Home Bisnis Apa yang Dimaksud Etika Bisnis?

Apa yang Dimaksud Etika Bisnis?

Istilah ‘etika’ memiliki banyak sekali makna yang berbeda. Etika sendiri merupakan studi standar moral yang bertujuan untuk menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik. sehingga didapati moral yang benar dan salah, dan moral yang baik dan yang jahat. Lalu bagaimana dengan etika bisnis? Bagaimanakah penerapan etika di dalam bisnis? Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apa itu etika dan bagaimana penerapannya di dalam bisnis itu sendiri.

Mengenal Konsep Dasar ‘Etika’

Berbicara mengenai etika bisnis harus dimulai dari pemahaman mengenai etika itu sendiri. Menurut Musa Asy’ari dalam Ardiansyah (2017), etika diartikan sebagai cabang dari ilmu filsafat. Etika mencari hakikat nilai-nilai baik dan jahat yang berkaitan dengan perbuatan dan tindakan seseorang, yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran berdasarkan pertimbangan pemikirannya.

Persoalan etika adalah persoalan yang berhubungan dengan eksistensi manusia dalam segala hal, baik individu maupun masyarakat, baik dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan diri sendiri, maupun dengan alam di sekitarnya (dalam kaitannya dengan bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama).

Lebih lanjut, Asy’ari menjelaskan bahwa dilihat dari etika, hakikat baik dan jahat itu bersifat universal dan absolut. Namun dari segi penerapan nilai-nilai etika, bisa saja terjadi perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya. Misalnya saja, cara menghormati tamu di negara A akan berbeda pula caranya di negara B. Hal ini dikarenakan ukuran baik atau jahat suatu tindakan dan bagaimana penerapannya ke dalam nilai-nilai etika berbeda-beda berdasarkan bagimana penilaian sosial, ekonomi, politik, budaya, ataupun agama yang berkembang di lingkungan masing-masing individu.

Adanya ‘Etika’ dalam ‘Bisnis’

Mengacu pada konsep dasar ‘etika’ diatas, maka etika bisnis merupakan sebuah etika terapan. Etika bisnis merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam teknologi, transaksi, aktivitas, dan usaha yang kita sebut sebagai bisnis. Velasquez dalam Ardiansyah (2017) ikut mendefinsikan etika bisnis secara umum sebagai prinsip-prinsip moral atau aturan tingkah laku atau kaidah-kaidah etik yang dianut dalam berbisnis, baik sebagai intitusi maupun dalam melaksanakan bisnisnya.

Cakupan sasaran dan lingkup etika bisnis sangatlah luas. Salah satunya adalah ruang lingkup yang memberikan gambaran mengenai apa saja cakupan ruang lingkup etika bisnis, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Sumber: subjectquery.com

Etika hendaknya diterapkan dengan menunjukkan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya dalam mencari suatu keuntungan. Etika bisnis harus didasarkan dalam prinsip-prinsip kejujuran, fair trade, perhatian kepada keselamatan konsumen, mitra, dan stakeholder, dan sebagainya. Aktivitas bisnis tidak dapat eksis kecuali orang yang terlibat dalam bisnis dan komunitas sekitarnya taat terhadap standar minimal etika.

Baca juga: Apa Itu Risiko Bisnis?

Perusahaan yang jujur, tidak menipu, dan mementingkan keselamatan banyak pihak akan dapat menumbuhkan rasa kepercayaan, yang merupakan modal yang sangat penting bagi perkembangan perusahaan. Adanya etika bisnis juga membantu efektivitas manajemen dalam bekerja.

Namun, bisa saja terjadi problema etika bisnis. Problema ini akan muncul manakala terjadi konflik tanggung jawab atau konflik loyalitas. Hal ini terjadi karena kepentinan diri sendiri dan kepentingan orang banyak bertabrakan. Kepentingan orang banyak mungkin akan dikorbankan demi diri sendiri atau kelompok sendiri.

Manfaat Menerapkan Etika Bisnis

Etika menyangkut penilaian moral seseorang tentang benar dan salah. Keputusan yang diambil dalam suatu organisasi dapat dibuat oleh individu atau kelompok, tetapi siapa pun yang membuatnya akan dipengaruhi oleh budaya perusahaan. Keputusan untuk berperilaku etis adalah keputusan moral; karyawan harus memutuskan tindakan apa yang mereka anggap tepat.

Perilaku etis dan tanggung jawab sosial perusahaan dapat membawa manfaat signifikan bagi bisnis. Manfaat yang akan didapat antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Berlaku etis dapat menarik pelanggan ke produk perusahaan, sehingga meningkatkan penjualan dan keuntungan yang akan didapatkan.
  2. Membuat karyawan ingin tetap bekerja di perusahaan, sehingga mengurangi perputaran tenaga kerja dan karenanya meningkatkan produktivitas.
  3. Dapat menarik lebih banyak karyawan yang ingin bekerja untuk perusahaan, mengurangi biaya rekrutmen dan memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang paling berbakat.
  4. Perilaku etis juga dapat menarik investor dan menjaga harga saham perusahaan tetap tinggi, sehingga melindungi bisnis dari pengambilalihan.

Sebagai perbandingan, perilaku yang tidak etis atau kurangnya tanggung jawab sosial perusahaan dapat merusak reputasi dan membuatnya kurang menarik bagi para pemangku kepentingan. Keuntungan bisa turun sebagai hasilnya.

Kasus Pelanggaran Etika Bisnis

Sumber: motor1.com

Tidak sedikit kasus-kasus pelanggaran etika bisnis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah skandal ‘dieselgate’ Volkswagen. Skandal ini dimulai pada September 2015, ketika United States Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan pemberitahuan pelanggaran Undang-Undang Udara Bersih yang dilakukan Volkswagen Group. Mereka menemukan bahwa Volkswagen secara sengaja memprogram urbocharged direct injection (TDI) untuk mengaktifkan kontrol emisi hanya selama pengujian emisi laboratorium berlangsung.

Baca juga: Jenis Bisnis Dan Tujuannya

Hal ini menyebabkan kendaraan Volkswagen memenuhi standar AS selama pengujian regulasi, namun ternyata mengeluarkan hingga 40 kali lebih banyak emisi di luar pengujian. Volkswagen menggunakan software ini di sekitar sebelas juta mobil di seluruh dunia, termasuk 500.000 di Amerika Serikat, dalam model tahun 2009 hingga 2015. Ketika berita ini terkuak, harga saham Volkswagen anjlok.

  • April’16: Volkswagen berencana untuk menghabiskan US$18,32 miliar untuk memperbaiki masalah emisi, dan berencana untuk mereparasi kendaraan yang terkena dampak.
  • Januari’17: Volkswagen mengaku bersalah atas tuduhan kriminal dan menandatangani Pernyataan Fakta yang disepakati.
  • April’17: Hakim federal AS memerintahkan Volkswagen untuk membayar denda pidana US$2,8 miliar untuk kesalahannya.

Sumber:
Panji Ardiansyah. 2017. Etika Bisnis. Yogyakarta (ID): Quadrant
https://businesscasestudies.co.uk/ethical-business-practices/
https://en.wikipedia.org/wiki/Volkswagen_emissions_scandal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Fungsi: Notasi, Domain, Range, Operasi, Komposisi dan Invers

Fungsi adalah salah satu materi yang sangat penting untuk dipelajari sebelum kamu memasuki bab lainnya, seperti turunan dan integral. Untuk itu mari kita belajar...

Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Contoh dan Cara Penyelesaian

Pada bab sebelumnya kita sudah mengetahui nilai mutlak, kali ini kita akan belajar tentang persamaan linear tiga variabel. Hampir setiap hari kita menggunakan sistem...

Nilai Mutlak: Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linier Satu Variabel

Nilai mutlak sering kita gunakan dalam kehidupan, namun hanya sedikit orang yang memahaminya. Nah, Untuk memahami lebih lanjut mengenai nilai mutlak serta persamaan dan...

Contoh Paper: Pengertian, Struktur, Format dan Cara Membuatnya

Di dunia perkuliahan, menulis paper selalu mudah dijumpai di berbagai mata kuliah. Tugas menulis paper seperti sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mahasiswa. Selain itu,...

Cara Membuat Outline Skripsi

Bagi kalian yang sudah mulai mengerjakan tugas akhir, pasti kalian mulai memikirkan sebenarnya outline skripsi itu bagaimana sih? Mungkin banyak dari kalian yang sama...