Home Tugas Uji Reliabilitas Data dengan Menggunakan SPSS

Uji Reliabilitas Data dengan Menggunakan SPSS

Halo sobat tambah pinter! Dalam statistik, selain menguji apakah data terdistribusi normal atau tidak, kamu juga harus menguji apakah data dapat diandalkan dan tetap konsisten apabila pengukurannya dilakukan berulang kali. Berkaitan dengan menguji data yang dapat diandalkan dan konsisten, dapat dilakukan uji reliabiltas data.

Selain uji normalitas data, uji reliabilitas data juga dapat dilakukan dengan menggunakan SPSS. Sehingga, memungkin untuk menguji data dalam jumlah yang banyak. Mungkin sebagian dari kamu masih ada yang belum paham bagaimana cara melakukan uji reliabilitas data dengan menggunakan SPSS. Agar lebih paham, simak cara nya dibawah ini!

Pengertian Uji Reliabilitas Data

Uji Reliabilitas
Sumber: 200 Degrees dari Pixabay

Menurut Notoatmodjo (2005) dalam Widi R (2011), reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Sehingga uji reliabilitas dapat digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Alat ukur dikatakan reliabel jika menghasilkan hasil yang sama meskipun dilakukan pengukuran berkali-kali (Dewi DAAN, 2018)

Biasanya sebelum dilakukan uji reliabilitas data, dilakukan uji validitas data. Hal ini dikarenakan data yang akan diukur harus valid, dan baru dilanjutkan dengan uji reliabilitas data. Namun, apabila data yang diukur tidak valid, maka tidak perlu dilakukan uji reliabilitas data.

Jenis Uji Reliabilitas Data

Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menguji reliabilitas data, antara lain:
  1. Tes Ulang
  2. Formula Flanagan
  3. Cronbach’s Alpha
  4. Formula KR (Kuder-Richardson)
  5. Anova Hoyt

Walaupun terdapat beberapa metode uji reliabilitas, namun biasanya untuk data penelitian dan kuesioner digunakan metode Cronbach’s Alpha. Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara melakukan uji reliabilitas dengan metode Cronbach’s Alpha menggunakan SPSS.

Uji Reliabilitas Metode Cronbach’s Alpha

Menurut Suharsimi Arikunto (2010), Cronbach’s Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas
instrumen yang skornya bukan 1 atau 0. Pada metode Crobach’s Alpha digunakan rumus sebagai berikut :

rumus cronbach's alpha
Sumber : dokumentasi penulis

Perhitungan menggunakan rumus Cronbach’s Alpha diterima, apabila perhitungan r hitung > r tabel 5%.

Cara Uji Reliabiltas Metode Cronbach’s Alpha

Berikut adalah cara perhitungan uji reliabilitas data metode Cronbach’s Alpha dengan menggunakan SPSS:

  1. Pastikan kamu sudah meng-install program SPSS, kemudian buka program SPSS
  2. Siapkan data – data yang diperlukan (contoh : data kuesioner), kemudian entry data kuesioner ke dalam variable view dan data view.

*Berikut contoh data kuesioner dan responded yang akan digunakan pada artikel ini.

variable view uji reliabilitas
Sumber : dokumentasi penulis

data view uji reliabilitas
Sumber : dokumentasi penulis

3. Kemudian, klik Analyze > Scale > Reliability Analysis…

cara uji reliabiitas dengan SPSS (1)
Sumber : dokumentasi penulis

4. Lalu, akan muncul tampilan Reliability Analysis. Pindahkan seluruh data variabel berupa skala ke kolom Items (ke sebelah kanan) dan pilih model Alpha.

cara uji reliabilitas (2)
Sumber : dokumentasi penulis

5. Setelah itu, klik Statistics…, akan muncul tampilan Reliability Analysis: Statistics, kemudian pada bagian Descriptive For centang Scale dan Scale if item deleted. Lalu klik Continue.

cara uji reliabilitas (3)
Sumber : dokumentasi penulis

6. Kemudian, klik OK dan lihat hasil perhitungan data pada Output.

Interpretasi Hasil Uji Reliabilitas Metode Cronbach’s Alpha

Setelah melakukan perhitungan data, kemudian hasil perhitungan dengan uji reliabilitas akan muncul pada Output. Pada Output hasil perhitungan data akan berupa tabel, yaitu Case Processing Summary, Reliability Statistics, Item-Total Statistics, dan Scale Statistics.

interpretasi hasil uji reliabilitas (1)
Sumber : dokumentasi penulis

Pada tabel Case Processing Summary dapat dilihat baris Cases Valid menyatakan bahwa jumlah responden ada 10 dan persentase menunjukkan 100%, hal ini menandakan bahwa 10 responden tersebut valid dan tidak ada responden yang masuk ke kategori Exculded.

Baca juga: Cara Melakukan Uji Multikolinearitas

Lalu, untuk mengetahui apakah hasil perhitungan data dapat dipercaya dan konsisten atau reliabel, dapat diperhatikan pada tabel Reliability Statistics. Seperti tabel dibawah ini.

interpretasi hasil uji reliabilitas (2)
Sumber : dokumentasi penulis

Hasil perhitungan uji reliabilitas metode Cronbach’s Alpha (r hitung) dapat dilihat pada kolom Cronbach’s Alpha, yaitu 0.688 dengan N of Items menunjukkan bahwa jumlah dari items atau jumlah pertanyaan yang kamu input pada variable view adalah 5. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil Cronbach’s Alpha untuk 5 data dari items atau 5 pertanyaan, yaitu 0.688.

Kemudian, untuk mengetahui apakah data tersebut dapat dipercaya atau tidak, maka apabila perhitungan r hitung > r tabel 5%, dimana r hitung dilihat dari tabel hasil perhitungan yang kamu dapatkan pada SPSS, sedangkan r tabel 5% dilihat pada tabel yang telah ditentukan, seperti dibawah ini:

r tabel 5%
Sumber : repository.upi.edu

Setelah itu, lihat nilai N sesuai dengan jumlah responden dari data kamu, pada contoh jumlah responden atau nilai N, yaitu 10. Lihat pada r tabel 5%, maka diketahui bahwa r tabel untuk data tersebut adalah 0.632.

Lalu, dapat disimpulkan, bahwa r hitung > r tabel 5%, yaitu 0.688 > 0.632, sehingga data tersebut adalah reliabel atau dapat dipercaya dan konsisten.

Baca juga: Yuk Ketahui Cara Uji Normalitas

Itulah cara melakukan uji reliabilitas data metode Cronbach’s Alpha dengan menggunakan SPSS. Selamat mencobanya dirumah dan semoga bermanfaat bagi kamu!


Sumber :

Widi R. Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian epidemiologi kedokteran gigi. J.K.G Unej. 2011; 8 (1): 27-34.

Dewi DAAN. Modul III: Uji Validitas dan Reliabilitas. Statistika Terapan. Universitas Dipenogoro. 2018: 1-14.

Yashmine
Yashmine
Hai! Saya Yashmine. Saya mahasiswi semester 8 fakultas kedokteran gigi di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama). Saya senang berbagi segala pengalaman yang saya dapatkan. Saya memiliki hobi membaca, menulis, bermain musik dan menelusuri dunia internet. I hope everything that I share will help you to do anything.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kalimat Persuasif: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Kalau sebelumnya telah dibahas mengenai kalimat imperatif dan kalimat deklaratif, kini saatnya kamu menambah ilmu lagi tentang jenis-jenis kalimat berdasarkan isinya. Pembahasan selanjutnya, yaitu...

Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Dulu saat masih duduk di bangku sekolah, pasti selalu ada materi tentang kalimat. Ada banyak materi tentang kalimat yang disampaikan oleh guru, salah satunya...

10 Suku di Bali dan Nusa Tenggara Serta Penjelasannya

Bali dan Nusa Tenggara adalah pulau kecil di Indonesia. Meski begitu, pulau - pulau ini menyimpan keindahan alam yang sangat memukau. Ditambah lagi keberagaman...

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif: Pengertian, Ciri, dan Contoh

Membuat suatu tulisan bukanlah hal yang sulit. Semua orang bisa membuat tulisan mengenai hal-hal apa saja yang ingin dibahasnya. Tapi, sayangnya belum semua orang...

10 Suku di Maluku Serta Penjelasannya

Maluku adalah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku. Alam Maluku masih sangat indah, banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai,...