Mengenal Organisasi Pergerakan Nasional

Perjuangan Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan tidaklah mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui. Tidak hanya melalui perjuangan fisik, namun juga dalam bidang politik. Namun bagaimana yang dimaksud perjuangan dalam politik itu? Yaitu melalui pembentukan pergerakan nasional. Jadi untuk lebih memahami apa itu pergerakan nasional, mari simak penjelasan berikut ini, ya.

Awal Kemunculan Pergerakan Nasional

Sejarah pergerakan nasional merupakan bagian dari perjuangan menuju kemerdekaan yang dimulai sejak awal tahun 1900-an. Organisasi yang pertama muncul ialah Budi Utomo, pada tahun 1908. Kemunculan organisasi ini tak lepas dari keputusan Belanda untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Ini disebut dengan “Politik Etis”.

Politik etis ini terbagi menjadi tiga bidang yaitu Irigasi, Emigrasi, dan Edukasi. Dalam program edukasi inilah yang kemudian menjadi bumerang bagi Bangsa Eropa. Walaupun program ini tidak dilakukan dengan merata, hanya keturunan bangsawan yang mampu menempuh pendidikan Barat (Sudiyo, 2002:2). Pada awalnya, politik etis ini disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda supaya bisa mendapatkan pekerja terampil dengan harga murah. Karena mendatangkan pekerja dari Belanda akan lebih mahal, sehingga mereka menggunakan tenaga para pribumi untuk menyiasatinya.

Pada tahun 1892, Pemerintah Hindia Belanda membagi sekolah menjadi dua kelompok, yaitu sekolah kelas satu untuk calon pegawai dan kelas dua untuk selain calon pegawai (Nasution, 1994:49).

Melalui sekolah kelas dua inilah, pribumi diajarkan ilmu dasar membaca, menulis, dan berhitung. Seiring perkembangannya, para murid yang sekolah di kelas dua ini setelah lulus dapat mengembangkan pendidikannya melalui persetujuan dari sekolah. Seiring bertambahnya jumlah rakyat yang bersekolah, maka kebutuhan akan tenaga pengajarpun semakin meningkat. Kemudian dibuka sekolah keguruan dan sekolah Dokter Jawa.

Sekolah Dokter Jawa ini pada perkembangannya mengalami kemajuan pesat dan diubah menjadi “School tot Opleiding van Inlandsch Artsen” (STOVIA). Pelajar yang masuk sekolah ini tidak hanya berasal dari kalangan Jawa saja. Untuk melanjutkan sekolah ke pendidikan tinggi, para pemuda ini diharuskan untuk keluar negeri, khususnya ke Belanda. Biaya yang mahal membuat beberapa lulusan tak bisa melanjutkan pendidikannya, namun beberapa dari kalangan bangsawan dan pengusaha kaya mampu menyekolahkan anaknya.

Melalui politik etis inilah kemudian pemikiran Bangsa Indonesia mulai terbuka akan kemerdekaan. Perlahan para pelajar membuat perkumpulan hingga kemudian mendirikan organisasi. Perkumpulan inilah yang menjadi bentuk dari pergerakan nasional, dengan tujuan memerdekakan Indonesia.

Baca juga: Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Perkembangan Organisasi Pergerakan Nasional

Rasa senasib dan sebagai minoritas di negara orang membuat para pelajar dari Indonesia membuat sebuah perkumpulan pelajar, yang dikenal dengan “Indische Vereeniging”. Pada awalnya perkumpulan ini bukanlah organisasi politik. Pelopor pendirian perkumpulan ini sendiri ialah Noto Soeroto dan Sutan Kasayangan. Di bawah kepemimpinannya, perhimpunan Indonesia ini menjalin kerja sama yang baik dengan Belanda, dan menganggap Belanda tidaklah sejahat yang dikira.

Berbeda dengan di luar negeri, di Indonesia mulai tergugah sisi nasionalismenya. Berkat pendidikan yang diberikan, mulai muncul kesadaran akan rasa harga diri dan nasionalisme. Sehingga pelajar yang ada di Indonesia berupaya untuk melakukan perlawanan. Hingga kemudian didirikan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial-budaya, yaitu Budi Utomo.

Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk memajukan pengajaran dan menghidupkan kembali budaya Jawa. Namun, pergerakan Budi Utomo yang dianggap lambat membuat beberapa anggotanya memutuskan untuk keluar, salah satunya ialah Tjipto Mangunkusumo.

Setelah keluar, Tjipto Mangunkusumo memutuskan untuk bergabung dengan Douwes Dekker dan Suwardi Suryaningrat dan kemudian mendirikan Indische Partij pada 1912. Tujuan didirikanya IP ini sendiri adalah untuk membangun rasa patriotisme tanah air dan mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka. Namun karena tujuan dari IP ini dianggap radikal, maka ketiga pemimpinnya diasingkan ke Belanda dan partainya dianggap terlarang.

Di Belanda, ketiga tokoh tersebut ikut bergabung dengan Indische Vereeniging. Hal itu menyebabkan pertentangan, di mana mereka membawa ide nasionalisme masuk ke organisasi tersebut. Hal itu tentu bertentangan dengan ide awal perkumpulan tersebut, di mana mereka menganggap Belanda telah memberikan perlindungan secara militer bagi tanah air. Namun pada akhirnya, ide nasionalis yang dibawa ketiga pemimpin tersebut mampu untuk mengubah haluan perkumpulan ini menjadi lebih nasionalis. Hingga organisasi merubah nama mereka menjadi Indonesische Vereeniging.

Bersamaan dengan berkembangnya pergerakan nasionalis di luar negeri, di Hindia- Belanda organisasinya juga semakin berkembang. Dimulai dari didirikannya Budi Utomo semangat nasionalisme mulai menular pada yang lainnya. Hingga pergerakan nasional semakin gencar menyuarakan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia.

Organisasi Pergerakan Nasional di Indonesia

Budi Utomo

Anggota Budi Utomo
Sumber: ANRI

Pembentukan organisasi ini diawali oleh seorang bernama Dr. Wahidin Sudirohusodo yang prihatin akan rakyat yang belum bisa sekolah, karena kurangnya dana. Oleh karena itu ia mendirikan sebuah yayasan beasiswa yang disebut dengan “Studie-Fonds”.

Untuk menghimpun dana, ia melakukan propaganda berkeliling Jawa dan ketika sampai di Jakarta ia bertemu dengan para mahasiswa STOVIA. Usaha yang dilakukan Dr. Wahidin Sudirohusodo mendapatkan banyak simpati dan dukungan. Hingga kemudian diadakanlah rapat untuk membahas gagasan itu lebih lanjut, dan pada akhirnya terbentuklah perkumpulan yang dinamai Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

Organisasi ini berfokus untuk memajukan pendidikan bagi orang Jawa. Corak yang diperkenalkan ialah “kesadaran lokal”. Organisasi ini bersifat kooperatif, dalam artian tidak akan membahayakan bagi pemerintah kolonial Belanda. Oleh karena itu organisasi ini diperbolehkan keberadaannya. Hingga saat ini, tanggal berdirinya Budi Utomo dianggap sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hal itu karena mereka adalah organisasi pergerakan pertama yang didirikan di Indonesia, walau masih bersifat kedaerahan.

Sejak berdirinya organisasi ini, semangat nasionalisme mulai menyebar. Organisasi-organisasi baru mulai bermunculan. Membawa warna politik dalam perjuangan pergerakan nasional di Indonesia.

Sarekat Islam

Organisasi ini berdiri pada tahun 1912. Organisasi pergerakan nasional ini awalnya bernama Sarekat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta. Tujuan pembentukannya adalah untuk menghadapi pedagang China yang menguasai perdagangan bahan pembuatan batik. Karena hubungan yang tak cukup baik, menyebabkan kedua organisasi dagang ini sering terjadi perkelahian. Oleh karena itu, kemudian Sarekat dagang Islam ini dilarang.

Dengan bantuan Tirtoadisuryo dan HOS Cokroaminoto, organisasi ini dapat berdiri kembali namun dengan nama baru yaitu Sarekat Islam. Organisasi ini diorganisir oleh para pedagang kecil. Supaya memiliki kekuatan sosial yang besar dan kuat maka dibutuhkan massa atau anggota yang cukup banyak. Untuk menarik massa maka mereka menggunakan islam sebagai daya tariknya.

Sarekat islam ini lebih berfokus pada perbaikan ekonomi. Dalam (Suhartono, 1994:33-34) menjelaskan bahwa dalam pidato HOS Cokroaminoto pada 26 Januari 1913 menjelaskan bahwa tujuan Sarekat Islam adalah:

  1. Menghidupkan jiwa dagang bangsa Indonesia
  2. Memperkuat ekonomi untuk bisa bersaing dengan bangsa asing
  3. Mendirikan koperasi di Surabaya
  4. Mendirikan PT. Setia Usaha
  5. Menerbitkan koran utusan Hindia
  6. Mendirikan Bank
  7. Mengadakan penggilingan padi

Karena gagasannya tersebut, banyak rakyat yang tertarik untuk menjadi bagian dalam Sarekat Islam ini. Dalam beberapa waktu, organisasi ini telah menjadi organisasi yang besar di Jawa. Dengan massa yang semakin banyak, organisasi ini juga semakin ditakuti. Hingga kemudian organisasi ini mulai dipecah melalui cara licik, yaitu membuat kepercayaan organisasi pusat dan cabangnya bertentangan.

Pengaruh komunis yang mulai masuk di organisasi ini juga menjadi faktor yang melemahkan kepercayaan antara pusat dan cabang. Pada beberapa waktu kemudian, organisasi pergerakan ini pun pecah menjadi dua yaitu Sarekat Islam Merah dan Sarekat Islam Putih. Sarekat Islam Putih beraliran nasionalisme-islam, sedangkan Sarekat Islam Merah beraliran komunisme.

Baca juga: 11 Peninggalan Kerajaan Majapahit Serta Penjelasannya

Indische Partij

Tiga Serangkai
Sumber: ANRI

Organisasi pergerakan nasional ini didirikan pada 25 Desember 1912 oleh Tiga Serangkai yaitu Douwes Dekker bersama Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat di Bandung. Tujuan didirikanya organisasi ini adalah untuk mempersatukan seluruh bangsa dan membangun nasionalisme serta patriotisme. Berdasarkan (Kartodirdjo dkk, 1977:191-192), tujuan jangka panjang dari organisasi ini di antaranya yaitu:

  1. Memelihara nasionalisme, menyebarkan pengetahuan sejarah Hindia-Belanda, dan menghidupkan kesadaran serta kepercayaan diri
  2. Menghilangkan sifat kesombongan dan keistimewaan ras , sehingga tidak menimbulkan perpecahan
  3. Memberantas usaha membangkitkan kebencian pada agama
  4. Memperkuat daya tahan rakyat baik dengan mengembangkan individu dan memperkuat batin menyangkut kesusilaan
  5. Berusaha menyamakan hak setiap orang
  6. Meningkatkan daya tahan masyarakat
  7. Mempebesar pengaruh pro pada Hindia Belanda (Indonesia)
  8. Memperbaiki ekonomi

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa ini adalah organisasi pergerakan nasional yang bersifat radikal. Sifatnya yang anti pada pemerintah serta tidak mau bekerja sama membuat organisasi ini dicap sebagai partai terlarang. Permohohan badan hukum mereka pada 11 Maret 1913 ditolak oleh Gubernur Jendral. Ketiga pimpinannya kemudian diasingkan ke Belanda. Di sana mereka justru bertemu dengan perkumpulan pelajar Hindia Belanda yaitu Indische Vereniging dan menjadi anggotanya.

Partai Komunis Indonesia (PKI)

Partai Komunis Indonesia (PKI)
Sumber: historia.id

Partai ini merupakan organisasi pergerakan yang bersifat radikal, berdiri pada 23 Mei 1920. Organisasi ini diawali dari Indische Sociaal Democratise Vereniging (ISDV). Partai komunis ini sejak awal telah menarik perhatian rakyat, khususnya kalangan buruh dan petani. Organisasi pergerakan nasional yang bersifat radikal ini mengusung prinsip kesetaraan dalam masyarakat, di mana tidak ada kesenjangan sosial.

Organisasi ini pernah mengadakan pemberontakan pada 1926 di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Namun pemberontakan ini berakhir dengan kegagalan karena kurang dalam persiapannya. PKI ini merupakan partai pertama yang berani memberontak secara langsung pada pemerintah kolonial Belanda. Sehingga partai ini dinyatakan sebagai partai terlarang.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

Partai ini terbentuk sebagai akibat dari situasi politik setelah pelarangan hal-hal yang berbau komunis. Pada 1927 partai ini berdiri dengan dipelopori oleh Ir. Soekarno. Mayoritas anggotanya berasal dari Algemene Studie Club Bandung. Tujuan dari PNI ini adalah untuk mencapai Indonesia merdeka. Prinsip yang digunakan ialah self-help, yang berarti berdiri sendiri dan tidak bekerja sama dengan pemerintahan kolonial (Non-kooperatif).

Ir. Soekarno yang memiliki kemampuan orasi menjadi penarik massa dalam PNI. Dalam menarik massa, Ir. Soekarno juga sering membuat propaganda yang mampu membakar semangat rakyat. Hal tersebut membuat pemerintah kolonial khawatir akan partai ini, hingga mendapat peringatan untuk tidak terlalu radikal.

Pada 1929 terdapat fitnah yang mengatakan bahwa PNI akan melakukan pemberontakan. Oleh karena itu tokoh-tokohnya ditangkap. Ir. Soekarno yang saat itu ditangkap kemudian menuliskan pembelaannya, yang dikenal dengan “Indonesia Menggugat”. Pada akhirnya Ir. Soekarno dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Semenjak penangkapan tokoh-tokoh penting PNI, organisasi tersebut menjadi kehilangan penyokongnya. PNI kemudian akhirnya dibubarkan, dan digantikan dengan partai baru.

Baca juga: Perjalanan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Bagaimana penjelasan di atas? Apakah kamu sudah mulai memahami mengenai pergerakan nasional di Indonesia? Pergerakan nasional ini memang memiliki banyak jenis organisasi, namun pada akhirnya hanya satu tujuan akhirnya yaitu kemerdekaan. Melalui pergerakan nasional ini diharapkan kamu mampu untuk memahami bagaimana perjuangan melawan penjajahan di Indonesia. Perlawanan ini tidak hanya dengan cara fisik, namun juga dilakukan melalui jalur politik.

Semoga para pembaca mampu memahami dan lebih mengerti arti penting perjuangan para pendahulu untuk memerdekakan Indonesia ya. Selamat belajar.


Sumber:

Sudiyo. 2002. Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan. Jakarta: Rineka Cipta

Nasution. 1994. Sejarah Pendidikan Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara

Suhartono. 1994. Sejarah Pergerakan Nasional Mulai dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908-1945. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kartodirdjo, S., dkk. 1977. Sejarah Nasional Indonesia, jilid V. Jakarta: Balai Pustaka

Artikel Terbaru

Leni

Leni

Nama saya Leni Sagita, lulusan S1 Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang. Saya tertarik menulis dalam bidang pendidikan, khusunya bidang Sejarah, untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan. Semoga artikel yang saya buat nantinya dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya adik-adik yang sedang menimba ilmu supaya lebih bersemangat dalam belajar.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *