Home Pengembangan Diri Komunikasi Perhatikan 3 Hal Saat Wawancara Narasumber Penelitian

Perhatikan 3 Hal Saat Wawancara Narasumber Penelitian

Wawancara merupakan salah satu cara untuk memperoleh suatu data. Lewat wawancara, kita akan memperoleh data primer yang akan mendukung penulisan kita, baik penulisan artikel, penelitian, berita, atau pun karya tulis.

Dalam wawancara, kita akan mengupayakan agar informan atau narasumber memberikan data-data yang sesuai dengan kebutuhan penulisan kita. Maka, kita perlu memperhatikan beberapa hal agar wawancara kita berjalan dengan lancar. Berikut ini langkah-langkah yang akan membantu proses wawancara kalian:

Hal yang Wajib Disiapkan Sebelum Wawancara 

hal yang diperhatikan saat wawancara
Sumber foto : inc.com

Sebelum melakukan wawancara, kalian perlu mempersiapkan diri dengan baik. Ada beberapa persiapan yang bisa kalian lakukan, seperti:

Memahami Topik Wawancara

Sebagai seorang pewawancara, kalian harus mampu menggali data-data dari informan secara mendalam. Maka sebelumnya, kalian juga harus memahami topik dengan baik agar jawaban dari informan bisa kalian gali lagi. Seorang pewawancara juga harus melakukan konfirmasi agar data yang didapatkan aktual. Dengan begitu kalian akan  mendapatkan poin-poin penting dan kesimpulan dari suatu obyek secara menyeluruh.

Menyiapkan Pertanyaan dengan Teori 5W1H

Dalam bukunya yang berjudul ‘Just So Stories,’Rudyard Kipling menjelaskan bahwa 5W1H adalah rumus yang tepat untuk digunakan dalam menganalisa suatu hal. 5W1H merupakan kepanjangan dari :What (Apa?) ;  When (Kapan?) ; Where (Di mana?) ; Who (Siapa?) ; Why (Kenapa?).

Sebagai pewawancara kalian harus menyiapkan instrumen pertanyaan yang membantu kalian mendapatkan data yang cukup dan mendalam. Dengan bantuan teori 5W1H, kalian akan memperoleh pertanyaan yang akan memandu informan menjawab semua hal. Mulai dari keterangan waktu, identitas, tempat, obyek, alasan-alasan yang terhubung dengan obyek yang dituju, dan proses tertentu.

Membuatlah Skala Prioritas

Ada berbagai kemungkinan kendala dalam wawancara. Salah satunya keterbatasan waktu informan untuk melakukan wawancara. Maka dari itu,kalian juga harus membuat skala prioritas dari instrumen pertanyaan yang telah kalian buat. Dengan begitu, paling tidak pertanyaan-pertanyaan yang penting sudah sempat dijawab oleh narasumber.

Membawa Perlengkapan Wawancara

Terakhir, jangan lupa membawa perlengkapan wawancara yakni alat tulis dan buku catatan. Untuk berjaga-jaga, kalian juga dapat membawa alat perekam untuk merekam wawancara. Dengan begitu kalian dapat mendengarkan kembali setelah wawancara. Namun, kalian juga harus meminta ijin kepada informan terlebih dahulu jika ingin melakukan perekaman.

Baca juga: Pentingnya Transkrip Wawancara Bagi Jurnalis

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Selama Wawancara 

hal yang diperhatikan saat wawancara
Sumber foto : theladders.com

Jangan datang terlambat

Seorang pewawancara harus menunjukkan rasa hormat kepada narasumber karena telah bersedia memberikan waktunya untuk melakukan wawancara dengan kita. Oleh karena itu kalian harus datang tepat waktu sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Lebih baik kalian datang satu jam sebelumnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.

Membuka Sesi Wawancara dengan Tepat

Seorang pewawancara harus mampu membuat narasumber merasa nyaman dan terbuka agar data-data yang diperoleh mencukupi dan actual. Oleh karena itu, ada baiknya memulai topik dengan pertanyaan informal, seperti menanyakan keadaan. Dengan begitu, suasana jadi tidak canggung dan mood narasumber akan lebih baik.
Namun, jika memang wawancara dilakukan secara spontan atau tidak terencana, ada baiknya langsung ke daftar pertanyaan dan tidak bertele-tele. Sebab dikhawatirkan akan mengganggu agenda lain narasumber.

Memperhatikan Keyword yang disampaikan Narasumber

Ketika melakukan pencatatan, kalian tidak perlu menulis semua hal yang disampaikan. Hal yang penting adalah menuliskan keywords yang disebutkan narasumber. Namun, kalian juga harus tetap memperhatikan narasumber selama wawancara agar lebih memahami inti dari pembicaraan.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Wawancara 

hal yang diperhatikan saat wawancara
Sumber foto : forbes.com

Memastikan Data yang Dicatat Sudah Benar

Ketika melakukan wawancara, ada kemungkinan kita melakukan kesalahan pencatatan. Hal ini akan mempengaruhi proses analisa dan penarikan kesimpulan sebab terjadi mis-interpretasi. Oleh karena itu sebelum mengakhiri wawancara, pastikan untuk membacakan poin-poin penting kepada narasumber. Hal ini untuk memastikan bahwa data yang kalian dapatkan sudah benar.

Mengantisipasi Hal-hal yang Tidak Diinginkan

Ada banyak kemungkinan yang bisa jadi menghambat proses analisa. Bisa jadi catatan kita hilang, ada beberapa pertanyaan yang belum ditanyakan, atau bahkan alat recorder kita rusak. Oleh karena itu, sebelum mengakhiri wawancara, kalian bisa meminta izin kepada narasumber untuk kembali menghubunginya. Bisa lewat telepon atau email. Jika memungkinkan untuk bertemu, bisa langsung menentukan waktu untuk wawancara lagi.

Mengakhiri Wawancara dengan Kesan yang Baik

Hal penting lain yang harus dilakukan adalah mengucapkan terima kasih kepada narasumber karena telah bersedia melakukan wawancara. Lebih baik lagi jika menyertakan hadiah sebagai ucapan terima kasih, bisa berupa merchandise dari institusi tempat kita bekerja atau civitas kita.

Pencarian data dengan wawancara memang cukup rumit karena harus melibatkan pihak lain. Namun, dengan menerapkan langkah-langkah di atas, wawancara kalian bisa berjalan lancar.

Baca juga: Etika Wawancara Narasumber 

Semoga artikel di atas dapat membantu kalian mendapatkan data dari narasumber secara menyeluruh, detail, dan berkualitas, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Penjelasannya

Seorang praktisi bisnis perlu memahami apa itu HPP dan bagaimana cara menghitungnya. Ini akan memberikan keuntungan bagi pebisnis tersebut dalam mengatur sumber daya dan...

Mengenal Apa Itu Jurusan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Pramoedya Ananta Toer, Buya Hamka, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Kridalaksana, atau Gorys Keraf? Nama-nama tersebut tentunya sudah gak...

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...