Jenis-Jenis Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

Ada banyak hal yang perlu kamu pelajari dari bahasa. Menurut Kridalaksana (2009: 3—6 ) dalam Kushartanti (2009), bahasa dibagi menjadi 10 definisi, salah satunya bahwa bahasa adalah sebagai tanda. Bahasa adalah sistem tanda yang mewakili sesuatu sehingga menimbulkan reaksi yang sama apabila seseorang menanggapinya (melihat, mendengar, dan sebagainya).

Dijelaskan bahwa bahasa adalah suatu sistem, maka terdapat bagian-bagian yang berperan dalam memfungsikan sistem tersebut. Jadi apa sajakah bagian-bagian tersebut?

Yap, unsur-unsur yang membentuk bahasa di antaranya, yakni fonologi, leksikon, pragmatik, dan gramatika. Fonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi. Leksikon merupakan perbendaharaan bahasa. Gramatika atau istilah lainnya, yaitu tata bahasa merupakan unsur yang pembahasannya mencakup kata, frasa, klausa, dan kalimat. Lalu, pragmatik adalah unsur luar bahasa yang berkaitan dengan etika dalam berbahasa.

Dari keempat unsur tersebut, salah satu unsur dari gramatika akan menjadi topik utama pembahasan kali ini, yaitu kalimat. Kalimat merupakan unsur yang sangat lekat sekali kaitannya apabila membahas tentang gramatika atau tata bahasa. Dalam kalimat tentu saja memiliki makna dan fungsinya masing-masing sesuai ‘tanda’ yang diberikan seseorang dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui apa saja jenis-jenis kalimat berdasarkan pengertian, ciri, fungsi, dan contohnya.

Pengertian Kalimat

Menurut Sasangka (2014: 21) kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki fungsi untuk mengungkapkan pikiran secara utuh. Definisi lainnya, menurut Trim (2017: 141) kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan yang menyatakan makna lengkap.

Dalam kalimat terdapat unsur yang membentuknya, yaitu subjek (S) , predikat (P), objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (Pel). Kelima unsur tersebutlah yang membuat kalimat menjadi bermakna. Dalam satu kalimat setidaknya memiliki unsur subjek dan predikat sebab rangkaian kata yang tidak memiliki kedua unsur tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kalimat.

Jenis-Jenis Kalimat

Jenis Kalimat
Sumber: visitpare.com

Jenis kalimat dapat diklasifikasikan dalam tiga bagian, yaitu berdasarkan bentuk, isi, pengucapan, dan maknanya. Berikut penjabaran mengenai jenis-jenis kalimat.

Jenis Kalimat Berdasarkan Bentuk

Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa atau satu susunan struktur subjek—predikat. Hal yang menjadi tanda bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat tunggal, yaitu dengan adanya satu informasi saja yang didapat dari kalimat tersebut. Berikut contoh kalimat tunggal:

  1. Orang itu guru kami. (S – P)
  2. Andin sedang membuat surat lamaran. (S – P – O)
  3. Permisi! (P)

Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri minimal dua atau lebih kalimat tunggal. Kalimat majemuk terbagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

  • Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang memiliki dua klausa yang kedudukannya setara. Jenis kalimat ini dapat ditandai dengan bentuk konjungsi dan, tetapi, serta, atau, dan sedangkan. Berikut contoh jenis kalimat majemuk setara:

  1. Santi menjahit baju dan Yuli membuat jus.
  2. Winda makan soto ayam, tetapi David makan ayam bakar.
  • Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat atau istilah lain dalam linguistik adalah klausa utama dan klausa subordinatif. Pada jenis kalimat ini induk kalimat (klausa utama) dapat berdiri sendiri, sedangkan anak kalimat (klausa subordinatif) tidak bisa. Oleh karena itu, anak kalimat sangat bergantung dengan induk kalimat agar dapat memberikan infronasi yang jelas. Berikut contoh kalimat majemuk bertingkat:

  1. Supriyanto tetap berangkat — (induk kalimat)

meskipun — (konjungsi)

hari telah gelap — (anak kalimat)

Supriyanto tetap berangkat meskipun hari telah gelap. 

2. Ketika hujan turun — (anak kalimat)

Hermawan masih berada di atas bus — (induk kalimat)

Ketika hujan turun, Hermawan masih berada di atas bus. 

Baca juga: Contoh Teks Eksplanasi

Jenis Kalimat Berdasarkan Isi

Kalimat Berita (Kalimat Deklaratif)

Kalimat berita adalah kalimat yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau pernyataan. Ciri-ciri dari jenis kalimat berita, di antaranya (1) berisi informasi, (2) intonasinya netral, (3) tulisan diakhiri tanda baca titik (.). Berikut contoh kalimat berita:

1. Agung sedang mengejar pencuri motor.

2. Aku tidak ingin ikut ke pasar.

Kalimat Tanya (Kalimat Interogatif)

Kalimat tanya adalah kalimat yang berfungsi untuk mencari tahu tentang suatu informasi atau jawaban dari respon lawan bicara. Ciri-ciri dari kalimat ini di antaranya (1) berisi pertanyaan, (2) tanggapannya berupa jawaban, (3) dalam ragam tulis, kalimat ini diakhiri tanda baca tanya (?). berikut contoh kalimat tanya:

  1. Bagaimana keadaan kamu sekarang?
  2. Kapan kamu akan menyelesaikan pekerjaan rumah?

Kalimat Perintah (Kalimat Imperatif)

Kalimat perintah adalah kalimat yang berfungsi memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Ciri-ciri dari kalimat perintah di antaranya (1) berisi perintah, (2) intonasinya perintah (agak naik), (3) tanggapannya bentuk perbuatan (tindakan), (4) kalimatbini diakhiri tanda baca seru (!). Berikut contoh kalimat perintah:

  1. Segera rapikan kamarmu!
  2. Ayo kita berangkat sekarang!

Kalimat Seruan

Kalimat seruan adalah kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan. Ada beberapa ciri dari jenis kalimat seruan, di antaranya bernotasi tinggi dan diakhiri dengan tanda baca seru. Berikut contoh kalimat seruan:

  1. Wah, kamu hebat sekali!
  2. Hore, kita menang!

Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapan

Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang disampaikan secarang langsung tanpa adanya perantara. Dalam ragam tulis, kalimat langsung ditandai dengan tanda baca petik dua (“…”) yang berfungsi untuk membedakan dengan kalimat penjelas. Berikut contoh kalimat langsung:

  1. “Apa kamu besok ingin aku antar ke toko?” tanya Febby
  2. “Kemarin aku bertemu dengan Sarah di kampus.”

Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan yang pernah dikatakan orang lain. Adapun ciri-ciri dari kalimat tak langsung di antaranya (1) tidak menggunakan tanda petik, (2) ada perubahan kata ganti orang, (3) bisa ditambah konjungsi bahwa.

Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi Subjeknya

Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang unsur subjeknya melakukan tindakan. Adapun ciri-ciri yang dapat kenali dari kalimat aktif, yaitu memiliki imbuhan me- atau ber- dan memiliki pola kalimat S-P-O atau S-P-O-K. Berikut contoh kalimat aktif:

  1. Maryam membeli buah-buahan.
  2. Afifah sedang makan di restoran.

Hal lain yang perlu kamu ketahui bahwa kalimat aktif diklasifikasikan menjadi 2, di antaranya.

  • Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang dapat diikuti atau disisipi oleh unsur objek. Dalam kalimat aktif transitif biasanya menggunakan imbuhan me– pada. Selain itu, kalimat ini dapat diubah menjadi kalimat pasif. predikatnya:

  1. Para petani menanam sayur.
  2. Ibu membawa oleh-oleh dari Bandung.
  • Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak dapat disisipi dengan unsur objek. Kalimat ini menggunakan predikat yang berimbuhan ber-. Kalimat ini pun tidak bisa diubah menjadi bentuk kalimat pasif:

  1. Kakak bermain di depan rumah.
  2. Salsa kelelahan setelah seharian bekerja terlalu keras.

Baca juga: Penggunaan Huruf Kapital

Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang unsur subjeknya diberikan suatu tindakan atau pekerjaan. Imbuhan yang biasanya terdapat dalam kalimat ini, yaitu di-, ter-, ke-an, atau ter-kan. Jenis kalimat ini diikuti oleh kata depan oleh:

  1. Risma diantar oleh Ami.
  2. Aku kelelehannya menunggunya.

Pemahaman Akhir

Suatu sistem tanda yang mewakili sesuatu dan menimbulkan reaksi yang sama ketika seseorang menanggapinya. Bahasa terdiri dari berbagai unsur, di antaranya fonologi, leksikon, pragmatik, dan gramatika. Dalam gramatika, salah satu unsur utama yang dibahas adalah kalimat.

Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran secara utuh. Kalimat terdiri dari subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap. Jenis-jenis kalimat dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk, isi, pengucapan, dan maknanya.

Berdasarkan bentuk, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal terdiri dari satu klausa, sedangkan kalimat majemuk terdiri dari dua atau lebih klausa. Kalimat majemuk setara memiliki klausa yang kedudukannya setara, sedangkan kalimat majemuk bertingkat terdiri dari klausa utama dan klausa subordinatif.

Berdasarkan isi, kalimat dapat diklasifikasikan menjadi kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, dan kalimat seruan. Kalimat berita digunakan untuk menyampaikan informasi, kalimat tanya digunakan untuk bertanya, kalimat perintah digunakan untuk memberikan perintah, dan kalimat seruan digunakan untuk mengungkapkan perasaan.

Berdasarkan pengucapan, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Kalimat langsung disampaikan secara langsung tanpa perantara, sedangkan kalimat tidak langsung menceritakan kembali ucapan orang lain.

Berdasarkan fungsi subjeknya, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif memiliki subjek yang melakukan tindakan, sedangkan kalimat pasif memiliki subjek yang menerima tindakan.

Dengan memahami jenis-jenis kalimat ini, kita dapat memahami cara menyampaikan informasi, bertanya, memberikan perintah, mengungkapkan perasaan, dan menggambarkan subjek yang melakukan atau menerima tindakan. Pengetahuan ini penting dalam memahami dan menggunakan bahasa dengan tepat dan efektif.

Nah, sekarang kalian sudah tau kan apa saja jenis-jenis kalimat dalam bahasa Indonesia. Semoga pembahasan ini dapat mempermudah kamu untuk memahami tentang jenis-jenis kalimat dalam bahasa Indonesia. Selamat belajar!


Sumber:

Kushartanti, Untung Yuwono, Multamia RMT Lauder (ed.). 2009. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sasangka, Sry Satriya Tjatur Wisnu. 2014. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Trim, Bambang. 2017. 200+ Solusi Editing Naskah dan Penerbitan. Jakarta: Bumi Aksara.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Tatiek

Saya lulusan S1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Saya angkatan 2015 dan lulus tahun 2019. Saya sangat tertarik dan menyukai dunia pendidikan dan kepenulisan. Dalam bidang kepenulisan saya telah menulis dalam berbagai tema seperti pendidikan, budaya, kesehatan, hiburan, akuntansi, dan dunia anak. Selain itu, saya juga mahir dalam hal penyuntingan artikel.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *