Mengenal Suku Minangkabau

Minangkabau atau dikenal juga dengan Minang adalah salah satu suku di tanah Sumatra yang masuk dalam jajaran suku terbesar di Indonesia. Banyak hal yang membuat suku ini begitu dikenal, mulai dari cerita rakyat hingga masakannya yang didominasi oleh rempah-rempah khas.

Lalu, sebagai suku yang begitu terkenal di Indonesia, sudahkah kamu mengetahui bagaimana mulanya suku Minangkabau bisa sampai ke Indonesia? Nah, supaya tidak penasaran dengan sejarah lengkapnya, mari simak penjelasannya berikut sekaligus dengan penjelasan mengenai agama dan kebudayaan dari suku Minangkabau.

Asal Mula Suku Minangkabau

Asal Mula Suku Minangkabau
Sumber: solselkab.go.id

Menurut catatan sejarah, masyarakat suku Minang adalah bagian dari Melayu Muda atau Deutro Melayu yang bermigrasi dari China Selatan ke Sumatra sejak 2.500-2.000 tahun yang lalu. Sejak migrasi tersebut, masyarakat suku Minang mulai mendiami wilayah Sumatra Barat.

Baca juga: Suku di Pulau Sumatera

Konon, penamaan Minangkabau bermula dari masa kerajaan yang dipimpin oleh Adityawarman. Pada waktu itu, menyebar sebuah isu kerajaan Majapahit yang akan menyerang kerajaan yang dipimpin oleh Adityawarman tersebut.

Atas penyerangan yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit tersebut, membuat kerajaan yang dipimpin Adityawarman untuk mengajak adu kerbau. Pihak Adityawarman pun memenangkan adu kerbau tersebut dan dari peristiwa itu nama Minangkabau pun mulai digunakan sebagai nama wilayah kerajaan tersebut. Diambil dari kata minang dan kabau yang disatukan menjadi Minangkabau.

Untuk mengenang peristiwa menangnya masyarakat Minang dalam adu kerbau, mereka lantas mendirikan rumah loteng atau rangkiang yang bentuknya menyerupai tanduk kerbau. Namun, ada pendapat lain yang mengatakan jika penamaan tersebut berhubungan dengan alat transportasi yang digunakan oleh masyarakat Minang yaitu kerbau. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai penamaan tersebut, nama Minangkabau sekarang telah menjadi nama yang begitu melekat dengan warga Minang itu sendiri.

Agama Suku Minangkabau

Agama Suku Minangkabau
Sumber: id.wikipedia.com

Masyarakat Minangkabau begitu identik dengan masyarakat yang memeluk agama Islam. Bisa dikatakan jika seluruh masyarakat Minang saat ini adalah pemeluk agama Islam yang taat. Menurut sejarahnya, di masa pemerintahan Raja Adityawarman pada abad 17, masyarakat Minangkabau menjadi lebih terbuka dengan kebudayaan dan nilai-nilai baru dari luar masyarakat mereka sendiri.

Hal ini pun membawa pada dekatnya hubungan Minangkabau dengan Aceh. Hubungan yang erat antara 2 daerah tersebut memberi banyaknya pengaruh agama Islam yang masuk ke masyarakat Minangkabau. Dari situlah agama Islam mulai berkembang begitu pesat di masyarakat Minang dan hingga saat ini menjadi agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Minang.

Adat dan Kebudayaan Suku Minangkabau

Adat dan Kebudayaan Suku Minangkabau
Sumber: id.wikipedia.com

Dalam masyarakat Minangkabau, terjaganya kebudayaan Minangkabau tidak lepas dari peran alim ulama, cendekiaan, serta ninik mamak. Dalam bahasa Minang, ketiga pihak tersebut dijuluki dengan Tungku Tigo Sajarangan.

Segala hal yang ada di masyarakat, termasuk dalam hal kebudayaan akan dimusyawarahkan dengan 3 pihak tersebut demi mencapai kata mufakat. Sementara itu, bentuk kebudayaan masyarakat suku Minang yang sampai saat ini masih banyak ditemukan diantaranya bisa kamu simak sebagai berikut.

Pepatah-Petitih

Petatah-petitih adalah jenis kebudayaan yang berwujud seni persembahan dan dilantunkan dengan bahasa kiasan dalam penyampaiannya. Kesenian ini kerap digunakan pula saat sambah-manyambah, sebuah ritual yang digunakan untuk penghormatan terhadap tamu dan saat acara pernikahan.

Tari-Tarian

Tari-tarian dalam budaya Minangkabau begitu beragam dan tidak hanya dimainkan oleh para perempuan saja. Umumnya, pementasan tari dilakukan saat adanya pesta pernikahan dan acara adat tertentu. Karakteristik dari tarian orang Minangkabau ada pada gerakannya yang cepat, dinamis dan menghentak. Beberapa jenis tarian dari Minangkabau diantaranya tari piring, tari payung, tari indang, dan tari piring.

Pakaian Adat

Banyak macam pakaian adat yang dimiliki oleh masyarakat suku Minangkabau. Jenis tersebut dibedakan untuk laki-laki serta perempuan. Untuk pakaian adat perempuan, setidaknya ada 3 macam yang umum digunakan yaitu Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang, Tingkuluak, dan Baju Batabue.

Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang merupakan jenis pakaian yang begitu merepresentasikan perempuan Minangkabau. Tingkuluak berupa penutup kepala yang bentuknya seperti kepala kerbau dibuat dari selendang dan dipakai untuk kegiatan sehari-hari maupun saat upacara adat tertentu.

Kemudian, Baju Batabue menjadi jenis baju adat yang bentuknya berupa baju kurung dengan hiasan benang emas. Jenis pakaian adat ini biasanya ada dalam 4 warna yaitu hitam, biru, lembayung, dan merah.

Sama halnya dengan pakaian adat untuk perempuan, pakaian adat bagi kaum laki-laki juga dibagi menjadi 3 komponen yaitu deta, baju, dan sarawa. Deta merupakan penutup kepala yang mempunyai bentuk berbeda bergantung dengan siapa pemakainya, seperti deta raja, deta ameh, deta cilieng manurun, dan deta saluak.

Baca juga: Rumah Adat Sumatera Barat

Berikutnya, ada baju yang dibuat dari kain beludru dengan warna hitam yang melambangkan kepemimpinan. Komponen yang ketiga adalah sarawa yang berupa celana hitam berukuran besar pada bagian paha dan betisnya. Ukuran tersebut ternyata melambangkan jiwa pemimpin dalam diri seorang laki-laki.

Itulah dia sejarah hingga adat dan kebudayaan yang dimiliki oleh suku Minangkabau, salah satu suku yang berpengaruh dan terkenal di Indonesia. Nah, semoga penjelasan di atas bisa menambah wawasan kebudayaanmu ya.


Sumber:

Krisnawati. E. (2020). Asal Usul Nama Minangkabau dan Sejarah Suku Minang di Sumatra Barat. Diakses pada tanggal 26 Juni 2021, dari tirto.id.

Mendalami Suku Minang, dari Adat dan Budaya hingga Keseniannya. (2020). Diakses pada tanggal 26 Juni 2021, dari kumparan.com.

Artikel Terbaru

Wasila

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *