Kimia Organik: Hidrokarbon Alkana

Hidrokarbon dibedakan menjadi dua yaitu hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon aromatik. Kedua hidrokarbon tersebut diketahui berasal dari alam dan sering kali ditemukan pada olahan minyak bumi. Pada hidrokarbon alifatik, jenis yang paling umum adalah alkane, alkena, dan alkuna. Nah, dalam artikel ini, secara khusus akan dijabarkan mengenai apa itu hidrokarbon alkana, tata nama, dan reaksinya. Ini dia penjelasan lengkapnya.

Apa itu Alkana?

Apa itu Alkana
Sumber: Freepik.com

Senyawa hidrokarbon adalah jenis senyawa yang tersusun dari atom C dan atom H. Alkana disebut sebagai hidrokarbon paling sederhana yang berupa ikatan tunggal berantai panjang dengan rumus umum CnH2n+2. Sementara itu, alkana yang paling sederhana disebut dengan metana (CH4).

Semua senyawa alkana memiliki hibridasi atau konsep pencampuran orbital atom menjadi orbitan hibrida yang sesuai dengan pasangan elektron untuk membentuk ikatan kimia sp3 tetrahedral.

Alkana bersifat inert (sulit bereaksi) karena memiliki jumlah maksimum atom H pada masing masing atom karbonnya. Alkana yang kehilangan 1 proton H menjadi gugus alkil (CH3-X) dengan rumus umum CnH2n+1 yang namanya berubah, yaitu akhiran ana diganti menjadi il, sehingga metana berubah nama menjadi metil.

SP3 tetrahedral
SP3 tetrahedral

Adapun klasisfikasi karbon berdasarkan ikatannya dengan hidrogen, yaitu :

  1. Karbon primer, yaitu karbon yang hanya memiliki 1 ikatan dengan atom lain selain atom hidrogen.
  2. Karbon sekunder, yaitu karbon yang memiliki 2 ikatan dengan atom lain selain atom hidrogen.
  3. Karbon terseier, yaitu karbon yang memiliki 3 ikatan dengan aton lain selain atom hidrogen.
  4. Karbon kuartener, yaitu karbon yang tidak memiliki ikatan dengan atom hidrogen.
Klasifikasi Karbon
Klasifikasi Karbon

Pada senyawa hidrokarbon biasanya memiliki suatu isomer. Isomer merupakan senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama tapi berbeda dalam strukturnya. Senyawa alkana pun memiliki suatu isomer yaitu isomer rangka iso dan neo.

Isomer Rangka
Isomer Rangka

Tata Nama Alkana

Tata Nama Alkana
Sumber: Freepik.com

Tata nama alkana ditentukan berdasarkan sistem IUPAC (International Union of Pure Applied Chemistry). Tata nama tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu awalan, induk dan akhiran.

Awalan merupakan nama dari subtituennya atau cabangnya, induk menunjukan panjang rantai utamanya, dan akhiran menunjukan gugus fungsi dari senyawa tersebut. Berikut penjelasan tentang tata cara penamaan:

  1. Tentukan rantai karbon terpanjang dalam suatu senyawa yang nantinya akan dijadikan sebagai nama induknya.
  2. Penomoran rantai induk dimulai dari cabang yang terdekat, sehingga nomor cabang akan menjadi nomor yang terkecil.
  3. Identitaskan nomor dan subtituen atau cabang dari masing–masing atom C pada rantai utamanya, jika ada 2 subtituen pada atom C yang sama maka penomoran ditulis 2 kali.
  4. Gunakan tanda koma untuk nomor jika ada 2 atau lebih nomor yang digunakan untuk subtituen yang sama.
  5. Gunakan tanda pemisah seperti strip (-) sebelum dan/atau setelah awalan, sebelum dan/atau setelah induk dan sebelum akhiran jika diperlukan.
  6. Jika ada 2 subtituen atau lebih yang berbeda urutkan berdasarkan alfabet Bahasa Indonesianya.
  7. Jika ada 2 subtituen atau lebih yang sama gunakan awalan seperti di-, tri-, dan tetra-.
Contoh Penamaan Alkana
Contoh Penamaan Alkana

Kemudian, pada tabel berikut disajikan nama rantai induk alkana dan cabang alkil yang paling sederhana beserta dengan rumus senyawanya.

Tabel 1. Tata Nama Alkana Dan Alkil

Nama AlkanaRumus Senyawa AlkanaNama AlkilRumus Senyawa Alkil
MetanaCH4Metil-CH3
EtanaC2H6Etil-CH2CH3
PropanaC3H8Propil-CH2CH2CH3
ButanaC4H10Butil-CH2CH2CH2CH3
PentanaC5H12Pentil-CH2CH2CH2CH2CH3

 

Reaksi Alkana

Ada 3 jenis reaksi pada senyawa alkana, yaitu reaksi pembuatan alkana, reaksi subtitusi (halogenasi) dan reaksi pembakaran. Berikut penjelasannya:

Reaksi Pembuatan Alkana

Reaksi pembuatan alkana biasanya dilakukan jika senyawa alkana yang diinginkan tidak terdapat di alam dan kita harus mensintesisnya untuk mendapatkan senyawa tersebut. Reaksi ini bisa dilakukan melalui berbagai cara diantaranya:

  • Reaksi pembuatan alkana dengan hidrogenasi senyawa alkena dengan katalis logam nikel (Ni) atau paladium (Pd). Reaksi ini mengubah ikatan rangkap dua menjadi ikatan tunggal dimana masing masing ikatan tersebut mengikat 1 atom H.
Hidrogenasi dengan katalis Ni atau PD
Hidrogenasi dengan katalis Ni atau PD
  • Reaksi pembuatan alkana dengan reduksi alkil halida menggunakan pereaksi grignard. Reaksi ini bermaksud ‘mengambil’ golongan halogen (F, Cl, Br, I) dan menggantikannya dengan atom H.
Reaksi Reduksi dengan Pereaksi Grignard
Reaksi Reduksi dengan Pereaksi Grignard
  • Reaksi pembuatan alkana dengan reduksi alkil halida oleh logam dan asam. Reaksi ini bermaksud ‘mengambil’ golongan halogen (F, Cl, Br, I) dan menggantikannya dengan atom H.
Reaksi Reduksi dengan Logam dan Asam
Reaksi Reduksi dengan Logam dan Asam
  • Reaksi pembuatan alkana melalui penggabungan alkil halida dengan senyawa organometalik. Reaksi ini bermaksud untuk memperpanjang rantai alkana.
Reaksi Alkil Halida dengan Organometalik
Reaksi Alkil Halida dengan Organometalik
Contoh reaksi alkil halida dengan organometalik
Contoh reaksi alkil halida dengan organometalik

Reaksi subtitusi (halogenasi) alkana

Alkana yang bersifat inert (atau sulit bereaksi), membutuhkan cahaya untuk membuat senyawa tersebut menjadi radikal sehingga dapat bereaksi.

Contoh Reaksi Radikal
Contoh Reaksi Radikal

Dalam reaksi ini pun kita akan menemukan major produk dan minor produk, di mana hal tersebut terjadi karena tingkat kestabilan karbon yang ada pada senyawa alkana. Kestabilan ini terjadi karena adanya efek sterik (kepadatan) di daerah sekitar karbon.

Sehingga produk yang dihasilkan akan cenderung memilih yang paling paling stabil dan akan sulit bereaksi kembali dengan reaktan lain. Urutan kestablian karbon adalah sebagai berikut 3ᵒ (tersier) > 2ᵒ (sekunder) > 1ᵒ (primer) > CH4.

Reaksi Pembakaran Alkana

Reaksi pembakaran alkana sering kita jumpai pada kendaraan bermotor yaitu pada saat BBM (Bahan Bakar Minyak) digunakan untuk menjalankan kendaraan bermotor. Reaksi ini menghasilkan gas CO2 dan uap air (H2O) seperti berikut:

CH4 + 2O2 –> CO2 + H2O

Sekian penjelasan seputar senyawa hidrokarbon alkana. Alkana termasuk dalam hidrokarbon paling sederhana yang bisa didapat secara alamiah dari olahan minyak bumi atau secara sintesis. Reaksi reaksi senyawa alkana pun sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari–hari, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.


Sumber:

Carey, F. A. (2000). Organic Chemistry Fourth Edition. McGraw-Hill Higher Education.

Smith, J. G. (2011). Organic Chemistry Third Edition. McGraw-Hill Higher Education.

McMurry, J. (2000). Organic Chemistry Fifth Edition. Brook/Cole.

Morrison, R. T., & Robert, N. B. (2002). Organic Chemistry Sixth Edition. Prentice-Hall of India Private Limited.

Artikel Terbaru

Avatar photo

Rita Ratnasari M.Sc

Seorang dosen Kimia di Yogyakarta yang sedang sekolah S3. Berbagi adalah hal yang utama di dunia ini. Bagiku tidak ada yang lebih menyenangkan dari mengajar di dunia ini

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *