11 Alat Musik Tradisional Kalimantan Tengah

Mengenai kebudayaan, di daerah Kalimantan terkenal dengan beragam budayanya. Kalimantan Tengah ini salah satu provinsi di Indonesia yang berada di tengah Pulau Kalimantan dengan ibu kota Palangka Raya. Secara keseluruhan, Kalimantan Tengah mempunyai luas 157.983 km², dengan 13 kabupaten dan 1 kotamadya.

Kalimantan Tengah memiliki keindahan dan eksotisme kebudayaan yang sangat beragam. Setiap daerah di Kalimantan Tengah pasti mempunyai ciri khas dan keindahan budaya masing-masing, khususnya dalam hal kebudayaan Kalimantan Tengah. Selain itu, provinsi Kalimantan Tengah ini juga menjadi rumah bagi berbagai suku bangsa, mau itu masyarakat asli atau pun pendatang.

Nah, kali ini akan membahas kebudayaan yang dimiliki Provinsi Kalteng ini, yaitu tentang alat musik Kalimantan Tengah. Berikut adalah ulasannya:

1. Katambung

Katambung
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini masih sejenis dengan alat musik kendang, akan tetapi katambung memiliki panjang hingga 75 cm. Biasanya, alat musik perkusi ini dimainkan oleh masyarakat suku Dayak Ngaju yang menetap di Kalimantan Tengah, yang kemudian berkembang pada abad 10 Masehi.

Bentuk alat musik katambung ini terbilang unik karena mirip dengan labu siam atau labu air. Alat musik katambung ini digunakan pada waktu acara besar atau upacara yang berhubungan dengan gawi belom dan gawi matey.

Teknik memainkan alat musik katambung ini adalah dengan cata di tabuh yang mana kulit membran tersebut di pukul dengan jari tangan kanan. Sedangkan tangan kiri memegang badan katambung.

Baca juga: 12 Alat Musik Kalimantan Timur

2. Gandang Tatau

Gandang tatau
Sumber foto: wadaya.rey1024.com

Alat musik tradisional yang juga disebut gendang tunggal ini merupakan alat musik Dayak yang berada di sekitar aliran Sungai Kahayan dan umumnya tinggal di Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk memainkan alat musik gandang tatau ini adalah dengan cara di pukul. Panjang gandang tatau hingga dua meter dengan diameter mencapai sekitar 40 cm.

Bahan pembuatan alat musik ini dari kulit sapi, rusa atau panganen (ular sawah atau piton) yang pada bagian pangkalnya dibuka guna menguatkan suara sewaktu membran ditabuh. Biasanya alat musik gandang tatau dimainkan sebagai pengiring upacara kematian atau upacara tiwah, penyambutan tamu dan bantang wara. Dan alat musik ini dimainkan secara bersamaan dengan alat musik lainnya seperti gong dan seperangkat kangkanong.

3. Kangkanung (Kenong)

Kangkanung
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara dipukul dan dibuat dari bilah logam yang kemudian diletakkan dalam rak kayu. Umumnya, alat musik kangkanung terdiri dari 5 bilah logam dengan suara nada yang berbeda-beda sesuai ukurannya.

Kangkanung memiliki 2 jenis perbedaan yang dilihat berdasarkan bahannya, yaitu kangkanung perunggu yang umumnya didapatkan dari luar Kalimantan, sementara kangkanung kayu hasil buatan dari masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Biasanya, kangkanung dimainkan sebagai pengiring seni tari dan lagu daerah pada saat acara-acara sakral seperti Tari Balian dan Tari Kanjan dalam tradisi setempat. Selain itu, alat musik ini juga dijadikan pengiring kesenian yang bersifat profan. Yang mana kangkanung dimainkan secara bersamaan dengan alat musik gong.

4. Garantung (Gong)

Garantung
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional yang berasal dari suku Dayak ini sering digunakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Pada umumnya bentuk garantung sama dengan alat musik gong, namun bunyi yang dihasilkan garantung berbeda dengan gong.

Seperti umumnya bunyi yang dihasilkan alat musik gong pada komponen Gamelan Jawa menghasilkan getaran bunyi yang lebih panjang. Sementara alat musik garantung menghasilkan getaran bunyi yang lebih pendek.

Namun ada ukuran, jumlah, dan cara memainkan garantung lebih merujuk pada alat musik kempul. Dan permainan alat musik garantung cenderung mendominasi dalam segi melodi pada ensambel ritual dan menjadi instrumen utama, serta dimainkan dengan tempo yang lebih cepat.

Untuk memainkan alat musik garantung adalah dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul kayu.

5. Gamang

Gamang
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini sering digunakan di Kalimantan Tengah. Alat musik gamang ini menghasilkan nada yang berbeda antara satu sama lain, dengan 5 bilah kayu. Pembuatan alat musik gamang ini dari kayu hampul atau kayu ulin.

Untuk memainkan alat musik gamang ini adalah dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul yang juga dibuat dari kayu. Biasanya alat musik gamang ini dimainkan sebagai pengiring kesenian musik Dayak Maanyan, seperti Dadas, Bawo, Tangkurupan, dan Bahalai.

Baca juga: 11 Alat Musik Kalimantan Selatan

6. Suling Balawung

Suling balawung
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara ditiup dan sering digunakan di Kalimantan Tengah. Pada masyarakat Suku Dayak, alat musik suling balawung ini dimainkan oleh kaum wanita yang menetap di sepanjang Sungai Katingan.

Alat musik suling balawung dibuat dari bahan bambu dengan ukuran kecil dan mempunyai 5 lubang di bagian badan suling dan 1 lubang di bagian atas. Nada yang dihasilkan terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la atau jenis Pentatonik.

7. Suling Bahalang

Suling bahalang
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini juga sama dengan alat musik suling balawung, tetapi bedanya suling bahalang mempunyai 7 buah lubang nada. Layaknya alat musik suling pada umumnya, teknik memainkannya hampir sama yaitu dengan menggunakan jari-jari tangan sebagai pengatur nada yang dihasilkan. Pembuatan suling bahalang ini dari bambu.

8. Japen

Japen
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini lumayan terkenal di Kalimantan Tengah. Bentuk dan hasil suara yang dihasilkan alat musik japen ini tidak jauh berbeda dengan alat musik kecapi. Sewaktu dimainkan, petikan pada alat musik japen akan terdengar tidak asing dengan kebudayaan Tionghoa.

Pada ilmu seni musik modern, alat musik japen termasuk ke dalam kategori alat musik chordophone (kordofon).

9. Tote atau Serupai

Tote
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini merupakan alat musik yang berasal dari Kalimantan Tengah dan sering digunakan sebagai instrumen pelengkap di upacara belian. Kegunaan alat musik serupai untuk ngawak (sebutan klimaks dari upacara belian). Biasanya pada saat upacara tersebut, hanya ada satu orang pemain serupai.

Selain digunakan pada saat upacara, alat musik serupai juga dimainkan pada waktu santai sebagai pengisi waktu senggang. Dalam permainan seperti teknik meniup dan menarik udara, alat musik serupai sedikit tidak jauh berbeda dengan harmonika.

10. Sarun

Sarun
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini sering digunakan oleh masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah. Alat musik sarun dibuat dari bilah-bilah logam. Yang mana sesungguhnya alat musik ini lebih merujuk pada saron dalam perangkat musik Gamelan Jawa.

Namun, bedanya alat musik sarun memiliki ciri khas yaitu jumlah bilah logam pada sarun hanya terdiri dari 5 bilah. Alat musik ii hanya menghasilkan nada do, re, mi, sol, dan la. Sementara saron pada Gamelan Jawa mempunyai nada lengkap, yakni do, re, mi, fa, sol, la, dan si.

11. Gandang

Gandang
Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini sering digunakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Di Jawa, alat ini dikenal sebagai alat musik gendang. Tetapi, gendang Kalimantan ini mempunyai ukuran yang sangat besar. Alat musik ini mencapai ukuran panjang hingga 1 atau 2 meter dengan diameter kurang lebih 40 cm.

Biasanya, alat musik gandang digunakan dalam berbagai acara adat Kalimantan Tengah.

Baca juga: 13 Alat Musik Kalimantan Barat

Pemahaman Akhir

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan kebudayaan yang beragam. Dalam hal kebudayaan, Kalimantan Tengah memiliki keindahan dan eksotisme yang unik. Setiap daerah di Kalimantan Tengah memiliki ciri khas budaya masing-masing, yang mencerminkan keberagaman suku bangsa yang mendiami wilayah ini.

Dalam pembahasan kali ini, kita fokus pada alat musik tradisional yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah. Terdapat beberapa alat musik yang menjadi bagian penting dari kebudayaan ini, antara lain katambung, gandang tatau, kangkanung, garantung, gamang, suling balawung, suling bahalang, japen, tote atau serupai, sarun, dan gandang.

Setiap alat musik memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi bentuk maupun cara memainkannya. Beberapa alat musik seperti katambung, gandang tatau, dan gamang digunakan dalam upacara adat dan acara sakral. Sementara itu, alat musik seperti kangkanung, garantung, dan gamang menjadi pengiring dalam seni tari dan lagu daerah. Alat musik lainnya seperti suling balawung, suling bahalang, japen, tote atau serupai, sarun, dan gandang memiliki peran yang berbeda dalam berbagai konteks kebudayaan.

Alat musik tradisional ini merupakan warisan budaya yang berharga dan menjadi bagian integral dari identitas budaya Kalimantan Tengah. Masyarakat setempat melestarikan dan menggunakan alat musik ini dalam berbagai acara adat, upacara, dan pertunjukan seni sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang mereka.

Dengan keberagaman budaya dan kekayaan alat musik tradisionalnya, Kalimantan Tengah menjadi tempat yang menarik untuk mempelajari dan mengapresiasi keindahan budaya Indonesia. Kehadiran alat musik tradisional ini juga memperkaya panorama seni musik Indonesia secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menghargai, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan Kalimantan Tengah serta alat musik tradisionalnya, sehingga mereka dapat terus menjadi bagian yang hidup dalam kehidupan masyarakat dan generasi mendatang.

Demikian alat musik Kalimantan Tengah yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaannya. Semoga bermanfaat!

Artikel Terbaru

Avatar photo

Dwi

freshgraduated from Politeknik Negeri Medan.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *