Home Dunia Kampus 5 Tips Persiapan Kuliah Kedokteran

5 Tips Persiapan Kuliah Kedokteran

Memasuki akhir semester genap, pasti banyak dari kalian yang baru saja lulus SMA atau sederajat atau bahkan sudah diterima di universitas impian kalian. Selamat! Tetapi apakah kalian tau apa saja yang harus dipersiapkan sebelum resmi menjadi seorang mahasiswa baru?

Persiapan seorang mahasiswa baru sebelum menjalani rutinitas sebagai mahasiswa diperlukan agar memudahkan dalam proses adaptasi. Biasanya persiapan yang dilakukan disesuaikan dengan jurusan yang dipilihnya. Bagi yang sudah diterima di Program Studi Pendidikan Dokter (umumnya disebut jurusan kedokteran), ada beberapa hal penting yang perlu disimak. Yuk baca tips-tips khusus berikut ini!

1. Cari Kenalan

Cari Kenalan
Sumber: freepik.com

Sebelum benar-benar masuk ke dalam kehidupan perkuliahan di kedokteran, mempunyai kenalan atau senior yang juga kuliah di kedokteran akan sangat membantumu. Apalagi jika kenalanmu juga berkuliah di kampus yang sama. Jangan segan untuk bertanya mengenai hal-hal yang ingin kamu ketahui.

Misalnya buku-buku apa saja yang biasanya dipakai sebagai referensi belajar, alat kesehatan apa yang perlu dimiliki oleh mahasiswa preklinik, dan lain sebagainya. Jika kenalanmu berasal dari kampus yang sama, kamu perlu juga bertanya apakah ada aturan khusus dalam berpakaian, berkomunikasi dengan dosen, dan detail lain yang mungkin merupakan aturan tidak tertulis.

Dengan cara tersebut, kamu akan memiliki gambaran dan tidak akan terlalu kaget ketika memulai rutinitas menjadi mahasiswa kedokteran atau istilah kerennya medstud (medical student). Pastikan juga bahwa kamu menghubungi kenalanmu di waktu senggang yang ia miliki, jangan sampai kamu justru terkesan mengganggunya.

Semakin banyak kenalan yang kamu miliki, akan semakin banyak sudut pandang yang kamu dapatkan. Apabila kamu belum menemukan kenalan saat ini, tidak perlu panik dan merasa pesimis. Saat hari pertamamu menjadi mahasiswa kedokteran, kamu masih bisa kok mencari kenalan sebanyak-banyaknya sembari beradaptasi dengan lingkungan barumu.

Memiliki kenalan dan membina hubungan baik dengan mereka akan sangat membantumu selama menjalani masa preklinik. Ketika ada kesulitan dalam hal akademik, kalian bisa belajar bersama. Ketika ada suatu masalah, kalian bisa saling mendengarkan dan menyemangati. Bahkan ketika ada kabar bahagia pun (misalnya ujian lulus one shot), akan lebih menggembirakan jika kalian merayakannya bersama.

2. Jangan Panic Buying

Jangan Panic Buying
Sumber: pixabay.com

Untuk memudahkan komunikasi serta sebagai media berbagi informasi, setelah ada pengumuman nama-nama siapa saja yang diterima maka akan segera dibuatkan sebuah grup di line, whatsapp, atau aplikasi lain. Jangan kaget jika grup itu juga akan berfungsi sebagai media iklan dan promosi.

Biasanya akan banyak kakak tingkat atau senior yang ‘nitip jualan’ ke salah satu anggota grup. Barang yang ditawarkan akan sangat beragam, mulai dari buku referensi, alat kesehatan, print out bahan serta catatan kuliah, dan lain sebagainya. Semua tentu dikemas dalam suatu promosi yang menggiurkan.

Bagi para mahasiswa baru yang masih sangat awam dan minim informasi, semua barang yang ditawarkan akan terlihat penting untuk dibeli sebagai bekal kuliah. Kebanyakan akan berpikir kalau tidak membelinya saat itu juga maka akan mengalami kesulitan dalam melalui masa preklinik. Padahal harga kebutuhan penunjang kuliah di kedokteran tidaklah murah. Disinilah penting untuk mempertimbangkan kondisi keuangan.

Misalnya saja untuk kebutuhan buku referensi, jika memang harganya dirasa memberatkan, kamu bisa mencari bentuk ebook saja. Tidak semua alat kesehatan yang ditawarkan wajib dimiliki. Sebagai mahasiswa preklinik, alat kesehatan yang direkomendasikan pada dasarnya adalah stetoskop dan tensimeter. Perlu diperhatikan juga merk yang akan kamu beli, karena merk akan menentukan harga.

Intinya adalah jangan panic buying! Jangan sampai di awal kamu sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli berbagai buku, namun jarang dibaca dan akhirnya hanya menjadi pajangan. Jangan sampai juga alat kesehatan yang sudah dibeli hanya teronggok di pojokan kamar karena jarang dipakai.

3. Kenali Gaya Belajarmu

Banyak hal yang akan berubah ketika kamu menjadi mahasiswa, termasuk cara belajar. Sebelumnya kamu hanya sebagai siswa yang dalam pembelajaran dipandu dan dijelaskan oleh guru. Namun ketika kata “maha” ditambahkan menjadi mahasiswa, kamu harus terbiasa untuk lebih mandiri. Di dunia kuliah, dosen jarang memberikan penjelasan tentang suatu materi secara detail. Kamu harus lebih proaktif untuk memperluas wawasanmu sendiri.

Mahasiswa kedokteran diharapkan dapat memahami, mengingat, dan menerapkan berbagai pengetahuan serta keterampilan yang didapat selama masa preklinik agar kelak siap ketika harus bertemu pasien secara mandiri. Untuk bisa menguasai suatu materi, kamu harus mengenali gaya belajarmu terlebih dahulu. Gaya belajar yang sesuai akan menentukan bagaimana informasi dapat lebih mudah diterima, diproses, dan disimpan untuk jangka waktu yang lama.

Tentukan apakah dalam belajar kamu merupakan tipe visual, verbal, kinestetik, auditorik, atau yang lainnya. Setelah itu sesuaikan gaya belajar yang paling tepat. Apakah dengan meringkas, membaca, mendengarkan rekaman, menonton video, membuat mind map, belajar kelompok, belajar sendiri, atau bahkan kombinasi dari berbagai cara tersebut. Jika kamu masih bingung untuk mengenali gaya belajarmu, kamu bisa mencoba untuk melakukan beberapa tes yang tersedia di internet.

4. Belajar Time Management

Belajar Time Management
Sumber: pixabay.com

Setelah kamu masuk ke bangku kuliah, mungkin kamu akan mendengar istilah mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah pulang) atau mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat). Idealnya kamu harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan akademik, organisasi, dan juga waktu istirahatmu. Time management menjadi sebuah kemampuan penting yang harus dimiliki agar kehidupan kuliahmu tidak berantakan.

Banyak mahasiswa yang mengeluhkan kesulitan dalam menyelasaikan tugas seusai deadline yang diberikan. Akan tetapi menyelesaikan tugas tepat waktu bukanlah suatu kemustahilan jika dapat mengatur waktu dengan baik. Time management adalah seni menyusun, mengorganisasi, menjadwalkan, dan mengalokasikan waktu untuk memaksimalkan efektivititas dan produktivitas suatu kegiatan (Khanam et.al., 2017).

Biasakan untuk mencatat setiap tugas yang diberikan ataupun rapat yang akan diadakan. Kemudian buatlah skala prioritas. Dengan adanya skala prioritas, diharapkan semua kewajiban dan tanggung jawabmu dapat selesai dengan baik sesuai dengan waktunya. Jangan lupa untuk menyediakan waktu istirahat serta mengatur jam tidurmu agar kamu tidak jatuh sakit.

Time management berkaitan dengan prestasi akademik seorang mahasiswa. Sebuah studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang sukses memiliki kemampuan time management yang baik (Nasrullah dan Khan, 2015). Selain itu disebutkan bahwa time management yang bagus juga akan mengurangi tingkat kejadian stress pada mahasiswa (Häfner, Oberst dan Stock, 2014).

5. Tulis Motivasi dan Targetmu

Setiap orang yang memilih jurusan kedokteran pasti memiliki motivasi masing-masing. Motivasi ini ada baiknya kamu tulis dan tempel di dinding kamarmu. Setiap kamu membacanya, apalagi ketika kamu merasa berada pada titik hampir menyerah, kamu akan kembali menemukan semangat serta alasan untuk bertahan dan terus berjuang menyelesaikan perjalananmu yang panjang hingga nanti menjadi dokter.

Motivasi disebutkan merupakan faktor penting yang berkontribusi dalam pencapaian akademik seorang mahasiswa kedokteran (Hayat, Salehi dan Kojuri, 2018). Dengan adanya motivasi, seorang mahasiswa dapat menyelesaikan tugas, mencapai tujuan, atau menguasai suatu keahlian dalam bidangnya (Yousefy, Ghassemi dan Firouznia, 2012).

Jika kamu punya target khusus, misalnya ingin mendapatkan IPK cumlaude, menjadi delegasi lomba baik nasional maupun internasional, menjadi mahasiswa berprestasi, menjadi ketua himpunan, dan lain sebagainya, tidak ada salahnya kamu juga tulis semua target tersebut. Hal ini akan sangat membantu dalam membuatmu semakin tergugah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Semoga sedikit tips tersebut dapat memberikan gambaran mengenai apa saja yang bisa kamu lakukan sembari menunggu tahun ajaran baru dimulai. Persiapkan dirimu dengan baik dan selamat memulai perjalananmu menjadi seorang future doctor!


Sumber:

Häfner, A., Oberst, V. dan Stock, A. (2014). Decreasing students’ stress through time management training: An intervention study. European Journal of Psychology of Education, 30: 81-94.

Hayat, A.A., Salehi, A. dan Kojuri, J. (2018). Medical student’s academic performance: The role of academic emotions and motivation. Journal of Advances in Medical Education & Professionalism, 6(4): 168–175.

Khanam, N. et.al. (2017). A study on university student’s time management and academic achievement. International Journal of Community Medicine and Public Health, 4(12): 4761-4765.

Nasrullah, S. dan Khan, M.S. (2015). The impact of time management on the students’ academic achievements. Journal of Literature, Languages and Linguistics, 11: 66-71.

Yousefy, A., Ghassemi, G. dan Firouznia, S. (2012). Motivation and academic achievement in medical students. Journal of Education and Health Promotion, 1: 4.

Ratna
Ratna
Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter yang menjalani rotasi klinis sambil melakukan hobinya, yaitu menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Yuk Ketahui Sel Hewan dan Fungsinya

Tidak hanya manusia dan tumbuhan saja yang memiliki sel, ternyata hewan memiliki sel juga lho! Lalu, seperti apa sel hewan itu? Adakah perbedaan antara...

Mengenal Apa itu Audit Komunikasi

Pernah mendengar kata audit komunikasi? mungkin kata audit sering kita dengar. Namun biasanya kata audit identik dengan keuangan, bukan komunikasi. Lalu bagaimana audit komunikasi itu?...

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...