Mengenal Apa Itu Jurusan Kedokteran

Bagi kalian yang bingung memilih jurusan saat mau mendaftar kuliah, pernahkah terpikir untuk melirik jurusan kedokteran? Jurusan yang satu ini sudah terkenal menjadi salah satu incaran calon mahasiswa baru sebagai jurusan favorit dengan banyak peminat. Bahkan jika kamu iseng melakukan survei kecil-kecilan pada anak-anak tentang mau jadi apa mereka kelak, kemungkinan jawaban dokter akan sering kamu temui.

Meskipun jurusan yang satu ini umum diperbincangkan, tetapi masih banyak hal-hal yang perlu diluruskan. Banyak anggapan yang beredar di masyarakat masih salah. Begitu pula dengan prospek ke depannya. Memahami apa itu jurusan kedokteran memang tidak mudah, bahkan bagi yang sudah resmi menyandang status mahasiswa kedokteran pun biasanya masih bingung jika ditanya pilihan yang akan diambil setelah selesai kuliah.

Apa Itu Jurusan Kedokteran?

Apa Itu Jurusan Kedokteran?
Sumber: pixabay.com

Kedokteran adalah istilah yang biasanya digunakan masyarakat untuk mewakili jurusan kedokteran umum, yang mana belajarnya berkutat pada manusia. Berbeda dengan jurusan kedokteran hewan dan kedokteran gigi tentunya. Banyak yang mengira setelah wisuda sarjana maka otomatis kamu sudah resmi jadi dokter. Padahal perjalanan untuk jadi dokter itu panjang dan harus melalui banyak step lho. Kuliah kedokteran merupakan jenjang sarjana (S1), dimana saat kamu lulus gelar yang tersemat di belakang namamu adalah S.Ked.

Bagaimana untuk mendapatkan gelar dokter? Kamu harus melewati satu tahap lagi hingga kamu dinyatakan lulus dan dapat mengikuti sumpah dokter. Saat itu kamu resmi menyandang gelar dokter. Kemudian akan muncul pertanyaan: jadi dokter apa? Mungkin orang akan berharap kamu menjawab dengan dokter kandungan, dokter anak, dan lain sebagainya. Tapi jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah dokter umum.

Kalau begitu, apakah setelah lulus SMA kamu harus mengambil jurusan lain untuk menjadi dokter anak, dokter kandungan, atau dokter yang lain? Untuk mendapat gelar dokter spesialis tentu harus menempuh pendidikan lagi. Tapi syaratanya kamu harus menjadi dokter umum terlebih dahulu. Jadi, kuliah kedokteran umum merupakan langkah awal untuk membuka langkah-langkah berikutnya.

Seperti Apa Kuliah di Jurusan Kedokteran?

Jika kamu memilih jurusan kedokteran, kamu akan mengikuti pembelajaran di kampus yang dikenal sebagai masa preklinik. Selama masa preklinik, kamu akan banyak mendengarkan kuliah, berdiskusi tentang berbagai skenario kasus, berlatih keterampilan medik, dan lain sebagainya. Prinsipnya adalah kamu belum bertemu langsung dengan pasien. Masa preklinikmu resmi berakhir ditandai dengan wisuda sarjana. Setelah itu kamu harus bersiap memasuki babak baru yaitu rotasi klinis atau sering disebut koas.

Rotasi klinis biasanya dilakukan di rumah sakit maupun puskesmas yang menjadi mitra universitas dan kamu akan dikenal sebagai seorang dokter muda. Kamu akan belajar cara berhadapan langsung dengan pasien, belajar bagaimana cara komunikasi yang efektif, pemeriksaan yang harus dilakukan, dan mengambil tindakan yang tepat. Tentu saja hal-hal tersebut dilakukan di bawah pengawasan para dokter yang sudah lebih ahli.

Mengapa disebut rotasi klinis? Selama masa tersebut, kamu diberi waktu tertentu untuk belajar di setiap bagian. Misalnya setelah dalam beberapa minggu belajar di bagian anak, kamu akan berpindah ke bagian bedah, kemudian berpindah lagi ke bagian penyakit dalam jika jatah di bagian bedah sudah habis, dan seterusnya hingga kamu selesai menjalani rotasi klinis.

Setelah rotasi klinis berakhir, kamu akan mengikuti ujian. Jika sudah dinyatakan lulus, kamu baru bisa mengikuti sumpah dokter. Tetapi tidak hanya berhenti sampai mendapat gelar dokter saja, karena jalan baru akan terbuka lagi yaitu kamu harus mengikuti internship. Dan setelah semua perjalanan panjang ini, perjalanan seorang dokter masih belum berhenti, karena masih banyak jalan yang terbuka untuk dilanjutkan, termasuk jika ingin menjadi dokter spesialis atau bahkan sub spesialis.

Alasan Kuliah di Jurusan Kedokteran

Alasan Kuliah di Jurusan Kedokteran
Sumber: pixabay.com

Kedokteran sangat erat kaitannya dengan kesehatan, dimana kesehatan merupakan aspek penting yang menentukan produktivitas seseorang. Setiap orang berhak untuk mendapat akses dan pelayanan kesehatan. Dan perlu kamu ingat, kesehatan bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, spiritual, maupun sosial. Bahkan hal ini juga tercantum dalam undang-undang. Jadi, masuk ke dunia kedokteran secara tidak langsung akan membuatmu memahami seseorang secara menyeluruh kan?

Suatu kepuasan akan kamu rasakan ketika kamu bisa menolong orang lain atau bahkan menyelamatkan nyawa seseorang. Meskipun belum bisa berinteraksi langsung dengan pasien di rumah sakit, seorang mahasiswa kedokteran dapat mengaplikasikan ilmu  mengenai pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat yang mungkin ditemui di tempat umum, misalnya ketika ada kecelakaan, ada orang yang tiba-tiba tersedak, kejang di tempat umum, dan lain sebagainya.

Peran dokter di masyarakat selama ini hanya dianggap untuk mengobati (kuratif), padahal masih ada peran lain seperti pencegahan (preventif) serta promosi kesehatan (promotif). Yang menarik adalah meskipun kamu masih menjadi seorang mahasiswa kedokteran, kamu bisa ikut memberikan edukasi mulai dari orang-orang terdekatmu mengenai pentingnya aktifitas fisik, himbauan agar tidak merokok, menjaga berat badan ideal, dan lain sebagainya karena akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Kedokteran?

Apa yang Dipelajari di Jurusan Kedokteran?
Sumber: pixabay.com

Kuliah di kedokteran tidak hanya mengandalkan kemampuan otak saja, tetapi ketrampilan juga sangat diperlukan. Pada masa preklinik, teori mengenai anatomi manusia, fungsi normal tubuh, struktur jaringan, penyebab penyakit, bagaimana proses suatu penyakit dapat terjadi, pengobatan, dan lain sebagainya akan dikupas tuntas.

Untuk memudahkan dalam belajar, biasanya kurikulum dalam pendidikan kedokteran akan dibagi berdasarkan sistem organnya. Misalnya sistem peredaran darah, sistem imun, sistem indera, sistem pencernaan, sistem saraf, dan lain sebagainya. Semua hal akan dibahas baik bagaimana kondisi normal saat sehat dan penyakit-penyakit yang terkait dengan masing-masing sistem.

Teori yang sudah didapat itu lah yang kemudian akan kamu pergunakan sebagai bekal saat menjadi dokter muda. Tentunya usahakan jangan sampai kamu terlihat bingung di depan pasien. Agar bisa terampil, perlu banyak latihan dan praktik langsung selama menjalani rotasi klinis sebelum akhirnya kamu siap menjadi dokter sesungguhnya yang sudah bisa praktik mandiri.

Prospek Kerja di Jurusan Kedokteran

Apakah setelah masuk kedokteran kamu hanya bisa menjadi dokter? Jawabannya tentu saja tidak. Bisa saja setelah kamu menjalaninya kamu merasa tidak cocok jika harus menghabiskan harimu dengan pasien. Pilihan menjadi dosen atau peneliti masih terbuka lebar. Atau bisa saja di pagi hingga sore harinya kamu menjadi dosen atau peneliti kemudian malamnya kamu membuka praktik mandiri di rumah.

Bagaimana jika kamu ingin menjadi dokter spesialis tapi kamu lebih senang berada di laboratorium ketimbang bertemu dan berkomunikasi langsung dengan pasien? Tenang saja, kamu bisa mengambil spesialisasi di bagian tertentu, misalnya radiologi, patologi klinik, mikrobiologi klinik, dan sebagainya.

Baca juga: Mengenal Jurusan Kedokteran Gigi

Apakah kamu tertarik menjadi detektif seperti di film-film yang biasa kamu tonton? Kamu bisa memilih menjadi seorang dokter spesialis forensik. Kamu akan bisa menentukan kapan jam kematian seseorang, bagaimana dia bisa meninggal, apakah bunuh diri atau dibunuh, dan lain sebagainya. Menarik bukan?

Jika kamu senang berbagi informasi kepada orang banyak, kamu bahkan bisa menjadi influencer. Apalagi di jaman modern seperti sekarang ini, dimana kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental juga meningkat, kamu bisa menjadi seorang spesialis kejiwaan atau umumnya disebut psikiater (tentu saja berbeda dengan psikolog ya) sekaligus menjadi influencer. Sudah banyak psikiater yang kini sering mengisi berbagai acara ke seluruh pelosok negeri lho.

Menjadi dokter juga tidak menghalangimu untuk berwirausaha. Sering sekali terdengar kedai kopi ini milik dokter A, butik itu kepunyaan dokter B, rumah makan terkenal yang didirikan dokter C, klinik kecantikan yang dikelola dokter D, dan masih banyak lagi.

Jika kamu ingin masuk ke dunia militer, kamu juga bisa mengikuti program khusus untuk menjadi dokter militer. Yang jelas, selama kamu memiliki pikiran dan pandangan yang terbuka lebar, kamu akan selalu bisa menemukan berbagai kesempatan dalam dunia kerja yang sesuai dengan dirimu. Jangan lupa untuk tidak malas mencari informasi yang lengkap dan terpercaya agar kamu tidak tersesat.

Kelebihan Jurusan Kedokteran

Ilmu terapan yang penting

Jurusan kedokteran bukan hanya sibuk belajar dan berkutat pada buku, tetapi juga erat kaitannya dengan praktek kesehatan di kehidupan sehari-hari. Selain belajar mengenai berbagai penyakit dan pengobatannya, jurusan kedokteran juga mempelajari bagaimana cara pencegahan.

Ilmu-ilmu yang didapat selama berkuliah di jurusan kedokteran sangat terasa manfaatnya meskipun kamu belum resmi menjadi dokter. Kamu sudah bisa memberikan edukasi ke masyarakat tentang apa saja kebiasaan baik yang berguna untuk menjaga kesehatan, mana saja mitos kesehatan yang salah, atau pertolongan pertama pada kondisi darurat yang umum ditemukan, seperti tersedak, luka bakar, perdarahan, gigitan ular, dan lain sebagainya.

Peluang karir yang beragam

Memilih jurusan kedokteran memang luarannya adalah menjadi dokter. Tapi tentu tak cukup hanya menjadi dokter yang biasa-biasa saja, mengingat karir di dunia kedokteran begitu luas.

Seorang dokter umum yang baru saja menyelesaikan studinya, bisa memilih untuk melanjutkan ke jenjang spesialis sebagai klinisi atau memilih menjadi dosen sebagai akademisi. Bahkan menjadi seorang peneliti pun tampak begitu menjanjikan karena semakin beragamnya penyakit yang muncul di masa sekarang ini.

Prospek masa depan

Tak dipungkiri, memilih jurusan kedokteran terlihat begitu menjanjikan dan dianggap memberikan jaminan masa depan. Hal ini tak hanya dilihat dari segi ekonomi saja. Selain gaji yang cukup tinggi ketika sudah menjadi dokter nanti, seorang mahasiswa jurusan kedokteran juga kerap kali disebut sebagai idaman. Menarik, bukan?

Dampak sosial yang positif

Banyak orang tak menyadari, setelah masuk ke dunia kedokteran biasanya seseorang akan menjadi lebih dihormati di masyarakat. Profesi dokter yang kadang berhubungan dengan hidup dan mati pasien membuatnya menjadi harapan besar dalam masyarakat.

Tips Kuliah di Jurusan Kedokteran

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa jalan yang harus ditempuh setelah terjun ke dunia kedokteran tidak singkat dan tentu tidak mudah. Ditambah tren seputar kesehatan terus berkembang, begitu pula dengan munculnya berbagai penyakit baru seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Apalagi penemuan berbagai obat baru dan teknologi pengobatan yang semakin canggih akan memaksa setiap dokter dan mahasiswa kedokteran untuk terus belajar.

Pada kenyataannya, pasien yang akan kita temui tidak ada yang 100% sesuai dengan teori yang sudah dipelajari di buku ajar. Tentu saja karena setiap pasien itu unik, dengan latar belakang yang berbeda-beda dan kebiasaan yang beragam pula, atau bahkan secara genetiknya. Beberapa hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi penyakit yang diderita. Walaupun sama-sama memiliki darah tinggi, mungkin salah satu pasien memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena stroke sehingga harus diberikan penanganan tambahan.

Ketika kamu mantap menginjakkan kaki di dunia kedokteran, maka kamu harus siap menjadi long life learner. Tidak perlu pesimis jika selama menjalani kuliah kamu pernah mengalami remidi saat nilaimu tidak mencapai standar. Yang penting kamu tidak boleh menyerah. Cobalah berpikir bahwa untuk ke depannya kamu akan berhubungan dengan nyawa pasien, jadi kamu harus benar-benar mengerti, bukan hanya sekedar lulus. Agar kamu menjadi ahli, tentu bukan suatu proses yang instan.

Baca juga: Mengenal Jurusan Kedokteran Hewan

Pemahaman Akhir

Jurusan Kedokteran menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi calon mahasiswa yang bingung memilih jurusan kuliah. Namun, masih banyak masyarakat yang memiliki anggapan yang salah dan kurang memahami tentang jurusan ini. Kedokteran tidak hanya sebatas kuliah sarjana, tetapi melibatkan perjalanan panjang yang meliputi studi preklinik, rotasi klinis, ujian, sumpah dokter, dan kemungkinan lanjutan ke spesialisasi atau sub-spesialisasi.

Jurusan Kedokteran menawarkan berbagai peluang karir yang luas di bidang kesehatan. Selain menjadi dokter umum, lulusan juga dapat menjadi dosen, peneliti, spesialis, forensik, influencer, wirausaha, atau bahkan dokter militer. Karir dalam kedokteran memiliki prospek masa depan yang menjanjikan, baik dari segi ekonomi maupun pengakuan sosial dalam masyarakat.

Kuliah di jurusan Kedokteran bukan hanya berkutat pada teori, tetapi juga melibatkan praktek dan penerapan ilmu kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dapat memberikan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat sekitar, serta memiliki kesempatan untuk belajar dan berlatih dalam pertolongan pertama pada keadaan darurat.

Meskipun perjalanan dalam jurusan Kedokteran tidak mudah, dengan ketekunan, semangat belajar, dan keterampilan yang terus diasah, mahasiswa akan menjadi dokter yang kompeten dan terampil. Penting untuk memiliki sikap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan penemuan baru dalam dunia kedokteran, serta berkomitmen untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Dengan memilih jurusan Kedokteran, mahasiswa dapat memperoleh ilmu terapan yang penting, peluang karir yang beragam, prospek masa depan yang menjanjikan, dan dapat memberikan dampak positif dalam masyarakat.

Sebenarnya, setiap bidang atau jurusan saling terkait satu sama lain. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga harus saling melengkapi. Apa yang akan kamu lakukan, kamu lah yang menentukan. Fokuslah untuk terus mengembangkan diri pada bidang yang telah kamu pilih, karena dengan cara itulah kamu akan menjadi versi terbaik dari dirimu.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Ratna

Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter yang menjalani rotasi klinis sambil melakukan hobinya, yaitu menulis.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *