Sifat Teks Nonfiksi Serta Penjelasannya

Apakah kamu pernah baca berita? Atau kamu sering baca biografi dan jurnal-jurnal ilmiah? Nah itu adalah contoh-contoh teks nonfiksi. Lalu, apa kamu sudah tau apa itu teks nonfiksi?

Teks nonfiksi merupakan sebuah teks yang berdasarkan kisah nyata dan dibuat berdasarkan fakta yang ada atau tanpa dibuat-buat. Beda banget kan sama jenis teks seperti legenda, cerpen, novel yang merupakan teks fiksi?

Di teks nonfiksi, kamu tidak akan menemukan teks yang bersifat imajinatif ataupun fantasi hasil karangan pengarang. Karena teks yang dihasilkan berdasarkan fakta dan objektif. Supaya kamu makin paham tentang teks nonfiksi, berikut adalah sifat teks nonfiksi yang bisa kamu pelajari.

  1. Berdasarkan Riset

Berdasarkan riset
Sumber foto: StockSnap dari Pixabay

Sifat teks nonfiksi yang pertama ialah teks ini dibuat berdasarkan riset, sehingga  menggunakan sumber data yang real dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Contoh Cerita Nonfiksi

Misal, kamu ingin menulis sebuah esai tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Maka kamu disarankan untuk mencari fakta yanga akurat tentang topik tersebut. Bisa melalui studi pustaka ataupun interview ke beberapa ahli.

  1. Menggunakan Gaya Bahasa Denotatif

Bahasa denotatif
Sumber foto: Wokandapix dari Pixabay

Sifat teks nonfiksi berikutnya adalah menggunakan gaya bahasa denotatif. Dalam KBBI denotatif berarti sebuah makna yang bersifat denotasi. Maksudnya adalah gaya bahasa yang lugas dan tidak ditinggi-tinggikan sehingga lebih mudah dipahami. Hal ini dikarenakan teks nonfiksi lebih condong ke informatif dan tidak ada unsur dilebih-lebihkan. Berbeda dengan gaya bahasa konotatif yang merupakan gaya bahasa kiasan.

Contohnya ketika kamu membaca kata ‘sakit’ hal itu bermakna berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu. Contoh lainnya kata ‘harapan’ yang bermakna sesuatu yang diharapkan.

  1. Informatif

Informatif
Sumber foto: Hands off my tags! Michael Gaida dari Pixabay

Yang membedakan teks nonfiksi dengan teks lainnya adalah teks ini bersifat informatif. Dalam artian, teks berisi sebuah informasi yang berupa fakta dan bisa berguna untuk para pembacanya.

Misal, kamu pengen nulis teks nonfiksi tentang asal-usul Facebook. Maka, kamu perlu memberikan informasi seputar sejarah Facebook, siapa pendiri Facebook, bagaimana Facebook bisa sukses seperti sekarang. Informasi-informasi seperti itu berguna bagi pembaca yang sedang mencari tahu tentang Facebook.

  1. Disusun berdasarkan Data dan Peristiwa yang Nyata

Disusun berdasarkan data dan fakta
Sumber foto: StartupStockPhotos dari Pixabay

Sifat yang berikutnya adalah teks nonfiksi disusun berdasarkan data dan peristiwa yang nyata. Sifat ini juga membedakan teks nonfiksi dengan teks fiksi. Kalau teks fiksi bisa ditulis berdasarkan karangan si pengarang. Sedangkan teks nonfiksi harus berdasarkan peristiwa yang benar-benar terjadi disertai dengan data yang jelas.

  1. Ditulis secara Runtut

Ditulis secara runtut
Sumber foto: StartupStockPhotos dari Pixabay

Pernahkan kamu membaca sebuah laporan, esai, atau skripsi? Bukankah teks tersebut ditulis secara runtut? Dimulai dari pendahuluan, isi, sampai dengan kesimpulan dari hasil penelitian. Hal inilah yang merupakan sifat teks nonfiksi yang ke lima yaitu, ditulis secara runtut.

Berbeda dengan teks fiksi yang memiliki alur cerita yang bebas, teks nonfiksi ditulis berdasarkan struktur yang jelas. Hal itu berguna agar informasi yang ingin disampaikan dipahami oleh pembaca dengan mudah.

Baca juga: Contoh Sinopsis

Itu dia 5 sifat teks nonfiksi yang bisa kamu ketahui. Harapannya dengan membaca artikel ini kamu bisa membedakan mana teks nonfiksi dan teks fiksi. Dengan begitu kamu akan lebih mudah jika ingin menulis teks nonfiksi.

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Suka apapun tentang dunia tulis menulis dan buku. Menamatkan kuliah di Sastra Indonesia UNJ dan kini menjadi content writer.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *