8 Contoh Teks Moderator Debat Calon Ketua OSIS

Salam sejahtera kepada para pembaca yang terhormat,

Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang peran moderator dalam debat calon Ketua OSIS? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam mengenai pentingnya moderator dalam memastikan kelancaran dan keadilan dalam proses pemilihan calon Ketua OSIS di sekolah. Dari mengatur jalannya diskusi hingga memfasilitasi interaksi antara tim pendukung, tim oposisi, dan tim netral, peran seorang moderator sangat vital dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran ide yang konstruktif.

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai peran dan tanggung jawab seorang moderator, serta bagaimana mereka memengaruhi dinamika debat calon Ketua OSIS. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran moderator, kita dapat mengapresiasi betapa pentingnya kontribusi mereka dalam menciptakan proses pemilihan yang adil dan transparan.

Yuk, simak bersama artikel ini dan temukan betapa pentingnya moderator dalam debat calon Ketua OSIS untuk masa depan pendidikan di sekolah kita!

Teks Moderator Debat Calon Ketua OSIS: Memandu Diskusi Demokratis

Dalam proses pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), salah satu momen yang paling dinanti adalah debat antara calon ketua. Debat ini tidak hanya sekadar pertukaran argumen, tetapi juga ujian bagi kemampuan calon dalam mengelola konflik, berkomunikasi efektif, dan merencanakan strategi.

Sebagai moderator debat, peran Anda sangatlah vital. Anda bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pengendali arus diskusi. Di bawah ini, kami akan membahas peran dan tanggung jawab moderator, serta dinamika antara tim pendukung, tim oposisi, dan tim netral dalam sebuah debat yang sukses.

Peran Moderator

Sebagai moderator, Anda bertanggung jawab untuk:

  1. Menjaga Ketertiban: Menjaga agar debat berlangsung dalam suasana yang terkendali dan teratur.
  2. Memperkenalkan Peserta: Memperkenalkan setiap calon ketua dan tim pendukungnya dengan adil dan setara.
  3. Mengatur Format Debat: Menetapkan aturan main dan format yang akan digunakan selama debat.
  4. Mengarahkan Pertanyaan: Memberikan pertanyaan kepada calon sesuai dengan topik yang telah ditentukan sebelumnya.
  5. Mengelola Waktu: Memastikan setiap calon memiliki waktu yang sama untuk menjawab pertanyaan.
  6. Menjaga Netralitas: Menjaga sikap netral dan menghindari terlibat secara emosional dalam debat.

Dinamika Tim

Dalam sebuah debat, terdapat tiga kelompok utama yang perlu diperhatikan:

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk mendukung calon mereka dengan memberikan argumen yang kuat dan relevan.
  2. Tim Oposisi: Bertugas untuk menantang dan mengkritik argumen dari calon lawan mereka.
  3. Tim Netral: Bertindak sebagai penonton yang obyektif dan bersikap netral, sering kali memberikan pertanyaan yang tidak bias kepada semua calon.

Tips untuk Moderator

  • Jaga Netralitas: Hindari menunjukkan preferensi pribadi terhadap salah satu calon.
  • Pertahankan Kendali: Jika debat mulai memanas atau keluar dari kendali, segera intervensi dengan tenang dan tegas.
  • Beri Ruang untuk Diskusi: Pastikan setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara dan menyampaikan argumennya.
  • Ciptakan Atmosfer yang Ramah: Suasana yang santai namun teratur dapat membantu calon untuk mengekspresikan diri dengan lebih baik.
  • Evaluasi Debat: Setelah debat selesai, berikan penilaian singkat tentang bagaimana setiap calon tampil, tanpa menunjukkan preferensi pribadi.

Dengan demikian, tugas seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan tanggung jawabnya, seorang moderator dapat memastikan bahwa debat berlangsung dengan lancar dan memberikan wawasan yang berharga bagi pemilih.

Teks Moderator Debat Calon Ketua OSIS: Memandu Diskusi Demokratis

Debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah salah satu momen penting dalam rangkaian proses pemilihan di sekolah. Di tengah sorotan publik, calon ketua dan timnya berusaha meyakinkan pemilih dengan visi, misi, dan program-programnya. Namun, di balik panggung, seorang moderator memiliki peran yang tak kalah vital dalam menjamin kelancaran dan keadilan dalam debat tersebut.

Peran Moderator

Seorang moderator bukan hanya sekadar pengawas, tetapi juga arsitek dari perdebatan yang sehat dan konstruktif. Berikut adalah peran penting seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS:

  1. Menjaga Ketertiban: Moderator bertanggung jawab untuk memastikan bahwa debat berlangsung dalam suasana yang terkontrol dan tertib. Hal ini mencakup mengatur jadwal, mengawasi waktu, dan mengendalikan emosi peserta.
  2. Memimpin Diskusi: Moderator harus dapat memandu diskusi dengan bijak, memberikan arah yang jelas, dan memastikan setiap topik dibahas dengan proporsional.
  3. Memfasilitasi Pertanyaan: Moderator bertugas untuk menyajikan pertanyaan yang relevan dan menantang kepada calon ketua dan timnya, serta memberikan kesempatan bagi setiap tim untuk memberikan tanggapan.
  4. Mengelola Konflik: Dalam situasi di mana terjadi perselisihan atau ketegangan antara tim, moderator harus dapat mengelola konflik dengan bijak dan menjamin bahwa semua pihak diberikan kesempatan untuk berbicara tanpa interupsi.
  5. Menjaga Netralitas: Moderator harus tetap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon atau tim. Hal ini penting untuk memastikan keadilan dan integritas debat.

Dinamika Tim

Dalam debat calon Ketua OSIS, terdapat empat kelompok utama yang berperan:

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk menyampaikan argumen dan program-program yang mendukung calon mereka, serta meyakinkan pemilih tentang keunggulan calon tersebut.
  2. Tim Oposisi: Berperan sebagai penantang yang bertugas untuk mengkritik dan menantang argumen dari calon lawan mereka, serta menyajikan alternatif atau sudut pandang yang berbeda.
  3. Tim Netral: Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam debat, tim netral memiliki peran penting sebagai pengamat yang obyektif. Mereka dapat memberikan perspektif independen dan pertanyaan yang kritis kepada semua calon.
  4. Moderator: Sebagai pemimpin diskusi, moderator memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semua tim berpartisipasi dengan adil dan bahwa debat berlangsung sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Tips untuk Moderator

  • Siapkan dengan Matang: Persiapkan pertanyaan dan topik debat dengan teliti, serta pastikan Anda memahami aturan dan prosedur yang berlaku.
  • Berikan Kesempatan yang Sama: Pastikan setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara dan menjawab pertanyaan.
  • Bersikaplah Netral: Hindari menunjukkan preferensi pribadi atau memberikan perlakuan yang tidak adil kepada salah satu calon atau tim.
  • Kelola Waktu dengan Baik: Selalu awasi waktu dan pastikan bahwa debat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
  • Buka Ruang untuk Dialog: Fasilitasi dialog dan interaksi antara tim, serta berikan kesempatan bagi pemirsa untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan.

Dengan demikian, seorang moderator memiliki peran yang krusial dalam menjaga keadilan, keberlangsungan, dan kualitas debat calon Ketua OSIS. Dengan memahami peran dan tanggung jawab mereka, moderator dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pemilih untuk membuat keputusan yang bijaksana dan terinformasi.

Memahami Peran Penting Moderator dalam Debat Calon Ketua OSIS

Debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah momen penting yang tidak hanya menentukan pemimpin masa depan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan partisipasi dalam lingkungan pendidikan. Di balik sorotan publik yang terfokus pada calon, seorang moderator memiliki peran yang tak kalah vital dalam memastikan bahwa diskusi berlangsung dengan lancar dan adil.

Peran Moderator

Seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS memiliki tugas-tugas utama sebagai berikut:

  1. Mengatur Debat: Moderator bertanggung jawab untuk menyusun aturan main dan format debat agar sesuai dengan kepentingan semua pihak. Hal ini mencakup pengaturan waktu, pembagian topik, dan menetapkan prosedur untuk pertanyaan dan tanggapan.
  2. Menjaga Keteraturan: Moderator harus memastikan bahwa debat berlangsung dalam suasana yang terkendali dan teratur. Ini termasuk mengawasi waktu, mencegah interupsi yang tidak perlu, dan mengelola konflik yang mungkin timbul.
  3. Memberikan Pertanyaan yang Relevan: Moderator harus menyajikan pertanyaan yang tajam dan relevan kepada calon ketua dan timnya. Pertanyaan ini tidak hanya membantu memperjelas posisi dan visi calon, tetapi juga merangsang diskusi yang lebih mendalam.
  4. Memfasilitasi Interaksi: Moderator memiliki peran penting dalam memfasilitasi interaksi antara calon ketua, tim pendukung, tim oposisi, dan tim netral. Ini mencakup memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak untuk berbicara dan merespons argumen dari pihak lain.
  5. Menjaga Netralitas: Moderator harus tetap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon atau tim. Ini penting untuk memastikan bahwa debat berlangsung secara adil dan bahwa setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menyuarakan pendapatnya.

Dinamika Tim

Dalam sebuah debat calon Ketua OSIS, terdapat empat kelompok utama yang terlibat:

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk memperkenalkan dan membela calon ketua, serta menyajikan argumen dan program-program yang mendukung.
  2. Tim Oposisi: Berperan sebagai penantang yang mencoba untuk mengkritik dan menantang argumen dari calon lawan mereka, serta menyajikan alternatif atau sudut pandang yang berbeda.
  3. Tim Netral: Meskipun tidak secara aktif terlibat dalam debat, tim netral memiliki peran penting sebagai pengamat yang objektif. Mereka dapat memberikan perspektif independen dan membantu mengevaluasi kinerja dari setiap calon.
  4. Moderator: Sebagai pengendali utama, moderator memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa debat berjalan dengan lancar, adil, dan produktif.

Pentingnya Moderasi yang Efektif

Moderator yang efektif merupakan kunci dari kesuksesan sebuah debat. Mereka tidak hanya mengatur jalannya diskusi, tetapi juga memastikan bahwa semua pihak diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan bahwa semua pandangan dipertimbangkan dengan cermat.

Dengan demikian, peran seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS tidak boleh diabaikan. Dengan pengelolaan yang baik, moderator dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertukaran ide dan pandangan yang konstruktif, serta memastikan bahwa pemilih memiliki akses ke informasi yang lengkap dan akurat untuk membuat keputusan yang terinformasi.

Membawa Peran Moderator dalam Debat Calon Ketua OSIS ke Tahap Berikutnya

Debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bukanlah hanya sekedar ajang berkumpulnya pemimpin masa depan, tetapi juga sebuah panggung di mana nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan dipertontonkan. Di tengah perdebatan yang seru dan penuh tantangan, moderator memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran dan keadilan dalam proses tersebut.

Peran Moderator

Moderator dalam debat calon Ketua OSIS memiliki peran yang luas dan beragam, termasuk:

  1. Mengatur Tata Kelola: Sebelum debat dimulai, moderator bertanggung jawab untuk menetapkan aturan main, seperti durasi waktu, urutan berbicara, dan prosedur untuk pertanyaan dari peserta.
  2. Mendorong Diskusi yang Sehat: Moderator harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pertukaran ide dan pandangan yang beragam, sambil tetap mengendalikan emosi dan menjaga ketertiban.
  3. Menyajikan Pertanyaan yang Tepat: Moderator harus memiliki keterampilan dalam menyusun pertanyaan yang tajam dan relevan, yang dapat merangsang pemikiran kritis dari para calon dan timnya.
  4. Memfasilitasi Interaksi: Moderator harus menjadi penghubung antara calon Ketua OSIS, tim pendukung, tim oposisi, dan tim netral, serta memastikan bahwa semua pihak memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi.
  5. Menjaga Netralitas: Moderator harus tetap netral dan tidak memihak kepada satu pihak tertentu, sehingga debat dapat berlangsung secara adil dan proporsional.

Dinamika Tim

Dalam sebuah debat calon Ketua OSIS, terdapat dinamika yang kompleks antara berbagai tim yang terlibat:

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk membela dan mendukung calon Ketua OSIS, serta menyajikan argumen dan program-program yang dapat meraih dukungan dari pemilih.
  2. Tim Oposisi: Berperan sebagai penantang yang menyoroti kelemahan dari calon lawan mereka, serta menyajikan alternatif atau kritik yang membangun.
  3. Tim Netral: Meskipun tidak terlibat secara langsung dalam debat, tim netral memiliki peran penting sebagai pengamat yang objektif, memberikan perspektif yang berbeda.
  4. Moderator: Sebagai pemandu utama, moderator memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar debat berjalan dengan lancar, adil, dan informatif.

Kesimpulan

Sebagai seorang moderator, Anda memiliki kekuatan untuk mengubah debat calon Ketua OSIS menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar pertukaran argumen. Dengan mengambil peran yang proaktif dalam mengatur debat, menyajikan pertanyaan yang tajam, dan memfasilitasi interaksi yang produktif, Anda dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pembentukan pemimpin yang tangguh dan berkualitas. Dengan demikian, debat bukan hanya menjadi platform untuk memperkenalkan calon, tetapi juga untuk merangsang pemikiran kritis dan partisipasi aktif dari seluruh peserta.

Membawa Debat Calon Ketua OSIS ke Sorotan: Peran Penting Moderator

Debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan sekolah, di mana calon pemimpin berkompetisi untuk mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya. Namun, di balik panggung, peran seorang moderator adalah kunci dalam menjaga jalannya debat yang adil dan berintegritas.

Peran Moderator dalam Debat

Seorang moderator memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa debat calon Ketua OSIS berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi semua peserta. Beberapa peran moderator antara lain:

  1. Pengendali Diskusi: Moderator bertanggung jawab untuk mengatur alur diskusi, memberikan waktu yang sama bagi setiap calon untuk berbicara, dan memastikan bahwa semua pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka.
  2. Pendukung Keterbukaan: Moderator harus menciptakan lingkungan yang terbuka dan inklusif, di mana setiap calon merasa nyaman untuk menyampaikan ide-ide mereka tanpa takut dicemooh atau diinterupsi.
  3. Netralitas: Sangat penting bagi moderator untuk tetap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon atau tim. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua peserta merasa diperlakukan secara adil.
  4. Kemampuan Bertanya yang Tepat: Moderator harus memiliki kemampuan untuk menyajikan pertanyaan yang tajam dan relevan kepada calon Ketua OSIS dan timnya, sehingga dapat menggali lebih dalam tentang visi dan rencana mereka.

Dinamika Tim

Dalam debat calon Ketua OSIS, terdapat berbagai kelompok yang berperan penting:

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk mendukung calon Ketua OSIS dengan memberikan argumen dan alasan mengapa mereka pantas dipilih.
  2. Tim Oposisi: Menantang argumen dari calon lawan dan mencoba untuk meyakinkan pemilih bahwa calon mereka lebih baik.
  3. Tim Netral: Berperan sebagai pengamat yang objektif, memberikan perspektif independen tentang kinerja calon.
  4. Moderator: Sebagai pengawas utama, moderator memastikan bahwa semua pihak berperilaku dengan adil dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Kesimpulan

Peran seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS tidak boleh diremehkan. Dengan kemampuan untuk mengendalikan diskusi, menciptakan lingkungan yang inklusif, dan memastikan netralitas, moderator membantu menjaga integritas proses demokratis di sekolah. Dengan demikian, debat bukan hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan calon, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih keterampilan berbicara dan mendengarkan, serta merangsang pemikiran kritis dari para peserta.

Membangun Diskusi Produktif: Peran Moderator dalam Debat Calon Ketua OSIS

Dalam arena politik sekolah, debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah saat yang sangat dinanti. Di tengah sorotan publik, seorang moderator memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa debat berjalan dengan lancar dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Peran Moderator

Seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS memiliki tanggung jawab yang luas:

  1. Mengendalikan Jalannya Debat: Moderator bertanggung jawab untuk menjaga agar debat berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, termasuk waktu yang telah diatur dan tata cara berbicara yang adil.
  2. Mengelola Konflik: Dalam situasi di mana terjadi perselisihan antara calon atau tim, moderator harus dapat menangani konflik dengan bijaksana dan menjaga agar diskusi tetap fokus pada isu yang dibahas.
  3. Memfasilitasi Pertanyaan dan Tanggapan: Moderator menyajikan pertanyaan yang relevan kepada calon dan timnya, serta memastikan bahwa setiap pihak diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan yang jelas dan komprehensif.
  4. Menjaga Netralitas: Sangat penting bagi seorang moderator untuk tetap netral dan tidak memihak kepada satu pihak tertentu. Ini memastikan bahwa semua calon dan timnya diperlakukan secara adil dan setara.

Dinamika Tim

Dalam debat calon Ketua OSIS, terdapat beberapa kelompok yang memiliki peran masing-masing:

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk mendukung calon Ketua OSIS dengan memberikan argumen dan alasan mengapa mereka pantas dipilih.
  2. Tim Oposisi: Berperan sebagai penantang yang mencoba untuk mengkritik argumen dari calon lawan mereka dan menawarkan sudut pandang alternatif.
  3. Tim Netral: Meskipun tidak terlibat secara langsung dalam debat, tim netral memiliki peran penting sebagai pengamat yang objektif, memberikan perspektif independen.
  4. Moderator: Sebagai pengendali utama, moderator memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa debat berjalan dengan lancar, adil, dan informatif.

Kesimpulan

Dalam sebuah debat calon Ketua OSIS, moderator adalah kunci untuk memastikan bahwa diskusi berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi semua peserta. Dengan mengelola waktu, mengendalikan emosi, dan memastikan netralitas, seorang moderator membantu menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pertukaran ide dan pandangan yang konstruktif. Dengan demikian, debat bukan hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan calon, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melatih keterampilan berbicara, mendengarkan, dan berpikir kritis dari para peserta.

Meningkatkan Kualitas Debat: Peran Moderator dalam Pemilihan Calon Ketua OSIS

Debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah momen penting dalam setiap institusi pendidikan. Di tengah antusiasme dan ketegangan, peran seorang moderator tidak boleh diabaikan. Dalam sebuah debat, moderator bukan hanya mengendalikan jalannya diskusi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung bagi para calon dan pemilih. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai peran penting seorang moderator dalam debat calon Ketua OSIS.

Peran Moderator

  1. Pengatur Debat yang Profesional: Moderator bertanggung jawab untuk mengatur struktur dan aturan debat, memastikan bahwa setiap calon memiliki waktu yang sama untuk menyampaikan pandangannya, dan memfasilitasi pertanyaan dari pemilih.
  2. Mengelola Ketegangan dan Konflik: Dalam situasi yang penuh tekanan, moderator harus dapat menjaga ketertiban dan mengelola konflik dengan bijaksana. Mereka perlu menunjukkan kepemimpinan yang tenang dan tegas.
  3. Memfasilitasi Pertukaran Ide: Moderator memiliki peran penting dalam memfasilitasi pertukaran ide antara calon, tim pendukung, tim oposisi, dan tim netral. Mereka harus memastikan bahwa setiap pihak diberikan kesempatan yang adil untuk berbicara dan merespons.
  4. Menjaga Netralitas: Netralitas adalah kunci. Moderator harus tetap objektif dan tidak memihak kepada salah satu calon atau tim. Ini membantu memastikan bahwa debat berlangsung secara adil dan setara bagi semua peserta.

Dinamika Tim

  1. Tim Pendukung: Bertugas untuk membela calon Ketua OSIS dan menyampaikan argumen yang memperkuat posisi mereka.
  2. Tim Oposisi: Berperan sebagai penantang yang menyoroti kelemahan dari calon lawan dan menawarkan sudut pandang yang berbeda.
  3. Tim Netral: Meskipun tidak terlibat langsung dalam debat, tim netral memberikan perspektif independen dan membantu mengevaluasi kinerja dari setiap calon.
  4. Moderator: Sebagai pemimpin diskusi, moderator memastikan bahwa semua tim berpartisipasi dengan adil dan bahwa debat berlangsung sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Kesimpulan

Sebagai seorang moderator, tanggung jawab Anda tidak hanya untuk memandu diskusi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertukaran ide yang konstruktif. Dengan menjaga netralitas, mengelola konflik, dan memfasilitasi interaksi yang produktif antara calon dan timnya, Anda dapat membantu memastikan bahwa debat calon Ketua OSIS berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi semua peserta.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran moderator dalam debat calon Ketua OSIS sangatlah penting dalam memastikan jalannya proses pemilihan yang adil dan berintegritas. Dengan menjaga netralitas, mengelola konflik, dan memfasilitasi interaksi yang produktif antara semua pihak, moderator membantu menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertukaran ide yang konstruktif.

Semoga artikel ini telah memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya moderator dalam dinamika debat calon Ketua OSIS dan bagaimana kontribusi mereka dapat membentuk masa depan pendidikan di sekolah kita. Terima kasih telah menyimak dan mari kita terus mendukung proses demokratisasi di lingkungan pendidikan kita.

Artikel Terbaru

Wangsa Darwanma

Seorang dosen yang mengabdi pada kampus di Yogyakarta. Selalu suka belajar dan mengajar. Menulis merupakan cara saya berbagi ilmu pengetahuan. Berdebat merupakan sesuatu yang akan melatih otak oleh karena itu saya menyukai hal tersebut. Salam literasi!

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *