Home Tugas Uji Validitas Menggunakan SPSS

Uji Validitas Menggunakan SPSS

Pengujian Validitas dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Uji Validitas merupakan uji yang digunakan untuk mengukur tingkat keefefktifan suatu alat ukur atau media ukur untuk memperoleh data. Biasanya digunakan untuk mengukur seberapa efektif suatu kuesioner untuk memperoleh data, lebih tepatnya untuk pertanyaan-pertanyaan yang tercantum di kuesioner.

Pengertian Uji Validitas

Uji Validitas
Sumber: Tumisu dari Pixabay

Sebagai awalan, sebelum melakukan uji menggunakan SPSS. Mari kita mengenal uji validitas secara teorinya. Hal ini harus kamu pahami supaya kamu tahu apa maksudnya dilakukan uji validitas

Uji validitas merupakan uji yang berfungsi untuk mengetahui apakah suatu alat ukur tersebut valid (sahih) atau tidak. Alat ukur yang dimaksud disini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam kuesioner.

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner dapat mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Misalnya, kamu ingin mengukur Kinerja Karyawan. Untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan, karyawan tersebut diberi 5 pertanyaan, maka 5 pertanyaan tersebut harus dapat secara tepat mengungkapkan bagaimana kinerja karyawan.

Dalam pengukuran uji validitas terdapat dua macam yaitu (1) mengkorelasikan antar skor butir pertanyaan (item) dengan total item, dan (2) mengkorelasikan antar masing-masing skor item indikator dengan total skor konstruk.

Kriteria Pengujian Validitas

Dalam artikel ini, akan menjelaskan pengujian validitas yang mengkorelasikan antar masing-masing skor item indikator dengan total skor konstruk. Tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,05.

  • Kriteria pengujiannya yaitu:

H0 diterima apabila rhitung > rtabel, (alat ukur yang digunakan valid atau sahih)

H0 ditolak apabila rstatistik ≤ rtabel. (alat ukur yang digunakan tidak valid atau sahih)

  • Cara menentukan besar nilai R tabel

R tabel = df(N-2), tingkat signifikansi uji dua arah).

Misalnya, R tabel = df(13-2, 0,05). Untuk memperoleh nilai R tabel kamu harus melihat di tabel R.

Langkah Melakukan Uji Validitas

Nah, sekarang kita sudah masuk ke pembahasan ketiga yaitu pengujian menggunakan SPSS. Untuk praktek latihan ini menggunakan SPSS versi 22. Variabel yang akan di uji adalaah variabel Sosialisasi (X1).

Dikarenakan pengujian Validitas merupakan pengujian yang menguji masing-masing item pertanyaan variabel maka hanya akan mencontohkan satu variabel saja. Tenang saja, pengujian ini caranya sama untuk pengujian variabel independent ataupun variabel dependent.

Setelah itu, silahkan persiapkan data penelitiannya. Data yang ingin kamu uji. Apabila kamu belum ada data yang hendak di uji, untuk sementara kamu bisa menggunakan contoh data dibawah yaa.

Baca juga: Uji Normalitas Menggunakan SPSS

Langkah-langkah pengujiannya, sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi SPSS. Silahkan atur format yang ada di ‘Variable View’. Sesuaikan dengan kriteria data kamu. Contohnya seperti ini.

valid 1A
Sumber : Dokumentasi Penulis

Lalu, input data kamu di ‘Data View’.

Valid 1B
Sumber : Dokumentasi Penulis

2. Selanjutnya, kita mencari nilai total dari variabel X. Caranya klik menu Transform > Compute Variable.

Valid 2
Sumber : Dokumentasi Penulis

Maka akan muncul kotak dialog. Lalu, lakukan pengisian di kolom Target Variable dan Numeric Expression seperti gambar dibawah. Lalu, klik OK.

Valid 2B
Sumber : Dokumentasi Penulis

Lihatlah data pada ‘Data View’ akan ada penambahan kolom baru yaitu kolom X1total.

Valid 2C
Sumber : Dokumentasi Penulis

3. Selanjutnya, kita akan mencari nilai R statistik/R hitung. Caranya klik Analyze > Correlate > Bivariate. Maka akan muncul kotak dialog.

Valid 3
Sumber : Dokumentasi Penulis

4. Lalu, pindahkan semua item variabel ke kotak ‘Variables’. Pada ‘Correlation Coefficients’ beri centang pada ‘Pearson’. Dibawahnya centang ‘Two-Tailed’ dan juga centang ‘Flag Significant Correlation’. Lalu, klik OK.

Valid 4
Sumber : Dokumentasi Penulis

5. Maka akan muncul hasilnya. Perhatikan pada kolom ‘Correlations’. Nilai yang akan kita uji adalah nilai pada kolom paling bawah bagian X1total yaitu ‘Pearson Correlation’.

Valid 5
Sumber : Dokumentasi Penulis

Interpretasi Uji Validitas

Nah, selanjutnya kita akan menginterpretasikan atau menjelaskan hasil pengujian diatas. Dari sini kamu akan mengetahui jawaban dari hasil pengujian diatas. Yuk, kita mulai menginterpretasi.

Pertama, kamu harus mencari nilai R tabel terlebih dulu. Sesuai ketentuan df(N-2, 0,05). N adalah jumlah data yang diuji. Jadi, untuk mencari nilai R tabel kamu menggunakan ketentuan :

R tabel = df(13-2, 0,05) = 0,5529

tabel r
Sumber : Dokumentasi Penulis

Kedua, bandingkan nilai R tabel dan R hitung sesuai kriteria pengujian.

X1.1 = 0,781 > 0,552, maka H0 diterima artinya alat ukur yang digunakan valid atau sahih.

X1.2 = 0,764 > 0,552, maka H0 diterima artinya alat ukur yang digunakan valid atau sahih.

Dan seterusnya…

Ketiga, cara lain selain menggunakan R hitung yaitu melihat tingkat signifikansinya. Apabila tingkat signifikansi item < 0,05 maka alat ukur yang digunakan valid.

Nah, kamu sekarang sudah mengetahui apa arti uji validitas? Bagaimana pengujiannya? Bagaiamana cara menginterpretasikan hasil pengujiannya? Semuanya kurang lebih sudah dijelaskan diatas.

Baca juga: Uji Reliabilitas Menggunakan SPSS

Apabila kamu belum mengerti penjelasan diatas, kamu bisa berdiskusi dengan teman-temanmu, saling bertukar pikiran, terus mengulang-ngulang praktek apabila gagal, dan lain sebagainya. Sekian penjelasan tentang cara uji validitas menggunakan SPSS. Semangat Mencoba.


Sumber :

Ghozali,  imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang : Badan Penerbit-UNDIP

Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Semarang : Badan Penerbit-UNDIP

Junaidi. 2010. https://junaidichaniago.wordpress.com/2010/05/24/download-tabel-r-lengkap/

Resti
Resti
saya mahasiswi dari kampus IAIN Surakarta. mengambil Program Studi Akuntansi Syariah. angkatan 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kalimat Persuasif: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Kalau sebelumnya telah dibahas mengenai kalimat imperatif dan kalimat deklaratif, kini saatnya kamu menambah ilmu lagi tentang jenis-jenis kalimat berdasarkan isinya. Pembahasan selanjutnya, yaitu...

Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Dulu saat masih duduk di bangku sekolah, pasti selalu ada materi tentang kalimat. Ada banyak materi tentang kalimat yang disampaikan oleh guru, salah satunya...

10 Suku di Bali dan Nusa Tenggara Serta Penjelasannya

Bali dan Nusa Tenggara adalah pulau kecil di Indonesia. Meski begitu, pulau - pulau ini menyimpan keindahan alam yang sangat memukau. Ditambah lagi keberagaman...

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif: Pengertian, Ciri, dan Contoh

Membuat suatu tulisan bukanlah hal yang sulit. Semua orang bisa membuat tulisan mengenai hal-hal apa saja yang ingin dibahasnya. Tapi, sayangnya belum semua orang...

10 Suku di Maluku Serta Penjelasannya

Maluku adalah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku. Alam Maluku masih sangat indah, banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai,...