Contoh Makna Kata dan Jenisnya

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam berkomunikasi, kita pasti akan bersinggungan dengan sebuah makna. Ketika kamu memahami makna lawan bicara atau memahami kata yang kamu baca, maka kamu akan mengerti topik atau obrolan apa yang sedang dibicarakan.

Tak jarang, pasti kamu juga menemukan kalimat yang mengandung beberapa kata dengan makna tertentu. Kata-kata tersebut dapat mengandung makna yang berbeda. Dari hal inilah, kita juga harus memahami bahwa sebuah kata harus disesuaikan dengan konteks kalimatnya.

Pengertian Makna Kata

Pengertian Makna Kata
Sumber foto: Luisella Planeta Leoni dari Pixabay

Makna adalah hubungan pertalian antara bentuk dan acuan. Bukan hanya itu saja, makna juga dapat diartikan sebagai arti atau maksud yang tersimpul dari satu kata.

Dari pengertian tersebut makna kata adalah arti atau maksud yang terdapat dari sebuah kata. Kita dapat mengetahui bahwa makna dengan benda yang sangat bertautan dan saling menyatu. Apabila suatu kata tidak dapat dihubungkan dengan benda, peristiwa atau keadaan tertentu, maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata tersebut.

Contoh makna kata adalah sebuah kalimat ‘Adik sedang makan’. Ketika seseorang mengatakan ‘sedang makan’, maka kita pasti paham bahwa si Adik tersebut sedang memasukan sesuatu ke dalam mulut, mengunyah, dan juga menelannya. Jadi dapat dikatakan, makna kata ‘makan’ dalam kalimat di atas berdasarkan pengertiannya.

Baca juga: Contoh Paragraf Naratif

Jenis-jenis Makna Kata

Jenis-jenis Makna Kata
Sumber foto: Lolame dari Pixabay

Makna kata memiliki berbagai jenis atau tipe berdasarkan beberapa kriteria atau sudut pandang. Berdasarkan semantiknya, makna ada dua jenisnya yaitu makna leksikal serta makna gramatikal. (Chaer, 2013:59).

Jenis-jenis makna kata bukan hanya itu, terdapat berbagai istilah lainnya untuk mengelompokan jenis makna kata, diantaranya ialah makna denotatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal, dan sebagainya.

Makna Konotatif

Dalam pengertiannya, makna konotatif adalah salah satu jenis makna yang bersifat kiasan atau disertai nilai rasa, sikap pribadi, sikap dari suatu zaman, tambahan-tambahan sikap sosial, dan kriteria-kriteria lainnya yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Ciri Makna Konotatif

Untuk memudahkan kamu memahaminya, yuk perhatikan ciri-ciri makna konotatif berikut:

a. Makna konotatif dapat dikatakan sebagai makna asosiatif, dalam artian ialah sebuah makna yang timbul dari sikap pribadi, sikap sosial, dan juga kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual secara umum.

b. Makna konotatif juga memiliki ciri yang berbeda dari waktu ke waktu, lho, Contohnya kata ‘kamar kecil’ pada zaman dahulu mengacu kepada kamar yang berukuran kecil (denotatif), tetapi di zaman sekarang kamar kecil berarti juga jamban (konotatif).

c. Kata ‘rumah monyet’ atau ‘rumah asap’ mengandung makna konotatif. Hanya saja, kedua kata tersebut tidak dapat diganti dengan kata lain, sebab tidak ada nama lain untuk kata tersebut. Sehingga jika diartikan menjadi tidak ada yang tepat.

d. Makna-makna konotatif juga bersifat lebih profesional dan operasional dibandingkan dengan makna denotatif.

Contoh Makna Konotatif

Contoh makna konotatif ialah sebagai berikut:

1. Sebagai orang tua tunggal, seorang ibu membanting tulang untuk ke tiga anaknya

Kata ‘Membanting tulang’ merupakan jenis kata konotatif yang berarti bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Jadi, bukan berarti ada sebuah tulang yang dibanting, ya. Karena kata tersebut adalah kata konotatif yang bersifat kiasan.

2. Andien tidak menyukai teman-temannya yang ringan tangan

Kata ‘ringan tangan’ merupakan jenis kata konotatif yang artinya sering memukul. Karena kata tersebut ialah berupa kiasan yang berarti Andien tidak menyukai berteman dengan orang yang sering memukul.

3. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, Kayla selalu menjadi anak emas Bu Rini karena pandai

Kata ‘anak emas’ tersebut merupakan jenis makna kata konotatif yang berarti orang yang paling disayangi. Hal ini berarti, Kayla menjadi anak kesayangan Bu Rini karena kepandaiannya dalam pelajaran bahasa Indonesia.

4. Wati sering dijuluki sebagai kutu buku karena membaca banyak buku di perpustakaan

Kata ‘kutu buku’ merupakan bermakna konotatif yang berarti senang membaca buku. Maka dari itu, makna dalam kalimat tersebut adalah Wati sering membaca buku di perpustakaan.

5. Memiliki wajah yang cantik dan sifat yang baik sering membuat Laila disebut sebagai kembang desa

Kata ‘kembang desa’ bukan berarti bunga yang ada di desa. Melainkan gadis cantik yang menjadi pujaan kebanyakan orang.

Makna Denotatif

Kebalikan dari makna konotatif, makna denotatif adalah makna yang sesuai dengan makna yang terdapat dalam kamus. Makna denotatif juga dapat diartikan sebagai sebuah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berbentuk kiasan. Maka dari itu, makna denotatif bisa langsung kamu temukan di KBBI, lho!

Ciri makna denotatif lainnya ialah kata tersebut mengacu atau menunjukan makna yang sesungguhnya. Kata yang mengandung makna denotatif seringkali digunakan dalam bahasa ilmiah. Hal tersebut dikarenakan agar gagasan yang disampaikan tidak menimbulkan tafsiran ganda.

Contoh Makna Denotatif

Contoh makna denotatif adalah sebagai berikut:

1. Nenek sangat menyukai duduk di kursi goyang menunggu Ayah pulang kerja

Kata ‘kursi goyang’ di kalimat tersebut memiliki arti sebenarnya yang artinya adalah kursi yang bisa digoyang-goyangkan dan biasanya digunakan untuk tempat beristirahat.

2. Selain menanam bunga, Ibu pun bisa merangkai bunga untuk dijadikan hiasan

Kata ‘menanam bunga’ di kalimat tersebut merupakan makna denotatif yang artinya adalah menaruh bibit bunga ke dalam tanah atau pot.

3. Meja bundar tersebut Ayah berikan kepada paman

Kata ‘meja bundar’ di kalimat tersebut merupakan makna denotatif yang artinya adalah sebuah meja yang berbentuk lingkaran atau bundar.

4. Ani mengambil pulpen milik Anti di loker sekolah

Kata ‘mengambil pulpen’ di kalimat tersebut merupakan makna denotatif yang artinya adalah melakukan ambil pulpen atau pena milik orang lain.

5. Selama pandemi, perekonomian negara pun semakin menurun

Kata ‘pandemi’ di kalimat tersebut merupakan makna denotatif yang artinya adalah sebuah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana meliputi daerah yang sangat luas.

Baca juga: Contoh Paragraf Analogi

Makna Gramatikal

Makna gramatikal merupakan makna kata yang diperoleh dari hasil proses tata bahasa. Seperti misalnya proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Dalam artian, kata dalam makna gramatikal sudah mengalami proses gramatikalisasi, baik pengimbuhan, pengulangan, ataupun pemajemukan.

Contoh Makna Gramatikal

Contoh makna gramatikal  adalah sebagai berikut:

1. Sebongkah batu berat itu terangkat oleh Warta

Penambahan awalan ter- pada kata ‘angkat’ memberikan makna ‘dapat atau bisa’ dalam kalimat tersebut. Sehinga, maksud dari kalimat tersebut ialah Warta dapat mengangkat batu seberat itu.

2. Saat bermain di taman sekolah, Rani terdorong ke semak-semak

Saat ada tambahan awalan ‘ter-‘ pada kata ‘dorong’ memberikan makna gramatikal yaitu ‘tidak sengaja’. Jadi, maksud kalimat tersebut adalah ada orang atau sesuatu yang tanpa sengaja mengakibatkan Gina jatuh ke semak-semak..

3. Aina bersedih dikarenakan kucing kesayangannya mati

Penambahan awalan ber- pada kata ‘sedih’ memberikan makna ‘sedang’. Sehingga, maksud dari kalimat tersebut ialah Aina sedang bersusah hati dikarenakan kucingnya mati.

4. Rumah-rumah di Jalan Gatot hangus terbakar

Adanya reduplikasi atau pengulangan kata ‘rumah’ tersebut bermakna jamak atau banyak. Sehingga, arti dalam kalimat tersebut terdapat banyak rumah yang hangus terbakar.

5. Polisi tersebut memata-matai kasus pembunuhan berantai

Adanya proses morfologi pada kata ‘memata-matai’ ialah berarti mengamati secara diam-diam.

Makna Leksikal

Sama halnya dengan makna denotatif, makna leksikal juga makna yang dapat ditemukan dalam kamus. Dalam artian makna leksikal merupakan makna kata yang berdasarkan kamus atau leksikon yang sesuai dengan referensinya.

Makna leksikal bersifat umum atau lugas, maksudnya adalah makna kata yang tidak dipengaruhi oleh bentuk lain atau tidak ada penambahan proses morfologis seperti makna gramatikal. Maka dari itu, makna leksikal dikenal dengan makna yang bersifat tetap.

Contoh Makna Leksikal

1. Rumah Andi dimasuki tikus besar yang berasal dari got selokan

Kata ‘tikus’ dalam kalimat tersebut merupakan makna leksikal yang berarti sejenis binatang pengerat yang dapat menyebabkan penyakit tifus dan juga merusak tanaman.

2. Minum air putih 7 gelas sehari dapat membuat tubuh terhidrasi

Kata ‘minum’ dalam kalimat tersebut merupakan makna leksikal yang berarti memasukan zat cair ke dalam mulut dan menelannya.

3. Ibu memotong daging menggunakan pisau

Kata ‘pisau’ dalam kalimat tersebut ialah berupa makna leksikal yang berarti bilah besi tipis dan tajam yang bertangkai yang merupakan sebagai alat pengiris dan sebagainya.

4. Saat panas terik seperti saat ini, disarankan untuk menjemur bantal

Kata ‘bantal’ dalam kalimat tersebut berupa makna leksikal yang merupakan benda untuk alas kepala, alas duduk, sandaran punggung, dan sebagainya yang dijahit seperti karung serta diisi dengan kapuk.

5. Ibu membelikan bakso untuk Adik yang kelaparan

Kata ‘bakso’ dalam kalimat tersebut berupa makna leksikal yang artinya adalah makanan terbuat dari daging, udang, ikan yang dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur lalu dibentuk bulat.

Makna Kias

Makna kias merupakan makna yang mengandung pengandaian atau pengibaratan. Makna kias hampir sama dengan makna konotatif, yang memiliki arti tidak sebenarnya.

Contoh Makna Kias

1. Sebagai orang yang beriman, dilarang makan uang haram

Contoh kata ‘makan’ dalam kalimat tersebut ialah berupa makna kias yang berarti ‘mengambil’. Maksudnya ialah kita dilarang untuk mengambil uang haram, bukan ‘makan’ dalam arti sebenarnya.

2. Aku meninggalkanmu dan terbang mencari yang baru

Kata ‘terbang’ dalam kalimat tersebut ialah berupa makna kias yang berarti ‘pergi’. ‘Terbang’ di kalimat tersebut bukan berarti melayang ke udara, tetapi berupa kiasan yang menunjukan kepergian.

3. Andini masih terlalu hijau untuk berumah tangga dengan Mas Bayu

Kata ‘hijau’ dalam kalimat tersebut adalah berupa makna kias yang berarti ‘belum berpengalaman’. Jadi, bukan berarti ‘hijau’ dalam artian warna.

4. Orang di kelurahan memberikan amplop kepada petugas dinas kabupaten

Kata ‘amplop’ dalam kalimat tersebut berupa makna kias yang berarti ‘uang sogokan’. Maka dari itu, kata ‘amplop’ bukan dalam artian yang sebenarnya.

5. Gadis itu bunga desa yang multitalenta

Penggunaan kata ‘bunga desa’ adalah makna kias yang mengibaratkan  seorang gadis yang terkenal karena kecantikannya.

Baca juga: Contoh Teks Hikayat: Unsur dan Jenisnya

Makna Lugas

Definisi makna lugas merupakan kebalikan dari makna kias, yang mana berarti makna sebenarnya, makna denotatif, dan biasanya juga sesuai dengan makna yang ada di dalam kamus.

Contoh Makna Lugas

1. Lampu hijau di pinggir jalan itu menyala

Kata ‘hijau’ tersebut merupakan makna lugas karena berarti gabungan warna biru dan kuning dalam spektrum.

2. Bunga yang ditanam Ibu tumbuh menjadi indah

Kata ‘bunga’ tersebut merupakan makna lugas karena berarti menunjukan bunga yang sebenarnya.

3. Di kandang Kakek terdapat dua kambing yang besar

Kata ‘kambing tersebut merupakan makna lugas yang berarti sejenis hewan berkaki empat yang pemakan rumput. Karena dalam artian yang sebenarnya.

4. Pagi ini, Budi makan sambal dan sakit perut

Kata ‘makan’ tersebut merupakan makna lugas yang berarti memasukan makanan ke dalam mulut, mengunyah, dan menelannya.

5. Di musim hujau, apel sangat banyak di pasar

Kata ‘apel’ tersebut merupakan makna lugas yang merupakan jenis buah bundar yang berwarna kemerahan.

Makna Referensial

Definisi dari makna referensial adalah salah satu jenis makna kata yang memiliki referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata tersebut. Dalam makna referensial memiliki hubungan dengan konsep yang telah disepakati bersama oleh banyak orang atau masyarakat bahasa.

Contohnya adalah meja dan kursi mengandung makna referensial, karena keduanya memiliki referen atau acuan, yaitu sejenis perabot rumah tangga.

Contoh Makna Referensial

1. Bupati itu membuat hunian sementara di desa kami

Kata ‘hunian’ dalam kalimat tersebut adalah berupa makna referensial. Karena kata ‘hunian’ mengacu kepada tempat tinggal atau kediaman yang dihuni.

2. Santi menggunakan laptop saat bekerja

Kata ‘laptop’ dalam kalimat tersebut adalah berupa makna referensial. Karena kata ‘laptop’ mengacu kepada alat elektronik.

3. Rumput adalah makanan sapi

Kata ‘sapi’ dalam kalimat tersebut adalah berupa makna referensial. Karena kata ‘sapi’ mengacu kepada jenis binatang berkaki empat.

4. Angga dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans

Kata ‘ambulans’ dalam kalimat tersebut adalah berupa makna referensial. Karena kata ‘ambulans’ mengacu kepada jenis alat transportasi beroda empat.

5. Pulpen yang dibawa Rina jatuh di kelas

Kata ‘pulpen’ dalam kalimat tersebut adalah berupa makna referensial. Karena kata ‘pulpen’ mengacu kepada ATK atau alat tulis.

Makna Nonreferensial

Makna nonreferensial adalah salah satu jenis makna kata yang tidak memiliki referen yang diacu oleh kata tersebut. Cara membedakannya ialah kata nonreferensial berupa kata proposisi, konjungsi, dan kata tugas lainnya. Karena fungsi dari kata tersebut hanyalah memiliki fungsi atau tugas, tapi tidak memiliki makna.

Contoh Makna Nonreferensial

1. Aku melihat seseorang di sini

Kata ‘di sini’ merupakan makna nonreferensial karena tidak memiliki referen dan acuannya tidak jelas. Kata tersebut juga merupakan preposisi.

2. Buaya itu ditangkap oleh mereka

Kata ‘mereka’ dalam kalimat tersebut dikatakan sebagai makna nonreferensial karena tidak memiliki acuan dan bersifat kata ganti orang

3. Hari ini Riana sakit, sehingga tidak masuk sekolah

Kata ‘sehingga’ dapat dikatakan sebagai makna nonreferensial karena bersifat konjungsi. Maka dari itu kata tersebut tidak memiliki acuan dari kata lain.

4. Lihatlah ke depan ada badut lucu!

Kata ‘ke depan’ merupakan makna nonreferensial karena tidak memiliki referen dan acuannya tidak jelas. Kata tersebut juga merupakan preposisi.

5. Padahal ia menyukainya, tetapi ia hanya pura-pura

Kata ‘tetapi’ merupakan makna nonreferensial karena tidak memiliki acuan atau referen dan bersifat konjungsi.

Makna Umum

Makna dalam bahasa Indonesia yang ke sembilan adalah makna umum. Apakah kamu sudah memahaminya? Makna umum merupakan jenis makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang lain. Sebenarnya, makna umum memiliki bebeerapa jenis makna khusus. Untuk lebih mudahnya, perhatikan contoh berikut, ya.

Contoh Makna Umum

1. Riana senang memakan buah-buahan yang segar

kata ‘buah-buahan’ tersebut memiliki makna umum, karena ‘buah-buahan’ tersebut masih sangat luas maknanya. Misalnya, entah itu buah apel, jeruk, anggur, atau yang lainnya tidak disebutkan dengan jelas, karena masih bersifat umum.

2. Hewan itu ada di kandang belakang rumah

Kata ‘hewan’ tersebut memiliki makna umum, karena ‘hewan’ tersebut masih sangat luas maknanya. Misalnya, entah itu buah kucing, anjing, atau yang lainnya tidak disebutkan dengan jelas, karena masih bersifat umum.

3. Andini merasa ada tubuhnya yang sakit

Kata ‘tubuhnya’ tersebut memiliki makna umum, karena ‘tubuh’ tersebut masih sangat luas maknanya. Misalnya, entah itu paha, kepala, atau yang lainnya tidak disebutkan dengan jelas, karena masih bersifat umum.

4. Bunga-bunga di taman selalu disiram oleh Ibu

Kata ‘bunga-bunga’ tersebut memiliki makna umum, karena kata tersebut tersebut masih sangat luas maknanya. Tidak disebutkan dengan jelas bunga apa dalam kalimat tersebut.

5. Sayur-sayuran yang dibeli ibu sudah layu saat sore hari

Kata ‘sayur-sayuran’ tersebut memiliki makna umum, karena kata tersebut tersebut masih sangat luas maknanya. Tidak disebutkan dengan jelas sayur apa dalam kalimat tersebut.

Makna Khusus

Seperti namanya, makna khusus ialah kebalikan dari makna umum. Makna khusus adalah salah satu jenis makna yang memiliki ruang lingkup cakupan lebih sempit dari kata yang lain. Agar kamu semakin memahami, perhatikan contoh berikut, ya.

Contoh Makna Khusus

1. Riana senang memakan mangga yang besar

Kata ‘mangga’ tersebut ialah makna khusus, karena kata tersebut ialah termasuk ke dalam buah-buahan yang memiliki makna umum.

2. Kucing anggora milik Budi berada di belakang rumah

Kata ‘kucing anggora’ tersebut ialah makna khusus, karena kata tersebut ialah termasuk ke dalam hewan yang memiliki makna umum.

3. Andini merasa kepalanya sakit sampai pingsan

Kata ‘kepalanya’ tersebut ialah makna khusus, karena kata tersebut ialah termasuk ke dalam tubuh Andini yang memiliki makna umum.

4. Beberapa bunga anggrek bulan itu disiram oleh Ibu

Kata ‘anggrek bulan’ tersebut ialah makna khusus, karena kata tersebut ialah termasuk ke dalam bunga yang memiliki makna umum.

5. Saat hendak dimasak, wortel dan tomat itu telah busuk

Kata ‘ wortel dan tomat’ tersebut ialah makna khusus, karena kata tersebut ialah termasuk ke dalam jenis sayur-sayuran yang memiliki makna umum.

Baca juga: Contoh Teks Debat Serta Strukturnya Secara Lengkap

Nah, dari ke sepuluh jenis makna tersebut apakah kamu sudah bisa membedakannya? Tentunya mudah bukan? Dengan mengetahui berbagai jenis makna, maka kamu akan semakin pandai belajar bahasa Indonesia. Selamat belajar!


Referensi:

Rohmayati, Maya dan Shinta Linniasari. 2016. Buku Siswa Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas X. Depok: CV Arya Duta

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Saya merupakan mahasiswi program studi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *