Home Tugas Uji Multikolinearitas Data dengan Menggunakan SPSS

Uji Multikolinearitas Data dengan Menggunakan SPSS

Halo sobat tambah pinter! Dalam statistik, banyak uji yang dapat dilakukan untuk menguji hasil dari data yang akan dianalisis. Salah satunya, yaitu uji multikolinearitas. Uji multikolinearitas ini sangat berguna untuk menguji variable dependen dan independen.

Untuk menganalisis data pasti kamu tidak asing dengan software SPSS, karena SPSS merupakan salah satu software yang paling sering digunakan untuk menganalisis data untuk jumlah yang banyak, sehingga dapat membantu kamu dalam mengolah data. Pada SPSS juga dapat dilakukan uji multikolinearitas, lho! Yuk simak informasinya dibawah ini!

Pengertian Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas
Sumber : janjf93 dari Pixabay

Menurut Sriningsih M, et al (2018), multikolinearitas adalah suatu kondisi dimana terjadi korelasi antara variabel bebas atau antar variabel bebas tidak bersifat saling bebas. Uji multikolinearitas termasuk ke dalam uji asumsi klasik. Tujuan Uji multikolinearitas yaitu untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan kolerasi antar variabel bebas.

Menurut Priyatno (2014) menjelaskan bahwa, uji asumsi klasik jenis multikolinearitas diterapkan untuk menganalisis regresi berganda yang terdiri atas dua atau tiga variabel bebas/independent variabel. Berdasarkan hal tersebut, maka syarat untuk melakukan uji multikolinearitas data ini harus terdiri dari 2 atau lebih variabel independen.

Rumus Uji Multikolinearitas Data

Pada uji multikolinearitas digunakan besaran, yaitu VIF (Variance Inflation Factor) atau faktor inflasi ragam. VIF digunakan sebagai kriteria untuk mendeteksi multikolinearitas pada regresi linier yang melibatkan lebih dari dua variabel bebas. Rumus VIF untuk koefisien regresi-j dijabarkan sebagai berikut :

rumus uji multikolinearitas data
Sumber : dokumentasi penulis

Berdasarkan rumus tersebut, apabila nilai VIF > 10 atau jika tolerance value < 0.1 maka terjadi multikolinearitas. Namun, apabila nilai VIF < 10 atau jika tolerance value > 0.1 maka tidak terjadi multikolinearitas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel bebas atau tidak terjadi multikolinearitas.

Baca juga: Cara Uji Korelasi

Cara Uji Multikolinearitas Data dengan Menggunakan SPSS

Berikut adalah cara perhitungan uji multikolinearitas data dengan menggunakan SPSS :

  1. Pastikan kamu sudah meng-install program SPSS, kemudian buka program SPSS.
  2. Siapkan data – data yang diperlukan (contoh : data variabel dependen dan variabel independen), kemudian entry data variabel ke dalam variable view dan data view.

*Berikut contoh data variabel dependen dan variabel independen yang akan digunakan pada artikel ini. Ingat bahwa variabel independen harus terdiri dari 2 atau lebih variabel.

variable view multikolinearitas
Sumber : dokumentasi penulis

data view multikolinearitas
Sumber : dokumentasi penulis

Keterangan :

X1 (Kebersihan Gigi) dan X2 (Konsumsi Makanan Manis) adalah variabel independen.

Y (Kerusakan Gigi) adalah variabel dependen.

Berdasarkan data diatas terdapat 20 sampel.

3. Selanjutnya, klik Analyze > Regression > Linear…

cara uji multikolinearitas 1
Sumber : dokumentasi penulis

4. Kemudian, akan muncul tampilan Linear Regression. Lalu, variabel yang terdapat pada kolom kiri dipindahkan ke kolom kanan sesuai dengan jenis variabelnya, yaitu X1 (Kebersihan Gigi) dan X2 (Konsumsi Makanan Manis) dipidanhkan ke kolom Independent(s), sedangkan Y (Kerusakan Gigi) dipindahkan ke kolom Dependent.

cara uji multikolinearitas 2
Sumber : dokumentasi penulis

5. Lalu, klik Statistics… > centang Estimates, Model fit dan Collinearity diagnostics > klik Continue.

cara uji multikolinearitas 3
Sumber : dokumentasi penulis

cara uji multikolinearitas 4
Sumber : dokumentasi penulis

6. Selanjutnya, klik OK dan hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada Ouput.

cara uji multikolinearitas 5
Sumber : dokumentasi penulis

Interpretasi Hasil Uji Multikolinearitas Data

Setelah melakukan perhitungan data, kemudian hasil perhitungan dengan uji reliabilitas akan muncul pada Output. Pada Output hasil perhitungan data akan berupa tabel, yaitu Variables Entered/Removed, Model Summary, ANOVA, Coefficients, dan Collinearity Diagnostics.

Untuk mengetahui apakah data yang kamu analisis terjadi korelasi antara variabel bebasnya atau tidak, maka perhatikan tabel Coefficients pada kolom Collinearity Statistics Tolerance dan VIF.

cara uji multikolinearitas 6
Sumber : dokumentasi penulis

Pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa variabel Kebersihan Gigi memiliki nilai VIF, yaitu 53.460 dan Tolerance, yaitu 0.019, sama halnya dengan variabel Konsumsi Makanan Manis memiliki nilai VIF, yaitu 53.460 dan Tolerance, yaitu 0.019.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa, baik variabel Kebersihan Gigi maupun variabel Konsumsi Makanan Manis memiliki nilai VIF > 10 dan Tolerance < 0.1. Hal ini menjelaskan bahwa pada antar variabel independen atau bebas tersebut terjadi gangguan multikolinearitas atau terjadi korelasi diantara variabel independen atau bebas tersebut. Apabila terjadi multikolinearitas pada data yang kamu analisis, maka harus dilakukan standarisasi pada variabel dan menganalisis kembali variabel bebasnya.

Baca juga: Uji Homogenitas

Itulah cara melakukan uji multikolinearitas data dengan menggunakan SPSS. Data yang digunakan pada artikel ini hanya menjadi contoh saja, agar kamu dapat lebih memahami bagaimana cara melakukan uji multikolinearitas tersebut. Mohon maaf apabila ada kesalahan pada penjelasan uji multikolinearitas pada artikel ini. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!


Sumber :

Sriningsih M, Hatidja D, Prang JD.Penanganan Multikolinearitas Dengan Menggunakan Analisis Regresi Komponen Utama Pada Kasus Impor Beras Di Provinsi Sulut. Jurnal Ilmiah Sains. 2018; 18(1): 19-20.

Akila. Pengaruh Insentif Dan Pengawasan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Cv. Vassel Palembang. 2017; 2(2): 40.

Yashmine
Yashmine
Hai! Saya Yashmine. Saya mahasiswi semester 8 fakultas kedokteran gigi di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragama). Saya senang berbagi segala pengalaman yang saya dapatkan. Saya memiliki hobi membaca, menulis, bermain musik dan menelusuri dunia internet. I hope everything that I share will help you to do anything.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kalimat Persuasif: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Kalau sebelumnya telah dibahas mengenai kalimat imperatif dan kalimat deklaratif, kini saatnya kamu menambah ilmu lagi tentang jenis-jenis kalimat berdasarkan isinya. Pembahasan selanjutnya, yaitu...

Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Dulu saat masih duduk di bangku sekolah, pasti selalu ada materi tentang kalimat. Ada banyak materi tentang kalimat yang disampaikan oleh guru, salah satunya...

10 Suku di Bali dan Nusa Tenggara Serta Penjelasannya

Bali dan Nusa Tenggara adalah pulau kecil di Indonesia. Meski begitu, pulau - pulau ini menyimpan keindahan alam yang sangat memukau. Ditambah lagi keberagaman...

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif: Pengertian, Ciri, dan Contoh

Membuat suatu tulisan bukanlah hal yang sulit. Semua orang bisa membuat tulisan mengenai hal-hal apa saja yang ingin dibahasnya. Tapi, sayangnya belum semua orang...

10 Suku di Maluku Serta Penjelasannya

Maluku adalah provinsi yang meliputi bagian selatan Kepulauan Maluku. Alam Maluku masih sangat indah, banyak objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai,...