Bentuk Kalimat SPOK dan Contohnya

Dalam membuat suatu tulisan tentunya hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kalimat. Menurut Trim (2017: 141) kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan yang menyatakan makna lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa kalimat dinyatakan efektif apabila mampu menyampaikan pesan dengan jelas.

Memiliki kemampuan menulis yang baik itu perlu loh dimiliki siapa saja. Apalagi bagi pelajar, mahasiswa, dan karyawan perkantoran yang setiap harinya harus membuat tulisan ataupun laporan. Buat kamu yang juga suka banget membuat tulisan-tulisan di blog, bikin cerpen, membuat ulasan, atau berbagai macam tulisan lainnya juga perlu loh.

“Memang bagaimana sih kriteria kalimat yang efektif itu?”

Tentunya kriteria kalimat yang efektif itu harus sesuai dengan kaidah penulisan dalam tata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, seseorang yang mampu membuat tulisan yang baik itu juga harus paham aturan dalam membuat kalimat.

Nah, buat kamu yang masih bingung nih sama kalimat yang efektif itu kayak gimana sih. Yuk, disimak penjelasan di bawah ini.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Ciri-Ciri Kalimat
Sumber: pixabay.com

Kamu bisa mengetahui apakah suatu kalimat itu efektif atau tidak dengan mengidentifikasi hal-hal penting. Ada beberapa hal penting yang setidaknya perlu ada dalam suatu kalimat di antaranya.

  • Sekurang-kurang mengandung subjek dan predikat.
  • Penggunaan diksi yang tepat.
  • Sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
  • Tidak mubazir dalam penggunaan kata.
  • Mengandung ide pokok.

Apa itu Kalimat SPOK?

Kalimat SPOK adalah rangkaian kata yang mengandung subjek (S), predikat (P), Objek (O), dan keterangan (K). Terkadang di dalam kalimat juga disisipkan pelengkap (Pel). Penting kamu ketahui apabila dalam rangkaian kata tidak terdapat subjek (S) dan predikat (P), maka rangkaian kata tersebut tidak dapat dikatakan sebagai kalimat. Rangkaian kata yang tidak mengandung subjek dan predikat dikategorikan ke dalam frasa.

Frasa adalah kelompok kata yang apabila disatukan memiliki makna lain. Contoh, kacamata. Kata “kaca” dan “mata” masing-masing memiliki maknanya sendiri. Namun, ketika disatukan dua kata tersebut menghasilkan makna lain, yaitu benda yang digunakan untuk mempertajam atau membantu penglihatan.

Oke, sekarang kembali ke pembahasan awal tentang bentuk kalimat SPOK. Sebenarnya, kalimat SPOK itu banyak macamnya. Agar kamu lebih mudah dalam memahami bentuk-bentuk kalimat SPOK, mari simak penjabaran di bawah ini.

Bentuk Kalimat SPOK

Bentuk Kalimat
Sumber: bagi-in.com

Subjek – Predikat (S-P)

Kalimat yang mengandung subjek dan predikat merupakan bentuk kalimat yang sangatl sederhana. Berikut contoh kalimat dengan unsur subjek-predikat.

  1. Lia (S) + minum (P) — Lia minum
  2. Ari (S) + makan (P) — Ari tertidur
  3. Bu Lina (S) + sedang mengajar (P) – Bu Lina sedang mengajar.
  4. Kakek (S) + tertidur (P) – Kakek tertidur.
  5. Fatimah (S) + ingin mengaji (P) — Fatimah ingin mengaji.
  6. Pak guru (S) + tidak masuk (P) — Pak guru tidak masuk.
  7. Dia (S) + terkejut (P) — Dia terkejut.

Subjek – Predikat – Objek (S-P-O)

Pada struktur kalimat ini ada penambahan unsur objek (O). Unsur objek biasanya diisi dengan kata benda (nomina), frasa nominal, atau klausa. Objek ini berfungsi untuk memperjelas atau melengkapi predikat (P). Berikut contoh kalimat dengan struktur subjek-predikat-objek.

  1. Ayah (S) + mencuci (P) + motor (O) — Ayah mencuci motor.
  2. Rara (S) + sedang bermain (P) + boneka (O) — Rara sedang bermain boneka.
  3. Roman (S) + akan menjemput (P) + Ibu (O) — Roman akan menjemput Ibu.
  4. Petani (S) + sedang memanen (P) + padi (O) — Petani sedang memanem padi.
  5. Khansa (S) + tidak mengikuti (P) + ulangan harian (O) — Khansa tidak mengikuti ulangan harian.
  6. Kita (S) + mau makan (P) + soto (O) — Kita mau makan soto.
  7. Kamu (S) + tidak mengembalikan (P) + bajuku (O) — Kamu tidak mengembalikan bajuku.

Catatan: Dalam kalimat pasif, posisi objek (O) menempati posisi sebagai subjek (S).

Contoh kalimat pasif: Motor dicuci oleh ayah.

Subjek – Predikat – Keterangan (SPK)

Struktur kalimat ini terdiri atas subjek, predikat, dan keterangan (K). Keterangan adalah frasa yang menjelaskan kalimat secara keseluruhan. Posisi ini biasanya diisi dengan keterangan waktu, tempat, cara, tujuan, alat, penyebab, penyerta, similiatif, dan kesalingan. Berikut contoh kalimat dengan struktur subjek-predikat-keterangan.

  1. Fani (S) + pergi (P) + bersama Anggi (K) — Fani pergi Bersama Anggi.
  2. Tono (S) + mengambil baju (P) + di rumah Yudi (K) — Tono mengambil baju di rumah Yudi.
  3. Karan (S) + sedang rapat (P) + di ruang OSIS (K) — Karan sedang rapat di ruang OSIS.
  4. Wanda (S) + tidak masuk (P) + karena sakit (K) — Wanda tidak masuk karena sakit.
  5. Indonesia (S) + akan bekerja sama (P) + dengan Jepang (K) — Indonesia akan bekerja sama dengan Jepang.
  6. Mereka (S) + tidak bertemu (P) + di sekolah (K) — Mereka tidak bertemu di sekolah.
  7. Rumah sakit itu (S) + tidak beroperasi (P) + sejak dua tahun lalu (K) — Rumah sakit itu tidak beroperasi sejak dua tahun lalu.

Subjek – Predikat – Pelengkap (S-P-Pel)

Struktur kalimat ini terdiri atas subjek, predikat, dan pelengkap (Pel). Pelengkap adalah unsur yang melengkapi predikat. Posisi pelengkap biasanya berada di belakang predikat dengan kelas kata kerja (verba). Perlu diketahui bahwa pelengkap (Pel) sebenarnya tidak harus selalu ada. Berikut contoh kalimat dengan struktur kalimat subjek, predikat, dan pelengkap.

  1. Ahmad (S) + sedang belajar (P) + menyanyi (Pel) — Ahmad sedang belajar menyanyi.
  2. Salsa dan Hanna (S) + saling berpegangan (P) + tangan (Pel) — Salsa dan Hanna saling berpegangan tangan.
  3. Ibu Desi (S) + ingin bercocok (P) + tanam (Pel) — Ibu Desi ingin bercocok tanam.
  4. Keluarga Hani (S) + akan mudik (P) + lebaran (Pel) — Keluarga Hani akan mudik lebaran.
  5. Maulina (S) + bercucuran (P) + air mata (Pel) — Maulina bercucuran air mata.
  6. Rana dan Rani (S) + sedang duduk (P) + santai (Pel) — Rana dan rani sedang duduk santai.
  7. Para siswa (S) + berlumuran (P) + lumpur (Pel) — Para siswa berlumuran lumpur.

Catatan: Posisinya yang berada di belakang predikat membuat sulit dibedakan dengan objek. Cara untuk mengetahui kata tersebut sebagai pelengkap atau objek dengan mengubah kalimat tersebut menjadi pasif. Hal ini karena pelengkap apabila dipasifkan tidak bisa menjadi subjek.

Subjek – Predikat – Objek – Keterangan (S-P-O-K)

Seperti subjudulnya, kalimat ini tersusun atas subjek, predikat, objek, dan keterangan. Strukur kalimat ini merupakan jenis kalimat lengkap. Berikut contoh kalimatnya.

  1. Samanta (S) + berbelanja (P) + di mall (O) + bersama suaminya (K) — Samanta berbelanja di mall Bersama suaminya.
  2. Riana (S) + menyelesaikan (P) + rangkaian bunganya (O) + dengan hati-hati (K) — Riana menyelesaikan rangkaian bunganya dengan hati-hati.
  3. Rangga (S) + telah memenangkan (P) + kejuaraan catur (O) + sejak umur 10 tahun (K) — Rangga telah memenangkan kejuaraan catur sejak umur 10 tahun.
  4. Ayah (S) + sedang menikmati (P) + pisang goreng (O) + di teras rumah (K) — Ayah sedang menimati pisang goreng di teras rumah.
  5. Kami (S) + membereskan (P) + rumah ini (O) + bersama-sama (K) — Kami membereskan rumah ini bersama-sama.
  6. Diana (S) + sedang menggelar + karpet (O) + di ruang tamu (K)—Diana sedang menggelar karpet di ruang tamu.
  7. Mereka (S) + tidak menampilkan (P) + tarian (O) + saat acara PENSI (K) — Mereka tidak menampilkan tarian saat acara PENSI.

Baca juga: Jenis Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap (S-P-O-Pel)

Kalimat ini tersusun atas subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Berikut contoh dari struktur kalimat ini.

  1. Selly (S) + membawa (P) + makanan (O) + yang paling lezat (Pel) — Selly membawa makanan yang paling lezat.
  2. Tante Lina (S) + menemukan (P) + burung hantu (O) + berukuran besar (Pel) — Tante Lina menemukan burung hantu berukuran besar.
  3. Ayah(S) + membelikan (P) + Sari (O) + sepeda baru (Pel) — Ayah membelikan Sari sepeda baru.
  4. Bibi (S) + menawarkan (P) + kami (O) + pekerjaan yang menarik (Pel) — Bibi menawarkan kami pekerjaan yang menarik.
  5. Pak Ahmad (S) + menunjuk (P) + Farhan (O) + sebagai ketua kelas (Pel) — Pak Ahmad menunjuk Farhan sebagai ketua kelas.
  6. Dia (S) + menghadiahkan (P) + aku (O) + boneka kucing (Pel) — Dia menghadiahkan aku boneka kucing.
  7. Ibu (S) + membuatkan (P) + adik (O) + makanan kesukaannya (Pel)— Ibu membuatkan adik makanan kesukaannya

Subjek – Predikat – Pelengkap – Keterangan (S-P-Pel-K)

Kalimat berikut ini terdiri atas subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Lebih jelasnya dapat dilihat melalui contoh berikut ini.

  1. Fairish (S) + mencatat (P) + yang penting (Pel) dengan sangat hati-hati (K) — Fairish mencatat yang penting dengan sangat hati-hati.
  2. Khanha dan Rio (S) + sedang berlatih (P) + pencak silat (Pel) di lapangan sekolah (K) — Khanha dan Rio sedang berlatih pencak silat di lapangan sekolah.
  3. Aku (S) + bertemu (P) + nenek itu (Pel) + di gubuk tua (K) — Aku bertemu nenek itu di gubuk tua.
  4. Gadis itu (S) + ingin mengikuti (P) + kursus menjahit (Pel) + di balai desa (K) — Gadis itu ingin mengikuti kursus menjahit di balai desa.
  5. Bu Aliyah (S) + belanja (P) + sendirian (Pel) + ke pasar(K) — Bu Aliyah belanja sendirian ke pasar.
  6. Pak Rudi (S) + bercucuran (P) + keringat (Pel) + karena berolahraga (K)—Pak Rudi bercucuran keringat karena berolahraga.
  7. Wahyu (S) + akan menceritakan (P) + kejadian (Pel) + di belakang kantin (K) — Wahyu akan menceritakan kejadian di belakang kantin.

Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap – Keterangan (S-P-O-Pel-K)

Kalimat ini tersusun atas subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Lebih tepatnya, kalimat ini adalah kalimat yang memiliki struktur terlengkap. Berikut contoh kalimatnya.

  1. Laras (S) + menawarkan (P) + Yuli (O) + puding cokelat (Pel) + pada jam istirahat (K) — Laras menawarkan  Yuli puding cokelat pada jam istirahat.
  2. Ahmad (S) + menghadiahkan (P) + istrinya (O) + sebuah kalung emas (Pel) + pada perayaan pernikahan mereka yang ke-10 (K) — Ahmad menghadiahkan istrinya sebuah kalung emas pada perayaan pernikahan mereka yang ke-10.
  3. Paman (S) + menjajakan (P) + sayurannya (O) yang baru dipanen (Pel) + tadi pagi (K) — Paman menjajakan sayurannya yang baru dipanen tadi pagi.
  4. Rahma (S) + memberikan (P) + Emma (O) + oleh-oleh (Pel) + dari London — Rahma memberikan Emma oleh-oleh dari London.
  5. Kita (S) + akan mengeluarkan (P) + uang (O) + untuk donasi (Pel) + ke panti asuhan (K)—Kita akan mengeluarkan uang untuk donasi ke panti asuhan.
  6. Soni (S) + mengendarai (P) + mobil (O) + berwarna merah itu (Pel) + dengan kencang (K) — Soni mengendarai mobil berwarna merah itu dengan kencang.

Baca juga: Contoh Teks Anekdot

Penutup

Dari pembahasan di atas adalah bahwa kalimat merupakan satuan bahasa yang terdiri dari kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyampaikan makna lengkap. Dalam menulis, penting bagi penulis untuk memperhatikan kriteria kalimat yang efektif, yang meliputi penggunaan subjek dan predikat yang sesuai, pemilihan diksi yang tepat, penerapan aturan tata bahasa Indonesia, penggunaan kata yang tidak mubazir, dan menyampaikan ide pokok dengan jelas.

Kalimat SPOK merupakan salah satu bentuk kalimat yang umum digunakan, yang terdiri dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Terdapat beberapa bentuk kalimat SPOK, antara lain:

  1. Subjek – Predikat (S-P): kalimat yang terdiri dari subjek dan predikat.
  2. Subjek – Predikat – Objek (S-P-O): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, dan objek.
  3. Subjek – Predikat – Keterangan (S-P-K): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, dan keterangan.
  4. Subjek – Predikat – Pelengkap (S-P-Pel): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, dan pelengkap.
  5. Subjek – Predikat – Objek – Keterangan (S-P-O-K): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, objek, dan keterangan.
  6. Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap (S-P-O-Pel): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap.
  7. Subjek – Predikat – Pelengkap – Keterangan (S-P-Pel-K): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan.
  8. Subjek – Predikat – Objek – Pelengkap – Keterangan (S-P-O-Pel-K): kalimat yang terdiri dari subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

Dengan memahami bentuk-bentuk kalimat tersebut, penulis dapat memperhatikan struktur kalimat yang tepat dalam menulis sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih jelas dan efektif.

Selamat belajar.


Sumber

Trim, Bambang. 2017. 200+ Solusi Editing Naskah dan Penerbitan. Jakarta: Bumi Aksara.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Tatiek

Saya lulusan S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Saya angkatan 2015 dan lulus tahun 2019. Saya sangat tertarik dan menyukai dunia pendidikan dan kepenulisan. Dalam bidang kepenulisan saya telah menulis dalam berbagai tema seperti pendidikan, budaya, kesehatan, hiburan, akuntansi, dan dunia anak. Selain itu, saya juga mahir dalam hal penyuntingan artikel.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *