Home Dunia Kerja Contoh SOP Perusahaan Serta Cara Membuatnya

Contoh SOP Perusahaan Serta Cara Membuatnya

Banyak di antara kita sering menyebut kata SOP tanpa tahu kepanjangannya, apalagi artinya. Kalaupun tahu yang dimaksud dengan SOP, yang mereka ketahui hanya secara garis besarnya saja. Pada umumnya mengartikan SOP itu hanya sebagai suatu prosedur yang harus dilakukan.

Dalam artikel ini kamu akan lebih paham dan mengerti apa itu SOP, apa saja manfaat, bagaimana cara membuat SOP dan contoh-contoh SOP. Ada contoh SOP perusahaan, contoh SOP perusahaan jasa, contoh SOP perusahaan swasta, contoh standar operasional prosedur organisasi dan lain-lain. Ulasan di bawah ini nantinya akan membuka wawasan kamu tentang SOP itu.

Pengertian SOP

SOP yang sering kita sebut itu adalah kependekan dari Standard Operating Procedure atau Standar Operasional Prosedur. Banyak literasi yang dapat kita baca tentang pengertiannya. Menurut pendapat Rudi M Tambunan dalam salah satu buku karyanya menyebutkan, pengertian SOP adalah pedoman yang berisikan standar-standar operasional dalam suatu organisasi. Standar yang dimaksudkan adalah tatanan atau tata cara yang jadi patokan dalam setiap melakukan tindakan. Organisasi yang dimaksud bukan berarti organisasi sebagai perkumpulan kegiatan saja tetapi organisasi dalam suatu bidang usaha atau organisasi dalam struktur birokrasi.

Pengertian SOP
Sumber : industryweek.com

Untuk organisasi dalam struktur pemerintahan dan birokrasi, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPANRB) Nomor 35 Tahun 2012. Dalam Permen tersebut diuraikan, “Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, di mana dan oleh siapa dilakukan.”

Dari dua definisi tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwa SOP adalah suatu pedoman tertulis yang dibakukan dan berisikan hal-hal standar dan prosedural yang bersifat perintah untuk melaksanakan kegiatan pekerjaan dalam suatu organisasi.

Apabila dijabarkan lagi dalam lingkup perusahaan atau badan usaha, pengertian SOP adalah pedoman tertulis yang berisikan rincian tata cara dan tahapan langkah dalam setiap proses pekerjaan yang sudah dibakukan oleh perusahaan dan menjadi kewajiban karyawan di semua jenjang untuk mematuhinya, agar tercapai visi dan misi suatu organisasi atau suatu perusahaan.

Dalam suatu perusahaan, standard operating procedures ini dijadikan dokumen untuk menjadi acuan dalam melakukan pekerjaan. Setiap bidang pekerjaan, bahkan untuk setiap kegiatan pekerjaan yang sederhana pun seharusnya juga ada SOP-nya. Karena banyaknya kegiatan yang harus di-SOP-kan maka biasanya dijadikan satu dalam satu dokumen yang diberi nama Dokumen SOP. Secara berkala, semua kegiatan harus dilakukan evaluasi dan acuannya dari dokumen yang sudah disusun tadi.

Bisa saja suatu perusahaan tidak terbeban untuk mempunyainya tetapi hanya menerapkan peraturan-peraturan normatif dalam kegiatannya. Biasanya perusahaan semacam ini kepemilikannya bersifat individu. Semua menurut perintah dari atasan yang juga merangkap sebagai pemiliknya. Namun, ketika sudah berkembang cepat atau lambat harus ada SOP dalam perusahaan itu. Karena kegiatan pekerjaan yang semakin kompleks tentu tidak bisa hanya mengandalkan perorangan untuk mengontrol semua pekerjaan. Harus ada sistem yang benar dan dibakukan lalu bisa dijalankan.

Jelas di sini bahwa tujuan pembuatan standard operating procedures di suatu perusahaan adalah untuk pedoman dalam setiap langkah pekerjaan di bagian atau bidang apapun agar tercapai target-target perusahaan. Dengan adanya pedoman ini maka karyawan bisa bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing dan sesuai standar di bidang pekerjaan masing-masing pula.

Baca juga: Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan

Manfaat SOP

Perusahaan atau bidang usaha yang mempunyai standard operating procedures tentu akan memperoleh banyak manfaatnya dibanding dengan yang tidak mempunyai sama sekali. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh di antaranya adalah :

  • Sebagai standarisasi karyawan di semua jenjang dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas pekerjaannya. Karyawan dalam bekerja akan lebih mempunyai standar minimal apa yang harus dikerjakan dan seperti apa hasil yang dicapainya.
  • Meminimalkan tingkat kesalahan karyawan dalam menjalankan tugas pekerjaannya, sehingga membuat karyawan bisa lebih percaya diri dalam melaksanakan tugasnya, tanpa ada perasaan takut salah atau takut dengan atasan ketika melaksanakan tugasnya.
  • Karyawan bekerja lebih efisien dan efektif dalam tanggung jawabnya sebagai individu maupun sebagai organisasi. Masing-masing karyawan akan melaksanakan tugasnya sendiri tanpa ketergantungan atau menggantungkan diri ke pihak lain, karena memang sudah diatur sedemikian rupa untuk dapat menjalankan seefektif dan seefisien mungkin
  • Karyawan lebih mandiri dalam menjalankan tugas pekerjaannya sehingga dapat meminimalkan keterlibatan pihak lain. Ketika ada keterlibatan dari pihak lain yang tidak sesuai prosedur, maka bisa dipastikan akan memengaruhi sistem kerja dan bisa berdampak pada karyawan lain atau unit kerja yang lain.
  • Karyawan dapat mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara terbuka kepada manajemen perusahaan. Hal ini terkait dengan penilaian dan evaluasi yang menyangkut karyawan secara pribadi atau dalam unit kerja tertentu.
  • Dalam kondisi apapun, suatu pekerjaan tetap dapat dijalankan dengan baik tanpa harus menunggu kebijakan atau perintah dari managemen. Standard operating procedures yang disusun dengan detail akan mempermudah pelaksanaan kegiatan pekerjaan dalam kondisi yang tidak normal.
  • Konsistensi dalam pekerjaan akan tetap terjaga. Hal ini disebabkan karena karyawan bekerja hanya fokus dengan pekerjaannya saja yang sudah diatur standarisasinya.
  • Sebagai sarana informasi pada siapa pun tentang beban tugas dan tanggung jawab setiap karyawan dan unit kerjanya. Antar personil karyawan atau antar unit pekerjaan akan lebih tahu seberapa besar dan seberapa berat beban tugas pekerjaan selain yang ada di dirinya sendiri.
  • Sebagai alat untuk melindungi karyawan dari tuntutan apapun ketika ada dugaan atau dampak yang ditimbulkan dari penyimpangan pekerjaan. Bila karyawan melaksanakan tugas pekerjaannya dengan baik dan sesuai maka kecil kemungkinan karyawan tersebut akan disalahkan pihak lain.
  • Alur tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing karyawan dan masing-masing unit pekerjaan akan lebih jelas. Semakin detail penjabaran tugas, kewenangan dan tanggung jawab itu maka koordinasi antar karyawan atau antar bagian pekerjaan dapat berjalan dengan baik, tanpa ada tumpang tindih pekerjaan.
  • Sebagai pedoman untuk evaluasi sistem pekerjaan. Ketika evaluasi harus dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi, maka standard operating procedures salah satu yang dijadikan rujukan untuk mengevaluasi semua sistem yang sudah berjalan. Bila ada personel yang menyimpang hingga mengakibatkan target perusahaan tidak terpenuhi maka harus ada tindakan tertentu untuk mengatasinya.
    Begitu pula bila ternyata dalam evaluasi personel sudah sesuai, sedangkan target belum juga terpenuhi maka perlu ditinjau lagi sistem yang sudah dibakukan itu.
  • Sebagai pedoman ketika terjadi permasalahan atau perselisihan dalam menjalankan tugas masing-masing. Pedoman standard operating procedures ini yang akan jadi bahan untuk meluruskan kembali ketidakserasian antar bagian pekerjaan atau antar personel karyawan.
  • Sebagai alat kontrol bagi perusahaan dalam kegiatan kerjanya sehari-hari. Bila perusahaan mempunyai sumber daya manusia dalam jumlah dan beban pekerjaan juga sangat banyak, tentu peran pimpinan di jenjang apapun akan semakin berat. Oleh karena itu diperlukan standard operating procedures agar masing-masing pekerja dapat mengontrol diri masing-masing di bagian tugasnya masing-masing pula, tanpa menggantungkan pengawasan dari pimpinan. Artinya, SOP ini sebagai pedoman karyawan secara pribadi dalam bekerja.
  • Sebagai alat untuk meningkatkan image perusahaan ke jenjang yang lebih tinggi. Bila ada SOP yang jelas dan benar-benar diterapkan maka pihak luar perusahaan akan lebih percaya bahwa perusahaan itu dikendalikan sistem yang baik. Dengan demikian pihak luar tersebut akan lebih nyaman bila akan bekerjasama.

Dari uraian manfaat tadi kamu tentu akan bertanya, sebenarnya standard operating procedures itu diperuntukkan untuk siapa? Apakah untuk level karyawan atau semua level?
Jawabnya adalah untuk semua tingkatan, dari yang tingkatan terendah sampai yang tertinggi. Karena menyangkut sistem yang saling berkaitan satu sama lain dalam suatu organisasi. Bila satu bagian di suatu tingkatan melakukan kesalahan atau berjalannya tidak sesuai dengan SOP maka akan berdampak ke bagian lain. Cepat atau lambat pasti akan berdampak. Itulah mengapa manfaatnya sangat penting sekali dalam suatu perusahaan.

Cara Membuat SOP

Sebelum melangkah ke cara membuat SOP, kamu harus tahu dulu alur pembuatannya. Mulai dari siapa yang bertanggung jawab untuk menyusun SOP, apa saja prinsip dasarnya, lalu prosedur apa yang harus dijalankan dalam rangka penyusunannya, baru kemudian melangkah ke tahap penyusunan materi yang di-SOP-kan.

  • Penyusun SOP
    • Idealnya untuk menyusun SOP ini adalah suatu tim yang berisikan karyawan yang mewakili dari berbagai bidang/unit pekerjaan dan berbagai tingkatan karyawan.
    • Tim penyusun harus bersifat independen yang hanya berorientasi pada visi dan misi perusahaan, bukan menonjolkan unit kerjanya sendiri.
    • Penyusun SOP ini bisa juga sebagai bagian dari tim evaluasi penerapan SOP saat diberlakukannya SOP di perusahaan.
  • Prinsip dasar penyusunan SOP
    • Mudah dan jelas dipahami oleh semua orang. Bahkan karyawan yang baru bergabung dalam unit kerja pun dapat dengan cepat dan mudah memahami dan menyesuaikan SOP yang ada. Penulisan atau penyusunan kata-kata yang bertele-tele tentu akan sangat mengganggu.
    • Prosedur dan tata cara yang disusun adalah prosedur yang paling efektif dan paling efisien ketika dilaksanakan. Karena tujuan akhir dari SOP ini adalah pencapaian visi dan misi perusahaan yang tentu mengedepankan efektivitas dan efisiensi.
    • Antara satu prosedur dengan prosedur lainnya dalam SOP tersebut harus selaras dan berkesinambungan. Ketika tidak ada keselarasan maka bisa dipastikan akan timbul masalah antar unit kerja.
    • Prosedur di bidang dan di unit apapun harus ada parameter kualitas hasil pencapaiannya. Parameter ini digunakan acuan apakah hasil yang dikerjakan secara prosedural tersebut sudah sesuai standar minimal yang ditetapkan.
    • Dinamis mengikuti perkembangan dan kemungkinan masalah-masalah yang belum tertampung dalam SOP tersebut. Apabila ada hal-hal baru maka standarisasi prosedur secara terbuka dapat dengan mudah untuk menyesuaikannya.
    • Orientasi SOP harus tetap pada visi dan misi perusahaan. Hal-hal yang diatur dalam SOP haruslah bertujuan pada pencapaian visi dan misi perusahaan, sampai hal terkecil sekalipun.
    • Tidak bertentangan dengan kaidah hukum dan norma yang berlaku.
    • SOP harus ditetapkan oleh pimpinan sebagai suatu produk dan kebijakan perusahaan yang wajib ditaati dan bersifat mengikat ke semua karyawan apapun jenjangnya.
    • Oleh karena salah satu sifat dari SOP adalah berkelanjutan maka segala prosedur yang dihasilkan harus bisa didokumentasikan dengan baik. Sehingga bila ada hal yang harus disesuaikan lagi prosedurnya, penelusuran kebijakan prosedur sebelumnya bisa dilaksanakan dengan cepat dan mudah.
  • Tahap penyusunan SOP

    • Tim penyusun SOP melakukan pendataan di masing-masing unit kerja. Pendataan meliputi ; apa saja yang dikerjakan, berapa dan siapa personil yang terlibat dalam satu pekerjaan, alat apa saja yang diperlukan untuk satu pekerjaan, waktu pemrosesan suatu pekerjaan hingga selesainya pekerjaan tersebut dan bagaimana keterkaitan dengan unit kerja lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
    • Masing-masing anggota tim yang mewakili unit kerjanya memaparkan apa saja dan bagaimana pekerjaan yang sudah dijalankan selama ini berdasarkan pendataan tadi.
    • Tim penyusun SOP meramu hasil penjelasan tadi dan disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang terkait dan disesuaikan pula dengan kebijakan perusahaan.
    • Menghitung dan menganalisa biaya-biaya yang mungkin ditimbulkan dari penerapan suatu prosedur di unit kerja.
    • Memilih sistem prosedur yang terbaik dari pilihan dan pertimbangan yang ada.
    • Menyusun draf SOP untuk kemudian dikoordinasikan dengan pimpinan perusahaan agar bisa diambil kebijakan yang tepat.
    • Melakukan trial and error untuk masing-masing prosedur, lalu dikaji lagi sampai bisa diambil kesimpulan bahwa prosedur tersebut bisa diterapkan.
    • Penetapan SOP yang oleh tim dan juga atas persetujuan dari pimpinan perusahaan, kemudian dijadikan dokumen resmi perusahaan.
    • Sosialisasi semua materi yang ada dalam dokumen SOP ke masing-masing unit kerja sesuai dengan tugas tanggung jawab di lingkungan kerja tersebut.
    • Rutin melakukan kontrol dan evaluasi secara berkala dari penerapan SOP tersebut. Untuk mempermudah pelaksanaan kontroling sebaiknya disediakan form pemeriksaan khusus. Sehingga dapat dilakukan evaluasi yang berkesinambungan.

Cara Membuat SOP
Sumber : by standret form freepik

Tampilan atau bentuk SOP yang sudah ditetapkan berupa dokumen teks dan flow chart untuk satu prosedur yang diuraikan. Memang bukanlah suatu keharusan, tapi ada hal-hal yang perlu ditampilkan untuk memudahkan dalam identifikasi dan pendokumentasiannya. Hal-hal yang perlu ditampilkan, di antaranya yaitu :

  • Identitas perusahaan, yang berupa logo, nama, alamat dan kontak yang bisa dihubungi. Penempatan identitas ini harus ada di bagian atas lembar standard operating procedures.
  • Judul, yaitu hal apa yang akan diuraikan prosedurnya.
  • Nomor dokumen, yang bertujuan untuk identifikasi setiap prosedur yang ditetapkan. Penomoran ini disesuaikan dengan keseluruhan lembar standard operating procedures dari berbagai unit kerja yang dijadikan satu dalam dokumen yang disusun.
  • Mulai pemberlakuan, yang berupa tanggal penetapan dan mulai diberlakukannya prosedur yang diuraikan.
  • Revisi, bertujuan untuk menginformasikan bahwa prosedur yang akan dijelaskan sudah melalui beberapa revisi yang tentunya dikarenakan ada penyesuaian-penyesuaian.
  • Tanggal revisi, menjelaskan kapan dilakukannya revisi sesuai dengan penetapan revisian terakhir.
  • Halaman, yang menginformasikan ada berapa lembar atau berapa halaman yang akan disampaikan untuk satu jenis prosedur tersebut.
  • Latar belakang, yang menjelaskan apa saja yang melatarbelakangi adanya prosedur tersebut.
  • Tujuan, yaitu maksud dibuatnya prosedur yang ditetapkan
  • Ruang lingkup, yaitu batasan-batasan yang masih ada kaitannya dengan prosedur yang disampaikan
  • Tanggung jawab dan wewenang, menginformasikan siapa saja yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap prosedur yang diuraikan.
  • Satuan kerja terlibat, menyampaikan siapa dan unit kerja apa saja yang ada kaitannya dengan prosedur yang diuraikan. Baik terlibat sebelum pekerjaan yang dilaksanakan maupun setelah hasil pekerjaan diselesaikan.
  • Prosedur pelaksanaan, yaitu penjelasan detail prosedur-prosedur yang dimaksudkan.
  • Rekaman, merupakan lembaran, form atau berkas-berkas lain yang terkait dan harus ada ketika prosedur suatu pekerjaan itu dijalankan. Fungsinya adalah sebagai upaya untuk merekam atau mendokumentasikan setiap prosedur.
  • Pengesahan, yang berisikan nama dan jabatan yang bertanggung jawab terhadap prosedur yang dijelaskan tersebut. Penanggung jawab ini bersifat berjenjang, mulai dari level yang terbawah sampai ke pimpinan. Sebagai bentuk tanggung jawab maka harus ada ruang untuk tanda tangan bagi masing-masing.
  • Flow chart, merupakan bagan alur sebagai gambaran secara skematis bagaimana prosedur yang diuraikan tersebut dijalankan.

Baca juga: Contoh Surat Pemberitahuan

Contoh SOP

Contoh SOP Perusahaan Jasa

JUDUL                   : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN KELUHAN
                          PELANGGAN
1. LATAR BELAKANG       : a. Adanya keluhan pelanggan ke customer service
                          b. Keluhan disampaikan melalui telpon dan datang ke
                             kantor
                          c. Keluhan pelanggan tidak cepat ditanggapi
2. TUJUAN               : a. Memberi kepuasan pelanggan
                          b. Menata petugas untuk dapat menanggapi keluhan
                             pelanggan dengan baik 
3. RUANG LINGKUP        : Tugas dan tanggung jawab customer service
4. TANGGUNG JAWAB       : - Customer service
                          - Supervisor front office
5. UNIT KERJA TERLIBAT  : a. Keamanan kantor
                          b. Pengemasan
                          c. Pengiriman
6. PROSEDUR PELAKSANAAN : a. Customer service menerima pelanggan harus dengan
                             ramah, sopan, tata bahasa yang baik dan senyum.
                          b. Catat nama pelanggan, nomor pengiriman pelanggan dan
                             apa saja keluhan pelanggan
                          c. Customer service harus bisa memberi solusi cepat
                             bila pelanggan mengeluhkan pelayanan yang diterima
                          d. Bila tidak bisa memberi solusi cepat, jangan tutup
                             kontak dengan pelanggan, segera lakukan koordinasi
                             dengan unit kerja terkait yang dikeluhkan pelanggan,
                             lalu teruskan solusi tersebut ke pelanggan
7. REKAMAN              : - Catatan front office
                          - Memo internal ke unit kerja terkait

Contoh SOP perusahaan jasa
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Contoh SOP Perusahaan

JUDUL                   : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMAKAIAN KOMPUTER KANTOR
1. LATAR BELAKANG       : 1. Setiap divisi tersedia komputer (PC) inventaris
                             kantor
                          2. Penertiban penggunaan dan pemanfaatan komputer (PC)
2. TUJUAN               : Mengoptimalkan penggunaan komputer (PC) inventaris
                          kantor dengan pemakaian yang benar dan meminimalkan
                          pemakaian untuk keperluan selain pekerjaan kantor 
3. RUANG LINGKUP        : Pemakaian komputer masing-masing karyawan
4. TANGGUNG JAWAB       : 1. Setiap karyawan
                          2. Supervisor masing-masing bagian
5. UNIT KERJA TERLIBAT  : 1. Bagian Informatika dan Telekomunikasi
                          2. Satuan Pengawas Intern (SPI)
6. PROSEDUR PELAKSANAAN : 1. Setiap karyawan menggunakan komputer (PC) inventaris
                             kantor dengan baik dan benar, mulai dari langkah
                             menghidupkan sampai mematikannya saat selesai
                             pemakaian
                          2. Komputer (PC) inventaris kantor dilarang untuk
                             penggunaan keperluan selain pekerjaan kantor
                          3. Penyimpanan file hasil pekerjaan agar ditata serapi
                             mungkin dalam folder khusus sehingga tidak terjadi
                             penumpukan file banyak pekerjaan dalam satu folder 
                          4. Setiap transfer data dari flashdisk wajib dilakukan
                             scaning anti virus dengan aplikasi yang sudah
                             tersedia di masing-masing komputer.
                          5. Apabila menemukan kejanggalan atau masalah lain
                             dalam pengoperasiannya, segera hubungi bagian IT
                             untuk dilakukan perbaikan secepatnya.
                          6. Apabila diperlukan penambahan atau peningkatan
                             perangkat, dilakukan prosedur pengajuan ke bagian
                             pengadaan dengan sepengetahuan bagian IT
7. REKAMAN              : Memo internal ke unit kerja terkait

Contoh SOP perusahaan
Sumber : Dokumen Pribadi

Contoh SOP Perusahaan Swasta

JUDUL                   : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KERJA LEMBUR
1. LATAR BELAKANG       : 1. Perlunya penataan jam kerja yang efektif dan efisien
                          2. Semua divisi memerlukan pengaturan pekerjaan di luar
                             jam kerja normal
2. TUJUAN               : Mengatur pola kerja lembur bagi karyawan agar dapat
                          bekerja dengan efektif dan efisien 
3. RUANG LINGKUP        : Kerja lembur bagi karyawan di tingkat Asisten Manager
                          ke bawah di semua divisi
4. TANGGUNG JAWAB       : 1. Setiap karyawan yang melakukan kerja lembur
                          2. Supervisor masing-masing bagian
                          3. Manager masing-masing bagian
5. UNIT KERJA TERLIBAT  : 1. Bagian HRD
                          2. Satuan Pengawas Intern (SPI)
                          3. Bagian lain yang terkait dengan pekerjaan lembur
                             saat itu
6. PROSEDUR PELAKSANAAN : 1. Karyawan dapat melaksanakan pekerjaan lembur atas
                             perintah atasannya langsung, dengan mengisi form yang
                             sudah tersedia.
                          2. Pekerjaan lembur dapat dilaksanakan dengan
                             pertimbangan percepatan waktu pengerjaan, target
                             waktu, kemampuan peralatan dan kemampuan personil
                             yang terlibat.
                          3. Pada saat bekerja di jam lembur, karyawan tidak
                             diperkenankan untuk mengerjakan pekerjaan lain selain
                             pekerjaan yang diajukan untuk lembur.
                          4. Setiap selesai melakukan pekerjaan lembur, karyawan
                             wajib membersihkan semua peralatan yang dipakai dan
                             mematikan peralatan yang berhubungan dengan
                             kelistrikan.
                          5. Karyawan dapat mengakhiri pekerjaan lembur sesuai
                             dengan target kuantitas pekerjaan atau pembatasan jam
                             lembur yang diberikan atasan pada form yang tersedia.
7. REKAMAN              : Form pengajuan lembur

Contoh SOP perusahaan swasta
Sumber : Dokumen Pribadi

Baca juga: Contoh Surat Dinas

Contoh Standar Operasional Prosedur Kontraktor

JUDUL                   : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN AKHIR PRA
                          PENGECORAN
1. LATAR BELAKANG       : a. Pekerjaan cor struktur merupakan pekerjaan yang perlu
                             perhatian khusus
                          b. Perlunya pemeriksaan yang teliti sebelum dilaksanakan
                             pengecoran
2. TUJUAN               : Mengatur pola pemeriksaan pra pengecoran untuk hasil
                          yang efektif dan efisien
3. RUANG LINGKUP        : Peran pengawas konstruksi sebelum dilaksanakan
                          pengecoran
4. TANGGUNG JAWAB       : a. Pengawas lapangan
                          b. Supervisor pengawas lapangan
                          c. Pelaksana lapangan
5. UNIT KERJA TERLIBAT  : a. Pelaksana konstruksi di lapangan
                          b. Sub kontraktor yang terkait
                          c. Logistik lapangan
6. PROSEDUR PELAKSANAAN : a. Pengawas lapangan menerima memo dan informasi lisan
                             tentang jadwal pengecoran bidang konstruksi tertentu
                          b. Pengawas lapangan memeriksa kesesuaian dimensi, jarak
                             dan jenis bahan antara gambar dan spesifikasi bahan
                             dengan kondisi yang ada di lapangan
                          c. Pengawas lapangan memeriksa kekuatan bekisting dan
                             perancah untuk mengantisipasi beratnya cor
                          d. Pengawas lapangan memeriksa kesiapan pelatan, jumlah
                             peralatan dan jumlah personil yang akan terlibat
                             dalam pengecoran
                          e. Pengawas lapangan wajib memberikan arahan atau
                             catatan tertentu bila ada ketidaksesuaian dan bila
                             dilihat ada yang tidak semestinya secara teknis
                             konstruksi
                          f. Pengecoran baru bisa dilaksanakan bila pengawas
                             lapangan memberikan instruksinya melalui memo yang
                             tersedia.
7. REKAMAN              : a. Form pengajuan pengecoran
                          b. Form pelaksanaan pengecoran
                          c. Form laporan cuaca

Contoh standar operasional prosedur kontraktor
Sumber : Dokumen Pribadi

Contoh SOP Perusahaan Makanan

JUDUL                   : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGEMASAN MAKANAN
1. LATAR BELAKANG       : 1. Makanan yang sehat sesuai dengan visi dan misi
                             perusahaan
                          2. Kualitas pengemasan salah satu faktor daya tarik
                             konsumen
2. TUJUAN               : Menata proses pengemasan makanan yang lebih baik untuk
                          meningkatkan produktivitas perusahaan
3. RUANG LINGKUP        : Proses pengemasan
4. TANGGUNG JAWAB       : 1. Operator pengemasan
                          2. Supervisor pengemasan
                          3. Manager produksi
5. UNIT KERJA TERLIBAT  : 1. Bagian produksi
                          2. Bagian gudang
                          3. Bagian distribusi
6. PROSEDUR PELAKSANAAN : 1. Operator pengemasan wajib mematuhi ketentuan teknis
                             peralatan yang digunakan
                          2. Proses pengemasan harus dilaksanakan dengan hati-hati
                             untuk meminimalkan kegagalan pengemasan produk
                          3. Pekerjaan pengemasan harus segera dikerjakan ketika
                             bagian produksi telah menyerahkan hasil pekerjaannya
                          d. Pengawas lapangan memeriksa kesiapan pelatan, jumlah
                             peralatan dan jumlah personil yang akan terlibat
                             dalam pengecoran
                          4. Operator pengemasan harus memeriksa setiap barang
                             yang dikemas dengan teliti
                          5. Bila produk yang akan dikemas ditemukan cacat
                             produksi maka operator harus memisahkan dan segera
                             melaporkan ke Supervisor untuk segera ditindak
                             lanjuti
7. REKAMAN              : 1. Form serah terima
                          2. Form cacat produksi

Contoh SOP perusahaan makanan
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Dari ulasan di atas kamu serta contoh sop perusahaan, contoh sop perusahaan jasa, contoh SOP perusahaan swasta, dan contoh standar operasional prosedur organisasi tentu semakin mengerti betapa pentingnya SOP bagi suatu perusahaan atau organisasi.

Standard operating procedures inilah yang akan menjadi tuntunan dan rambu-rambu untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan karyawan. Penyusunan SOP yang baik dan terperinci akan semakin mendekatkan pada visi dan misi perusahaan. Dengan standard operating procedures yang baik maka bisa dipakai sebagai alat kontrol dalam perusahaan. Evaluasi rutin dengan mengacu pada standard operating procedures juga akan lebih meningkatkan produktivitas perusahaan.

Baca juga: Contoh Surat Peringatan

Namun demikian standard operating procedures tetap harus terbuka untuk dilakukan penyesuaian agar tidak menjadi batu sandungan perusahaan ketika perusahaan dituntut untuk mengikuti perkembangan.


Referensi :

  • Pedoman teknis penyusunan standard operating procedures (SOP), oleh Rudi M Tambunan, penerbit Maiestas Publishing, 2008.
  • PERMENPANRB NO 35 TAHUN 2012
Arynopha
Arynopha
Gemar menulis dan membaca, teliti, cermat, rapi dan telaten. Terbiasa menyusun persuratan, proposal, perjanjian, kontrak dan sejenisnya termasuk membuat presentasi, entry data dan mengolahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Gerak Lurus

Gaya merupakan penyebab perubahan pada benda. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan gerak benda, termasuk kelajuannya dan arah kelajuan atau perubahan kecepatan. Namun dalam fisika...

20 Website Jurnal Internasional dan Cara Mencarinya

Membuat suatu tulisan ilmiah, terutama skripsi, tentu memerlukan banyak artikel dari jurnal sebagai tinjauan pustaka. Beberapa dosen pembimbing juga menyarankan untuk mencari jurnal internasional...

Cara Menggunakan Mendeley

Membuat sitasi dan daftar pustaka sering terasa membingungkan dan melelahkan. Apalagi ada banyak sistem yang tersedia untuk mengutip suatu tulisan, misalnya yang menggunakan metode...

Turunan Fungsi Aljabar

Turunan fungsi merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari. Turunan fungsi ini merupakan syarat untuk belajar materi integral. Selain sebagai materi syarat turunan...

Perang Banjar: Penyebab Serta Akhir Perang

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, dari sabang sampai merauke. Salah satunya yaitu Kalimantan Selatan. Daerah ini terkenal dengan produk pengolahan daerahnya seperti...