Cara Merumuskan Hipotesis

Suatu penelitian khususnya penelitian kuantitatif tentu tidak akan terlepas dari proses perumusan hipotesis. Jika didefinisikan secara sederana, hipotesis adalah sebuah pernyataan yang bisa diuji secara ilmiah. Hipotesis juga akan mengarahkan bagaimana peneliti membuat rumusan masalah dan bagaimana hasil penelitian nantinya.

Perumusan hipotesis dikatakan sebagai satu tahapan dalam penelitian yang akan memengaruhi seluruh tahapan penelitian. Apabila terdapat sedikit kesalahan dalam perumusan hipotesis, maka itu akan berdampak besar pada penelitian yang kamu lakukan.

Oleh karenanya, perlu kehati-hatian dan proses perumusannya harus dilakukan berdasarkan teori-teori yang ada. Untuk menghindari kesalahan dalam perumusan hipotesis, berikut sudah ada rangkuman cara merumuskan hipotesis yang khusus disajikan untukmu yang sedang melakukan penelitian. Mari simak.

Lakukan Observasi tentang Suatu Topik atau Masalah

Lakukan Observasi tentang Suatu Topik atau Masalah
Sumber: vectorjuice from freepik.com

Sebelum merumuskan hipotesis untuk penelitian yang kamu kerjakan, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mulai melakukan observasi atau pendalaman terhadap materi penelitian. Dengan lebih banyak membaca banyak literatur dan penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan, kamu akan lebih mudah untuk menemukan permasalahan yang perlu diangkat dan merumuskan sebuah hipotesis.

Baca juga: Contoh Hipotesis Penelitian

Tidak sedikit peneliti yang merumuskan hipotesis penelitian dengan membaca penelitian yang sudah ada, kemudian mencoba menyempurnakannya dengan bantuan teori-teori yang ada. Disamping itu, saat membaca jurnal-jurnal ilmiah, cobalah untuk berfokus pada bagian pembahasan karena peneliti biasanya secara tidak langsung akan memberikan saran mengenai pengembangan topik.

Buat Daftar Masalah yang Ingin diteliti

Buat Daftar Masalah yang Ingin diteliti
Sumber: jannoon028 from freepik.com

Setelah membaca berbagai literatur, dalam tahapan ini kamu bisa memulai untuk menuliskan daftar masalah apa saja yang menarik untuk diteliti. Tuliskan sebanyak mungkin topik permasalahan supaya lebih mudah menyeleksi mana permasalahan yang ingin kamu eksplorasi lebih lanjut. Dalam hal ini, kamu dapat membuatnya dalam bentuk pertanyaan.

Setelahnya, apabila daftar masalah yang ingin diteliti sudah kamu tuliskan semua, maka kamu dapat memulai untuk menuliskan penjelasan yang bisa menjawab berbagai rangkaian pertanyaan yang ada. Barulah kamu dapat mengetahui mana kira-kira permasalahan yang paling berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut. Kemudian, proses perumusan hipotesis pun bisa dimulai untuk dilakukan.

Mulai Menuliskan Hipotesis

Mulai Menuliskan Hipotesis
Sumber: wayhomestudio from freepik.com

Dalam proses perumusan hipotesis, penting bagi peneliti untuk mempunyai ekspektasi atau prediksi akan apa yang ingin ditemukan dari penelitian yang dilakukan. Ekspektasi atau prediksi tersebut yang akan membantumu dalam merumuskan hipotesis dan tentu saja ekspektasi mengenai hasil penelitian harus didasarkan pada pengetahuan dan teori yang relevan sehingga bukan hanya berupa dugaan saja.

Ada tiga cara dalam menuliskan hipotesis yang bisa kamu coba. Cara pertama yaitu dengan menuliskan prediksi dengan bantuan kalimat “jika… maka….” Contoh sederhananya, “jika orang tua berperan aktif dalam pendidikan karakter anak, maka anak akan lebih mudah bersosialisasi di luar rumah.” Penggunaan cara ini juga akan lebih memudahkanmu dalam menentukan variabel. Pada contoh tersebut, kalimat yang diawali dengan ‘jika’ akan menjadi variabel independen, sementara kalimat yang dimulai dengan ‘maka’ akan menjadi variabel dependen.

Kemudian, cara yang kedua dalam merumuskan hipotesis adalah dengan menggunakan korelasi atau hubungan antar satu variabel. Contohnya, ‘orang tua yang berperan aktif dalam pendidikan karakter anak memberikan dampak positif pada kemudahan bersosialisasi di luar rumah.’

Sementara itu, pada cara yang ketiga, kamu bisa menerapkan perbandingan antar satu variabel dengan yang lain. Contohnya, ‘orang tua yang berperan aktif dalam pendidikan karakter anak bisa membantu anak untuk lebih mudah bersosialisasi dibandingkan dengan orang tua yang tidak berperan aktif.’ Dari tiga cara tersebut, kamu bisa memilih mana cara yang paling sesuai dan lebih memudahkanmu dalam melakukan penelitian.

Pastikan Hipotesis Dapat diuji

Pastikan Hipotesis Dapat diuji
Sumber: pch.vector from freepik.com

Ketika kamu sudah selesai menuliskan hipotesis, langkah selanjutnya kamu harus pastikan dulu apakah hipotesis yang dibuat sudah cukup spesifik dan dapat diuji. Untuk bisa memastikannya, kamu dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut.

  • Apakah hipotesis yang kamu buat sudah berfokus pada topik permasalahan yang benar-benar bisa diuji secara ilmiah?
  • Apakah hipotesis yang kamu buat sudah memuat variabel independen dan dependen?
  • Apakah hipotesis yang kamu buat sudah memuat prediksi akan hasil penelitian atau belum?

Jika 3 pertanyaan tersebut bisa kamu jawab dengan positif, maka hipotesis yang kamu buat sudah dipastikan memenuhi kriteria hipotesis yang baik. Namun, jika belum, kamu perlu untuk merumuskan kembali hipotesis tersebut.

Baca juga: Mengenal Penelitian Deskriptif Secara Lengkap

Pemahaman Akhir

Penelitian, terutama penelitian kuantitatif, memerlukan proses perumusan hipotesis yang baik. Hipotesis merupakan pernyataan yang dapat diuji secara ilmiah dan menjadi panduan dalam merumuskan masalah penelitian serta mengarahkan hasil penelitian. Penting untuk merumuskan hipotesis dengan hati-hati dan didasarkan pada teori yang relevan, karena kesalahan dalam perumusan hipotesis dapat berdampak besar pada seluruh penelitian.

Langkah-langkah yang dapat diambil dalam merumuskan hipotesis meliputi melakukan observasi tentang topik atau masalah penelitian, membuat daftar masalah yang ingin diteliti, dan mulai menuliskan hipotesis. Dalam merumuskan hipotesis, peneliti harus memiliki ekspektasi atau prediksi yang didasarkan pada pengetahuan dan teori yang relevan. Ada tiga cara umum dalam menuliskan hipotesis, yaitu menggunakan kalimat “jika… maka…”, korelasi atau hubungan antar variabel, dan perbandingan antar variabel.

Selanjutnya, penting untuk memastikan bahwa hipotesis yang dibuat dapat diuji secara ilmiah. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa apakah hipotesis telah difokuskan pada topik yang dapat diuji, memuat variabel independen dan dependen, serta memuat prediksi tentang hasil penelitian.

Dengan merumuskan hipotesis yang baik dan memastikannya dapat diuji secara ilmiah, peneliti dapat menghindari kesalahan yang dapat mempengaruhi keseluruhan penelitian. Merumuskan hipotesis yang tepat merupakan langkah awal yang penting dalam proses penelitian yang valid dan relevan.

Demikian seluruh penjelasan mengenai cara merumuskan hipotesis. Pastikan kamu mengikuti setiap langkah yang ada untuk membantumu merumuskan hipotesis yang baik dan jangan sampai ada satu proses yang terlewat ya. Selamat melakukan penelitian!


Sumber:

Cherry, K. (2020). Forming a Good Hypothesis for Scientific Research. Diakses pada tanggal 7 Juni 2021, dari verywellmind.com.

How to Develop a Good Research Hypothesis. (2021). Diakses pada tanggal 7 Juni 2021, dari enago.com.

McCombes, S. (2021). How to Write a Hypothesis. Diakses pada tanggal 7 Juni 2021, dari scribbr.com.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *