7 Pakaian Adat Kalimantan Barat

Berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia, membuat Kalimantan Barat sedikit banyak mendapat pengaruh budaya Melayu. Di samping itu, wilayah Kalimantan Barat juga banyak didiami oleh masyarakat suku Dayak, sehingga beberapa kebudayaan yang dimiliki provinsi ini pun dipengaruhi oleh kebudayaan suku tersebut.

Dengan banyaknya pengaruh baik dari Melayu maupun suku Dayak, bisa dipastikan jika Kalimantan Barat kaya akan kebudayaan. Bentuk kekayaan dari kebudayaan Kalimantan Barat ini bisa kamu lihat lewat aneka macam pakaian adatnya berikut ini.

King Baba

King Baba
Sumber: kalinnacheff.com

Salah satu bentuk keunikan pakaian adat Kalimantan Barat tidak lain bisa dilihat dari penamaannya. Nama pakaian adat Kalimantan Barat, king baba disematkan untuk pakaian laki-laki suku Dayak.

Bahan yang digunakan untuk membuat king baba tergolong sangat alami yaitu dari kulit kayu kapuo atau tanaman ampuro. Tanaman ampuro ini merupakan tanaman endemik yang kandungan seratnya tinggi dan bisa dibilang sangat khas dari Kalimantan.

Pembuatannya dilakukan dengan cara dipipihkan dengan batu sembari dicelup ke dalam air. Jika kulit kayunya sudah lentur, maka kulit kayu tersebut dijemur dan setelah kering akan dilukis dengan motif khas suku Dayak. Dalam melukis pakaian adat ini, warna yang digunakan juga merupakan warna alami.

Untuk bagian ikat kepalanya, bahan yang dipakai juga tak kalah alami yaitu berupa bulu burung enggang. Untuk pelengkapnya, di beberapa bagian king baba diberi manik-manik yang menjadi ciri khas pakaian adat Kalimantan Barat suku Dayak, serta senjata tradisional yang disebut dengan Mandau.

Dibalik keunikan namanya, king baba yang berasal dari bahasa Dayak ini punya arti yang sederhana. Menurut bahasa Dayak, kata “king” diartikan sebagai “pakaian” dan “baba” diartikan sebagai “pria”. Jadi, bisa disimpulkan kalau king baba merupakan pakaian pria suku Dayak. Akan tetapi, selain dipakai untuk pakaian sehari-hari, king baba juga dijadikan sebagai pakaian perang suku Dayak.

Baca juga: 13 Alat Musik Kalimantan Barat

King Bibinge

King Bibinge
Sumber: idntimes.com

Pakaian adat Kalimantan Barat berikutnya masih datang dari suku Dayak dan dikhususkan untuk para wanita. Dilihat dari gambar pakaian adat Kalimantan king bibinge di atas, terlihat kalau pakaian ini lebih tertutup dibandingkan dengan king baba. Terdapat penutup pada bagian dada, bawahan, lalu ada pula stagen yang membuat tampilan king bibinge lebih terkesan sopan untuk dipakai wanita.

Mengenai bahannya pun king bibinge sama dengan king baba yaitu terbuat dari bahan alami seperti kulit kayu yang dilukis, kemudian dibentuk menjadi kemben, bawahan, dan stagen. Penggunaan bahan yang alami ini bisa dikatakan sebagai bagian dari keunikan pakaian adat Kalimantan Barat terutama suku Dayak. Selain itu, dengan menggunakan bahan yang alami dapat dijadikan sebagai ajang untuk lebih dekat dengan alam.

Sebagai pelengkap pakaian adat king bibinge, bulu burung enggang serta manik-manik dipakai untuk menghiasi penutup kepalanya. Lalu, untuk perhiasannya, wanita suku Dayak yang mengenakan king bibinge akan dilengkapi dengan kalung dan gelang.

Kalung dibuat dari tulang hewan dan akar pohon yang konon bukan hanya sebagai aksesori semata. Tetapi, juga sebagai jimat atau pelindung bagi siapapun yang memakainya. Sementara itu, untuk gelangnya menggunakan akar pohon yang dipintal dari akar pohon. Gelang ini sering disebut oleh masyarakat suku Dayak sebagai jarat tangan.

King Kabo’

Nama pakaian adat Kalimantan Barat selanjutnya juga masih dari suku Dayak. Hanya saja, pada pakaian adat ini telah dimodifikasi sesuai dengan perkembangan zaman. Sebenarnya, modifikasi ini bukan berarti ingin meninggalkan nilai-nilai keunikan pakaian adat Kalimantan Barat suku Dayak. Tetapi, sekedar supaya pakaian adat masih bisa diterima di kalangan masyarakat zaman sekarang.

King kabo’ sebenarnya adalah modifikasi dari king baba. Pada pakaian adat king baba, bahan yang digunakan merupakan kulit pohon, namun, setelah dimodifikasi menjadi king kabo’, bahan yang digunakan berupa kain sungkit. Kain sungkit ini didatangkan langsung dari Brunei Darussalam, mengingat Kalimantan Barat posisinya juga dekat dengan Brunei.

Meskipun bahannya telah digantikan dengan kain sungkit, tetapi untuk bentuk dan motif pakaiannya pun tetap sama. Bahkan, untuk hiasan kepalanya pun juga sama-sama menggunakan bahan bulu burung enggang dan dihiasi dengan manik-manik. Selain itu juga dilengkapi dengan senjata tradisional yaitu Mandau.

King Buri dan Bulang Buri

King Buri dan Bulang Buri
Sumber: borneos.id

King buri dan bulang buri merupakan pasangan pakaian adat Kalimantan Barat yang juga asli dari suku Dayak. Keunikan pakaian adat Kalimantan Barat satu ini ada pada kata “buri” yang berarti kulit hewan. Jadi, king buri dan bulang buri ini dibuat dari kulit hewan. Namun, kulit hewan yang diambil dikhususkan dari hewan laut seperti kerang laut.

Teluk Belanga

Teluk Belanga
Sumber: pusat-mukena.com

Pernah mendengar tentang teluk belanga? Nama pakaian adat satu ini memang lebih dikenal sebagai nama pakaian adat dari Riau. Akan tetapi, teluk belanga juga menjadi nama pakaian adat Kalimantan Barat terutama masyarakat Sambas. Kemiripan pakaian adat ini lebih dikarenakan pengaruh budaya Melayu pada masyarakat Riau maupun masyarakat Kalimantan Barat.

Penggunaan teluk belanga di masyarakat Kalimantan Barat lebih sering digunakan untuk acara resmi, pernikahan, dan upacara adat. Seperti yang bisa kamu lihat lewat gambar pakaian adat Kalimantan Barat di atas, teluk belanga terdiri dari baju lengan panjang dan bawahan berupa celana panjang.

Bawahan tersebut ditambah dengan pemakaian kain atau sarung bermotifkan corang ingsang. Kain atau sarung ini akan diikat pada bagian pinggang dan panjangnya selutut. Sebagai penutup kepala, para pria akan mengenakan kopiah hitam.

Kehadiran pakaian teluk belanga menambah nilai keunikan pakaian adat Kalimantan Barat. Ini dikarenakan teluk belanga memberikan warna lain pada kebudayaan Kalimantan Barat, sehingga tak hanya didominasi oleh kebudayaan suku Dayak saja. Di samping itu, adanya pakaian teluk belanga semakin membuktikan kalau Kalimantan Barat juga kaya akan jenis-jenis pakaian adatnya.

Buang Kuureng

Satu lagi pakaian adat Kalimantan Barat yang mendapat pengaruh dari budaya Melayu. Nah, nama pakaian adat Kalimantan Barat tersebut adalah buang kuureng. Bentuk dari pakaian ini tidak lain mirip dengan baju kurung yang dipakai oleh orang Malaysia kebanyakan.

Hanya saja, untuk buang kuureng memiliki dua jenis yang berbeda. Jenis yang pertama berupa lengan panjang yang disebut dengan kuurung langke tangan, kemudian jenis yang kedua berupa lengan pendek yang dijuluki dengan kuurung sapek tangan.

Meskipun pakaian dengan model buang kuurung juga banyak ditemukan di Malaysia dan Brunei Darussalam, akan tetapi terdapat motif yang membuat pakaian adat ini menjadi tampak unik. keunikan pakaian adat Kalimantan Barat ini terletak pada motifnya yang diberi sentuhan khas masyarakat Dayak.

Indulu Manik

Indulu Manik
Sumber: garudacitizen.com

Seperti yang kamu ketahui, pakaian adat Kalimantan Barat asli milik suku Dayak memiliki ciri khas dari bahannya yang alami serta hiasan manik-manik. Nah, pada pakaian indulu manik ini, manik-manik menjadi bahan utama yang ditonjolkan sesuai dengan namanya.

Bahkan, manik-manik yang dipakai pada pakaian adat ini didatangkan langsung dari Sarawak, Malaysia. Potret pakaian indulu manik dapat kamu lihat lewat gambar pakaian adat Kalimantan Barat di atas.

Baca juga: 6 Pakaian Adat Kalimantan Timur

Pemahaman Akhir

Kalimantan Barat adalah wilayah yang kaya akan kebudayaan, dengan pengaruh budaya Melayu dan kebudayaan suku Dayak yang mendalam. Dua pengaruh budaya ini saling bersatu dan menciptakan kekayaan dalam bentuk pakaian adat yang unik dan beragam.

Pakaian adat suku Dayak seperti “King Baba” adalah contoh pakaian khas pria yang terbuat dari bahan kulit kayu kapuo atau tanaman ampuro yang dihiasi dengan motif khas suku Dayak. Sedangkan “King Bibinge” adalah pakaian khas wanita yang lebih tertutup dan menggunakan bahan alami seperti kulit kayu yang dilukis. King Kabo’ adalah modifikasi dari King Baba yang menggunakan kain sungkit dari Brunei Darussalam, namun tetap mempertahankan bentuk dan motif pakaian aslinya.

Selanjutnya, ada “King Buri dan Bulang Buri,” pasangan pakaian adat yang terbuat dari kulit hewan laut seperti kerang laut. “Teluk Belanga” juga merupakan pakaian adat yang mendapat pengaruh dari budaya Melayu dan sering digunakan untuk acara resmi dan upacara adat.

“Buang Kuureng” adalah pakaian adat yang juga terpengaruh oleh budaya Melayu, mirip dengan baju kurung, namun memiliki motif khas suku Dayak. Sedangkan “Indulu Manik” menonjolkan hiasan manik-manik sebagai bahan utamanya, yang datang langsung dari Sarawak, Malaysia.

Kekayaan pakaian adat Kalimantan Barat mencerminkan harmonisasi budaya yang terjalin dengan baik antara pengaruh Melayu dan kebudayaan suku Dayak. Melalui aneka ragam pakaian adat ini, Kalimantan Barat dengan bangga dapat menunjukkan warisan budayanya yang unik dan berharga bagi keanekaragaman budaya di Indonesia. Semoga warisan budaya ini terus dilestarikan dan dihargai oleh generasi-generasi mendatang.

Setelah melihat beberapa jenis dan nama pakaian adat Kalimantan Barat di atas tentunya semakin membuktikan kalau Kalimantan Barat begitu kaya akan nilai-nilai kebudayaan. Di samping itu, pakaian adat tersebut juga memiliki keunikannya tersendiri, bahkan ada juga yang dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *