5 Cara Mencari Lowongan Kerja Yang Tepat

Berbicara mengenai peningkatan jenjang karir, kehidupan financial yang stabil, hingga pekerjaan yang sesuai dengan passion memiliki satu kunci yang sama, yaitu: mendapatkan pekerjaan atau mencari lowongan pekerjaan yang tepat.

Adanya prinsip yang mengatakan bahwa “Uang yang mencari Anda, bukan Anda yang mencari uang” tentunya merupakan idaman untuk setiap orang yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan.

Tidak hanya untuk fresh graduate, tetapi mencari lowongan pekerjaan yang tepat juga merupakan impian dari para pekerja yang hendak atau sudah resign dari pekerjaan lamanya. Apa alasannya? Ada berbagai macam alasan, termasuk untuk memperbaiki kualitas hidup.

Tanpa perlu berlama-lama lagi, yuk disimak 5 cara mencari lowongan kerja yang tepat. Jadi pembahasan kali ini sangat cocok untuk kamu fresh graduate atau untuk kamu yang ingin karirnya tidak stuck!

1. Kamu Termasuk Golongan Dinamis atau Statis?

Loker Kerja Tepat
Sumber : Shari Jo dari Pixabay

Langkah pertama adalah menentukan jenis perusahaan yang ingin kamu jadikan sebagai tempat bekerja. Hal ini seperti memilih budaya serta cara kerja yang kamu sukai atau biasa kamu gunakan, agar ketika bekerja kamu tidak merasa ‘terjebak’ dalam ruang yang salah.

Biasanya untuk poin pertama ini dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu: perusahaan start-up dengan perusahaan conventional. Perusahaan start-up menawarkan lingkungan kerja yang dinamis serta fleksibel. Mulai dari jam kerjanya yang fleksibel hingga budaya kerjanya yang dinamis. Tidak hanya itu, untuk pakaian biasanya perusahaan start-up juga menggunakan pakaian yang bebas atau tidak menggunakan seragam.

Sementara itu, jika perusahaan conventional akan sangat berbeda dengan perusahaan start-up. Mulai dari jam kerja dan juga pakaian yang sudah ditentukan oleh perusahaan tersebut. Misalnya saja, jika perusahaan memiliki jam masuk pukul 09.00 WIB, maka setiap karyawan yang masuk diluar jam tersebut sudah dihitung terlambat. Biasanya, perusahaan conventional juga menentukan pakaian untuk karyawannya atau tersedia seragam untuk digunakan. Budaya kerja pada perusahaan conventional biasanya juga lebih terstruktur.

Baca juga: Contoh Surat Lamaran Kerja

2. Ketahui Portal Mencari Loker

Jika kamu sudah mengetahui bahwa kamu ingin bekerja diperusahaan start-up atau conventional, maka kamu bisa melengkapi pengetahuan kamu dengan mencari tahu portal loker (lowongan kerja) yang sesuai.

Dalam pencarian loker, maka jobseeker tidak mungkin hanya mengandalkan broadcast atau rekan hingga teman yang sudah bekerja atau memiliki ‘channel’ terhadap loker. Untuk memperluas kemungkinan bertemu dengan loker yang tepat, maka jobseeker bisa mulai membuat linked-in.

Mengapa linked-in? Di dalam linked-in, baik perusahaan conventional maupun start-up sering memposting loker yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan. Jobseeker bisa menggunakan fitur pekerjaan yang tersedia pada menu linked-in atau berkomentar di halaman loker yang diposting oleh perusahaan, agar profile jobseeker direview oleh perusahaan.

Selain linked-ini, para jobseeker juga dapat menemukan loker yang tepat di website perusahaan tersebut, www.jobstreet.co.id, www.glints.co.id, www.karir.com, www.urbanhire.com, www.techinasia.com, www.indeed.com, www.kalibrr.com, www.job-like.com, dan www.jobs.id.

3. Perhatikan Kualifikasi yang Ada Pada Loker!

Setelah menemukan loker yang sesuai, maka tantangan selanjutnya bagi jobseeker adalah memperhatikan dengan baik persyaratan / kualifikasi yang diminta oleh perusahaan dalam loker tersebut.

Sebagai contoh, misalnya Lisa adalah seorang freshgraduate yang ingin apply untuk posisi staff accounting pada perusahaan X. Kemudian, ketika hendak apply terdapat kualifikasi sebagai berikut: wanita / pria, usia 23-30 tahun, memiliki pengalaman minimal 1 tahun di bidang accounting (lebih diprioritaskan jika pernah bekerja di perusahaan start-up).

Nah untuk kasus diatas, apakah Lisa memiliki peluang untuk mengikuti seleksi dalam perusahaan tersebut? Jawabannya adalah tidak. Dalam kasus ini, Lisa adalah seorang fresh graduate yang artinya belum memiliki pengalaman kerja sama sekali.

Namun, bagaimana jika Lisa mempunyai pengalaman magang di beberapa perusahaan yang jika ditotal maka sudah dilakukan selama 1 tahun atau bahkan lebih akan tetapi pengalaman tersebut di perusahaan conventional dan bukan start-up?

Jawabannya adalah Lisa dapat mencoba lowongan pekerjaan tersebut, tetapi Lisa juga harus mengetahui bahwa kesempatan Lisa untuk diproses lebih lanjut oleh HRD atau recruiter dalam perusahaan tersebut tidaklah sebanyak kandidat yang mempunyai pengalaman 1 tahun bekerja sebagai accounting di perusahaan start-up.

Selanjutnya, terdapat seorang karyawan bernama Andre yang sudah 6 tahun bekerja sebagai staff accounting di perusahaan start-up. Pada saat loker tersebut posting, usia Andre sudah menginjak usia 31 tahun. Apakah sebaiknya Andre tetap melamar pekerjaan tersebut?

Jawabannya adalah tidak. Kualifikasi yang diinginkan oleh perusahaan adalah seorang wanita dengan usia maksimal 30 tahun. Jika berbicara mengenai pengalaman, maka Andre terbilang sudah sangat paham mengenai dunia accouting, hanya saja Andre bukanlah kandidat yang dibutuhkan oleh perusahaan berdasarkan kualifikasi yang sudah dijelaskan.

Kasus selanjutnya datang dari Michael seorang karyawan dari perusahaan ternama yang ada di Jakarta. Setelah 2 tahun bekerja sebagai seorang coporate analyst, Michael memutuskan untuk resign dan mencari tempat baru untuk perkembangan karirnya. Pada suatu website perusahaan yang sudah dia incar, Michael menemukan bahwa loker yang dia inginkan sebagai corporate analyst sudah dibuka. Akan tetapi, dalam loker tersebut menyebutkan bahwa salah satu kualifikasi yang diinginkan oleh perusahaan adalah memiliki IPK terakhir minimal 3,50 untuk melamar posisi tersebut. Sementara itu, IPK terakhir Michael adalah 3,25. Apakah sebaiknya Michael tetap melamar posisi tersebut?

Jawabannya adalah boleh saja untuk tetap melamar posisi tersebut, karena Michael juga mempunyai pengalaman 2 tahun sebagai corporate analyst. Tetapi, Michael harus ingat jika mungkin kesempatannya tidak akan semaksimal kandidat yang memiliki IPK terakhir minimal 3,50.

Mengapa jawabannya adalah tetap boleh apply namun mungkin kesempatan yang didapatkan untuk diproses lebih lanjut tidak semaksimal kandidat dengan 3,50? Hal tersebut hanya dapat diputuskan oleh HRD / recruiter perusahaan. Jika corporate analyst dalam perusahaan tersebut memang membutuhkan kemampuan analisa yang sangat tinggi dan hal ini terkait dengan nilai prestasi, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan melakukan pertimbangan khusus bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman di bidang yang sama.

4. Perhatikan Hari Kerja, Jam Kerja dan Lokasi Perusahaan Sebelum Melamar Pekerjaan

Seringkali ketika menemukan loker yang sesuai dengan keinginan kita, terdapat kendala pada lokasi, jam kerja, ataupun hari kerja yang sudah menjadi ketentuan dari perusahaan tersebut.

Perihal lokasi kerja, kamu mungkin mencari perusahaan yang mudah kamu jangkau dengan transportasi umum, seperti: kereta atau busway atau mungkin bagi kamu yang membawa kendaraan pribadi, seperti: motor atau mobil memilih lokasi perusahaan yang waktu tempuh perjalanan dari rumah paling lama 1 jam untuk mencegah kelelahan terlebih dahulu sebelum jam kerja kamu dimulai.

Selanjutnya, beranjak ke hari dan jam kerja yang juga sudah ditentukan oleh perusahaan. Jika kamu memutuskan untuk bekerja di suatu perusahaan yang sifatnya conventional, maka kamu juga harus menyetujui ketentuan hari dan jam kerjanya. Misalnya, perusahaan tersebut beroperasional dari hari Senin-Sabtu pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Tidak lagi menjadi alasan bagi kamu untuk terus-menerus datang terlambat karena susah bangun pagi, atau merasa malas untuk masuk di hari Sabtu karena menurut kamu pekerjaan dapat mengganggu jadwal weekend dengan keluarga dan juga teman-teman.

Jangan sampai hal ini terjadi ya, readers! Selain membuat penilaian kinerja kamu buruk, hal ini juga membuat kamu terlihat sebagai orang yang tidak konsisten bagi perusahaan. Padahal, kamu digaji setiap bulannya untuk memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan dan sudah dipilih dari sekian banyaknya kandidat yang melamar.

5. Pelajari Cara kamu Bekerja

Pada poin kelima ini, dalam beberapa wawancara seleksi kerja mungkin sudah ada yang pernah diajukan pertanyaan sejenis ini ya, readers! Apa sih gunanya pertanyaan ini? Pertanyaan ini berfungsi sebagai refleksi diri dari kamu untuk menentukan cara kerja yang lebih cocok dengan kamu.

Dalam setiap pekerjaan tentunya akan ada ‘tek-tok’ atau kerjasama dengan beberapa orang melalui komunikasi. Namun, yang membedakan adalah pada beberapa posisi cara kerja tim / individu menjadi lebih dominan.

Misalnya saja, kamu adalah seorang yang lebih suka mengikuti atau dipimpin dalam suatu pekerjaan. Sementara, posisi yang kamu lamar adalah posisi yang menuntut kamu untuk bisa bekerja sendiri tanpa adanya banyak arahan dari atasan maupun rekan sekerja. Karena kamu lebih nyaman dengan cara kerja tersebut, pekerjaan kamu mendapatkan banyak kritik dari atasan hingga rekan kerja.

Dalam keadaan ini, kamu hanya mempunyai dua pilihan yaitu: beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan mengubah cara kerja kamu menjadi cara kerja yang lebih individual dan lebih dapat memimpin diri sendiri dalam bekerja, atau mempertahankan cara kerja yang lama dengan konsekuensi banyak mendapatkan kritikan?

Baca juga: Mengenal Budaya Perusahaan

Kondisi sebaliknya juga berlaku. Ketika kamu lebih senang untuk memimpin dalam suatu tim dan merasa lebih nyaman jika bekerja secara individual, namun kamu ditempatkan untuk bekerja secara tim.

Kamu dapat terlihat masa bodo dengan pekerjaan atau target tim yang belum selesai, karena hal tersebut sudah menjadi jobdesk dari rekan kamu. Hal ini kurang baik jika terus-menerus diterapkan ke dalam tim, terutama jika memang target pekerjaan dari jobdesk kamu sudah selesai dan rekan kamu sedang kesulitan untuk menyelesaikan jobdesk bagiannya.

Baca juga: Contoh Surat Keterangan Kerja

Bagaimana readers dengan 5 tips mencari lowongan pekerjaan yang tepat diatas? Apakah sudah semua tips kamu ketahui? Jika belum, semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam mencari lowongan pekerjaan yang tepat ya! Kemudian, kamu juga harus ingat ketika hendak melamar suatu posisi dalam perusahaan sebisa mungkin kamu harus teliti mengenai peluang dari lamaran kamu yang akan diproses atau tidak, jangan sampai kamu asal-asalan dalam menaruh lamaran pekerjaan!

Artikel Terbaru

Priskila

Priskila

Priskila Theadora merupakan sarjana psikologi lulusan Universitas Gunadarma. Memiliki prinsip bahwa setiap orang mempunyai alasannya masing-masing untuk menghasilkan sebuah keputusan atau berperilaku. Hobi menulis yang ditekuninya dari sejak kecil ternyata membuat Priskila semakin komunikatif dalam menulis beberapa hal yang sudah dipelajari pada waktu kuliah dan berlanjut hingga sekarang.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *