Struktur Penulisan Berita yang Baik dan Benar

Di era digital, tentunya makin banyak orang yang mencari informasi melalui berita-berita online. Yang dulunya kamu temui berita hanya di koran, saat ini, tentunya kamu bisa akses berita dimana pun dan kapanpun.

Akan tetapi, tahukah kamu apa yang membedakan teks berita dengan teks lainnya jika dilihat dari kacamata jurnalistik? Ya, cara mudah untuk mengenali perbedaan setiap bacaan tersebut terletak pada struktur penulisannya.

Struktur penulisan berita ditulis berdasarkan pedoman “piramida terbalik”.  Hal tersebut adalah pengukur kualitas sebuah berita. Informatif atau tidaknya sebuah berita dapat dilihat dari pedoman “piramida terbalik” tersebut. Tujuan piramida terbalik ialah untuk memperlihatkan bagian terpenting pada sebuah berita.

Pada umumnya, struktur berita yang menggunakan piramida terbalik berlaku bagi jenis berita straight news. Straight news adalah jenis berita ‘langsung’ yang memiliki struktur penulisan berita yang terdiri dari judul, teras berita, dan isi berita. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca Struktur penulisan berita yang baik dan benar, berikut ini:

Struktur Penulisan Berita Piramida Terbalik

Piramida Terbalik
Sumber: quara.com

Judul Berita (Headline)

Jujur saja, kamu pasti akan membaca sebuah berita jika judulnya menarik dan seakan mengandung tanda tanya. Ya, semakin menarik judul berita tersebut, semakin banyak peluang berita itu dibaca oleh khalayak. Tapi, bukan berarti judulnya click bait yang tidak ada sangkut pautnya sama isi berita ya.

Baca juga: Perbedaan Resume, Resensi dan Review

Perlu diingat bahwa berita yang baik terdiri atas lima sampai delapan kata. Hal tersebut menunjukkan bahwa judul berita adalah rangkuman isi berita secara keseluruhan. Selain itu, berita yang baik mempunyai judul yang disusun atas kalimat aktif. Yang harus diperhatikan juga ialah judul berita harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Dari penjelasan tersebut, berikut contoh-contoh judul berita yang menarik:

  • Rahasia Andrea Dian dapat Sembuh dari COVID-19
  • Sepanjang 2020, Pariwisata Kehilangan Potensi Pendapatan Rp60 triliun
  • Titimangsa  Foundation menggelar #NontonTeaterdiRumahAja

Teras Berita (News Lead)

Setelah membaca judul berita, kamu akan menemukan struktur berikutnya yang disebut dengan teras berita. Teras berita terletak pada paragraf pertama. Pada umumnya, teras berita berisikan informasi seputar inti dari berita. Pada teras berita akan kamu jumpai jawaban dari pertanyaan “what”, “when”, “where”, dan “who”.

Berdasarkan Rosihan Anwar (1984), karakteristik teras berita  lainnya ialah:

  • Teras berita menempati alinea pertama dan harus mencerminkan pokok terpenting berita. Teras berita umumnya terdiri dari satu kalimat dan kurang dari tiga kalimat.
  • Teras berita yang mengikuti kaidah Bahasa Indonesia umumnya terdiri dari 30 – 45 perkataan. Jika teras berita disajikan dengan singkat atau kurang dari 25 perkataan, maka teras berita akan menjadi lebih baik.
  • Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur SIAPA / WHO, karena hal ini selalu menarik perhatian pembaca. Jika unsur SIAPA tidak terlalu menonjol, maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita.
  • Teras berita dapat pula dimulai dengan kutipan. Asalkan kutipan tersebut ialah kutipan pendek lalu dilanjutkan dengan  nama orang itu dan tempat serta kesempatan dia membuat pernyataan.
  • Urutan unsur dalam teras berita sebaiknya unsur TEMPAT dulu, kemudian disusul oleh unsur WAKTU.

Yang perlu kamu ketahui, teras berita juga merupakan penentu apakah pembaca akan melanjutkan bacaan beritanya atau malah menyudahi bacaannya.

Contoh:

Titimangsa Foundation menggelar  pertunjukan teater melalui web resminya titimangsa.or.id pada tanggal 18-19 April 2020. Teater yang  berjudul Bunga Penutup Abad itu menampilkan Happy Salma, Reza Rahardian, Chelsea Islan, dan Lukman Sardi. Pertunjukan ini disutradarai oleh Wawan Sofwan.

Isi Berita (News Body)

Setelah membaca paragraf awal sebuah berita, kamu akan menemukan paragraf berikutnya. Biasanya, paragraf ini akan berisi informasi yang lebih rinci atas jawaban dari pertanyaan “why” dan “how”. Biasanya, isi berita ditulis dalam beberapa paragraf untuk menjelaskan selengkap-lengkapnya.

Kamu dapat menemukan ulasan peristiwa lengkap dengan uraian hingga bagaimana kejadian yang sebenarnya, seperti di antaranya adalah:

  • Tagline atau presentasi berita.
  • Tubuh berita; berisi tentang statistik, latar belakang, dan rincian informasi lainnya.
  • Penutup; berisi identitas penyaji berita. Ini lebih tergolong pada informasi tambahan.

Contoh:

Pertunjukan teater melalui layanan streaming tersebut bertujuan untuk memberikan  hiburan kepada pecinta teater secara gratis. Bukan hanya itu saja, Titimangsa Foundation pun mengikuti himbauan pemerintah dengan tagar #dirumahaja untuk memutus rantai penyebaran korona.

Bunga Penutup Abad diadaptasi dari kisah Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Para aktor sangat baik dalam memerankan karakternya masing-masing. Pertunjukan dimulai pada pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 16.30 WIB.

Informasi Tambahan (Additional Information/ Leg)

Sudah dapat dipastikan bahwa kamu akan menemukan penulis berita di akhir tulisan tersebut. Lantas, apakah hanya sekedar informasi penulis saja yang tertera di sana? Tentu saja tidak. Kamu dapat menemukan kapan berita tersebut dipublikasikan (dateline), tempat kejadian (placeline), dan penulis atau editor berita (byline).

Bukan hanya itu saja, pada informasi tambahan, dituliskan pula tentang Background Story. Background story adalah informasi-informasi terdahulu yang ada kaitan dengan berita agar masyarakat lebih mengerti tentang berita tersebut.

Contoh:

Titimangsa Foundation dikenal dengan sebagai sebuah yayasan yang bergerak di bidang budaya, seni, dan sastra. Yayasan yang diprakasai oleh Happy Salma, seringkali menampilkan pertunjukan teater. Seperti, Bunga Penutup Abad (2016), Perempuan-perempuan Chairil (2017), Cinta Tak Pernah Sederhana (2019), dll.

Wartawan: Adna Wahyuno

Editor: Selawati

Tips Struktur dan Sistematika Penulisan Berita

Sumber berita
Sumber: notepam.com

Penulisan berita memiliki panduan khusus berupa sistematika jurnalistik. Selain itu, penulis berita diharapkan mampu memperkaya tulisan dengan gaya bahasa yang luwes. Jika kamu memilih untuk menjadi jurnalis atau penulis berita, kamu disarankan untuk memperkaya tulisanmu dengan unsur-unsur gaya penulisan berita berikut ini.

Cermat dalam Menulis Berita

Seorang jurnalis harus cermat dalam menilik kondisi di sekitar dimana fakta adalah prioritas utama untuk menghindari berita hoax.

Sistematis

Selain cermat, penulis berita harus mampu mengorganisir berita yang akan ditulis untuk dipublikasikan kepada khalayak ramai. Berita tersebut harus sistematis, baik perkata maupun perkalimatnya. Sehingga, berita tersebut tersusun rapi dan enak dibaca.

Pemilihan Bahasa

Kata yang dipilih dalam berita harus disesuaikan dengan konteks berita itu sendiri. Secara umum, penggunaan bahasa untuk berita harus menarik, demokratis, populis, logis, gramatikal, menghindari kata tutur, dan menghindari kata atau istilah asing.

Lugas

Ketika bercerita, kamu diperbolehkan untuk menumpahkan semua hal yang ditemukan di lapangan. Namun, ini tidak diberlakukan dalam menulis berita. Seorang jurnalis harus memiliki kemampuan dalam menghemat kata.

Pemahaman Akhir

Di era digital, berita online telah menjadi sumber informasi yang populer bagi banyak orang. Namun, ada perbedaan antara teks berita dan teks lainnya jika dilihat dari perspektif jurnalistik. Struktur penulisan berita mengikuti prinsip “piramida terbalik” yang menjadi ukuran kualitas sebuah berita. Prinsip ini bertujuan untuk menyoroti informasi paling penting dalam sebuah berita.

Struktur berita dengan piramida terbalik umumnya digunakan untuk jenis berita straight news. Berita jenis ini memiliki struktur yang terdiri dari judul, teras berita, dan isi berita. Judul berita harus menarik perhatian pembaca dan sesuai dengan isi berita, serta mengikuti pedoman ejaan Bahasa Indonesia yang benar.

Teras berita, yang terletak pada paragraf pertama, menyajikan informasi inti berita dengan menjawab pertanyaan “what”, “when”, “where”, dan “who”. Paragraf berikutnya, yaitu isi berita, memberikan informasi lebih rinci dan menjelaskan “why” dan “how”.

Informasi tambahan di akhir berita mencakup penulis, tanggal publikasi, tempat kejadian, dan latar belakang terkait berita tersebut.

Dalam menulis berita, penting untuk memperhatikan sistematika dan gaya penulisan yang sesuai dengan prinsip jurnalistik. Seorang jurnalis harus cermat, sistematis, memilih bahasa yang tepat, lugas, dan mampu menghemat kata dalam penyampaian informasi.

Dengan mengikuti struktur penulisan berita yang baik dan benar, serta mengedepankan keakuratan dan kecermatan, seorang penulis dapat menghasilkan berita yang informatif dan terpercaya.

Itulah ulasan mengenai empat struktur penulisan berita jurnalistik. Ketika kamu sedang menuliskan berita, jangan lupa menyesuaikan hal tersebut untuk menghasilkan berita yang akurat. Lindungi tulisan berita yang kamu miliki dari hoax dan pembohongan publik lainnya. Selamat mencoba!


Referensi:

AnwarRosihan1984. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: Pradaya.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Zia

Bekerja sebagai buruh tulis dalam bidang pendidikan, penulisan kreatif, dan teknologi

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *