Transformasi Struktural Perekonomian Indonesia

Transformasi struktural perekonomian Indonesia adalah suatu perubahan yang yang ditandai dengan adanya perubahan struktural di perekonomian Indonesia. Contohnya, perubahan sektor dari tradisional menuju manufaktur hingga jasa. Peranan transformasi struktural bagi perekonomian juga tidak kalah penting.

Nah, seberapa pentingkah transformasi struktural di Indonesia? Di bawah ini kamu bisa menyimak seluruh penjelasannya sekaligus dengan apa saja faktor dan jenis transformasi struktural.

Konsep Transformasi Struktural

Konsep Transformasi Struktural
Sumber: pikisuperstar on Freepik

Tidak dapat disangkal bahwa setiap negara di dunia ingin mencapai perekonomian yang kuat. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mempercepat proses transformasi struktural.

Transformasi struktural adalah perubahan dalam komposisi sektoral Produk Domestik Bruto (PDB), struktur tenaga kerja, komposisi permintaan komoditas, perdagangan, dan perubahan lainnya.

Proses ini menjadi prasyarat dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, transformasi struktural juga mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan upaya penanggulangan kemiskinan.

Transformasi struktural ditandai oleh perubahan output dan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non-pertanian. Indikator utamanya adalah peningkatan pendapatan nasional per kapita. Peningkatan pendapatan per kapita menunjukkan adanya perubahan dalam struktur perekonomian suatu negara.

Selain itu, transformasi struktural juga melibatkan perubahan pola konsumsi domestik. Kenaikan pendapatan masyarakat mengarah pada penurunan permintaan terhadap produk pertanian dan beralih ke produk non-pertanian seperti industri dan jasa.

Pertumbuhan ekonomi selalu diikuti oleh perubahan struktur tenaga kerja dan output yang mengubah struktur perekonomian. Beberapa ciri perubahan struktur ekonomi meliputi:

  1. Penurunan sektor pertanian.
  2. Penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian.
  3. Peningkatan pangsa ekspor bahan olahan.
  4. Meningkatnya aktivitas ekonomi di pedesaan.
  5. Perubahan pola pikir dari orientasi produksi ke orientasi bisnis.

Dengan melakukan transformasi struktural, negara dapat memperkuat perekonomiannya dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Transformasi Struktural

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Transformasi Struktural
Sumber: Freepik.com

Menurut penelitian-penelitian yang ada, faktor-faktor yang memengaruhi proses transformasi struktural perekonomian Indonesia ada 4 macam. Keempat macam tersebut diantaranya jumlah penduduk, pendapatan nasional per kapita, PMA, dan net perdagangan seperti penjelasan berikut.

1. Jumlah Penduduk Indonesia

Jumlah penduduk Indonesia dikatakan dapat memengaruhi proses transformasi struktural. Pasalnya, jumlah penduduk dapat memengaruhi semua sektor di struktur produksi dan tenaga kerja. Semakin banyak jumlah penduduk, semakin banyak pula tenaga kerja yang dapat digunakan sehingga dapat mempercepat produksi dalam rangka mencapai transformasi struktural.

2. Pendapatan Nasional per kapita

Pendapatan nasional per kapita jelas akan memengaruhi proses transformasi struktural karena terjadinya proses transformasi struktural juga ditandai dengan meningkatnya pendapatan nasional per kapita. Adanya peningkatan pendapatan nasional per kapita akan memengaruhi struktur perdagangan Indonesia.

3. Penanaman Modal Asing (PMA)

Penanaman Modal Asing (PMA) dapat memengaruhi proses transformasi struktural karena bisa berdampak pada struktur produksi sektor primer dan industri, serta struktur perdagangan ekspor dan impor. Semakin tinggi PMA menunjukkan semakin tinggi keterbukaan ekonomi suatu negara sehingga dapat meningkatkan perdagangan.

4. Net Perdagangan

Net perdagangan ditandai dengan nilai bersih dari ekspor dikurang impor. Net perdagangan tentu akan mempengaruhi transformasi struktural karena net perdagangan dapat memengaruhi struktur produksi, tenaga kerja, dan struktur perdagangan.

Jenis-Jenis Transformasi Struktural

Transformasi struktural perekonomian Indonesia dapat terjadi melalui tiga proses yang berdasarkan pada teori Chenery-Syrquin antara lain:

1. Proses Akumulasi

Proses akumulasi adalah proses pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan kenaikan pendapatan per kapita suatu negara. Indikator proses akumulasi yaitu investasi fisik, investasi SDM, dan penerimaan pemerintah.

2. Proses Alokasi

Proses alokasi merupakan proses interaksi antara proses akumulasi dan pergeseran pola konsumsi masyarakat seiring dengan meningkatkan pendapatan per kapita. Indikator proses alokasi yaitu permintaan domestik, perdagangan internasional, dan produksi.

3. Proses Distribusi dan Demografi

Proses distribusi dan demografi adalah proses sosial atau non-ekonomi yang terhadi seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita. Indikator proses distribusi dan demografi yaitu alokasi tenaga kerja, urbanisasi, dan distribusi pendapatan.

Pentingnya Transformasi Struktural

Pentingnya Transformasi Struktural
Sumber: xb100 on Freepik

Transformasi struktural perekonomian Indonesia sangatlah penting karena pada dasarnya pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi. Faktor ekonomi dapat berupa faktor sumber daya alam, sumber daya manusia, pendapatan, dan transformasi struktural. Sedangkan faktor non ekonomi dapat berupa keadaan sosial dan lingkungan, politik, dan sistem yang berlaku.

Pembangunan ekonomi merupakan sebuah peningkatan pendapatan per kapita diiringi dengan peningkatan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa transformasi struktural merupakan salah satu prasyarat untuk mencapai pemerataan dan kesejahteraan masyarakat menuju pembangunan ekonomi.

Pembangunan ekonomi dilakukan untuk dapat membentuk individu yang mandiri, yang mendorong setiap individu untuk mengeluarkan potensi yang dimiliki secara optimal. Oleh karena itu, pembangunan harus dapat menghasilkan perubahan struktural yang dapat mengurangi ketimpangan antar sektor perekonomian.

Lalu, pembangunan juga harus bisa membentuk perekonomian yang kuat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Inilah mengapa makna pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu dipertahankan tidak hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Kesimpulan

Transformasi struktural merupakan proses yang ditandai dengan terjadinya perubahan dalam output dan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Transformasi struktural ditandai dengan adanya peningkatan pendapatan nasional per kapita.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi transformasi struktural terdiri dari jumlah penduduk, pendapatan nasional per kapita, PMA, dan net perdagangan. Transformasi struktural terjadi melalui tiga proses yaitu proses akumulasi, proses alokasi, dan proses distribusi dan demografi.

Transformasi struktural menjadi sangat penting dilakukan karena adanya transformasi struktural dapat mendorong tercapainya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Nah, sekian seluruh penjabaran mengenai apa itu transformasi struktural, konsep, jenis, faktor, dan pentingnya transformasi struktural tersebut. Transformasi struktural dinilai memiliki banyak pengaruh untuk perekonomian di Indonesia, salah satunya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi.


Sumber:

Baderi, F. (2016, 27 Mei). Transformasi Ekonomi.

Fabiomarta, W. (2004). Transformasi Struktural Perekonomian Indonesia dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.

Silalahi, S. (2014). Proses Transformasi Struktural: Teori dan Kajian Empiris.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *