Loyalitas Karyawan: Aspek, Ciri, Faktor dan Cara Membangun

Hallo lagi sahabat tambahpinter! Sahabat tambah pinter tentunya pernah dong mendengar lagu atau familiar dengan lagu yang liriknya adalah and we’ll never be royals (royals), it don;t run in our blood, that kind of luxe just ain’t for us, we crave a different kind of buzz.

Betul! Judul lagu tersebut adalah royals yang dinyanyikan oleh Lorde dan populer di tahun 2013. Pembahasan artikel kali ini agak mirip dengan judul lagu tersebut, hanya saja kata depannya diubah menjadi ‘L’.

Tentunya sudah tidak asing lagi ya dengan kata ‘loyal’ yang sering disebut-sebut untuk mengungkapkan kesetiaan seseorang, terutama dalam bekerja. Nah, agar sabahat tambahpinter semakin pinter lagi, yuk dibaca artikelnya mengenai loyalitas karyawan!

Pengertian Umum

Dikutip dari website KBBI loyalitas berarti kepatuhan atau kesetiaan seseorang.

Dikutip dari website Kamus Oxford maka loyalitas adalah kualitas yang diberikan secara konstan dalam mendukung seseorang atau sesuatu.

Selain itu, dikutip dari website Ensiklopedia Britania loyalitas adalah istilah umum yang menandakan pengabdian seseorang atau perasaan tertarik terhadap objek tertentu, dapat berupa seseorang atau sekolompok orang, cita-cita, tugas, atau tujuan.

Berdasarkan ketiga pengertian umum tersebut, maka loyalitas adalah kesetiaan seseorang yang menandakan pengabdian terhadap objek tertentu, dapat berupa seseorang atau kelompok orang, cita-cita, tugas, maupun tujuan yang diberikan secara konstan.

Baca juga: Contoh KPI Serta Faktor Penentunya

Pengertian Loyalitas Karyawan

Pengertian Loyalitas Karyawan
Sumber : Free-Photos dari Pixabay

Menurut Hasibuan (2007) loyalitas karyawan adalah kesetiaan yang dicerminkan melalui kesediaan karyawan dalam menjaga serta membela organisasi, baik di dalam maupun di luar pekerjaan dari rongrongan orang yang tidak bertanggung jawab.

Sudimin (2003) menjelaskan bahwa loyalitas kerja adalah kesediaan karyawaan untuk memberikan keterampilan, pikiran, kemampuan, hingga waktu terhadap tujuan perusahaan, mampu menyimpan rahasia perusahaan, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan perusahaan selama masih berstatus sebagai karyawan.

Sementara itu, menurut Poerwopoespito (2000) loyalitas karyawan adalah sikap karyawan yang mencurahkan keahlian dan kemampuan yang dimiliki, melaksanakan tugas dengan tanggung jawab dan jujur dalam bekerja, memiliki hubungan kerja yang baik dengan atasan dan rekan kerja, menjaga citra perusahaan, disiplin, dan memiliki kesetiaan untuk bekerja dalam waktu yang lebih lama.

Berdasarkan ketiga definisi tokoh tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa loyalitas karyawan adalah kesetiaan karyawan kepada perusahaan yang tercermin dari keseluruhan usaha dalam memberikan pikiran, kemampuan atau keahlian, tidak melakukan hal yang merugikan perusahaan, menyelesaikan pekerjaan dengan bertanggung jawab dan jujur, mempunyai hubungan kerja yang baik, dapat menjaga rahasia perusahaan, dan dapat bekerja untuk waktu yang lebih lama bagi perusahaan.

Aspek-Aspek Loyalitas Karyawan

Menurut Syadam (2000) terdapat empat aspek-aspek loyalitas karyawan, yaitu :

  1. Ketaatan atau kepatuhan adalah kesanggupan karyawan dalam menaati semua peraturan yang berlaku di dalam lembaga atau perusahaan tersebut, tidak melanggar larangan yang ada, serta menaati perintah yang diberikan oleh atasan yang berwenang dalam suatu lembaga atau perusahaan.
  2. Bertanggung jawab, yaitu karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan yang sudah diberikan dengan baik dan tepat waktu serta berani mengambil risiko atas tindakan atau keputusan yang diambil.
  3. Pengabdian adalah sumbangan yang diberikan karyawan kepada suatu lembaga atau perusahaan dalam bentuk pemikiran dan tenaga dengan suka rela.
  4. Kejujuran adalah tidak menyalahgunakan wewenang yang sudah diberikan, melaporkan hasil pekerjaan kepada atasan, dan mengerjakan pekerjaan dengan suka.

Ciri-Ciri Loyalitas Karyawan

Ciri Loyalitas Karyawan
Sumber : Gerd Altmann dari Pixabay

Menurut Poerwopoespito (2000) ciri-ciri karyawan yang loyal terhadap perusahaan adalah :

Kejujuran

Adanya sikap jujur dari karyawan bersifat tidak merugikan pihak manapun yang terlibat dalam perusahaan tersebut, tetapi sebaliknya sifat tidak jujur akan menyebabkan kerugian.

Adanya Rasa Memiliki Perusahaan

Jika karyawan mempunyai rasa memiliki perusahaan, maka karyawan dapat memahami bahwa seluruh karyawan dalam perusahaan tersebut adalah bagian dari tubuh imajiner dari perusahaan.

Memahami Kesulitan Perusahaan

Karyawan diharapkan untuk mampu memahami kesulitan karyawan dan dapat memulihkan kesulitan perusahaan tersebut.

Memberikan Waktu Lebih Dari yang Diminta Perusahaan untuk Bekerja

Konsep ini tidak hanya menguntungkan untuk karyawan dalam meningkatkan kulitas dan daya saing, tetapi juga menguntungkan untuk perusahaan dalam mencegah terjadinya bangkrut.

Dapat Menciptakan Suasana Menyenangkan di Perusahaan

Adanya kondisi yang kondusif dalam perusahaan sangat menentukan produktifitas karyawan dalam bekerja. Namun, perlu diingat bahwa pimpinan dalam perusahan tersebut memegang kendali yang besar terhadap suasana dalam perusahaan.

Dapat Menjaga Rahasia Perusahaan

Karyawan dapat menjaga data-data perusahaan agar terlindung dari penyalahgunaan data oleh pihak lain, terutama dari pihak kompetitor.

Mampu Menjaga Serta Meninggikan Citra Perusahaan

Karyawan dapat menjaga citra positif yang telah dibangun oleh perusahaan, sehingga karyawan didalam perusahaan tersebut juga memiliki citra yang positif.

Bersikap Hemat

Karyawan dapat mengeluarkan uang berdasarkan kebutuhan yang tepat.

Tidak Bersikap Apriori Terhadap Perubahan yang Terjadi di Perusahaan

Karyawan mampu untuk menerima adanya perubahan yang terjadi dalam perusahaan dan mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Baca juga: Analisis Beban Kerja

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Loyalitas Karyawan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hermawan dan Riana (2013) terdapat 4 faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas karyawan, diantaranya :

Faktor Kompensasi

Dalam hal ini, kompensasi yang dimaksud adalah tunjangan dalam gaji karyawan seperti : biaya transportasi hingga biaya makan selama menjalankan pekerjaan. Tunjangan dalam gaji tersebut sudah disesuaikan dengan jabatan, posisi, dan beban kerja karyawan. Adanya kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan akan menentukan loyalitas kerja pada karyawan tersebut.

Faktor Tanggung jawab

Perusahaan bertanggung jawab untuk mendukung serta menjamin agar setiap karyawan dapat mengoptimalkan produktivitasnya dalam bekerja. Hal tersebut dapat terlihat melalui pertimbangan perusahaan dalam memberikan kesempatan untuk karyawan dalam berkarir, memperhatikan pengabdian dari karyawan, hingga penanaman rasa memiliki perusahaan.

Faktor Disiplin

Adanya peraturan perusahaan bertujuan agar karyawan dapat bersikap disiplin dan juga berfungsi sebagai instruksi dalam bekerja. Adanya peraturan dalam hal ini diberlakukan dalam : absensi, kesesuaian jam kerja, ketepatan waktu bekerja, jumlah kehadiran, hingga sanksi yang harus dikenakan jika melanggar. Sifat dari peraturan perusahaan adalah jelas serta tegas.

Faktor Partisipasi

Karyawan diharapkan dapat mengambil bagian dalam memberikan kreativitas, inisiatif, serta kritik yang dapat membangun perusahaan. Selain itu, baik secara psikologis maupun fisik, perusahaan akan melibatkan karyawan melalui tugas-tugas pekerjaan yang diberikan. Adanya atasan yang memotivasi karyawan dalam memberikan arahan kepada karyawan memegang peranan yang penting.

Indikator Loyalitas Karyawan

Indikator Loyalitas Karyawan
Sumber : Free-Photos dari Pixabay

Terdapat 6 indikator yang dapat mengukur loyalitas karyawan, yaitu (Siswanto, 2010) :

  1. Kemauan karyawan dalam melakukan kerja sama
  2. Adanya rasa memiliki perusahaan
  3. Hubungan antar pribadi dalam perusahaan
  4. Menyukai pekerjaan yang dikerjakan
  5. Menaati peraturan perusahaan
  6. Bertanggung jawab terhadap perusahaan

Cara Membangun Loyalitas Karyawan

Dikutip dari Hermawan dan Riana (2013) adanya usaha yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan loyalitas karyawan adalah melalui insentif serta imbalan kepada karyawan atas usaha yang telah mereka berikan sebagai bentuk penghargaan dari perusahaan kepada karyawan.

Selain itu, menurut Soetjipto (dalam Saydam, 2000) terdapat 8 langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memperbaiki atau meningkatkan loyalitas karyawan, yaitu :

  1. Melakukan penyajian ulang terhadap jabatan atau pekerjaan serta melakukan penyusunan uraian pekerjaan dalam perusahaan.
  2. Melibatkan karyawan sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing untuk mengikuti pelatihan.
  3. Meningkatkan keterpaduan sistem pengembangan karir.
  4. Meningkatkan efektivitas komunikasi yang ada dalam perusahaan, sehingga memberikan umpan balik yang positif terhadap hasil pekerjaan.
  5. Membuat peningkatan secara kualitas dalam sistem penilaian kerja karyawan.
  6. Membuat peningkatan fleksibilitas jam kerja berdasarkan dengan keadaan.
  7. Perlunya peningkatan pemberian perhatian oleh atasan terhadap karyawan mengenai kepuasan kerja karyawan.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia

Sampai disini dulu ya pembahasan kita mengenai loyalitas karyawan, sahabat tambahpinter! Nah, setelah membaca artikel ini kira-kira sahabat tambahpinter yang sudah bekerja, baik sebagai karyawan kontrak, tetap, ataupun freelancer – apakah kalian loyal terhadap perusahaan tempat kalian bekerja?


Sumber :

kbbi.web.id/loyalitas

www.oxfordlearnersdictionaries.com

Hasibuan, M. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Ed. Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudimin, T. 2003. Whistleblowing: Dilema Loyalitas dan Tanggung Jawab Publik. Jurnal Manajemen dan Usahawan, 12(11), 3-8.

Poerwopoespito. (2000). Mengatasi Krisis Manusia Di Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia

Saydam, G. (2000). Manajemen sumber daya manusia : suatu  pendekatan mikro. Jakarta : Djambatan.

Hermawan, I. & Riana, I. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Loyalitas Karyawan pada Pt. Inti Buana Permai Denpasar Bali.

Siswanto. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.

Artikel Terbaru

Priskila

Priskila

Priskila Theadora merupakan sarjana psikologi lulusan Universitas Gunadarma. Memiliki prinsip bahwa setiap orang mempunyai alasannya masing-masing untuk menghasilkan sebuah keputusan atau berperilaku. Hobi menulis yang ditekuninya dari sejak kecil ternyata membuat Priskila semakin komunikatif dalam menulis beberapa hal yang sudah dipelajari pada waktu kuliah dan berlanjut hingga sekarang.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *