Sejarah Radio di Indonesia

Radio memiliki sejarah yang panjang di Indonesia, bahkan memiliki peran yang penting dalam proses kemerdekaan RI. Sebagai media massa elektronik yang berusia cukup tua, dan dengan banyaknya media baru yang muncul, hingga kini Radio masih memiliki penggemar. Walapun memiliki banyak peminat, namun tidak semua orang mengetahui mengenai sejarah radio itu sendiri. Kalau kamu, apakah tahu mengenai perjalanan sejarah Radio di Indonesia ini?

Nah, untuk mengetahuinya simak materi berikut ini ya!

Sejarah Radio di Indonesia

Radio
Sumber: www.kpi.go.id

Radio merupakan media massa yang difungsikan sebagai sarana penyampaian informasi yang disampaikan dalam berbagai bentuk, misalnya hiburan, musik, berita, dan lainnya. Sejarah radio dari masa ke masa sendiri cukup panjang sejak penemuannya.

Baca juga: Mengenal Sejarah Palang Merah Remaja

Perkembangan Radio

Dimulai dari penemuan Gramofon oleh Edison pada tahun 1877. Gramofon merupakan alat yang bisa digunakan untuk memutar musik yang telah direkam dari piringan hitam. Disaat yang sama, ternyata James Clerk Maxwell dan helmholtz Hertz melakukan eksperimen elektromagnetik dan menemukan bahwa gelombang radio ternyata merambat dalam bentuk bulatan seperti halnya ketika menjatuhkan sesuatu pada air tenang (Mufid, 2005:25).

Dilihat dari sejarah radio dari masa ke masa, penyiaran radio diawali dari seorang bernama Heinrich Hertz yang melakukan eksperimen pada tahun 1887, dan berhasil menerima serta mengirim gelombang radio. Eksperimen selanjutnya dilakukan oleh Guglielmo Marconi yang berhasil mengirim sinyal lorse dalam bentuk titik dan garis pada tahun 1901, sinyal tersebut berhasil menyebrangi Samudera Atlantik melalui gelombang elektromagnetik.

guglielmo-marconi
Sumber: www.history.com

Pada tahun 1906, Reginald Fessenden yang berada di laut lepas untuk pertama kalinya menyiarkan acara di radionya dengan memutar beberapa lagu natal memakai operator nirkabel (Vivian, 2008:194). Untuk stasiun radio komersial pertama dibangun oleh Charles David Herrod pada tahun 1909 di California, AS yang kemudia diberi nama KCBS. Penyiaran yang dilakukan stasiun ini pada awal mengudara lebih banyak menyiarkan iklan. Menyusul stasiun lainnya muncul pada thun 1919, yaitu WHA yang siaran radionya lebih pada pemenuhan kebutuhan publik bukan komersial.

Bersamaan dengan semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat, maka fungsi radio juga mengalami perkembangan, diantaranya yaitu:

  1. Radio sebagai Media Massa

Yaitu dengan memberikan informasi dalam bentuk audio, sehingga masyarakat yang tidak memiliki kemampuan membaca pun bisa mendengarkan informasi yang diberikan. Selain itu, radio juga bersifat santai. Orang dapat menikmati siaran radio sambil melakukan hal-hal lainnya, seperti makan, tiduran, dan lainnya.

  1. Radio sebagai Media Dakwah

Memiliki arti sebagai seruan, ajakan, atau panggilan. Sehingga raio difungsikan sebagai pemberi pesan-pesan tertentu pada pendengar. Walaupun mungkin tidak ada komunikasi dua arah, antara penyiar dan pendengar, namun formatnya dibuat sekomunikatif mungkin. Sehingga pendengar bisa merasa diajak berkomunikasi oleh pemberi pesan.

Sejarah Radio di Indonesia

Pada awal kemerdekaan ketika Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia masih belum banyak menggunakan media televisi. Hanya radio yang setia menjadi penghibur rakyat Indonesia, dan melaluinya berita dari luar negeri mengenai kekalahan Jepangpun bisa terdengar ke Indonesia. Sehingga momentum itu dimanfaatkan untuk kembali merebut kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa radio juga memiliki peranan penting dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Sejarah radio dari masa ke masa di Indonesia sendiri telah dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Pada tahun 1920 pertama kalinya siaran dilakukan oleh Radio Vereenigingen. Melanjutkan pada tahun 1925, didirikan Bataviase Radio vereeniging serta Nederlands-Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM) di Jakarta. Keduanya mendapat izin penyiaran dari pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1934.

Stasiun Radio NIROM
Sumber: rri.co.id

Pada tahun 1933, Raja Mangkunegara dari Solo juga memiliki inisiatif untuk mendirikan stasiun penyiaran radio dengan nama Solosche Radio Vereniging (SRV) yang menyiarkan acara dalam Bahasa Jawa. Selain di Kota Solo, mulai berdiri pula stasiun-stasiun radio yang menyiarkan seni budaya tradisional seperti di Medan  yaitu Meyers Omroep Vooor Allen (MOVAO), Mataram Voor Radio Vereniging di Yogyakarta, Erst Madiun Radio Oemroep di Madiun, serta Chinnese en Inhemmse Vereniging Oost Java (CIVRO) yang ada di Surabaya.

Hingga pada 1937, radio-radio tersebut menghimpun diri dalam suatu organisasi Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK).

Radio Pemerintahan

Cikal bakal dari radio pemerintahan ini dimulai pada masa penjajahan Jepang. Ketika proklamasi kemerdekaan, melalui siaran radio Hoso Kyoku yang digunakan Jepang sebagai alat propaganda, para pemuda berhasil menyeludupkan teks proklamasi dan menyiarkannya. Namun karena hanya sebatas wilayah Jakarta saja, maka muncul inisiatif untuk menyiarkan melalui siaran radio luar negeri oleh penyiar Honso Kanri Kyoku. Melalui para penyiar radio Honso Kanri Kyoku ini lah kemudian muncul Radio Republik Indonesia (RRI).

RRI resmi berdiri pada tanggal 11 September 1945, melalui rapat yang dilakukan 6 utusan stasiun radio di kediaman Adang Kadarusman dan Abdurahman Saleh ditunjuk sebagai pimpinan pertama. Selain itu, juga dihasilkan suatu deklarasi yang dikenal dengan piagam 11 September 1945 yang berisi 3 komitmen tugas dan fungsi RRI dikenal dengan Tri Prasetya RRI (Mufid, 2005:37):

  1. Menyelamatkan alat siaran radio dari orang-orang yang berniat menghancurkan negara, dan membela alat itu dengan sepenuh jiwa apapun akibatnya.
  2. Menjadikan RRI sebagai alat perjuangan dan revolusi di Indonesia dengan jiwa yang murni, hati yang bersih, jujur, serta pebuh kecintaan dan setia pada tanah air Indonesia.
  3. Berdiri diatas segala aliran partai ataupun golongan untuk mengutamakan kesatuan dan keselamatan negara serta berpegang kepada jiwa proklamasi Indonesia.

Berdirinya RRI itu kemudian dijadikan sebagai hari radio nasional, yaitu pada 11 September 1945.

Abdurahman Saleh
Sumber: rri.co.id

Perkembangan RRI

RRI ini berdiri secara serentak di 8 kota yaitu Jakarta, Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, Malang. Hingga kemudian berkembang menjadi 29 stasiun pada awal kemerdekaan. Namun jumlahnya kembali menyusut ketika terjadi agresi Militer Belanda I hingga tersisa 10 saja diantaranya ialah di Malang, Surakarta, Yogyakarta, Kediri, Madiun, Surabaya, Blitar.

Semenjak tahun 1950, stasiun radio RRI mulai condong hanya pada pemerintah saja, dan kurang menampung aspirasi rakyat. Hal itu dapat dilihat dari RRI yang selalui membuat klarifikasi atas pemerintah serta menyuarakan program-program pemerintah saja. Bahkan pada Orde Baru, RRI menjadi media yang paling unggul dengan adanya program KOMPENCAPIR (Kelompok, Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa) untuk aktif menggalakan sosialisasi program pembangunan orde baru. Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti perkembangan harga pasar melalui siaran radio, untuk membuktikan bahwa pemerintah mampu menjaga kestabilan pangan.

Seiring dengan perkembangan zaman, radio kemudian tidak hanya menjadi sarana berita dan informasi namun juga sarana edukasi juga hiburan.

Pemahaman Akhir

Radio memiliki peran yang penting dalam proses kemerdekaan RI dan telah mengalami perkembangan yang panjang sejak penemuan Gramofon oleh Edison pada tahun 1877 hingga berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945. Radio di Indonesia memiliki sejarah yang kaya, dimulai dari zaman kolonial Belanda dengan berdirinya Radio Vereenigingen pada tahun 1920 hingga munculnya berbagai stasiun radio seperti Solosche Radio Vereniging (SRV), Meyers Omroep Vooor Allen (MOVAO), dan lainnya yang menyiarkan acara dalam bahasa Jawa dan mempromosikan seni budaya tradisional.

Pada masa kemerdekaan, radio menjadi alat propaganda Jepang yang digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan proklamasi dan juga menjadi alat perjuangan dan revolusi bagi pemuda Indonesia. Radio Republik Indonesia (RRI) didirikan sebagai radio pemerintahan pada tanggal 11 September 1945 dan telah berperan penting dalam menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat Indonesia.

Meskipun telah hadir banyak media baru, radio masih tetap memiliki penggemar dan pengikut setia hingga kini. Fungsi radio sebagai media massa, sarana dakwah, dan sumber informasi tetap relevan dan dapat dinikmati dengan mudah oleh masyarakat, tanpa memerlukan kemampuan membaca.

Dengan perkembangan zaman, radio tidak hanya menjadi sarana berita dan informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan hiburan. Radio terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan selalu berusaha memenuhi kebutuhan pendengar. Meskipun telah hadir berbagai media elektronik baru, radio tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan memiliki tempat khusus di hati para pendengarnya.

Nah, dari materi yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa radio memiliki peranan yang penting dalam masyarakat, baik itu untuk sarana informasi, edukasi, ataupun hiburan. Hal itu dikarenakan perkembangan fungsi radio yang menyesuaikan perubahan zaman.

Jadi, apakah kamu mulai memahami bagaimana sejarah radio dari masa ke masa yang telah dijelaskan sebelumnya?

Baca juga: Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Semoga materi kali ini bisa memberikanmu wawasan baru mengenai sejarah radio di Indonesia. Tetap semangat belajar, dan jangan lupa terus membaca ya.


Daftar Rujukan

Mufid, M. 2005. Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta: Kencana Prenada Media

Vivian. 2008. Teori Komunikasi. Jakarta: Kencana

Artikel Terbaru

Avatar photo

Leni

Nama saya Leni Sagita, lulusan S1 Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang. Saya tertarik menulis dalam bidang pendidikan, khusunya bidang Sejarah, untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan. Semoga artikel yang saya buat nantinya dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya adik-adik yang sedang menimba ilmu supaya lebih bersemangat dalam belajar.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *