Penjelasan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen Lengkap

Teman-teman ada yang sudah tau belum apa itu cerpen? Dan apa saja unsur-unsur yang ada pada cerpen? Mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan karangan satu ini.

Seperti yang kita ketahui cerpen terbentuk dari unsur-unsur pembangun yang membuat cerpen itu sendiri menarik atau biasa disebut dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik cerpen.

Pada artikel kali ini, kamu akan memahami lebih detail tentang unsur intrinsik cerpen beserta contohnya. Baca sampai tuntas, ya.

Pengertian Cerpen 

Pengertian cerpen
Sumber foto: Fathromi Ramdlon dari Pixabay

Cerita pendek atau yang biasa disebut dengan cerpen adalah suatu karya sastra yang menggambarkan cerita atau hidup seseorang dengan singkat dan jelas. Cerpen juga termasuk ke dalam jenis karangan prosa atau fiksi. Isi cerpen cenderung lebih padat karena hanya berfokus pada satu konflik atau satu tema (topik) saja.

Baca juga: Contoh Teks Laporan Percobaan

Contoh Cerpen

‘MALINI’

Malini adalah gadis desa yang  cantik. Walaupun masih berada di bangku SD, tepatnya di kelas tiga, ia sudah digemari oleh teman-temannya. Sampai ia SMP dan SMA, ia selalu ditemani oleh semua orang. Ia selalu dilayani dan tidak pernah sama sekali merasa kesulitan. Karena, orang-orang selalu membantu dan melayaninya.

Orang tuanya yang kaya raya juga selalu memberikan apa yang ia mau. Hingga sampai ia dewasa, Malini tumbuh menjadi gadis yang arogan dan semena-mena. Kecantikannya berbanding terbalik dengan sikapnya.

“Aku gak mau makanan itu, teman-temanku banyak nih, buatkan lagi, Bi!”  Perintahnya kepada Bi Sumi, pembantu di rumahnya. Malini membuang biskuit yang sudah Bi Sumi serahkan di meja. Malini dan teman-temannya yang baru pulang sekolah ingin memakan buah-buahan yang segar.

“Baik, Non”

Bi Sumi kembali ke dapur dengan pasrah, sementara Malini dan ke tiga temannya kembali berbincang. Namun, tiba-tiba seseorang dari temannya bernama Nia berbicara.

“Kok kamu gitu Malini.”

“Kenapa, Nia?” tanya Malini masih belum sadar

“Ibuku juga seorang pembantu, aku melihat Bi Sumi seperti melihat Ibuku. Apakah seperti itu juga perlakuan majikan ke pembantunya?” tanya Nia dengan berkaca.

Ngapain kamu ngurusin Bi Sumi, sih?” Malini mengalihkan topik pembicaraan dan berusaha berbincang kembali dengan Hana dan Ria.

“Bukannya sok bijak, tapi sebagai teman, aku hanya mengingatkan, sebaiknya kamu minta maaf sama Bi Sumi, Mal. Perbaiki juga sikap kamu selama ini.” Nia berbicara berapi-api.

“Kok kamu ngatur-ngatur aku, Nia?” Malini tambah berapi-api.

“Teman-teman, tenang” ujar Hana berusaha melerai.

“Iya, guys” Ria menambahkan.

“Tidak semua selalu berpusat di kamu Malini. Jadi, yang harus kamu lakukan adalah menyesuaikan diri. Sikapmu yang arogan dan selalu merendahkan tidak berlaku di dunia ini, hati-hati.” Nia berusaha berbicara sebaik mungkin “Sebaiknya aku pulang dulu, makasih ya sudah mengundangku ke rumah mewah ini” Nia lalu berdiri dan meninggalkan rumah Malini. Lalu diikuti oleh Hana dan Ria.

Tersisalah Malini di sofa ruang tamu. Ia menyendiri mendengar kata-kata Nia. Ia seolah tertohok dengan pekataan Nia yang menyakitkan, namun benar adanya.

Unsur Intrinsik Dalam Cerpen Malini 

Unsur Intrinsik dalam cerpen malini
Sumber foto: Daria Głodowska dari Pixabay

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari dalam cerpen. Artinya, inti-inti yang membangun sebuah karya murni dari dalam. Unsur-unsur intrinsik meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Untuk lebih jelasnya, yuk simak unsur instrinsik dalam cerpen Malini.

Tema

Ide atau gagasan utama yang melatarbelakangi keseluruhan dalam sebuah cerpen. Tema juga dipakai untuk menentukan ke arah mana cerita pendek akan dibuat. Maka dari itu, tema pokok yang ada dalam cerpen Malini ialah tentang budi pekerti.

Cerpen tersebut mengisahkan tentang sosok Malini yang walaupun memiliki kecantikan dan kekayaan, tetapi ia tidak memiliki sikap dan budi pekerti yang baik.

Tokoh

Pelaku cerita, orang – orang yang terlibat di dalam cerita yang dibuat. Terdiri dari tokoh utama dan sisanya adalah pemeran pembantu.

Tokoh utama dalam cerpen tersebut ialah Malini. Karena kemunculan Malini ada di sepanjang cerita dan ia menjadi sentral cerita. Sedangkan tokoh pembantunya ialah Nia, Hana, Ria, Bi Sumi, dan orang tua Malini.

Alur (Plot)

Alur adalah jalan cerita dalam sebuah cerpen yang disusun secara kronologis yaitu tahap pengenalan, tahap kemunculan konflik, tahap puncak konflik (klimaks), tahap peleraian dan tahap penyelesaian. Ada 3 jenis alur yang digunakan untuk membuat cerpen yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran. Berdasarkan kronologis, cerpen Malini memiliki alur maju.

Pada cerpen Malini, tahap pengenalan ialah pada paragraf pertama, yaitu ketika menjelaskan latar belakang Malini yang dari SD sudah digemari oleh teman-temannya karena cantik. Tahap kemunculan konflik ialah pada paragraf kedua, yaitu ketika orang tuanya selalu memberikan apa yang ia mau dan ia tumbuh menjadi pribadi yang arogan.

Tahap konflik atau klimaks ialah ketika Malini dan Nia saling beradu mulut. Tahap peleraian ialah ketika teman-temannya berusaha melerai pertengkaran. Tahap terakhir ialah Nia meninggalkan Malini dan Malini tertegun sendirian di sofa.

Latar (Setting)

Latar atau setting merupakan unsur yang berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana yang ada di dalam cerpen. Ketiga unsur ini memiliki hubungan yang erat dalam menceritakan rangkaian kejadian cerita.

Latar tempat pada cerpen Malini ialah di ruang tamu rumah Malini. Latar suasananya ialah tegang. Sedangkan latar waktunya ialah sore hari ketika mereka selesai dari pulang sekolah.

Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan kedudukan pengarang dalam membangun suatu cerita. Sudut pandang mampu menempatkan pengarang maupun pembaca untuk menjadi tokoh utama atau orang lain dalam cerita. terdapat sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga.

  • Sudut pandang orang pertama : pandangan penulis seolah-olah ia terjun langsung sebagai tokoh utama dalam ceritanya.
  • Sudut pandang orang kedua : pandangan penulis seolah-olah penulis sedang bercerita.
  • Sudut pandang orang ketiga : pandangan penulis seolah-olah penulis merasakan, mengetahui, mengalami apa yang terjadi pada tokoh cerita tersebut.

Pada cerpen Malini, sudut pandang yang digunakan ialah sudut pandang orang ketiga. Cirinya ialah menggunakan kata ‘ia’ dalam cerita.

Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang untuk para pembacanya melalui cerita yang di tulisnya. Pesan tersebut dapat bersifat positif maupun negatif. Amanat dalam cerpen Malini  ialah budi pekerti merupakan hal yang utama melebihi kecantikan dan kekayaan.

Unsur Ekstrinsik Dalam Cerpen Malini 

unsur ekstrinsik dalam cerpen malini
Sumber foto: Fathromi Ramdlon dari Pixabay

Unsur ekstrinsik cerpen ialah unsur di luar struktur cerpen itu sendiri. Unsur ekstrinsik ini menjadi pelengkap cerpen karena dapat memuat nilai-nilai yang terkandung dari cerpen tersebut. Berikut ini ialah unsur ekstrinsik cerpen dalam cerpen Malini.

Nilai Moral

Nilai moral adalah nilai yang terkandung dalam moral yang berlaku dalam masyarakat. Pada cerpen Malini, terdapat nilai pesan moral yang mana harus berbuat baik kepada sesama dan tetap menghormati orang yang lebih tua.

Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang sesuai dengan kultur sosial masyarakat itu sendiri. Pada cerpen Malini, nilai sosial yang diangkat ialah kehidupan Malini yang orang kaya tidak menyesuaikan dengan kehidupan dalam bersosial. Misalnya, bagaimana berhubungan dengan sesama orang.

Baca juga: Contoh Teks Negosiasi

Begitulah penjelasan unsur ekstrinsik dan instrinsik dalam cerpen. Semoga dapat membantumu dalam memahaminya, ya!

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Saya merupakan mahasiswi program studi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta.

Komentar

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *