Contoh Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri, Kaidah & Struktur

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang negosiasi. Tentu kamu tidak asing bukan mendengar kata itu? Yup. Negosiasi atau tawar-menawar sering banget nih terjadi ketika kalian berbelanja di pasar tradisional, pusat oleh-oleh, dan masih banyak lagi.

Agar kamu semakin mengenal apa itu negosiasi, yuk simak pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Lebih Dekat Teks Negosiasi

contoh teks negosiasi jual beli
ilustrasi by pixabay.com /negitiator/

Sebelum kita masuk ke pembahasan teks negosiasi, kalian harus mengetahui apa itu negosiasi.

Negosiasi adalah interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan di antara kedua pihak. Menurut KBBI, negosiasi adalah interaksi tawar-menawar dengan cara musyawarah untuk mencapai kemufakatan satu dengan lainnya.

Teks negosiasi tidak hanya ditemukan dalam surat penawaran dan permintaan barang saja, tetapi juga dapat ditemukan pada dialog dalam drama, dialog pada cerpen, dan gabungan antara narasi.

Baca juga: Contoh Kalimat Majemuk

Tujuan dari Negosiasi

Tujuan dari negosiasi yakni untuk mencapai kesepakatan satu pihak dengan pihak lainnya.

Unsur-unsur Pembangun Teks Negosiasi

Tentunya, dalam hal negosiasi kamu harus memperhatikan unsur-unsur agar tidak terjadi kekeliruan. Yuk simak.

  1. Adanya partisipan

Dalam negosiasi tentu harus ada orang yang berperan di dalamnya.

2. Perbedaan kepentingan kedua belah pihak

Kepentingan pihak satu dan pihak lainnya dalam negosiasi tentu berbeda. Misal, si A memiliki kepentingan keuangan darurat yang mengharuskan menjual mobilnya, sedangkan B memiliki kepentingan ingin membeli mobil.

3. Adanya pengajuan dan penawaran

Contohnya, si A mengajukan mobilnya seharga 50 juta, sedangkan si B menawarkan harga 35 juta. Dalam kasus ini, terjadi proses pengajuan dan penawaran.

4. Adanya persetujuan atau kesepakatan

Contohnya, si A sudah setuju dan sepakat terhadap harga mobil yang ditawarkan si B yakni 35 juta.

Struktur Teks Negosiasi

Pada teks negosiasi, terdapat tiga struktur yang harus diperhatikan. Berikut struktur teks negosiasi:

  1. Pembukaan

Struktur teks negosiasi pertama yaitu pembukaan. Negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial. Sebab itu harus ada pembuka atau tegur sapa dari kedua belah pihak. Misalnya: Selamat pagi, sore, siang, malam. Saya ……..

  1. Isi

Merupakan bagian terpenting dalam negosiasi. Pada struktur ini membahas hal yang akan dinegosiasikan. Bagian isi terdiri dari permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan.

Misalnya: Kami telah bekerja keras, akan tetapi upah yang didapatkan tidak sesuai dengan pengeluaran kami yaitu sebesar 4.000.0000;

  1. Penutup

Contoh: Terimakasih, Pak. Selamat sore

Kaidah Kebahasaan Negosiasi

Agar kamu tidak salah dalam bernegosiasi, ada beberapa kaidah yang harus kamu perhatikan. Sebagai berikut:

  1. Bahasa Persuasif

Bahasa persuasif adalah bahasa yang bertujuan untuk mengajak atau menarik perhatian. Misanya: “Mobil ini sangat bagus dan hemat bensin.”

  1. Kalimat Deklaratif

Adalah kalimat yang memiliki fungsi menyatakan secara jelas dan memberikan informasi mengenai suatu barang atau objek negosiasi.

  1. Bahasa Sopan

Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman, sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan.

  1. Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung. Dalam kaitannya, negosiasi memerlukan sebuah kata yang dihubungkan sehingga menjadi padu.

  1. Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang lugas, jelas, dan padat. Artinya, informasi yang disampaikan jelas dan tidak bertele-tele.

  1. Terdapat lawan bicara

Dalam negosiasi pastinya harus ada lawan bicara.

Misalnya menawarkan.

A : Selamat pagi, Pak. Saya ingin menawarkan mobil seharga 50 juta.

B : Apakah bisa dinegosiasikan lagi harganya?

  1. Menggunakan Pronomina

Pronomina adalah kata ganti orang atau benda, seperti aku, dia, engkau.

  1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan langsung kepada orang yang dituju. Biasanya, kalimat langsung ditandai dengan tanda petik (“…”)

  1. Kalimat yang menyatakan sepakat atau tidak.
  2. Menggunakan kalimat perbandingan

Baca juga: Contoh Kalimat Persuasif

Ciri-Ciri Negosiasi

Teks negosiasi memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. Adanya sebuah kesepakatan.
  2. Musyawarah untuk mencapai mufakat
  3. Upaya untuk menyelesaikan masalah
  4. Melibatkan dua belah pihak
  5. Biasanya berupa dialog

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah

Baim sudah lama ingin membeli sebuah rumah untuk keluarga kecilnya. Sore hari, ia mendapat panggilan telefon dari temannya, dan temannya berniat untuk menjual rumah miliknya kepada Baim. Mereka lalu membuat janji temu pada hari Kamis di rumah yang akan dijual.

Penjual : Selamat sore, Pak Baim.

Baim    : Sore, Pak. Maksud kedatangan saya ke sini adalah untuk melihat rumah yang lusa bapak tawarkan ke saya.

Penjual : Bak, pak Baim saya dengan senang hati bapak mau melihat rumah saya.

Baim : Luas tanah rumah ini berapa, pak?

Penjual : 5.000 hektar pak. Mari masuk sambil lihat-lihat.

Baim : Waw luas banget ya pak tanahnya. Rumahnya juga ok.  Kalau boleh saya tahu, alasan bapak menjual rumah ini apa?

Penjual : Saya menjual rumah ini karena tuntutan ekonomi. Sebenarnya, saya berat untuk menjual rumah peninggalan nenek saya. Banyak kenangan yang saya lalui di sini.

Baim : Setelah saya telusuri rumahnya nyaman juga. Bapak jual berapa rumah ini?

Penjual : Saya jual 8 milliar

Baim : Wah untuk harga segitu lumayan ya pak. Apa nggak bisa diskon dikit, pak?

Penjual : 7,8 miliar aja Pak Baim. Sebab surat-surat tanah, sertifikat, dan lainnya saya urus sendiri tanpa jasa calo.

Baim : Bagaimana kalau 7,2, Pak?

Penjual : Maaf pak Baim, untuk harga segitu belum dapat. Ini tanahnya luas banget. Suasana lingkungannya juga nyaman. Akses ke mana-mana mudah, dan jarang banjir di komplek ini.

Baim : Yaudah pak 7,65 miliar gimana pak?

Penjual : Oke Pak Baim. Deal, setuju ya. Besok saya telfon Pak Baim lagi untuk proses selanjutnya.

Baim : Baik, Pak. Terima kasih telah mengizinkan saya untuk melihat-lihat rumah ini. Kalau sudah jadi urusan rumah ini, kabari saya untuk pelunasan sisa rumahnya. Selamat sore.

Penjual : Sore, Pak.

Contoh Teks Negosiasi HP

Andi menjual handhphone miliknya kepada Banu temannya. Banu dan Andi akan bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang cocok di antara keduanya.

Pembeli : “Sore Andi. Aku tertarik dengan handphone iPhone yang kemarin kamu tawarkan itu lho. Berapa Ndi, kira-kira harganya?”.

Penjual : “Sore Ban. Berhubung itu iPhone keluaran lama. Jadi aku jual ke kamu 5 juta aja Ban.”

Pembeli : “Wah. Bisa kurang nggak, Ndi?”.

Penjual : “Mohon maaf, Ban. Tetapi, itu handphone masih bagus, LCD oke, memori 256 GB, casing mulus.”

Pembeli : “Nego lah Ban. 3,8 aja gitu, Ndi.”

Penjual : “Belum bisa, Ban. Itu masih bagus banget beneran. Gimana kalau 4 juta aja? Dijamin gak nyesel dengan harga segitu.”

Pembeli : “Yaudah, Ndi. Sepakat ya 4 juta. Untuk pembayaran nanti aku transfer lewat rekening atau tunai aja?”

Penjual : “Tunai aja, Ban.”

Pembeli : “Ok, Ndi. Makasih. Selamat sore.”

Contoh Teks Negosiasi Bisnis

Contoh Teks Negosiasi Bisnis

Habbah salah satu selebgram terkenal menawarkan jasanya kepada pemilik atau pelaku bisnis untuk mengiklankan produk di platform instagramnya.

Habbah: “Selamat siang, Bu. Saya menawarkan kerjasama bisnis yang nantinya akan menguntungkan usaha sambel yang Ibu miliki.”

PU : “Syarat-syaratnya apa saja, mbak Habba?”.

Habbah: “Cukup mudah, mengirimkan dan saya cocok. Ibu juga dapat membayarnya setengah dulu dari harga kesepakatan awal.

PU : Mbak Habb lumayan mudah juga syarat yang mbak berikan. Berapa harga untuk memasang barang dagang pada Instagram mbak Habb?”.

Habbah: “Sekitar 15 juta rupiah saja, Bu.”

Pelaku Usaha (PU): “Umpan balik apa mbak nanti yang akan didapatkan dari usaha saha?Nantinya, feedback apa yang akan saya dapatkan dari mbak untuk usaha saya?”.

Habbah: “Saya memiliki pengikut aktif yang banyak. In sha Allah ibu nanti kebanjiran order Yang tadinya hanya 100 orang per hari menjadi 300 bahkan 500 orang per harinya. Juga followers intagram usaha Ibu nambah”.

PU : “Menarik sih mbak. Tapi apa nggak kurang tuh harganya?”.

Habbah: “Segitu sudah termasuk murah, Bu.”

Pembeli : “Kalau 12 juta aja gimana mbak? Soalnya saya juga baru mau nyoba.”

Habbah: “Naik sedikit ya, Bu. 13 juta gimana? Sebanding dengan jumlah pengikut aktif di Instagram saya”

Pembeli : “Yaudah mbak. Sepakat kita ya di harga 13 juta.”

Zascia : “Baik, Bu. Untuk pembayaran dan teknisnya nanti akan dijelaskan lebih lanjut. Terima kasih. Sampai jumpa.”

Contoh Negosiasi Ganti Rugi

Sebuah restoran mewah Kawasan Jakarta .

Pelayan : “Selamat sore, kak. Ada yang bisa saya bantu?”

Pembeli : “Sore. Saya mau makan spaghetti tidak pedas, udang asam manis, cumi-cumi, dan sayur kangkung hot plate ya mbak.”

Pelayan : “Baik saya catat ya  kak.”

(5 menit kemudian makanan tiba)

Pembeli : “Mbak. Saya kan bilangnya tadi nggak pedas spaghettinya. Kenapa mbak ngasih yang pedas? Kasihan anak saya jadi tidak makan.”

Pelayan : “Mohon maaf kak, kesalahan saya. Saya akan ganti rugi dan bilang ke pihak dapur untuk mengganti yang baru.”

Pembeli : “Yah mbak keburu laper gitu dong. Yaudah  saya makan yang lain saja.”

Pelayan : “Maaf kak. Kalau begitu untuk spaghettinya tidak usah dihitung pembayaran karena kesalahan saya.”

Pembeli : “Nah gitu mbak. Saya kan malas kalau harus menunggu spaghetti yang baru.”

Pelayan : “Baik kak. Selamat menikmati santapan dari restoran kami.”

Contoh Negosiasi Bank

Customer service : “Siang, Pak. Saya Rio ada yang bisa saya bantu?”.

Nasabah : “Siang. Tujuan saya ke sini pinjam uang untuk modal usaha saya yang akan dirintis dalam waktu dekat.”

CS : “Berapa jumlah yang dibutuhkan?

Nasabah : “Hanya 200 juta aja mas.”

CS : “Mohon maaf, Bapak. Pihak bank hanya bisa meminjamkan 100 juta saja.”

N : “Aduh mas. Tapi menurut perhitungan saya kalau segitu masih kurang e mas. Saya harus nyewa ruko juga. 150 bisa mas?”.

CS : “Mohon maaf, Bapak. Masih tidak diperbolehkan untuk meminjam nominal tersebut.”

N : “Waduh. Saya harus nyewa ruko, renovasi ruko, membayar karyawan. Masih banyak yang harus saya bayar, mas. Bagaimana kalau 135 juta, mas?”

CS : “Boleh pinjam dengan nominal tersebut. Namun, untuk pengambilan uangnya baru dapat dilakukan besok oleh pihak kreditor bank.”

N : “Baik, mas. Kalau begitu selamat siang.”

Contoh Negosiasi Lebih dari 4 Orang

Pembeli 1 : “Kaos garis-garisnya berapa, mas?”.

Penjual : “100 ribu 3 aja dek.”

Pembeli 2 : “Yahh 80 aja deh mas. Nanti kita beli 3.”

Penjual : “Belum dapat dek. Belum untung ini abang.”

Pembeli 3 : “Saya naikan dikit deh mas. 82 gimana mas.”

Penjual : “Aduh dek, bukannya nggak mau. Belum dapat untung.”

Pembeli  1 : “Ayolah mas. Saya beli 3 langsung nih.”

Penjual : “Naikan sedikit ya dek. 85 aja. Ini kualitas bagus. Bahan adem.”

Pembeli 2 : “Yoweslah. 85 ya mas dapet 3 ya.”

Penjual : “Nih dek barangnya.”

Pembeli 3 : “Terima kasih mas.”

Contoh Negosiasi Pasar

Pembeli : “Bu beli cabai 1 kg. Berapa?”

Penjual : “25 ribu aja dek. Murah”

Pembeli : “Mahal itu, Bu. Tadi saya tanya di pedagang lain 20 ribu 1 kg.”

Penjual : “Belum dapat.”

Pembeli : “Yaudah, Bu 22 ribu aja, gimana?”

Penjual : “Baiklah daripada saya gak laku dan busuk.”

Pembeli : “Terima kasih, Bu.”

Baca juga: Contoh Teks Persuasi

Pemahaman Akhir

Negosiasi yang merupakan interaksi sosial untuk mencapai kesepakatan antara dua pihak. Negosiasi sering terjadi dalam situasi seperti berbelanja di pasar tradisional atau pusat oleh-oleh. Teks negosiasi tidak hanya terdapat dalam surat penawaran dan permintaan barang, tetapi juga dalam dialog drama, cerpen, dan narasi.

Tujuan utama dari negosiasi adalah mencapai kesepakatan antara pihak yang terlibat. Terdapat beberapa unsur penting dalam membangun teks negosiasi, seperti adanya partisipan, perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak, pengajuan dan penawaran, serta tercapainya persetujuan atau kesepakatan.

Struktur teks negosiasi terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Pembukaan berfungsi sebagai tegur sapa dan memperkenalkan niat atau tujuan negosiasi. Bagian isi merupakan bagian terpenting yang membahas hal-hal yang akan dinegosiasikan, termasuk permintaan, pemenuhan, penawaran, dan persetujuan. Penutup digunakan untuk mengakhiri negosiasi dengan ucapan terima kasih atau salam.

Dalam negosiasi, terdapat kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan, seperti penggunaan bahasa persuasif, kalimat deklaratif yang jelas, penggunaan bahasa sopan, penggunaan konjungsi untuk menghubungkan kata-kata, penggunaan kalimat efektif yang lugas, serta penggunaan pronomina dan kalimat langsung.

Ciri-ciri teks negosiasi antara lain adanya kesepakatan, musyawarah untuk mencapai mufakat, upaya menyelesaikan masalah, melibatkan dua belah pihak, dan biasanya berupa dialog.

Dalam contoh teks negosiasi jual beli rumah, handphone, bisnis, ganti rugi, serta pada pasar, kita dapat melihat bagaimana negosiasi berlangsung dalam berbagai situasi. Terdapat tawar-menawar harga, persetujuan, serta komunikasi antara pembeli dan penjual atau antara pihak-pihak yang terlibat.

Dengan memahami teks negosiasi, kaidah kebahasaan yang digunakan, serta struktur dan ciri-cirinya, kita dapat menjadi lebih mahir dalam berkomunikasi dan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang diinginkan.

Demikianlah pembahasan mengenai Teks Negosiasi : Pengertian, Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, Struktur, Contoh Teks Negosiasi. Semoga penjelasannya dapat bermanfaat, ya.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Rufaidah

Halo perkenalkan saya Rufaidah. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang menempuh skripsi

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *