7 Cara Membeli Rumah KPR

Setiap orang pastilah mendambakan untuk memiliki rumahnya sendiri. Berbagai cara dilakukan agar bisa memiliki aset sendiri. Untuk anda yang memiliki cukup dana, mungkin anda akan memilih untuk membeli aset secara tunai. Jika anda memiliki dana yang pas-pas an, membeli aset dengan menyicil merupakan suatu pilihan yang bisa diambil.

Ketika anda memilih untuk membeli aset atau rumah kpr, anda pasti mempunyai banyak hal yang ingin diketahui. Mulai dari bagaimana kriteria mencari aset/ rumah yang akan dibeli, bagaimana proses pengajuan kpr, berapa dana yang harus dipersiapkan, dan apa – apa saja yang harus diperhatikan untuk membeli rumah kpr.

Beginilah cara-cara dan langkah – langkah yang bisa anda lakukan jika berkeinginan membeli rumah kpr.

Carilah Rumah/ Aset yang Sesuai Dengan Keinginan Anda

membeli rumah kpr
Sumber : Jens Neumann from Pixabay

Anda bisa mencari rumah second ataupun rumah baru untuk nantinya akan menjadi agunan KPR anda. Mendapatkan rumah second, anda bisa mencari langsung sendiri, ataupun menggunakan jasa broker. Jika anda ingin memiliki rumah baru atau primary, anda bisa mencari dan mendatangi marketing developer perumahan.  Anda bisa menanyakan detail lokasi, luas aset, dan harganya.

Baca juga: 7 Tips Agar Pinjaman KPR Disetujui Bank

Anda harus memperhatikan beberapa hal jika hendak membeli rumah secondary;

  1. Pastikan aset/ rumah sudah memiliki sertifikat yang sudah pecah dari sertifikat induk, IMB (izin mendirikan bangunan), dan PBB (Pajak bumi dan bangunan).
  2. Lokasi asset/ rumah marketable
  3. Akses ke lokasi mudah untuk ditempuh.
  4. Tidak terdapat sutet dan aliran sungai besar di sekitar rumah/ asset.

Jika aset/ rumah yang akan anda beli adalah rumah baru/ primary, anda cukup memastikan bahwa developer/ pengembang perumahan tersebut memiliki perjanjian kerjasama dengan beberapa bank, sehingga nantinya anda memiliki banyak pilihan bank untuk pengajuan kpr anda.

Persiapkan Down Payment (DP)/ Uang Muka

Persiapan dana pribadi yang akan digunakan untuk uang muka sangatlah penting. Karna bank tidak akan membiayai pembelian rumah/ aset anda 100%. Berdasarkan

kebijakan BI yang dikutip dari www. ojk.co.id, self financing/ down payment untuk pengajuan KPR dengan luas aset di atas 70 m2 haruslah sebesar 30%. Sedangkan saat ini DP rumah yang ditetapkan oleh perbankan berkisar 10-30%.

Kewajiban membayar DP ini bertujuan agar nantinya anda lebih ringan dalam membayar kewajiban angsuran.

Pastikan Anda Menghitung Kemampuan Bayar

Ketika anda memnutuskan membeli rumah kpr, anda sudah tahu bahwa anda diwajibkan membayar cicilan kpr setiap bulan. Lalu bagaimana anda memastikan bahwa anda mampu membayar cicilannya tiap bulan?

Cara menghitung kemampuan bayar anda secara umum dan sederhana adalah;

1/3 x Gaji ( pendapatan bersih ) = Maksimal kemampuan bayar

Contoh: Jika anda mempunyai gaji sebesar Rp. 10.000.000,-,   maka kemampuan bayar anda dalam membayar cicilan perbulan adalah sekitar Rp. 3.300.000,-.

Apa saja yang masuk hitungan dalam cicilan yang dihitung dalam kemampuan bayar debitur?

  1. Cicilan pinjaman KPR yang sedang diajukan. Untuk nominal besarnya cicilan ini anda bisa meminta table angsuran kepada pihak bank ketika hendak mengajukan pinjaman KPR.
  2. Cicilan pribadi yang sedang berjalan di bank ataupun di leasing seperti cicilan KTA (Kredit Tanpa Agunan), Kartu Kredit, dan KPM (Kredit Pemilikan Motor).
  3. Cicilan KPR yang sedang berjalan di bank lainnya.

Baca juga: Contoh Kasus Pengajuan KPR

Pilih Bank Untuk Pengajuan KPR Anda

Anda bisa memilih beberapa bank untuk pengajuan KPR. Sangat penting bagi anda yang ingin membeli rumah kpr untuk melihat produk kpr di beberapa bank. Anda bisa membandingkan produk di bank tersebut dari segi bunga fixed, bunga floating, pernalty pelunasan, provisi, dan lama waktu dalam memproses pengajuan kpr . Anda bisa mepertimbangkan hal-hal tersebut sebelum menentukan akan memilih produk kpr di bank mana. Berikut penjelasannya;

  1. Bunga fixed.

Produk kpr bank biasa penawaran bunga fixed untuk fasilitas kprnya. Rata-rata bank akan menawarkan produk kpr dengan pilihan bunga fixed selama 1 tahun sampai 5 tahun pertama. Misalkan produk tersebut di tahun pertama sampai tahun kelima dikenakan bunga 8%. Maka selama kurun waktu “fixed” tersebut, anda akan membayar cicilan dengan nominal yang sama setiap bulannya.

  1. Bunga Floating.

Bunga floating atau bunga mengambang pada fasilitas KPR diberikan ketika masa bunga fixed pada suatu produk kpr sudah selesai masa berlakunya. Bunga floating/ mengambang ini bisa berubah setiap saat tergantung kebijakan bank dan kondisi perekonomian. Nominal cicilan anda juga akan berubah, mengikuti bunga floating yang ditetapkan oleh bank.

  1. Penalti Pelunasan.

Fasilitas KPR yang memiliki jangka waktu pinjaman, dimana angsuranya sudah disesuaikan oleh bank sampai masa waktu pinjaman (tenor) berakhir. Jika terjadi pelunasan pinjaman sebelum masa waktu pinjaman (tenor) selesai, maka bank akan memberikan penalti pelunasan kepada anda sebagai debitur. Rata-rata besarnya penalti pelunasan dipercepat tersebut sekitar 3 – 5% / tergantung kebijakan bank.

  1. Provisi

Provisi merupakan biaya yang kita berikan kepada bank karena telah mencairkan fasilitas pinjaman. Besaran untuk biaya ini bisa berbeda-beda disetiap bank. Persentase biaya provisi ini berkisar di angka 1-2% dari nilai plafond (nilai pinjaman). Nasabah/ kreditur juga bisa mendapatkan pembebasan biaya provisi dari bank, tergantung dari produk kpr yang dicairkan, dan jenis promo produk yang sedang ditawarkan bank dalam kurun waktu tersebut.

  1. Lama waktu dalam memproses pengajuan kpr.

Waktu juga merupakan poin yang sangat penting yang harus anda pertimbangkan dalam menentukan pilihan bank tempat anda mengajukan kpr. Kenapa ini penting? Karena penjual akan memberikan tenggat waktu kepada anda untuk bisa melunasi aset yang akan anda beli secepatnya. Sehingga lama proses kpr di bank sangat menentukan nantinya apakah anda bisa membayar pelunasan aset kepada penjual sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh penjual.

Melengkapi Kelengkapan Dokumen dan Data Pengajuan KPR

Setelah anda menentukan bank mana yang akan anda pilih untuk pengajuan fasilitas kpr anda, maka anda haruslah melengkapi data-data dan dokumen yang dibutuhkan oleh bank tersebut untuk pengajuan kpr. Data-data yang harus dilengkapi hampir sama disetiap bank yaitu berupa data pribadi, keuangan, dan jaminan.

Menunggu Keputusan Bank

Bank memberikan keputusan mengenai pinjaman kpr anda berkisar dari 3 – 5 hari sejak anda melengkapi dokumen pengajuan kpr. Jika dalam kurun waktu tersebut anda tidak menerima informasi apapun mengenai pengajuan kpr anda, anda bisa menghubungi contact person bank yang mengurus kpr anda seperti bagian marketing kpr dan developer jika anda mengajukan kpr primary/ rumah baru.

Akad Kredit KPR

Inilah saat – saat yang anda tunggu-tunggu ketika membeli rumah kpr. Akad kredit merupakan proses pamungkas dimana akhirnya anda bisa memiliki dan menempati aset yang anda beli menggunakan kpr. Proses akad kredit cukup cepat, notaris dan tim legal bank akan membantu mengurus prosesnya. Anda dan pasangan cukup mendatangi jadwal akad kredit yang sudah disepakati.

Nah begitulah proses membeli rumah kpr yang harus anda ketahui. Anda sudah bisa memulai persiapan jika ingin membeli rumah kpr.

Artikel Terbaru

Elsa Astrian

Elsa Astrian

Just a Common Freelance Writer.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *