Home Budaya 13 Suku di Pulau Sumatera Serta Penjelasannya

13 Suku di Pulau Sumatera Serta Penjelasannya

Sumatera adalah salah satu pulau besar di Indonesia. Pulau ini sangat dekat dengan negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Tak heran jika kedekatan ini menimbulkan ciri khas dan budaya yang hampir sama. Salah satunya adalah budaya Melayu.

Bahasa, adat istiadat, hampir sama antara Indonesia khususnya yang mendiami Pulau Sumatera dengan Malaysia. Selama ini, mungkin kita hanya mengenal Melayu dan Minang sebagai suku yang ada di Sumatera. Padahal, di Sumatera ada berbagai suku dengan adat yang berbeda – beda. Apa saja itu?

Suku Melayu

Suku Melayu
Sumber: celotehkita.web.id

Suku Melayu menjadi suku terbesar yang mendiami Pulau Sumatera. Hampir seluruh wilayah di pulau ini ditinggali oleh Suku Melayu. Diperkirakan jumlahnya mencapai 8.789.585 jiwa di seluruh Indonesia.

Rata – rata, Suku Melayu merupakan orang asli dari Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Sumatera Utara, dan lainnya. Awal terbentuknya suku ini adalahnya munculnya Suku Anneuk Jamee di Aceh dan masyarakat Negeri Sembilan di Semenanjung Malaya.

Budaya yang digunakan oleh suku ini rata – rata merupakan serapan dari budaya Arab, Bugis, dan India. Dimana diwujudkan dalam tari – tarian, diantaranya Tari Piring, Tari Pasambahan, dan Tari Senyum Minang Manis.

Melayu Deutero, adalah suku bangsa yang berasal dari Sumatera dan merupakan rumpun Melayu Muda. Datang setelah Melayu Proto pada Zaman Logam, kurang lebih 500 SM. Sementara Melayu Proto adalah rumpun Melayu Tua yang datang pada masa kurang lebih 1500 SM.

Suku Minangkabau

Suku Minangkabau
Sumber: Riski Rahmadanil Putra dari Pixabay

Suku Minangkabau atau lebih dikenal dengan Suku Minang, merupakan suku dari Pulau Sumatera yang sebagian besar mendiami Sumatera Barat. Di wilayah lain tersebar di daerah Bengkulu bagian utara, Riau, Aceh bagian barat daya, Jambi, hingga Negeri Sembilan Malaysia.

Di Sumatera Barat sendiri, jumlah suku ini mencapai 4.281.439, sementara di seluruh Indonesia mencapai 6.462.713 orang. Suku ini menggunakan bahasa Minangkabau, yang merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia.

Suku Minang kerap kali menyebut diri mereka sebagai “Urang Awak”, yang artinya adalah “Orang Minang”. Pakaian adat Suku Minang disebut dengan nama Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang untuk wanita. Sementara untuk laki – laki disebut dengan nama pakaian adat Penghulu. Rumah adat Suku Minang begitu terkenal, yaitu Rumah Gadang.

Uniknya, Suku Minangkabau ini dinilai memiliki skill berdagang yang hebat dari Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Karena menurut kepercayaan, mereka adalah keturunan dari Iskandar Zulkarnain.

Suku Rejang Bengkulu

Suku Rejang Bengkulul
Sumber: netralnews.com

Suku Rejang merupakan suku terbesar yang mendiami Provinsi Bengkulu. Selain di Bengkulu, Suku Rejang juga mendiami Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara di Bengkulu, Suku Rejang merupakan penduduk asli dan mayoritas di 5 kabupaten di Bengkulu, yaitu Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Tengah.

Meskipun diantara suku lain di Bengkulu Suku Rejang memiliki jumlah populasi tertinggi, namun tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Bahkan, dalam sensun penduduk tahun 2010 lalu Suku Rejang tidak dikategorikan secara spesifik. Melainkan sebagai kelompok suku Sumatera lainnya selain Melayu, Minangkabau, Aceh, dan Batak.

Suku Ogan

Suku Ogan
Sumber: meteorkedaton.blogspot.com

Suku Ogan banyak berdomisili di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Lulu, dan Ogan Komering Ulu Timur. Bahasa yang digunakan oleh Suku Ogan adalah bahasa Ogan, yang mirip dengan bahasa Melayu Deli dan Melayu Malaysia. Oleh karena itulah, bahasa Ogan dimasukkan ke dalam kelompok rumpun bahasa Melayu.

Suku Ogan memiliki tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini, yaitu tradisi pernikahan yang disebut Pengadangan. Selain itu, Suku Ogan mayoritas memeluk agama Islam. Sementara beberapa lainnya beragama Kristen Katolik.

Banyaknya pemeluk agama Islam menyebabkan adat istiada Suku Ogan dihiasi dengan budaya Islam dan Melayu.

Suku Palembang

Suku Palembang
Sumber: sites.google.com

Seperti nama ibu kota Sumatera Selatan, Suku Palembang mendiami Kota Palembang dengan mayoritas berdomisili di Tepian Sungai Musi. Tidak hanya itu, di wilayah lain juga terdapat Suku Palembang yang merupakan keturunan dari suku asli. Diantaranya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Bengkulu, dan Jambi.

Bahasa yang digunakan oleh Suku Palembang ini mirip dengan bahasa Melayu Jambi dengan Suku Melayu Bengkulu. Dimana, setiap kata berakhiran dengan huruf “o”. Agama yang dianut oleh Suku Palembang adalah Islam sebagai mayoritas agama, sementara sisanya beragama Buddha dan animisme. Meski begitu, mereka hidup secara berdampingan dalam kedamaian.

Mata pencaharian Suku Palembang sebagian besar adalah sebagai petani. Inilah yang menjadikan masyarakatnya hidup rukun dan damai meski berbeda agama.

Suku Lampung

Suku Lampung
Sumber: jejaknusantaraku.blogspot.com

Seperti namanya, Suku Lampung mendiami Provinsi Lampung. Selain itu, suku ini juga mendiami Bengkulu, Sumatera Selatan, bahkan hingga Banten. Suku ini juga dikenal sebagai Suku Ulun Lampung atau Suku Orang Lampung.

Secara umum, suku di Lampung sendiri dibagi menjadi dua. Dimana ada Lampung Saibatin dan Lampun Pepadun. Inilah yang menyebabkan Lampung memiliki semboyan ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’, yang memiliki makna “Satu Bumi Dua Jiwa”. Dan menjadi identitas leluhur masyarakat Lampung.

Suku Aceh

Suku Aceh
Sumber: netralnews.com

Suku Aceh mendiami wilayah Pulau Sumatera bagian utara. Mereka merupakan penduduk asli di Nangroe Aceh Darussalam, dimana nenek moyang Suku Aceh berasal dari Arab, Melayu, dan India.

Dulunya, Suku Aceh banyak yang memeluk agama Hindu. Namun, setelah berkembangnya agama Islam, mereka kemudian berpindah memeluk agama Islam. Hal ini ditunjukkan dari budaya di Suku Aceh yang kental dengan agama Islam, meskipun masih ada unsur Hindu dari budaya India.

Jumlah Suku Aceh di Provinsi Aceh mencapai 3.404.000 jiwa. Dimana, suku ini memiliki tarian khas yaitu tari Saman dan Seudati. Rumah adat Suku Aceh bernama Krong Bade, dan pakaian adatnya bernama Meukasah dengan celana Cekak Musang untuk laki – laki. Sementara untuk wanita bernama Baju Kurung Lengan Panjang dan celana Cekak Musang.

Suku Batak

Suku Batak
Sumber: blog-sipituama.blogspot.com

Suku Batak merupakan suku asli di Tapanuli dan Sumatera Utara. Jenis dari Suku Batak pun ada berbagai macam, diantaranya Batak Toba, Batak Simalungun, Batang PakPak, Batang Mandailing, Batak Angkola, Batak Karo, dan banyak lagi.

Mayoritas suku ini memeluk agama Kristen. Warisan budaya yang tetap dilestarikan hingga sekarang diantaranya Hamoraan, Uhum dan Ugaro, Hagebeon, Pengayoman, Perlambangan Cicak, dan Marsisarian. Nilai – nilai luhur juga tertanam dalam bangunan rumah adat mereka yang disebut Rumah Bolon.

Suku Nias

Suku Nias
Sumber: merahputih.com

Suku Nias banyak berdomisili di Sumatera Utara, dengan penduduk asli yang dikenal dengan nama Ono. Pulau yang dihuni oleh Suku Nias disebut oleh mereka sebagai Tano Niha.

Suku Nias memiliki rumah adat bernama Omo Hada. Sementara pakaian tradisionalnya disebut dengan Baru Oholu untuk laki – laki, dan Oroba Si’oli untuk wanita. Dengan tradisi budaya yang khas adalah tradisi melompati batu. Sebagai simbol budaya dan ritual Ono.

Menurut sejarah, Suku Nias berasal dari Sigaru Tora’a, atau pohon kehidupan. Sigaru Tora’a ini terletak di tempat Tetehli Ana’a. Sejarah dimulai saat Raja Siaro memiliki 9 orang putra.

Dari 9 orang putra tersebut, semuanya memiliki keinginan untuk memperebutkan tahta kerajaan Sirao. Yang mana kemudian 9 putra ini meninggalkan Tetehli Ana’a. Dan dipercaya, 9 putra ini adalah orang – orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.

Suku Bangka dan Suku Belitung

Suku Bangka Belitung
Sumber: rakyatpos.com

Suku Bangka mendiami wilayah Pulau Bangka, dan biasanya dikenal juga dengan Suku Melayu Bangka. Sub Suku Bangka adalah Suku Sekak Bangka, dimana suku ini mendiami pesisir sepanjang Pulau Bangka.

Suku Bangka banyak yang masih menganut animisme dan dinamisme. Namun, akhir – akhir ini masyarakat Suku Bangka ada juga yang telah memeluk agama Kristen dan Islam.

Sementara Suku Belitung adalah suku yang mendiami Pulau Belitung. Yang mana juga dikenal sebagai Suku Melayu Belitung. Masyarakat suku ini banyak yang mendiami pesisir pantai.

Karena kedua suku ini berada di pesisir pantai, sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah sebagai nelayan. Dengan mengandalkan hasil tangkapan di pesisir pantai.

Suku Mentawai

Suku Mentawai
Sumber: liputan6.com

Suku Mentawai mendiami Kepulauan Mentawai, yang tergolong dalam Proto Melayu. Suku Mentawai masih kental akan budaya tradisionalnya, dan kehidupannya yang masih tradisional.

Suku ini belum mengenal bercocok tanam, sehingga kegiatan mereka adalah meramu. Tradisi yang begitu khas dimiliki suku ini adalah tato di sekujur tubuh. Yang mana, tato di tubuh melambangkan peran dan status sosial pemiliknya.

Gaya hidup pemburu, pengumpul semi nomaden, membuat Suku Mentawai tinggal di pesisir pantai dan hutan hujan. Selain itu, masyarakat Suku Mentawai masih mempercayai animisme, yang mana segala sesuatu memiliki roh dan jiwa. Spiritualitas Suku Mentawai juga dicirikan dalam bentuk tato di tubuh, serta mengasah gigi yang menurut mereka meningkatkan kecantikan.

Suku Talang Mamak

Suku Talang Mamak
Sumber: bayuwinata.wordpress.com

Suku Talang Mamak juga disebut sebagai Orang Talang Mamak. Yang mana suku ini hidup secara tradisional di sehiliran Sungai Indragiri, Riau. Uniknya, kelompok masyarakat ini terdapat sub kelompok yang disebut suku, kemudian dibagi dalam tobo, dan hidup sebagai suku terkecil.

Suku ini termasuk ke dalam Proto Melayu, yang mana merupakan suku pertama datang di Indragiri Hulu. Dalam kesehariannya, Orang Talang Mamak menggunakan bahasa Talang Mamak. Meski begitu, jika berkomunikasi dengan orang dari luar suku, mereka akan menggunakan Bahasa Melayu.

Suku Kerinci

Suku Kerinci
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Suku Kerinci merupakan suku asli yang berdomisili di Kabupaten Kerinci. Kerinci sendiri berasal dari bahasa Tamil, yang berasal dari nama bunga kurinji.

Berdasarkan bahasa dan budaya yang digunakan SUku Kerinci, suku ini termasuk dalam Melayu Proto. Bahasa yang digunakan sehari – hari adalah bahasa Kerinci dengan dialek yang beraneka macam.

Baca juga: Alat Musik Bengkulu

Itulah 13 suku yang ada di Pulau Sumatera. Semua suku tersebut masih mendiami provinsi ini. Dan mereka hidup berdampingan dengan dama bersama suku lainnya.

Ratih
Ratih
Penggemar teh yang suka nulis dan jalan - jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kalimat Persuasif: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Kalau sebelumnya telah dibahas mengenai kalimat imperatif dan kalimat deklaratif, kini saatnya kamu menambah ilmu lagi tentang jenis-jenis kalimat berdasarkan isinya. Pembahasan selanjutnya, yaitu...

Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Dulu saat masih duduk di bangku sekolah, pasti selalu ada materi tentang kalimat. Ada banyak materi tentang kalimat yang disampaikan oleh guru, salah satunya...

10 Suku di Bali dan Nusa Tenggara Serta Penjelasannya

Bali dan Nusa Tenggara adalah pulau kecil di Indonesia. Meski begitu, pulau - pulau ini menyimpan keindahan alam yang sangat memukau. Ditambah lagi keberagaman...

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif: Pengertian, Ciri, dan Contoh

Membuat suatu tulisan bukanlah hal yang sulit. Semua orang bisa membuat tulisan mengenai hal-hal apa saja yang ingin dibahasnya. Tapi, sayangnya belum semua orang...

10 Suku di Maluku Serta Penjelasannya

Maluku adalah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku. Alam Maluku masih sangat indah, banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai,...