Cerpen Pendidikan dan Unsur Intrinsiknya

Cerpen atau cerita pendek bisa menjadi hiburan bagi para pembaca. Tetapi bukan cuma itu saja, cerpen juga mengandung pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Contohnya adalah cerpen-cerpen yang bertema pendidikan yang bisa memberikan semangat belajar.

Cerpen sendiri tersusun dari unsur instrinsik maupun unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun yang harus ada di dalam cerpen. Misalnya, tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat.

Lalu apakah kamu penasaran seperti apa cerpen pendidikan beserta unsur instrinsiknya? Yuk baca dan perhatikan cerpen-cerpen di bawah ya.

Hafalan Tono

Hafalan Tono
Sumber foto: Ibnuamaru dari Pixabay

“Pancasila, Satu ketuhanan yang maha Esa. Dua, Kemanusiaan bagi seluruh rakyat Indonesia,”

Baca juga: Contoh Cerpen Pendidikan

Suara lantang Tono diteriaki dan ditertawakan oleh semua murid di kelas. Lantaran, ia salah menyebutkan sila kedua yang tercantum di Pancasila. Bu Retno selaku guru kelas 3 SD pun geleng-geleng kepala sambil tersenyum.

Materi tentang Pancasila sudah dijelaskan dari dua minggu yang lalu. Tetapi, Tono belum juga hafal. Padahal, teman-teman yang lain hampir semuanya sudah bisa menghafal Pancasila.

“Tidak apa-apa Tono , kamu hapalkan lagi ya. Sekarang kamu boleh duduk di bangkumu” Bu Retno  berbicara lembut.

Tono tak bergeming. Ia tetap berada di depan kelas, di samping meja Bu Retno. “Tapi, Bu, berarti aku bukan warga negara yang baik dong, soalnya nggak hafal Pancasila?”

Bu Retno pun  tersenyum kembali, lantai ia berbicara dan memberikan penjelasan.

“Yang hafal Pancasila belum tentu bisa mengamalkannya. Dan warga negara yang baik nggak cuma menghafal, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Contohnya, bisa aja Ridwan sudah hafal Pancasila, tapi, dia masih males ibadah dan berbohong Nah, hal kayak gitu yang tidak melaksanakan nilai Pancasila untuk sila yang pertama.”

Tono mengangguk mengerti, lalu teman-teman sekelasnya pun ikut mengangguk juga. Lantas dia pun embali ke tempat duduk dan mengikuti pelajaran sampai waktu belajar selesai.

Ketika jam sekolah usai, Tono mengajak Ridwan segera keluar kelas. Mereka tidak buru-buru pulang, tapi ke mushola sekolah untuk menunaikan sholat dzuhur. Bu Retno yang melihat mereka dari kejauhan pun tersenyum bangga.

Unsur Instrinsik Cerpen Hafalan Tono

  • Tema: Pendidikan karakter anak
  • Tokoh: Tono, Bu Retno, Ridwan
  • Penokohan: Tono (polos, pelupa, ingin tahu banyak hal), Bu Retno (Baik hati, sabar, dan ramah), Ridwan (agak bandel, tapi penurut)
  • Latar: di dalam kelas, pagi hari
  • Alur cerita: maju
  • Sudut pandang: orang ketiga karena ditandai dengan menggunakan kata ganti seperti ‘ia’ dan ‘dia’
  • Amanat: Pendidikan Pancasila harus ditanamkan sejak dini serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila adalah cara menjadi warga negara yang baik.

 Belajar di Kala Pandemi

Belajar di kala pandemi
Sumber foto: Anil sharma dari Pixabay

Aku duduk tak berdaya seperti kehabisan tenaga. Pak Yanto, wali kelasku memberitahukan dengan tegas bahwa pembelajaran harus dilaksanakan di rumah. Itu berarti, seluruh aktivitas sekolah akan dihentikan sementara. Namun, entah sampai kapan.

Semua ini terjadi gara-gara virus yang hadir di wilayah kami. Untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, terpaksa sekolah harus dihentikan dan melakukan pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: Cerpen Persahabatan Dengan Berbagai Pesan

Tetapi, baru hari ketiga pembelajaran terhambat. Aku dan teman-temanku yang memiliki keterbatasan ekonomi harus susah payah membeli kuota dan gadget. Karena pembelajaran dilakukan melalui laptop ataupun smartphone yang membutuhkan internet.

“Mak, boleh nggak beliin aku hp yang lebih bagus?” pintaku ke Emak, meskipun aku tak tega karena hasil jualan tempe di pasar hanya cukup untuk sehari-hari.

“Nanti ya Lina, Emak nabung dulu,” jawab Emak pelan.

Aku hanya sesekali bisa mengikuti pembelajaran lewat handphone yang sudah usang. Terkadang aku tidak bisa mengikuti video pembelajaran. Aku mencari cara agar aku tetap bisa mengikuti pelajaran. Lalu aku teringat dengan Dira. Teman sekelasku yang pintar dan kaya, kebetulan rumahnya pun dekat dengan rumahku. Tetapi, ketika aku mengetuk pintu rumahnya, ia dengan sombong seperti mengusirku.

“Kamu mau numpang belajar Lin?”

“Iyah Dir boleh nggak ngeliat di laptop kamu? Kita bareng-bareng gitu belajarnya.”

“Hmm gimana ya, tapi aku mau ke rumah nenekku sekarang..” ujar dia pelan dan aku mengetahui bahwa ia hanya mencari-cari alasan.

“Oh gitu, iya gapapa Dira. Hati-hati ke rumah neneknya ya,” aku langsung berbalik badan dan kudengar ia pun langsung menutup pintu rumah.

Untunglah satu minggu sesudahnya kantor desa menyediakan laptop dan wifi gratis. Aku bisa menggunakannya sesuai dengan jam pelajaran. Kutemui juga teman-temanku yang bernasib sama di kantor desa. Aku dan mereka semangat mengikuti pelajaran meskipun dalam kondisi seperti ini.

Unsur Intrinsik Cerpen Belajar di Kala Pandemi

  • Tema: Pendidikan
  • Tokoh: Lina, Pak Yanto, Emak, Dira
  • Latar: ruang kelas, rumah Lina, rumah Dira, dan kantor desa
  • Penokohan: Lina (baik, semangat, pantang menyerah), Emak (sabar dan penyayang), Dira (sombong dan pelit), Pak Yanto (baik dan tegas)
  • Alur cerita: Maju
  • Sudut pandang: Orang pertama karena ditandai dengan menggunakan kata ‘Aku’
  • Amanat: Meraih pendidikan dan mengikuti pembelajaran di sekolah harus tetap semangat di kondisi apapun.

Itulah dua contoh cerpen pendidikan beserta penjelasan unsur instrinsik. Semoga bisa membantumu dalam belajar membuat cerpen sekaligus memahami unsur instrinsiknya, ya. Semangat belajar! 🙂

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Suka apapun tentang dunia tulis menulis dan buku. Menamatkan kuliah di Sastra Indonesia UNJ dan kini menjadi content writer.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *