Home Pengajaran Model Pembelajaran Discovery Learning

Model Pembelajaran Discovery Learning

Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh perencanaan dan strategi pembelajaran yang disusun oleh guru. Tahukah kamu apa saja yang harus disiapkan dalam merancang sebuah pembelajaran agar berkualitas dan memberikan dampak pada siswa?

Nah, salah satu yang harus direncanakan dalam merancang sebuah pembelajaran adalah pemilihan model pembelajaran. Mengapa model pembelajaran ini penting untuk dirancang di awal? Lalu model pembelajaran apa saja yang bisa dipilih oleh guru dalam merancang pembelajaran?

Kalau membaca Permendikbud No.22 Tahun 2016 tentang standar proses, di pemen itu disebutkan ada 3 model pembelajaran yang bisa digunakan dalam implementasi kurikulum 2013 di Sekolah, yaitu Model pembelajaran melalui penemuan atau dikenal dengan discovery learning, Model pembelajaran berbasis masalah, dan model pembelajaran berbasis proyek. Gimana, kamu sudah mengenal ketiga model itu? Oke, pada artikel ini kita akan kupas tuntas dulu model pembelajaran discovery learning.

Pengertian Model Pembelajaran Discovery Learning

J. Brunner
sumber: elearningindustry.com

Untuk mengawali pembahasannya, kita pahami dulu pengertian tentang model pembelajaran discovery learning menurut para ahli.

Pertama, pendapat dari Hosnan, dalam bukunya yang berjudul pendekatan saintifik dalam kontekstual pembelajaran abad 21 disebutkan bahwa discovery learning merupakan model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga dapat belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan masalah sendiri.

Pendapat lain dari J. Bruner menyebutkan bahwa model pembelajaran discovery learning merupakan model kontruktivis berbasis penyelidikan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara memanfaatkan pengalaman sebelumnya yang dikaitkan dengan pengetahuan yang ada untuk menentukan keterkaitannya dan menemukan fakta atau kebenaran. Dari dua pendapat para ahli itu sebenarnya kamu sudah bisa membayangkan bagaimana settingan pembelajarannya, simpelnya pada model pembelajaran discovery learning ini harus ada penyeledikan, pemecahan masalah, dan penemuan.

Baca juga: 6 Macam Gaya Belajar

Jenis Model Pembelajaran Discovery Learning

Setelah memahami pengertian model pembelajaran discovery learning, selanjutnya mari kita pahami jenis model pembelajaran ini. Jenis model pembelajaran ini harus jadi catatan penting bagi guru, karena jenis model ini akan menentukan posisi guru ketika nanti mengajar di kelas. Lalu seperti apa jenis model pembelajarannya?

Guide Discovery Learning

Jenis yang pertama dari model pembelajaran discovery learning adalah guide discovery learning atau pembelajaran penemuan terbimbing. Pada jenis ini, guru akan memiliki peran penting selama pembelajaran. Guru akan memberikan bimbingan kepada siswa dalam setiap tahapan aktivitas selama proses pembelajaran berlangsung. Jadi pada jenis ini, siswa akan dituntun oleh guru dalam menyelidiki dan menemukan konsep yang sedang dipelajari.

Free Discovery Learning

Jenis model yang ini memberi keleluasaan kepada siswa dalam melaksanakan tahapan aktivitasnya selama pembelajaran. Jika milih jenis model ini, maka tugas guru tidak harus memberikan bimbingan secara rinci kepada siswa. Guru cukup memantau dan mengawasi setiap aktivitas siswa, dan yang terpenting sesekali memberikan saran jika aktivitas siswa mulai keluar dari konteks pembelajaran.

Dari penjelasan jenis model tersebut, kira-kira mana yang paling cocok diterapkan pada pembelajaran untuk mata pelajaran di kelasmu? Sebelum menentukan jenis mana yang mau dipilih dalam pembelajaran, pastikan dulu sudah tahu ciri, sintak model pembelajarannya, dan kelebihan sama kekurangannya. Untuk memahaminya, mari lanjutkan pembahasannya.

Ciri Model Pembelajaran Discovery Learning

Ciri model pembelajaran discovery learning sebenarnya sudah terlihat dari pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di bagian sebelumnya. Setidaknya ada 3 ciri model pembelajaran discovery learning yang bisa kamu ketahui dan menjadi pembeda dengan model lain. Lalu gimana ciri model discovery learning? Berikut penjelasannya.

Berpusat pada siswa

student centre activity
sumber: www.irex.org

Ciri ini menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penyidikan, penemuan dan penyelesaian masalah secara mandiri. Peran guru lebih banyak memberikan bimbingan, arahan dan fasilitator selama pembelajaran berlangsung. Selebihnya semua aktivitas pembelajaran lebih banyak dilakukan oleh siswa secara mandiri.

Adanya kegiatan eksplorasi dan pemecahan masalah

Karena dalam setting aktivitasnya berpusat pada siswa, maka pada proses pembelajarannya akan banyak kegiatan eksplorasi yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan eksplorasi ini menjadi bagian dari proses penyelesaian masalah selama pembelajaran berlangsung. Jadi pada model discovery learning, kita akan melihat siswa lebih aktif mengeksplorasi segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran.

Adanya kegiatan mengasosiasikan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa dengan pengetahuan baru

Ciri ini menjadikan model pembelajaran discovery learning dapat menghasilkan output yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi diarahkan juga untuk menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, baik itu pengetahuan materi sebelumnya atau bahkan pengalaman yang pernah dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa akan memperoleh pengetahuan secara utuh dan tidak terpisah-pisah.

Ketiga ciri tersebut harus muncul ketika model pembelajaran dan metode discovery learning ini diimplementassikan di kelas, sehingga nanti akan terlihat perbedaannya dengan model dan metode pembelajaran lain.

Nah untuk menghadirkan ciri model dan metode discovery learning dalam pembelajaran,  guru harus mengetahui tahapan pembelajarannya atau dikenal dengan istilah sintak pembelajaran. Penjelasannya sintak disocvery learning akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Baca juga: Metode Pembelajaran

Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning

Sintak model pembelajaran akan menjadikan model tersebut memiliki ciri khas yang berbeda dengan model pembelajaran lain. Untuk sintak discovery learning ada 6 tahapan yang wajib dilakukan ketika model ini diimplentasikan pada pembelajaran di kelas. Apa saja keenam tahapan sintak discovery learning itu, berikut penjelasannya.

sintak discovery learning
sumber: inventionlandinstitute.com

Stimulation

Pemberian stimulus menjadi tahap awal dalam model discovery learning untuk memulai mengaktivasi kegiatan para siswa. Guru bisa mengawali dengan memberikan pertanyaan yang memancing siswa untuk berpikir, atau bahkan menjadikan siswa antusias dan tertarik untuk mempelajari materi yang akan diajarkan.

Supaya lebih variatif, guru juga bisa ngasih tayangan video, gambar, atau ngajak siswa untuk observasi langsung tentang fenomena yang ada kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Usahakan tayangan video atau kegiatan observasi yang dilakukan bisa menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi pada siswa, sehingga para siswa semakin tertarik dan tidak sabar untuk melakukan penyelidikan secara madiri.

Problem Statement

Dari kegiatan pemberian stimulus yang dilakukan pada tahap awal, siswa diharapkan dapat mengumpulkan banyak pertanyaan yang menjadi permasalahan yang akan diselesaikan lewat penyelidikan. Namun demikian tidak semua pertanyaan bisa menjadi masalah yang bisa diselesaikan dalam pembelajaran, jadi pada tahap ini guru harus ngasih kesempatan ke siswa untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dengan pembelajaran.

Hasil dari identifikasi yang dilakukan siswa harus menghasilkan satu permasalahan yang relevan dengan bahan pelajaran. Selain itu permasalahan yang dipilih pun akan menjadi fokus penyelelidikan dalam pembelajaran. Selanjutnya permasalahan ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan masalah dan dibuat hipotesis atau jawaban sementara dari pertanyaan tersebut.

Data Collection

Untuk menjawab pertanyaan masalah dan membuktikan hipotesis yang sudah disusun sebelumnya, siswa dalam kegiatan eksplorasinya akan diarahkan untuk ngumpulin data dari berbagai sumber. Data yang dikumpulin tentunya harus relevan dengan masalah atau hipotesis yang udah disusun. Pengumpulan data bisa dilakukan siswa dengan melakukan eksperimen secara langsung, membaca literatur yang memiliki kaitan dengan masalah yang akan dipecahkan, atau bahkan bisa wawancara dengan narasumber.

Data Processing

Data yang sudah terkumpul di tahap sebelumnya diolah oleh siswa, pengolahan data ini bisa dilakukan dengan cara menganalisis, mengklasifikasian, mengkategorikan, mentabulasikan, bahkan membuat tafsiran data dengan tingkat kepercayaan tertentu. Hasil dari pengolahan data ini tentunya akan membuka jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan masalah yang diajukan sehingga bisa memperediksi hipotesisnya akan diterima atau ditolak.

Verification

Pada tahap ini, siswa akan diarahkan oleh guru untuk membuktikan hipotesis yang sudah diajukan dengan cara menghubungkan data yang sudah diolah dengan konsep atau teori yang sudah ada. Jika data temuan siswa relevan dengan konsep atau teori yang ada, maka hipoteis yang diajukan dapat diterima. Tahap ini menjadi penting bagi siswa karena dari tahap inilah bisa dilihat keberhasilan dari proses eksplorasi dan pemecahan masalahnya.

Generalization

Tahap akhir dari model discovery learning mengarahkan siswa agar mampu membuat kesimpulan dari proses penyelidikan yang dilakukan. Kesimpulan yang dihasilkan pun kalau bisa dibuat generalisasinya yang berlaku untuk kejadian dan masalah yang sama tentunya memperhatikan hasil verifikasi data.

Keenam tahapan ini tentunya harus mendapat pengawasan dari guru. Guru harus menjadi fasilitator bagi para siswa dalam setiap aktivitasnya sehingga setiap tahapan bisa terarah dan menghasilkan apa yang diharapkan. Jika keenam langkah sintak pembelajaran ini dilakukan dengan baik, maka akan semakin terlihat ciri dari model ini.

Implementasi model ini pastinya tidak selalu berjalan dengan lancar, karena model pembelajaran ini pun ada kekurangannya. Sebelum dipaparkan kekurangannya, mari simak dulu penjelasan kelebihan dari model pembelajaran ini.

Kelebihan model pembelajaran discovery learning pastinya banyak banget, dari pengertian, ciri dan sintaknya saja sudah terlihat kelebihannya. Kelebihan dari model ini di antaranya memberikan pengalaman bermakna ke siswa karena secara umum pembelajarannya berpusat pada siswa, mengasah sikap ilmiah siswa melalui rasa ingin tahu yang tinggi, proses penyelidikan, dan pemecahan masalah. Selain itu, model ini juga pastinya mengasah keterampilan abad 21 seperti kritis, kreatif, koaboratif dan komunikatif.

Selain banyak ngasih manfaat, model ini juga kalau tidak direncanakan dengan baik dengan prosedur yang jelas bisa saja membuat siswa bingung dalam setiap aktivitas penyelidikan dan pemecahan masalahnya. Bahkan bisa saja membuat siswa mengalami miskonsepsi tentang materi yang sedang dipelajari. Jadi disini peran guru penting banget, tidak hanya duduk diam, tapi harus mengawasi dan memantau setiap aktivitas yang dilakukan siswa.

Dari penjabaran tentang model pembelajaran discovery learning tersebut dapat kita ambil poin-poin pentingnya tentang model ini, di antaranya model ini cocok banget kalau mau ngerancang pembelajaran yang aktivitasnya berpusat pada siswa. Model ini juga cocok digunakan untuk mengasah keterampilan siswa yang dibutuhkan di abad ini.

Baca juga: 7 Teori Pembelajaran

Jika mau menerapkan model ini di pembelajaran di kelas, rancang dan rencanakan sebaik mungkin. Pastikan kerangka kerja yang akan dilakukan siswanya jelas dan tidak menimbulkan kebingungan. Dan yang terpenting bagi guru harus menyiapkan masalah yang akan dieksplorasi dan diselesaikan  memiliki relevansi dengan materi ajar yang akan diberikan ke siswa, jangan sampai masalah yang diangkat asal pilih tanpa dikaitakan dengan materi ajar.

Abelatif
Abelatif
Seorang pendidik, pengajar sekaligus pembelajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Gerak Lurus

Gaya merupakan penyebab perubahan pada benda. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan gerak benda, termasuk kelajuannya dan arah kelajuan atau perubahan kecepatan. Namun dalam fisika...

20 Website Jurnal Internasional dan Cara Mencarinya

Membuat suatu tulisan ilmiah, terutama skripsi, tentu memerlukan banyak artikel dari jurnal sebagai tinjauan pustaka. Beberapa dosen pembimbing juga menyarankan untuk mencari jurnal internasional...

Cara Menggunakan Mendeley

Membuat sitasi dan daftar pustaka sering terasa membingungkan dan melelahkan. Apalagi ada banyak sistem yang tersedia untuk mengutip suatu tulisan, misalnya yang menggunakan metode...

Turunan Fungsi Aljabar

Turunan fungsi merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari. Turunan fungsi ini merupakan syarat untuk belajar materi integral. Selain sebagai materi syarat turunan...

Perang Banjar: Penyebab Serta Akhir Perang

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, dari sabang sampai merauke. Salah satunya yaitu Kalimantan Selatan. Daerah ini terkenal dengan produk pengolahan daerahnya seperti...