Home Fotografi 11 Tipe Pengambilan Video Agar Lebih Profesional

11 Tipe Pengambilan Video Agar Lebih Profesional

Dalam produksi sebuah video, baik untuk film komersial, iklan, atau dokumenter, kita mengenal beragam tipe pengambilan gambar. Hal ini berkaitan erat dengan framing dan sudut pandang penceritaan.

Setiap tipe shot akan menghasilkan nuansa dan makna emosi yang berbeda. Berikut ini adalah 12 tipe pengambilan video untuk hasil yang lebih profesional.

1. Extreme Wide Shot

Extreme wide shot berisikan komposisi lebar, umumnya digunakan untuk merekam latar tempat peristiwa. Selain itu, bisa juga dipakai untuk film perang dengan ribuan subyek, sehingga suasana ramai dan chaos bisa tersampaikan ke penonton.

Extreme Wide Shot
Sumber: premiumbeat.com

2. Very Wide Shot

Selangkah lebih kecil dari skala extreme wide shot, tipe very wide shot masih mampu menghadirkan subyek dengan keadaan di sekitarnya. Bedanya, kita mulai mampu melihat subyek, meski belum dalam keadaan detail.

Very Wide Shot
Sumber: studiobinder.com

3. Wide Shot

Berbeda dengan very wide shot, melalui komposisi wide shot kita sudah bisa mengidentifikasi subyek secara jelas, dari kepala sampai kaki. Tipe shot ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan si subyek dengan lingkungan sekitar.

Wide Shot
Sumber: steemit.com

4. Medium Shot

Melalui medium shot, kita mulai lebih fokus terhadap subyek, lebih tepatnya di setengah badan ke atas. Tipe shot ini memberi ruang sepenuhnya pada aktor atau subyek untuk melakukan perannya.

Baca juga: 3 Teknik Dasar Pencahayaan Film untuk Pemula

Medium Shot
Sumber: pixel.nymag.com

5. Medium Close Up

Medium close up berarti frame kamera semakin fokus, yakni dari dada ke atas, atau kira-kira seperempat dari ukuran subyek. Shot ini menggiring penonton untuk semakin mengenal subyek yang direkam.

Medium Close Up
Sumber: www.tvserial.it

6. Close Up

Close up shot benar-benar memberikan ruang pada subyek untuk mengekspresikan diri. Tipe shot ini umumnya digunakan untuk mengambil subyek kepala manusia, sehingga perubahan ekspresi wajah bisa terekam lebih detail.

Close Up Shot
Sumber: www.studiobinder.com

Selangkah lebih dalam, komposisi extreme close up makin menunjukkan ekspresi subyek yang lebih detail. Misalnya, kedut bola mata, keriput kepalan tangan, atau goresan luka di pipi.

Baca juga: 5 Macam Angle Fotografi

7. Cutaway

Cutaway shot merekam keadaan di sekitar beberapa subyek yang sedang berinteraksi, bertujuan untuk lebih menggambarkan suasana. Selanjutnya, shot ini bisa diselipkan di antara adegan interaksi tersebut.

Cutaway Shot
Sumber: peelslowlynsee.files.wordpress.com

8. Two Shot

Two shot menampilkan dua subyek dalam satu frame. Secara umum, shot ini bertujuan untuk menampilkan dialog dan hubungan emosional dua subyek itu ke penonton. Komposisi ini kerap digunakan untuk video wawancara.

Two Shot
Sumber: www.pajiba.com

9. Over the Shoulder Shot

Over the shoulder shot menghadirkan interaksi dua subyek, dengan pengambilan gambar dari belakang pundak salah satu subyek. Dengan satu subyek sebagai latar belakang, shot akan terlihat lebih dinamis dan dekat ke penonton.

Over the Shoulder
Sumber: nofilmschool.com

10. Noddy Shot

Noddy shot dikhususkan untuk merekam ekspresi seorang subyek saat mendengar dialog subyek lain. Komposisi ini berguna untuk menegaskan nuansa yang sedang terjadi di dalam frame kamera.

Noddy Shot
Sumber: tumpi.id

11. Point of View Shot

Point of view shot berarti adegan film literally direkam dari sudut pandang si subyek. Teknik ini bisa digunakan sesekali di antara rentetan tipe shot lain untuk menyegarkan suasana.

Baca juga: 7 Macam Komposisi Fotografi

Point of View Shot
Sumber: nofilmschool.com

Pengetahuan umum perihal tipe pengambilan gambar ini bisa diaplikasikan untuk merekam video dan memotret gambar. Seorang filmmaker profesional bahkan sudah membuat perencanaan tipe shot ini sebelum memulai shooting. Jadi, selamat berburu gambar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Penjelasannya

Seorang praktisi bisnis perlu memahami apa itu HPP dan bagaimana cara menghitungnya. Ini akan memberikan keuntungan bagi pebisnis tersebut dalam mengatur sumber daya dan...

Mengenal Apa Itu Jurusan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Pramoedya Ananta Toer, Buya Hamka, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Kridalaksana, atau Gorys Keraf? Nama-nama tersebut tentunya sudah gak...

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...