Teori Produksi Beserta Penjelasannya

Pengertian dari teori produksi adalah studi yang mempelajari bagaimana faktor produksi menghasilkan hasil produksi berupa barang atau jasa. Kamu bisa mempelajari materi ini sehingga akan membantumu dalam memahami pelajaran di sekolah Manfaat lainnya adalah bertambahnya wawasanmu tentang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan produksi.

Ada bermacam-macam definisi dari teori produksi menurut para ahli diantaranya adalah pendapat dari Reksohadiprodjo dan Gitosudarmo (1993:1). Menurut mereka produksi adalah penciptaan atau penambahan faedah bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi. Drs Mohammad Hatta (1994:4) produksi adalah segala pekerjaan yang menimbulkan guna, memperbesar guna yang ada dan membagikan guna itu diantara orang banyak.

Secara umum produksi sendiri bisa diartikan sebagai kegiatan membuat barang atau menghasilkan jasa. Barang dan jasa tersebut pada akhirnya akan dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pembeli. Produsen akan mendapatkan keuntungan dari kegiatan produksi yang dilakukannya.

Teori Produksi Tentang Pembagian Produksi

Teori Produksi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Kegiatan produksi yang dilakukan dalam perekonomian bisa dibagi menjadi beberapa jenis. Secara umum ada 5 jenis produksi yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam perekonomian. Kelima jenis kegiatan produksi tersebut bisa digolongkan sebagai berikut.

Baca juga: Jenis Kebutuhan Ekonomi Serta Penjelasannya

Ekstraktif

Pengertian dari ekstraktif adalah kegiatan menghasilkan barang dengan cara mengambilnya langsung dari alam tanpa melakukan pengolahan. Manusia hanya mengambil berbagai benda-benda yang ada di alam tanpa melakukan pengolahan, biasanya mereka akan menjualnya kepada pabrik-pabrik. Contoh dari ekstraktif adalah berbagai kegiatan tambang, mulai dari batu bara, minyak bumi, emas dan lain-lain.

Agraris

Definisi agraris adalah kegiatan mendapatkan barang dari alam baik yang berasal dari tumbuhan ataupun hewan. Sektor agraris sendiri tidak hanya mencakup pertanian secara sempit tetapi juga termasuk perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan. Benda-benda yang dihasilkan dari sektor agraris sangat diperlukan oleh masyarakat seperti beras, lauk pauk, kayu untuk bangunan dan lain sebagainya.

Industri

Pengertian dari industri adalah kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Biasanya industri ini berupa pabrik-pabrik yang mengolah barang mentah baik dari pertambangan maupun pertanian untuk dijadikan barang siap pakai. Berbagai contoh industri yang sering dijumpai di tengah-tengah masyarakat adalah pabrik makanan kemasan, pabrik kendaraan bermotor dan lain-lain.

Perdagangan

Pengertian dari perdagangan adalah kegiatan membeli barang kemudian menjualnya kembali tanpa melakukan pengubahan terhadap bentuknya. Mereka akan mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah dari harga saat mereka menjual agar mendapatkan untung atau laba. Para pedagang mendapatkan dari produsen kemudian menjualnya pada konsumen dengan cara mendirikan toko-toko dan lain sebagainya.

Jasa

Jasa adalah pelayanan yang akan memberikan manfaat bagi konsumen serta bukan merupakan barang dan tidak bisa dilihat wujudnya. Dalam teori produksi ada berbagai layanan jasa yang sering digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Berbagai jenis jasa mulai yang umum digunakan adalah transportasi umum, jasa komunikasi di telepon seluler, perbankan dan lain sebagainya.

Teori Produksi Tentang Tahapan Produksi

Tahapan Produksi adalah anggapan bahwa kegiatan menghasilkan barang hingga barang tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat ada tahapan-tahapannya. Secara umum ada tiga tahapan atau tingkatan yang akan dilalui dalam suatu proses produksi. Proses yang terakhir adalah sampai ditangan konsumen dengan berbagai pelayanan dari produsen.

Primer

Pembagian industri yang termasuk ke dalam tahap primer adalah ekstraktif dan juga agraris. Hal ini dikarenakan tahap primer adalah jenis kegiatan menghasilkan barang yang masih dasar. Barang tersebut ada yang bisa langsung dikonsumsi masyarakat dan ada juga yang memerlukan proses produksi lebih lanjut.

Pada kegiatan ekstraktif, barang yang dihasilkan antara lain adalah minyak bumi yang tentunya memerlukan pengolahan lebih lanjut pada tahapan produksi berikutnya. Pada tahap primer jika barang tersebut hasil dari agraris maka bisa saja langsung dinikmati oleh konsumen. Contohnya adalah hasil agraris berupa buah-buahan yang langsung dijual kepada masyarakat melalui pasar atau toko-toko.

Sekunder

Tahap sekunder dalam produksi adalah suatu tahap yang berupa pengolahan dari barang yang dihasilkan dari tahap produksi primer. Pengolahan ini dalam pembagian produksi termasuk pada jenis industri. Pada kegiatan industri dilakukan pengolahan dari barang mentah hasil produksi primer hingga menjadi barang jadi atau siap pakai.

Produksi primer salah satunya adalah berupa hasil pertanian misalkan getah karet. Pada tahap sekunder getah karet tersebut akan diolah lagi menjadi barang jadi seperti ban untuk kendaraan bermotor atau barang lainnya. Hasil dari tahap sekunder ini tentunya akan dijual melalui toko-toko, pasar dan lain sebagainya.

Tersier

Tahap tersier adalah tahap dalam produksi yang tujuannya adalah untuk memperlancar pembuatan barang serta menyalurkannya pada konsumen. Perdagangan dan juga bisnis jasa merupakan bagian dari tahap tersier ini. Dalam teori produksi perdagangan akan sangat diperlukan untuk menyalurkan barang dari pihak produsen hingga sampai ke konsumen.

Pelayanan jasa juga akan membantu dalam memperlancar serta membuat suatu barang. Ada jasa perbankan yang akan sangat membantu produsen dalam mendapatkan modal yang kemudian digunakan untuk membuat barang. Contoh lain adalah perusahaan jasa pengiriman paket yang akan membantu pengiriman barang dan produsen ke tangan konsumen.

Teori Produksi Tentang Faktor Produksi

Pengertian dari faktor produksi adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam memproduksi barang dan jasa. Macam dari faktor produksi sangat banyak sekali, dalam teori produksi dibedakan menjadikan 2 yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan. Faktor produksi asli terdiri dari tenaga kerja dan sumber daya alam sedangkan yang lainnya merupakan faktor produksi turunan.

Teori Produksi Faktor Produksi Asli

Pengertian dari faktor produksi asli adalah semua sumber daya alam dan tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Keberadaan sumber daya alam sangat penting dalam menghasilkan barang atau jasa. Suatu negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, maka secara teori produksi bisa menghasilkan berbagai barang yang berkualitas.

Sumber daya alam yang banyak dan melimpah harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang jumlahnya cukup serta berkualitas bagus. Suatu negara atau perusahaan dengan kualitas tenaga kerja yang bagus maka dapat mengolah sumber daya alamnya dengan maksimal. Kombinasi dari sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja yang jumlahnya cukup serta kualitasnya baik sangat diperlukan dalam kegiatan produksi.

Teori Produksi Faktor Produksi Turunan

Pengertian dari faktor produksi turunan adalah segala hal yang diperlukan untuk membuat barang serta jasa selain SDA dan tenaga kerja. Ada banyak sekali faktor produksi turunan yang akan dibutuhkan dalam membuat barang dan jasa. Secara umum dalam teori faktor produksi diringkas menjadi sumber daya modal, teknologi dan kewirausahaan atau pengusaha.

Modal dalam kegiatan produksi bisa berupa mesin, peralatan, gedung hingga uang tunai yang nantinya digunakan untuk membeli bermacam-macam keperluan produksi. Dalam produksi juga diperlukan teknologi, semakin canggih teknologi maka akan semakin berkualitas barang yang akan dihasilkan dan murah biaya produksinya. Dalam membuat barang atau jasa diperlukan orang yang mampu mengatur semua faktor produksi atau biasa disebut pengusaha.

Teori Produksi Tentang Produktivitas

Pengertian dari produktivitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa yang nantinya akan dijual kepada konsumen. Perusahaan biasanya akan berusaha untuk meningkatkan jumlah barang dan jasa yang bisa dihasilkannya. Secara umum ada dua cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam usahanya meningkatkan produktivitasnya yakni melalui metode ekstensif dan intensif.

Teori Produksi Ekstensif

Pengertian dari ekstensif adalah peningkatan produktivitas dengan cara menambah faktor produksi. Misalnya sebuah perusahaan ingin meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi barang dengan cara menambah tenaga kerja. Tentunya cara ini memerlukan penambahan biaya yang tidak sedikit untuk membayar gaji setiap tenaga kerja.

Cara lain adalah dengan membuka pabrik baru di tempat lain, biaya yang dikeluarkan juga memang besar. Penambahan pabrik ini tentu akan meningkatkan jumlah barang dan jasa yang bisa diproduksi. Pada perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan misalnya, penambahan luas areal perkebunan termasuk salah satu cara ekstensif.

Teori Produksi Intensif

Cara intensif dalam teori produksi adalah meningkatkan produktivitas dengan menambah produktivitas faktor produksi. Pada faktor produksi tenaga kerja misalnya, perusahaan tidak melakukan penambahan jumlah pekerja. Perusahaan akan memberikan pelatihan agar setiap pekerja bisa menghasilkan lebih banyak barang dari sebelumnya.

Dalam teori produksi intensif, perusahaan bisa juga melakukan pembaruan teknologi yang digunakan. Penggunaan teknologi yang canggih akan meningkatkan produktivitas suatu perusahaan. Pada umumnya penggunaan teknologi yang lebih canggih akan lebih murah daripada menambah jumlah pekerja.

Teori Produksi Tentang Proses Produksi

Pengertian dari proses produksi adalah berbagai tahapan yang akan dilalui dalam membuat barang dan jasa. Ada barang yang hanya membutuhkan waktu sedikit untuk bisa digunakan oleh konsumen tetapi ada juga yang memerlukan waktu yang panjang. Dalam teori produksi, proses produksi suatu barang secara umum bisa dibedakan menjadi empat jenis yaitu sebagai berikut.

Proses Produksi Pendek

Pengertian proses produksi pendek adalah kegiatan membuat barang dengan sedikit waktu, sehingga pihak yang membuat barang langsung menjualnya kepada konsumen. Dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah penjual nasi goreng, penjual mie pangsit, penjual mie ayam dan lain-lain. Orang-orang tersebut membuat barang (makanan) dalam waktu singkat dan langsung menjualnya kepada para pembeli.

Proses Produksi Panjang

Pengertian dari proses produksi panjang adalah kegiatan pembuatan barang yang membutuhkan waktu sangat lama. Produksi panjang diantaranya seperti menanam padi yang membutuhkan waktu lama, pembangunan perumahan yang tidak mungkin dikerjakan dalam waktu singkat. Kegiatan-kegiatan tersebut membutuhkan waktu sangat lama dalam menghasilkan barang seperti beras dari tanaman padi dan juga perumahan.

Proses Produksi Terus-menerus

Pengertian dari proses produksi terus-menerus adalah kegiatan pembuatan barang yang memiliki banyak sekali tahapan. Contoh yang paling sering ditemui seperti pembuatan baju, yang tahapan produksinya sangat banyak. Pada awalnya berupa kapas yang diambil dari pohon diubah menjadi kapas lalu benang kemudian kain dan terakhir sampai menjadi baju.

Proses Produksi Berselingan atau Intermitten

Pengertian dari proses produksi berselingan adalah pembuatan barang dengan cara mengolah bahan-bahan lalu dijadikan satu menjadi suatu produk. Pada produk kendaraan bermotor, berbagai hasil produksi berupa ban, rangka, mesin dan lain-lain dijadikan satu. Hal tersebut merupakan contoh dari proses produksi berselingan yang sering dijumpai di dalam masyarakat.

Baca juga: Diagram Arus Kegiatan Ekonomi

Teori Produksi Tentang Biaya Produksi

Pengertian dari biaya produksi adalah besarnya pengorbanan yang dibutuhkan dalam membuat barang atau jasa. Secara umum biaya produksi dapat dikelompokkan menjadi dua macam yakni biaya produksi tetap dan biaya produksi variabel. Produsen juga harus mempelajari biaya produksi total, biaya produksi rata-rata dan biaya produksi marjinal agar bisa memaksimalkan keuntungan perusahaannya.

Biaya Produksi Tetap atau Fixed Cost (FC)

Pengertian biaya produksi tetap adalah biaya pembuatan barang yang bersifat tetap, baik membuat barang dalam jumlah sedikit ataupun banyak. Pada perusahaan roti misalnya biaya sewa tempat untuk pembuatan roti, pembelian oven merupakan biaya tetap. Hal ini dikarenakan berapapun jumlah roti biaya sewa tempat, biaya pembelian oven tidak akan berubah.

Biaya Produksi Variabel atau Variable Cost (VC)

Pengertian biaya variabel adalah besarnya biaya yang dikeluarkan dalam membuat barang tergantung dari jumlah barang yang dihasilkan. Pada perusahaan pembuatan roti, contoh biaya variabelnya adalah tepung, telur, gula, dan lain sebagainya yang digunakan sebagai bahan bakunya. Perusahaan roti yang ingin membuat banyak roti maka akan semakin banyak memerlukan bahan-bahan tersebut sehingga biayanya semakin meningkat.

Biaya Produksi Total atau Total Cost (TC)

Pengertian dari biaya total adalah keseluruhan biaya yang digunakan dalam membuat barang yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Misalnya dalam kegiatan produksi roti berbagai macam biaya yang digunakan tersebut mulai dari gedung, oven, hingga bahan bakunya. Dalam teori produksi semua biaya yang dibutuhkan untuk membuat barang disebut dengan biaya total dengan rumus sebagai berikut.

TC = FC + VC

TC = Biaya Total (Total Cost)

FC = Biaya Tetap (Fixed Cost)

VC = Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya Produksi Rata-rata atau Average Cost (AC)

Pengertian dari biaya produksi rata-rata adalah besarnya biaya untuk membuat setiap satu unit produk. Misalnya biaya rata-rata membuat satu roti sebesar Rp2.000,- dan harga jualnya Rp3.000,- maka akan diperoleh untung Rp1.000,- tiap satu roti. Bagi produsen biaya rata-rata ini sangat penting untuk menghitung laba setiap menjual satu unit barang, rumusnya sebagai berikut.

AC = Biaya Rata-rata (Average Cost)

TC = Biaya Total (Total Cost)

Q = Jumlah Barang

Biaya Produksi Marjinal atau Marginal Cost (MC)

Pengertian dari biaya produksi marjinal adalah tambahan biaya jika produsen ingin menambah produksi satu unit barang lagi. Bagi produsen yang ingin menambah jumlah barang yang dihasilkan maka harus menghitungnya dengan rumus biaya produksi marjinal. Dalam teori produksi cara menghitungnya adalah dengan menggunakan rumus berikut.

MC = Biaya Marjinal (Marginal Cost)

∆TC = perubahan Biaya Total (Total Cost)

∆Q = Perubahan Jumlah Barang

Teori Produksi Tentang The Law Of Diminishing Return

Pengertian the law of diminishing return adalah penambahan faktor produksi pada titik tertentu akan membuat tambahan hasil produksi menjadi berkurang. Faktor produksi adalah segala hal yang diperlukan untuk membuat suatu barang. Secara umum penambahan faktor produksi akan menambah hasil produksi.

Misalnya saja sebuah perusahaan memiliki satu orang pekerja maka dalam sehari bisa menghasilkan 150 barang. Saat ada penambahan 1 tenaga kerja sehingga ada 2 pekerja maka hasil produksinya menjadi 360 barang, ada selisih sebesar 210 barang. Pada teori produksi artinya dengan adanya tambahan satu pekerja maka akan ada tambahan hasil barang sebanyak 210.

Penambahan 1 pekerja lagi akan membuat ada tambahan hasil sebesar 260. Dalam teori produksi penambahan pekerja pada titik tertentu tidak akan memberikan tambahan hasil bahkan bisa mengurangi hasil produksi. Tambahan hasil sendiri sering disebut dengan marginal produk, untuk penjelasan lebih detail bisa dilihat pada kurva berikut ini.

Jumlah Pekerja (L)Produk Total (TP)Produk Rata-rataMarjinal Produk
1

2

3

4

5

6

7

8

9

150

360

660

1000

1250

1380

1400

1400

1350

150

180

220

250

250

230

200

175

150

150

210

260

340

250

130

20

0

-50

Sumber: Dokumentasi Penulis

Pada kurva tersebut TP adalah seluruh hasil yang bisa diproduksi oleh perusahaan, sedangkan L artinya labour atau jumlah pekerja. ∆P adalah rata-rata hasil produksi setiap satu pekerja, sedangkan MP adalah tambahan hasil. Pada kurva dan tabel tersebut diketahui bahwa penambahan pekerja pada titik tertentu tambahan hasilnya berkurang hingga menjadi negatif.

Teori Produksi Tentang Kurva Kemungkinan Produksi

Pengertian kurva kemungkinan produksi adalah batas maksimum kombinasi barang produksi yang bisa dilakukan. Contohnya saja misalkan sebuah perusahaan bisa memproduksi dua jenis barang dengan jumlah maksimal adalah 1000 unit. Dua barang tersebut misalkan saja diberi nama X dan Y.

Kurva Produksi
Sumber: Dokumentasi Penulis

Perusahaan tersebut jika ingin membuat kombinasi maksimal maka bisa memilih titik A. Pada titik tersebut jumlah barang X yang dihasilkan adalah 700 unit sedangkan untuk barang Y adalah 300 unit. Kombinasi ini termasuk titik maksimal yang bisa diambil oleh perusahaan agar bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Titik lain yang bisa dipilih adalah B dimana jumlah produksi Y adalah 100 unit dan X 900 unit. Pilihan antara titik A dan B dalam teori produksi adalah hal yang paling menguntungkan. Produsen harus memaksimalkan kemungkinan produksi yang bisa dilakukannya agar mendapatkan keuntungan setinggi mungkin.

Baca juga: Peran Pelaku Ekonomi Serta Penjelasannya

Bagi kamu yang telah mempelajari teori produksi bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Teori ini memang akan sangat berguna jika dipakai oleh produsen, akan tetapi juga bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Pengetahuan kamu tentang tentang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan produksi ini akan membuat wawasanmu bertambah luas. Semangat belajar!


Daftar Rujukan

Widjayanto, Bambang. Aristanti W. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 untuk kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Sa’diyah, Chumidatus.2009. Ekonomi 1 untuk SMA dan MA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Ismawanto. 2009. Ekonomi 1 untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Artikel Terbaru

Ahmad Iksan, S.Pd

Ahmad Iksan, S.Pd

Ahmad Iksan, S.Pd adalah guru mata pelajaran IPS di SMPN 1 Lawang, Kabupaten Malang. Lulusan cumlaude Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang ini juga mendedikasikan diri sebagai penulis dan tentor di Bimbel RLangga Singosari.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *