap penting dalam suatu kalimat. Tujuannya adalah untuk menyatakan maksud dan juga tujuan. Berikut adalah contoh majas repetisi

  • Ayah lah yang membesarkanmu seorang diri, Ayah lah yang menjagamu selama ini, Ayah lah yang berjuang sampai rela harus mati.
  • Berdoa, berdoa lagi, dan berdoa terus agar kamu dapat meraih segala cita-citamu.

Majas Paralelisme

Berdasarkan asal-usul kata, paralelisme berasal dari bahasa  Inggris ‘paralelizm’ yang artinya ‘sejajar’. Maksudnya majas paralelisme adalah sebuah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu kesejajaran.

Ciri yang bisa kamu kenali dari majas ini adalah terdapat penegasan kalimat dengan cara mengulang kata, frasa, ataupun klausa secara sejajar. Simak contohnya ya, agar kamu semakin paham.

  • Di zaman sekarang kesempatan untuk berkarier, baik bagi kaum pria dan wanita memiliki kedudukan yang hampir sama.
  • Memakai hijab atau tidak memakai hijab tidak berpengaruh tehadap kecantikan hati yang dimiliki wanita.

Majas Klimaks

Karena termasuk ke dalam majas penegasan, majas klimaks bertujuan untuk menegaskan urutan dari bawah sampai atas. Majas klimaks adalah gaya bahasa yang menjelaskan hal yang berurutan dari bawah sampai arat puncak/klimaks. Ciri-ciri dari majas ini yaitu terdapat kata ‘dari… sampai…’. Beriku adalah contoh majas klimaks.

  • Rapat di sekolah itu dihadiri oleh wali murid, guru, dan kepala sekolah.
  • Memasuki akhir tahun, Indonesia selalu dipenuhi wisatawan, mulai dari wisatawan lokal sampai mancanegara.

Majas Antiklimaks

Kebalikan dari majas klimkas, majas antiklimaks adalah majas yang menyampaikan suatu hal secara berurutan secara menurun. Ciri khas dari majas ini yaitu menggunakan kata-kata yang berhierarki yang makin lama makin turun. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Acara pensi tahun ini diramaikan oleh berbagai pihak, mulai dari guru-guru, wali murid, siswa, hingga umum pun menghadiri pensi tersebut.
  • Toko musik di Senen menjual beragam jenis kaset. Dimulai dari kaset tahun 2000-an, tahun 1990-an, sampai kaset 1980-an pun masih dijual.

Majas Retoris

Pastinya kamu pernah mendengar seseorang mengatakan pertanyaan, tapi sesungguhnya kamu tidak perlu menjawabnya. Nah, kalimat tersebut ialah majas retoris. Dapat dikatakan bahwa majas retoris adalah gaya bahasa yang berupa pertanyaan dan jawabannya sudah terdapat pada kalimat tersebut. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • Untuk apa kita berkumpul di sini, jika tidak ada kata mufakat?
  • Apakah ini yang kalian sebut merdeka itu?

Majas Elipsis

Elipisis dalam KBBI sebagai tanda baca yang menggambarkan suatu kata yang dihilangkan. Begitu pun sama dengan majas elipsis. Majas elipsis adalah majas yang menghilangkan unsur kalimat yang berfungsi untuk mempersingkat. Berikut adalah contohnya.

  • Saya ke rumah Rani di sore hari (menghilangkan kata ‘pergi’).
  • Pak Tarmiji baru dari pusat kota satu hari yang lalu (menghilangkata kata ‘datang’).

Majas Koreksio

Majas koreksio adalah gaya bahasa yang menyebutkan sesuatu dan kemudian dikoreksi untuk mengatakan maksud yang sebenarnya. Seperti apa ya kalimatnya? Perhatikan contohnya dalam kalimat di bawah ini.

  • Liburan semester ini kita pergi ke Raja Ampat saja, eh tapi lebih baik ke Bali yang lebih dekat.
  • Sudah tiga jam saya menunggu di perpustakan, atau mungkin empat jam lebih, dan kamu baru datang.

Majas Interupsi

Pengertian majas interupsi adalah majas yang memberikan sisipan keterangan tambahan pada unsur kalimat. Biasanya, majas ini berguna untuk menegaskan dan menjelaskan secara detail sesuatu tersebut. Berikut adalah contoh majas interupsi.

  • Wali kelasku, Pak Bambang, menjadi guru favorit selama tahun 2020 karena terkenal dengan kebaikannya.
  • Sepatu baru Hasan, yang bertali dan berwarna hitam, hilang di musola sekolah saat sholat Jumat.

Majas Pararima

Apa kamu masih asing dengan majas ini? Majas pararima adalah majas yang mengulang pada bagian kosonan di awal dan akhir dalam sebuah kata atau bahkan di bagian kata yang berlainan. Ciri dari majas ini adalah terdapat kata reduplikasi atau pengulangan. Berikut adalah contohnya.

  • Siswa yang tawuran di Jalan Kedawai itu kocar-kacir setelah mendengar suara sirine mobil polisi.
  • Karena mencari dompetnya yang hilang Ana bolak-balik pergi ke kantin dan ke kelas, takut dompetnya terjatuh di area sana.

Majas Aliterasi

Majas aliterasi cukup mudah dikenali.  Dalam pengertiannya majas aliterasi adalah majas yang terdapat pengulangan konsonan pada awal kata secara berurutan. Artinya, kamu dapat melihat huruf pertama pada kata pertama diulang pada kata-kata berikutnya. Tak heran, majas ini sering dipakai untuk membuat puisi. Berikut adalah contohnya.

  • Senyumanmu senantiasa seperti sepotong sabit.
  • Tak tidur tinggalkan tangis.

Majas Tautologi

Majas tautologi merupakan majas yang mengulang sebuah kata pada kalimat yang cenderung bersifat sinonim. Makanya, majas ini seolah mengulang kata-kata yang memiliki arti yang sama. Ini lah contoh majas tautologi.

  • Betapa sepi malam ini tanpa bintang, betapa sunyi malam ini tanpamu.
  • Sungguh tampan mempesona parasnya, tak sabar aku ingin mengikuti Meet and Great artis itu.

Majas Sigmatisme

Apabila majas aliterasi mengulang huruf konsonan, maka majas sigmatisme secara lebih khusus hanya berfokus huruf ‘s’. Majas sigmatisme adalah majas yang memakai bunyi ‘s’ untuk diulang sehingga dapat menimbulkan efek tertentu. Majas ini sering pula digunakan dalam puisi.

  • Kutulis surat ini dengan segala cerita yang manis tanpa ada tangis di kala gerimis.
  • Terpaksa merelakannya walau hidup sudah seperti mati rasa.

Majas Antanaklasis

Majas antanaklasis adalah majas yang mengulang kata, tapi digabung dengan makna yang berbeda. Jadi terdapat dua atau tiga kata yang sama, hanya saja makna dari beberapa kata tersebut tak sama. Berikut adalah contohnya.

  • Setelah pulang dari puncak, Ayah mebawanku buah tangan berupa buah jeruk yang sangat manis.
  • Pak Rahmat sebagai kepala sekolahku yang bijak, ternyata di rumah ia pun menjadi kepala rumah tangga yang baik pada keluarganya.

Pemahaman Akhir

Gaya bahasa majas memiliki peran yang penting dalam karya sastra karena dapat menghasilkan pengaruh dan kesan yang mendalam bagi pembaca. Majas merupakan cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain, sehingga menciptakan efek imajinatif dan ekspresif dalam bahasa. Karya sastra yang menggunakan majas dapat membuat pembaca terbawa ke dalam alur cerita atau terharu bahkan hingga menangis karena kekuatan imajinatif yang dimiliki oleh majas tersebut.

Majas memiliki berbagai macam jenis, di antaranya adalah majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Majas perbandingan menggunakan perbandingan untuk menciptakan kesan dan efek tertentu, sedangkan majas pertentangan menggunakan kata-kata berlawanan untuk menciptakan kontras. Majas sindiran digunakan untuk menyindir dengan halus atau kasar, sementara majas penegasan digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tegas dengan pengulangan kata atau penambahan kata.

Masing-masing jenis majas memiliki banyak contoh dan penggunaannya dalam berbagai karya sastra. Dalam puisi, majas sering digunakan untuk memberikan kesan dan efek tertentu pada pembaca, sedangkan dalam prosa, majas dapat meningkatkan daya tarik cerita dan menyampaikan pesan secara lebih ekspresif.

Penting bagi kita untuk memahami dan mengajarkan berbagai macam majas kepada siswa agar mereka dapat mengembangkan kemampuan berbahasa secara lebih kreatif dan efektif. Dengan menguasai berbagai jenis majas, siswa dapat lebih jago berbahasa Indonesia dan memahami karya sastra dengan lebih mendalam. Majas juga dapat membantu siswa untuk menyampaikan ide dan pemikiran dengan lebih menarik dan persuasif dalam tulisan atau pidato mereka. Oleh karena itu, pengajaran dan pemahaman mengenai majas perlu diperhatikan secara serius dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Itulah macam-macam majas beserta contohnya yang dapat kamu kenali. Dengan mengenali dan memahami majas, kamu akan semakin pandai berbahasa Indonesia. Selamat belajar!


Referensi:

Agustinalia, Irma. 2018. Majas, idiom, dan Peribahasa Indonesia.  Sukoharjo: Graha Pintama Selaras.

Gunawan, Hadi. 2019. Majas & Pribahasa. Jakarta: Penerbit Cosmic.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Zia

Bekerja sebagai buruh tulis dalam bidang pendidikan, penulisan kreatif, dan teknologi

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *