Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Sama halnya dengan bidang ilmu lainnya, ilmu ekonomi tentunya memiliki ruang lingkup yang luas. Dengan mengetahui tiap ruang lingkup Ilmu Ekonomi yang ada ini bisa membantu dalam berbagai aspek kegiatan perekonomian. Nah, untuk tahu apa saja ruang lingkup ekonomi, dalam artikel berikut akan dikupas secara mendetail. Yuk simak!

Masalah dalam Ilmu Ekonomi

Masalah dalam Ilmu Ekonomi
Sumber: wayhomestudio on Freepik

Bapak ilmu makroekonomi, John Maynerd Keynes pernah mengatakan jika ahli ekonomi harus memiliki kombinasi kemampuan dalam hal matematika, sejarah, negarawan, bahkan filosofi. Seorang ahli ekonomi juga diharuskan mampu menganalisa hal khusus dengan bahasa yang umum. Disamping itu, akan lebih baik jika ia mampu mempelajari hal-hal di masa kini untuk membangun masa depan.

Para ahli ekonomi harus memiliki tujuan dan tidak semata-mata dikendalikan oleh keadaan emosional saja. Dari perkataan Keynes tersebut, secara tidak langsung itu mengisyaratkan jika ekonomi adalah suatu ilmu yang holistik dan bersifat unik. Oleh karena itu, kekuatan pada ilmu ekonomi terletak pada kemampuannya untuk diadaptasi oleh berbagai macam pandangan sebagai ilmu yang bersifat seperti pisau analisis.

Permasalahan pokok yang menjadi prinsip fundamental dari ilmu ekonomi adalah peristiwa kelangkaan. Kelangkaan adalah suatu situasi ketika sumber daya pemuas kebutuhan lebih sedikit daripada kebutuhan yang dimiliki. Kelangkaan yang terjadi memaksa individu atau pihak pengambil keputusan untuk memilih pilihan tertentu alih-alih memilih semua alternatif.

Proses pemilihan tersebut disebut dengan trade-off, yakni proses pertukaran antara sumber daya pilihan yang dimiliki dengan alternatif yang dipilih. Akibat dari trade-off adalah munculnya biaya peluang (opportunity cost) yang merupakan pilihan terbaik lainnya yang tidak dipilih oleh pengambil keputusan. Pembahasan klasik dalam ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga bagian:

  1. Produksi adalah kegiatan meningkatkan nilai tambah dari bahan mentah atau komponen setengah jadi untuk menghasilkan barang baru.
  2. Distribusi adalah kegiatan mengalokasikan atau mengantarkan barang yang diproduksi ke tangan konsumen untuk digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan.
  3. Konsumsi adalah kegiatan pemanfaatan barang hasil produksi oleh pihak akhir atau konsumen sebagai alat pemuas kebutuhan.

Kemudian, pembahasan ekonomi modern didasarkan pada tiga pertanyaan penting, yaitu what, how, dan for whom.

  1. What menanyakan barang atau jasa apa yang harus diproduksi dalam perekonomian.
  2. How menanyakan bagaimana cara untuk memperoleh atau menghasilkan jasa yang bersangkutan.
  3. For Whom berkaitan dengan siapa pihak yang membutuhkan barang atau jasa yang telah diproduksi tersebut.

Diagram Lingkar Ilmu Ekonomi

Materi ruang lingkup Ilmu Ekonomi selanjutnya adalah diagram lingkar. Ilmu ekonomi biasa menggunakan model untuk menyederhanakan pilihan terbaik di tengah-tengah kompleksitas. Salah satu model yang terkenal dalam ilmu ekonomi adalah diagram lingkar ekonomi yang ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar tersebut menggambarkan interaksi sederhana antara tiga pelaku ekonomi, yakni rumah tangga keluarga (household), rumah tangga perusahaan (firms), dan rumah tangga pemerintah (government). Selain itu, terdapat pula dua pasar yang merupakan pasar barang dan jasa (output market) dan pasar sumber daya (input market).

Rumah tangga keluarga memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bersifat konsumsi. Rumah tangga keluarga memberikan sumber daya yang dimiliki berupa tanah, tenaga kerja, modal, dan kemampuan wirausaha kepada rumah tangga perusahaan dan mendapatkan imbalan berupa pendapatan rumah tangga.

Nama pendapatan rumah tangga berdasarkan jenis sumber daya yang diberikan adalah biaya sewa untuk tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk modal, dan keuntungan atau laba untuk kemampuan wirausaha. Interaksi yang dilakukan antara rumah tangga keluarga dengan pemerintah adalah pembayaran pajak yang dikembalikan dalam bentuk pelayanan pemerintah dan  pengadaan barang publik.

Rumah tangga perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba (profit) dari aktivitas ekonomi yang dilakukannya. Proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan diawali dengan mengambil sumber daya yang disediakan oleh rumah tangga konsumen.

Kemudian, perusahaan melakukan proses produksi serta menjual barang dan jasa di pasar barang dan jasa. Pendapatan yang diterima oleh perusahaan dikembalikan kepada rumah tangga keluarga dalam bentuk imbalan atas sumber daya yang diberikan. Perusahaan juga melakukan interaksi dengan pemerintah dengan membayar pajak dan menerima barang dan jasa publik.

Rumah tangga pemerintah setidaknya memiliki dua fungsi ekonomi, yakni menjadi regulator pasar dan penyedia barang publik. Pemerintah melakukan regulasi dan intervensi yang diperlukan dalam pasar barang dan jasa maupun pasar sumber daya dengan kebijakan fiskal dan perdagangan.

Kebijakan fiskal merupakan kebijakan anggaran pemerintah, sedangkan kebijakan perdagangan merupakan peraturan dan intervensi yang dilakukan langsung dalam sektor riil. Pemerintah juga melakukan transaksi dengan kedua pasar tersebut untuk memenuhi kebutuhan operasional pemerintahan seperti melakukan pengadaan peralatan kantor dan merekrut pegawai pemerintah.

Gambar 1
Sumber: literaturekonomi

Mikroekonomi dan Makroekonomi

Mikroekonomi dan Makroekonomi
Sumber: ijeab on Freepik

Mikroekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari interaksi ekonomi antara pelaku-pelaku ekonomi dalam satu industri atau sektor. Contohnya, mikroekonomi mengkaji tentang tingkat harga gabah di pasar petani. Jika harga dianggap terlalu rendah, mikroekonomi dapat memberikan analisis untuk melihat alternatif kebijakan yang dapat diberikan oleh pemerintah.

Sementara itu, makroekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari ekonomi suatu negara dari perspektif yang lebih luas. Ada tiga pokok bahasan utama dalam makroekonomi, yaitu pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan inflasi.

Perspektif makroekonomi dapat digunakan untuk menganalisis kasus-kasus seperti Krisis Asia tahun 1997 yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Pada saat itu, terjadi hiperinflasi di Indonesia akibat jatuhnya nilai tukar rupiah, yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terjun ke wilayah negatif yang cukup dalam.

Cabang Ilmu Ekonomi

Ekonomi sebagai sebuah sistem ilmu yang merupakan pisau analisis dapat diadopsi oleh berbagai ilmu lainnya. Di bawah ini terdapat tiga contoh cabang ilmu ekonomi yang paling umum, yakni:

  • Ekonomi Pembangunan adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana menyusun kebijakan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi yang dinilai oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga melihat bagaimana membangun manusia sebagai aktor yang signifikan dalam masyarakat.
  • Ekonomi Moneter adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari arsitektur keuangan sebagai kerangka kerja untuk melihat uang sebagai alat tukar, penyimpan kekayaan, dan satuan hitung.
  • Ekonomi Publik adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari kebijakan publik oleh pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang efisien dan menjunjung nilai-nilai kesetaraan.

Perspektif Positif dan Normatif

Perspektif Positif dan Normatif
Sumber: Freepik.com

Sebagai ilmu pengetahuan, Ilmu Ekonomi dapat memberikan pandangan melalui dua perspektif, yaitu positif dan normatif. Perspektif positif menunjukkan proses sebab-akibat dari suatu fenomena. Pernyataan yang merupakan perspektif positif adalah pemisalan jika A maka B.

Perspektif positif cenderung merupakan perspektif yang bebas nilai sehingga tidak ada opini baik dan buruk. Di sisi lain, perspektif normatif bicara soal nilai baik dan buruk dari suatu fenomena. Pernyataan yang merupakan perspektif normatif antara lain, “Sebaiknya pemerintah melakukan A daripada B.”

Kasus yang dapat kita contoh adalah penerapan upah minimum di Kota ABC. Pernyataan positif yang dapat diberikan yaitu, “Jika upah minimum dinaikkan sebesar 10%, pengangguran akan meningkat sebesar 2%.” Pernyataan tersebut terformat dalam bentuk sebab-akibat dan tidak ada insersi nilai di dalamnya.

Menurut perspektif normatif, pemerintah seharusnya tidak menaikkan upah minimum karena hal tersebut dapat merugikan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut memiliki unsur nilai baik-buruk yang merupakan ciri khas dari pendekatan normatif.

Sesuai dengan kutipan yang dikatakan oleh Keynes, ekonomi merupakan suatu ilmu holistik yang memiliki relasi dengan berbagai disiplin ilmu lain. Sebagai sebuah pisau analisis untuk menentukan pilihan terbaik, maka permasalahan yang muncul di masyarakat akan disederhanakan dalam bentuk model.

Terdapat dua jenis pandangan terhadap model tersebut. Pertama, pandangan mikroekonomi yang mengacu pada fenomena di suatu industri atau sektor. Kedua, pandangan makroekonomi yang melihat permasalahan dari kacamata elang yang bersifat menyeluruh pada suatu negara. Kedua konsep ini diterjemahkan ke dalam dua buah perspektif, yaitu positif dan normatif.

Itulah rangkaian penjabaran mengenai apa saja yang menjadi bagian ruang lingkup ilmu ekonomi. Secara umum, ada dua cakupan utama yaitu makroekonomi dan mikroekonomi. Disamping itu, cabang ilmu ekonomi juga terbagi menjadi tiga macam utama, yaitu ekonomi moneter, ekonomi pembangunan, dan ekonomi publik.


Sumber:

Case, K. E., Fair, R. C., & Oster, S. M. (2012). Principles of economics. Prentice Hall,

Keynes, J. M. (2016). General theory of employment, interest and money. Atlantic Publishers & Dist.

Mankiw, N. G. (2014). Principles of macroeconomics. Cengage Learning.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *