Kinerja Keuangan: Pengertian, Pengukuran, Penilaian dan Rasio

Dalam menjalankan suatu usaha, kinerja keuangan menjadi hal penting yang harus diperhitungkan dengan matang. Karena kunci kelangsungan bisnis salah satunya adalah keuangan. Darimana pun sumbernya, berapapun jumlahnya, tetap harus diperhitungkan dengan baik.

Kondisi keuangan perusahaan menjadi tolok ukur apakah perusahaan dapat bertahan atau tidak. Selain itu, juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengambil langkah di periode selanjutnya. Dimana kondisi keuangan ini dihadirkan dalam data-data berupa laporan keuangan. Di laporan ini memuat darimana uang masuk dan kemana uang keluar. Sehingga dapat dipantau kemana saja uang tersebut mengalir.

Di artikel kali ini, akan dibahas secara lengkap mengenai kinerja keuangan, pengukuran, analisis, penilaian hingga rasio probabilitas. Mari simak artikel di bawah ini untuk penjelasan lebih lengkap.

Pengertian Kinerja Keuangan

Pengertian Kinerja Keuangan. Sumber: dictio.id
Sumber: dictio.id

Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan suatu perusahaan pada periode waktu tertentu, baik dalam aspek penghimpunan dana atau penyaluran dana. Biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, serta profitabilitas. Kinerja keuangan adalah hal yang penting bagi perusahaan, baik bagi internal perusahaan maupun pihak eksternal yang terlibat dengan perusahaan.

Baca juga: Nilai Perusahaan: Pengertian, Jenis, Faktor, Metode dan Modal

Karena keuangan pada suatu perusahaan menjadi tolok ukur bagaimana suatu perusahaan dapat bertahan di masa depan. Data-data keuangan suatu perusahaan akan diwujudkan dalam laporan keuangan. Mulai dari uang masuk maupun uang keluar. Sehingga, arus keuangan dapat terpantau dengan baik.

Kinerja keuangan juga dapat diartikan sebagai laporan kajian keuangan perusahaan yang diperoleh dari periode tertentu, dengan tujuan untuk mengetahui alur keuangan perusahaan. Evaluasi keuangan sangat penting bagi perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan ini, gambaran keuangan yang terjadi di perusahaan dapat terlihat. Bahkan, dapat menjadi acuan untuk memprediksi perusahaan dapat bertahan atau tidak di periode selanjutnya.

Jika perusahaan menyepelekan laporan ini, bukan tidak mungkin perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak diketahui. Jika tiba-tiba perusahaan merugi, tentu banyak yang terkena imbasnya seperti tidak dapat membayar upah karyawannya.

Pengertian Kinerja Keuangan menurut Para Ahli

Sumber: sleekr.co
Sumber: sleekr.co

Pentingnya kinerja keuangan membawa materi ini pada subjek khusus. Bahkan, beberapa ahli telah membuahkan pemikirannya mengenai pengertiannya. Berikut ini adalah pengertian menurut para ahli:

Seorang ahli bernama Barlian (2003), mengemukakan pengertian kinerja keuangan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan, serta potensi perkembangan yang baik untuk perusahaan.

Di tahun yang sama seorang ahli bernama Sucipto, juga mengemukakan pengertiannya. Kinerja keuangan menurut Sucipto adalah, penentuan ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2007), kinerja keuangan adalah kemampuan suatu perusahaan dalam hal mengelola serta mengendalikan sumber daya yang dimiliki perusahaan tersebut.

Serta di tahun 2007, seorang ahli bernama Mulyadi juga memberikan buah pemikirannya. Menurut Mulyadi, kinerja keuangan adalah penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi atau perusahaan dan karyawannya, yang berdasar pada sasaran, standar, serta kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengukuran Kinerja Keuangan

Pengukuran kinerja keuangan dikenal juga dengan performing measurement. Dalam laporan keuangan, tentunya akan berhubungan dengan pengukuran kinerja keuangan. Dari pengukuran ini, dapat dilihat kualifikasi serta efektifitas dari suatu perusahaan.

Dari laporan pengukuran ini pula, dapat diketahui sejauh mana perusahaan dapat beroperasi secara penuh. Sehingga kemudian dapat melakukan penilaian kinerja perusahaan dari sisi keuangan. Sehingga, pengukuran kinerja keungan ini dapat menjadi langkah awal untuk menilai perusahaan.

Pengukuran ini merupakan standarisasi perusahaan untuk menetapkan sasaran serta target yang ditentukan. Setelah mengetahui ukuran kinerja, perusahaan dapat melakukan perbaikan pada segala operasional perusahaan, utamanya pada sisi keuangan. Dimana, sisi keuangan ini kerap kali menjadi momok dalam membangun sebuah mitra bisnis.

Pengukuran ini merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Dimana dapat menjadi titik awal perusahaan melakukan perbaikan. Sehingga, perusahaan dapat meningkatkan efektivitasnya dalam operasional dan siap bersaing dengan kompetitor.

Analisis Kinerja Keuangan

Analisis Kinerja Keuangan
Sumber: blog.gamatechno.com

Analisis kinerja keuangan adalah proses pengkajian secara kritis terhadap review data, menghitung, mengukur, menginterpretasi, serta memberi solusi pada keuangan perusahaan periode tertentu. Alat analisis ini digunakan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan.

Menurut Jumingan (2006:242), berdasarkan tekniknya, analisisnya dibedakan menjadi delapan macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

Teknik analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih. Dimana dilakukan dengan menunjukkan perubahan, baik dalam jumlah maupun persentase.

Analisis Tren (Tendensi Posisi)

Analisis tren adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tendensi keadaan keuangan. Apakah keadaan keuangan menunjukkan kenaikan, atau justru penurunan.

Analisis Persentase per Komponen

Analisis persentase per komponen adalah taknik analisis untuk mengetahui persentase investasi pada setiap aktiva pada total aktiva maupun hutang.

Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

Teknik analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya sumber serta penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang dibandingkan.

Analisis Sumber dan Penggunaan Kas

Analisis ini merupakan teknik analisis yang digunakan untuk melihat kondisi kas serta sebab terjadinya perubahan kas suatu periode waktu tertentu.

Analisis Rasio Keuangan

Teknik analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi, baik secara individu maupun simultan.

Analisis Perubahan Laba Kotor

Adalah teknik analisis untuk mengetahui posisi laba serta penyebab terjadinya perubahan laba.

Analisis Break Even

Yaitu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai supaya perusahaan tidak merugi.

Baca juga: Etika Bisnis

Penilaian Kinerja Keuangan

Penilaian ini menjadi hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan adanya sebuah penilaian, sehingga perusahaan dapat memiliki sebuah standar. Penilaian kinerja keuangan ini memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:

Likuiditas menjadi Transparan

Liduiditas digunakan perusahaan sebagai acuan dalam hal kewajiban menyetor keuangan yang harus segera dibayar pada periode waktu tertentu. Dimana, perusahaan dikatakan mampu apabila nilai likuiditas di angka yang bagus. Karena hal inilah, likuiditas seringkali disebut sebagai kemampuan. Dan semakin baik likuiditas perusahaan, maka akan semakin baik pula citra perusahaan di mata klien.

Solvabilitas Perusahaan dapat Terlihat

Solvabilitas adalah acuan perusahaan saat membayar kewajiban keuangan. Sehingga jika perusahaan dinilai mampu membayar kewajibannya, maka reputasi perusahaan juga dikatakan baik.

Rentabilitas Lebih Detail

Ketika sebuah perusahaan mendapat penilaian yang baik, maka perusahaan harus mendapat rentabilitas dengan nilai yang memuaskan. Karena, rentabilitas menjadi dasar penilaian keuangan perusahaan.

Stabilitas dapat Diketahui

Jika suatu perusahaan memiliki nilai stabilitas yang baik, maka tentu investor atau mitra dapat menilai baik perusahaan. Artinya, perusahaan dapat membayar semua hutang dan beban yang dimiliki, serta mendapatkan laba yang lebih tinggi dari kewajibannya.

Rasio Profitabilitas

Yang dimaksud dengan rasio profitabilitas adalah suatu rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam hal mencari keuntungan. Dimana, rasio ini menunjukkan gambaran mengenai tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba pada periode tertentu. Dan tentunya, perusahaan yang memiliki kinerja baik akan memperoleh laba yang tinggi.

Baca juga: Cara Menghitung BEP

Pemahaman Akhir

Kinerja keuangan merupakan aspek yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Hal ini menjadi kunci kelangsungan bisnis karena dapat menentukan apakah perusahaan dapat bertahan atau tidak. Kinerja keuangan perusahaan diukur melalui laporan keuangan yang mencakup penghimpunan dan penyaluran dana.

Perusahaan harus memperhitungkan matang-matang sumber dan jumlah dana yang masuk agar pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik. Laporan keuangan menjadi tolok ukur bagaimana perusahaan mengelola sumber daya keuangannya.

Dalam menilai kinerja keuangan, perusahaan dapat menggunakan berbagai teknik analisis, seperti analisis perbandingan laporan keuangan, analisis tren, analisis persentase per komponen, analisis sumber dan penggunaan modal kerja, analisis rasio keuangan, dan lainnya. Pengukuran dan analisis ini memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan, termasuk kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan stabilitas.

Penilaian kinerja keuangan membantu perusahaan untuk memiliki standar yang jelas dalam mengelola keuangan. Likuiditas dan solvabilitas yang baik menandakan perusahaan mampu membayar kewajiban keuangan tepat waktu dan memberikan citra baik di mata klien dan investor. Rentabilitas perusahaan menjadi dasar penilaian keuangan, sementara stabilitas menunjukkan bahwa perusahaan dapat membayar hutang dan beban serta mencapai laba yang memuaskan.

Rasio profitabilitas menjadi indikator kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Perusahaan yang memiliki kinerja baik akan mencatat laba yang tinggi dalam periode tertentu. Oleh karena itu, perusahaan harus mengelola kinerja keuangannya dengan baik dan melakukan analisis secara periodik untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan bisnis.

Kinerja keuangan adalah hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Dengan menganalisisnya, perusahaan dapat mengetahui arus keuangan, serta besaran laba, atau justru kerugian yang dialami perusahaan.

Untuk mengetahuinya terdapat teknik analisis yang dilakukan. Teknik analisis ini dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan nilai atau besaran keuangan perusahaan.

Dalam hal ini, perusahaan juga seringkali melakukan penilaian kinerja keuangan. Dalam penilaian ini, dapat diketahui standar dari keuangan perusahaan dan dalam kondisi seperti apa perusahaan dapat bertahan atau mengalami kerugian.


Sumber:

researchgate.net

eprints.uny.ac.id

Artikel Terbaru

Avatar photo

Ratih

Penggemar teh yang suka nulis dan jalan - jalan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *