Contoh Teks Narasi: Pengertian dan Ciri-Cirinya

Dalam pelajaran bahasa Indonesia kamu akan menemukan berbagai macam teks, salah satunya ialah teks narasi. Teks narasi merupakan salah satu teks yang sangat penting kamu pelajari, karena teks narasi mampu menambah pengetahuan serta wawasan kamu ketika kamu membacanya. Selain itu, teks narasi juga bisa menjadi sarana hiburan, contohnya dalam cerpen dan novel.

Lalu, apakah teks narasi hanya sebatas novel dan cerpen? Yuk, simak artikel ini sampai habis ya, agar kamu bisa mempelajari dan memahami teks narasi sepenuhnya.

Pengertian Teks Narasi

Pengertian Teks Narasi
Sumber foto: Mabel Amber dari Pixabay

Menurut Keraf, seorang pakar bahasa, teks narasi adalah bentuk wacana yang berusaha mengisahkan kejadian seolah pembaca benar-benar melihat atau mengalami sendiri periwatiwa tersebut. Maka dari itu, teks narasi berkaitan dengan urutan waktu.

Dari pemaparan Keraf, sama halnya dengan Widjono (207:175) yang mengungkapkan bahwa teks narasi adalah uraian yang menceritakan sesuatu atau serangkaian suatu kejadian, tindakan, keadaan secara berurutan dimulai dari permulaan sampai akhir sehingga terlihat sebuah rangkaian yang saling berhubungan.

Pengertian narasi di KBBI sendiri ialah pengisahan suatu cerita atau kejadian; cerita atau deskirpsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa teks narasi adalah suatu karangan atau cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktu. Peristiwa tersebut bisa benar-benar terjadi, tetapi bisa juga berupa khayalan saja, atau gabungan dari keduanya.

Baca juga: Contoh Teks Sejarah

Ciri-ciri Teks Narasi

Sebuah teks dapat dikatakan sebagai teks narasi apabila memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:

  • Teks berisi tentang kisah, cerita, dan peristiwa tertentu yang menggunakan gaya bahasa naratif.
  • Cerita memiliki alur yang jelas dimulai dari awal hingga akhir.
  • Terdapatnya suatu peristiwa maupun konflik.
  • Memiliki unsur-unsur pembentuk berupa tema, latar, alur, karakter, dan sudut pandang.
  • Menggunakan kata kiasan: raja siang, tulang punggung, dsb.
  • Menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang dilengkapi dengan objek) dan intransitif (kata kerja yang tidak membutuhkan objek).
  • Menggunakan kata benda, sifat, frasa, atau klausa.
  • Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu. Contoh: Pertama-tama, lalu, kemudian, akhirnya, dsb.

Contoh dan Struktur Teks Narasi

Secara umum, struktur teks narasi ialah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Secara lebih jelas, kamu bisa melihatnya masing-masing melalui contoh-contoh berikut sesuai dengan jenisnya.

Narasi Infromatif (Ekspositoris)

Narasi Informatif
Sumber foto: Tom und Nicki Löschner dari Pixabay

Narasi informatif atau juga disebut ekspositoris ialah karangan yang bertujuan menyampaikan sebuah informasi dengan tepat mengenai suatu peristiwa atau kejadian. Biasanya, karangan ini bersifat non-fiksi, karena memuat fakta-fakta yang bukan rekaan. Contoh dan strukturnya ialah sebagai berikut.

Kisah Perang Surabaya

Di tahun kemerdekaan, tepatnya 10 November meletuslah sebuah perlawanan rakyat di Surabaya untuk mengusir Belanda dan para sekutunya dari tanah air. Perang ini berawal dari kemarahan tentara Inggris yang dikarenakan akibat dari terbunuhnya pimpinan mereka, Brigadir Jendral Mallaby. Dari hal tersebut, pihak Inggris dan sekutunya memberikan ultimatum kepada selurh pejuang Surabaya untuk menyerah.

Lalu, pejuang dan rakyat semakin bergelora dan tidak memedulikan ultimatum tersebut. Mengetahui ultimatumnya ditolak, pihak Inggris dan sekutunya marah besar. Pada 10 November pagi, mereka melancangkan serangan besar-besaran melalui laut, darat, dan udara. Selanjutnya Kota Surabaya diserang habis-habisan oleh pihak sekutu. Mereka mengebom gedung-gedung pemerintahan dan membunuh para pejuang. Pembunahan terjadi di mana-mana dan membuat para pejuang terdesak.

Hanya saja di luar dugaan, rencana mereka untuk menaklukan Kota Surabaya itu dalam tiga hari gagal. Seluruh pejuang dan rakyat Surabaya turun ke jalan untuk melakukan perlawanan. Semangat juang para pahlawan waktu itu muncul berkat seorang pemuda bernama Bung Tomo. Dia dengan gagah berani memekikan pidato untuk membakar semangat para pejuang.

Naas, pertempuran yang berlangsung sekitar tiga minggu dan dimenangkan oleh pihak sekutu. Meskipun Kota Surabaya jatuh ke tangan sekutu, perlawanan rakyat Surabaya waktu itu membangkitkan semangat juang seluruh rakyat Indonesia.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Di tahun kemerdekaan, tepatnya 10 November …”
  • Komplikasi: “Lalu, pejuang dan rakyat semakin bergelora  …”
  • Resolusi: “Hanya saja di luar dugaan, …”
  • Koda: “Naas, pertempuaran yang berlangsung …”

Narasi Artistik

Karangan narasi artistik adalah sebuah karangan yang meceritakan suatu kisah atau peristiwa yang bertujuan memberikan pengalaman estetik kepada pembacanya. Cirinya ialah berupa cerita fiksi atau non fiksi dengan menggunakan bahasa figuratif atau kiasan. Contoh dan struktunya ialah sebagai berikut.

Pertarungan di Pagi Buta

Kala mentari belum bangun dari peraduannya dan ayam-ayam jago pun melakukan tugasnya. Bu Minah telah keluar dari rumahnya dan menuju sungai. Kulitnya yang keriput dan tipis seolah-olah tidak mempan oleh hembusan angin yang sedari tadi berusaha membekukannya.

Pada saat Bu Minah menuju sungai yang melewati hutan bambu, langkahnya terhenti oleh tangisan bayi yang memecah keheningan pagi. Dengan sangat ketakutan Ia mencari sumber suara itu. betapa kagetnya Bu Minah melihat seorang bayi mungil tergeletak di bawah pohon bambu.

Ketika dia mengangkat bayi itu, tiba-tiba seekor harimau besar menyerangkai, tetapi dengan sigap Bu Minah mengelak. Ternyata suara tangisan bayi itu menarik perhatian harimau yang kelaparan. Ia pun menghalau harimau dengan bambu yang tergeletak di bawah. Ia merasa bahwa ia harus menyelamatkan bayi tersebut.

Hingga akhirnya, senjata tersebut menancap pada perut binatang buas itu dan membuatnya mati. Harimau tersebut mati mengenaskan tanpa bergerak kembali. Segera Bu Minah meninggalkan tempat kejadian.

Matahari sudah mulai mengintip, kemudian Bu Minah segera meninggalkan hutan bambu. Ia menggendong bayi itu lalu membawanya pulang untuk diurus sebagai anaknya sendiri. Bayi mungil itu wajahnya secerah mentari pagi. Ia sangat senang menemukan bayi tersebut.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Kala mentari belum bangun  …”
  • Komplikasi: “Pada saat Bu Minah menuju sungai …”
  • Resolusi: “Hingga akhirnya, senjata tersebut menancap pada perut …”
  • Koda: “Matahari sudah mulai mengintip …”

Narasi Sugestif

Narasi Sugestif
Sumber foto: Steven Yu dari Pixabay

Jenis karangan narasi sugestif menceritakan sebuah peristiwa atau kisah dengan maksud terselebung kepada para pembaca atau pendengarnya. Biasanya, teks ini merupakan teks fiksi yang merupakan karangan. Tujuannya ialah menyampaikan amanat atau pesan kepada pembacanya. Contoh dan struktur teks narasi sugestif ialah sebagai berikut.

Kalung Berlian di Kota Waka

Di kota Waka, terdapat mall megah dan mewah yang diminati pengunjung.  Bukan hanya pengunjung dari kota tersebut, tetapi juga dari luar kota. Interior dan gedungnya sangat bagus sehingga seringkali menarik perhatian pengunjung. Bos pemilik pusat perbelanjaan itu ialah Aranda, wanita karier yang berusia 30 tahun. Para karyawannya pun sangat menurut kepadanya.

Suatu waktu, ada seseorang wanita yang tidak berpakaian menarik masuk ke gedung perbelanjaan tersebut. Semua mata pengunjung memandang ke arahnya, ‘Bagaimana bisa ia masuk ke pusat perbelanjaan yang mewah ini’ begitulah pikiran orang-orang tersebut. Wanita tersebut seperti kebingungan, kaos oblongnya lusuh, rok bunga-bunganya sedikit berobek, lalu ia memasuki toko pernak-pernik.

“Maaf, Bu, Anda tak bisa memasuki toko kami.” Baru saja ia melangkah masuk, ia dihalang oleh pegawai toko tersebut.

“Mengapa?” Wanita itu bertanya lesu.

“Karena yang  Anda kenakan tidak mencerminkan bisa membeli barang di sini. Oh atau sebenarnya ibu adalah perampok?” pegawai tersebut mulai curiga.

“Aku mampu membelinya. Aku tidak berbohong.”

“Sebaiknya Anda keluar  atau saya panggil keamanan.”

“Sepengetahuan saya, bos di sini membebaskan siapa pun memasukinya terlepas dari bagaimana pun penampilannya.”

“Tahu apa Anda tentang bos saya?” tanya pegawai itu ketus dengan nada tinggi. Banyak pula pengunjung lain yang mulai memerhatikan pertikaian mereka.

Wanita itu berdiri tegap seolah menantang dan menyibakan rambutnya agar wajahnya terlihat jelas. Ia memberikan sesuatu dari dompetnya kepada pegawai tersebut, yaitu kartu nama yang bertuliskan ‘Andara Indicantika’. Pegawai tersebut pun termangu. Wanita lusuh tersebut ternyata Bos Andara, ia mengambil kalung berlian, berjalan ke kasir, dan kembali ke hadapan pegawai tersebut.

“Miris sekali. Orang dilihat dari apa yang ia pakai. Pakailah kalung ini untukmu, agar kamu diperlakukan sebagai orang kaya” Andara tersenyum manis, ia menepuk pundak pegawai tersebut lalu melangkah maju meninggalkan toko.

Paras para pengunjung berkerut dan terngaga, karena penyamaran Andara. Hal itu seolah menyadarkan kita untuk selalu berbuat baik tanpa memandang siapa orang tersebut.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Di kota Waka, terdapat mall megah dan mewah …”
  • Komplikasi: “Suatu waktu, ada seseorang wanita  …”
  • Resolusi: “Wanita itu berdiri tegap seolah menantang …”
  • Koda: “Paras para pengunjung berkerut dan terngaga …”

Baca juga: Contoh Paragraf Deduktif

Teks Narasi Pendidikan

Bapak Bidikmisi

Pendidikan di Indonesia mencoba berbenah dengan mulai memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang tidak mampu untuk berkuliah, Bidikmisi namanya. Bidikmisi merupakan singkatan dari Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi Bidikmisi mulai dicetuskan pada tahun 2010 yang merupakan bantuan pendidikan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kemendikbud. Tepatnya ialah oleh Bapak Bidikmisi yaitu Prof. Dr. Ir. KH Muhammad Nuh, DE.

Program yang dicetuskan oleh Mendikbud tersebut disambut baik. Program bidikmisi merupakan 100 hari ia bekerja sebagai Menteri Pendidikan pada era SBY-Budiono. Ia menjalankan visi misi agar Bidikmisi menjadi bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya membuat program dengan asal-asalan, Ia berkutat pada landasan hukum Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Setelah program tersebut berjalan selama 10 tahun, Bidikmisi membuka harapan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bagi calon mahasiswa, bisa mengajukan bidikmisi yang dikolektifkan saat pendafataran perguruan tinggi. Apabila berkas-berkas yang diajukan sesuai, maka calon mahasiswa tersebut berhak mendapatkan bantuan biaya selama 8 semester perkuliahan sebasar.

Manfaat lainnya ialah Bidikmisi juga membuat mahasiswa agar berupaya untuk lulus tepat waktu sehingga dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia. Karena, dari pelaksanaanya, bantuan biaya hanya diberikan sampai 8 semester. Program yang dicetuskan Muh Nuh tersebut, berguna bagi menunjang pendidikan nasional.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Pendidikan di Indonesia mencoba berbenah  …”
  • Komplikasi: “Program yang dicetuskan  …”
  • Resolusi: “Setelah program tersebut  …”
  • Koda: “Manfaat lainnya ialah Bidikmisi juga membuat mahasiswa …”

Teks Narasi Lingkungan

Narasi Lingkungan
Sumber foto: photoAC dari Pixabay

Kebun Kumara: Jalan Menuju Berkebun di Kota

Kota yang identik dengan minim ruang terbuka hijau menjadi latar belakang yang menarik bagi komunitas atau organisasi Kebun Kumara. Kebun Kumara didirikan oleh Soraya Cassandra yang berdiri pada tanggal 31 Juli 2016. Bertempat di Ciputat Timur, Kebun Kumara telah membuka kesempatan bagi para relawan yang ingin belajar dari alam.

Soraya, sang pendiri Kebun Kumara, telah bekerja dan menjadi relawan pengajar sebelum berkutat dengan lingkungan. Ia pun pernah belajar tentang permakultur untuk menunjang keberlangsungan komunitasnya di Yogyakarta.

Kebun Kumara membuat masyarakat tidak takut kotor dan menjadikan berkebun sebagai healing. Komunitas tersebut bertekad dan mengupayakan agar masyarakat kota meraih gaya hidup sehat dan seimbang dengan berinteraksi melalui alam. Program yang dicetuskan ialah berkebun, belajar ecorobic dan COB, dan sosialisasi ke peserta didik dan masyarakat.

Soraya merintis Kebun Kumara tidak sendirian. Ia bersama keluarganya merintis komunitas tersebut agar masyarakat urban di kota tetap memerhatikan keselarasan hidupnya bersama alam. Karena, hal tersebut berlangsung juga dalam kehidupan manusia seterusnya.

Dari beberapa hal yang sudah dipaparkan, Kebun Kumara dapat menjadi salah satu solusi untuk tetap mendekatkan manusia dengan alam. Semakin banyak orang yang berpartisipasi dan melek tentang lingkungan dan alam, maka keberlangsungan hidup pun akan tetap lestari.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Kota yang identik dengan minim …”
  • Komplikasi: “Soraya, sang pendiri Kebun Kumara,  …”
  • Resolusi: “Soraya merintis Kebun Kumara tidak sendirian …”
  • Koda: “Dari beberapa hal yang sudah dipaparkan, …”

Teks Narasi Fiksi

Di Balik Kerimbunan

Bukit itu menyeramkan di mata penduduk. Pepohonannya rimbun, dan dari kejauhan seolah tampak gelap sekali. Namun, tidak bagi dua kakak beradik yang tinggal di bawah bukit tersebut. Terkadang warga selalu terheran-heran mengapa mereka berani keluar masuk bukit tersebut. Sang kakak bernama Cendana selalu mengajak adik perempuannya Manili untuk mengajaknya ke bukit tersebut.

Warga yang sering mengingatkan mereka adalah Ki Tarma. Menurut Ki Tarma bukit tersebut adalah tempat bersarangnya jin. Lalu rumor tersebut dipercaya warga sampai sekarang. Cendana yang sehari-hari bekerja sebagai petani pun tak memedulikan omongan tersebut. Ia dan Manili tetap berjalan kaki mengintari bukit, menyibak semak-semak belukar setinggi dada, dan sampailah ke sebuah lapangan di atas bukit tersebut.

Kedua kakak beradik itu pun kagum, terdapat banyak spesies jamur yang ada di bukit tersebut. Di pohon-pohonnya banyak anggrek bulan dengan warna yang sangat cantik. Perlahan Cendana pun berbicara,

“Begini, Dik. Jika orang-orang kampung mulai melihat ini pasti mereka akan mengambilnya dan menjualnya. Maka dari itu, biarkanlah bukit ini tetap asri dan rumor tetap beredar, yang terpenting kita harus tetap jaga bukit ini”

Malini pun mengangguk. Ia menyadari bahwa kakaknya sangat mencintai bukit tersebut. Ia pun berusaha untuk selalu menuruti apa kata kakaknya. Baginya, kakaknya ialah orang nomor satu setelah kedua orang tuanya meninggal. Ia akan ikut menjaga kelestarian bukit tersebut.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Bukit itu menyeramkan di mata penduduk …”
  • Komplikasi: “Warga yang sering mengingatkan mereka adalah Ki Tarma,  …”
  • Resolusi: “Begini, Dik. Jika orang-orang kampung mulai melihat …”
  • Koda: “Malini pun mengangguk …”

Baca juga: Contoh Paragraf Campuran

Teks Narasi Pengalaman

Narasi Pengalaman
Sumber foto: Gerd Altmann dariPixabay

Narasi ini menceritakan atau mengisahkan tentang pengalaman seseorang yang pernah ditempuhnya. Bisa berupa fiksi maupun non fiksi.

Pak Binar

Aku ingat betul puluhan tahun yang lalu, Pak Binar memasuki kelasku yang laintainya masih tanah. Pak Binar ialah guru muda yang diutus pemerintah untuk mengajar di desa kami. Desa yang menuju kabupaten harus menempuh waktu 4 jam. Walaupun Pak Binar guru Olahraga, namun tak jarang ia mengajar pelajaran lain seperti Matematika atau bahasa Indonesia.

Pada Rabu yang kelabu, ia tiba-tiba memasuki kelasku, yaitu kelas 5. Padahal itu bukan pelajaran olahraga, Matematika, ataupun bahasa Indonesia. Melainkan pelajaran Kesenian. Lalu ia pun berdiri di tengah-tengah kelas, melihat 20 anak yang duduk di bangku masing-masing, lalu berkata.

“Hari ini, kalian bebas belajar apapun!” Ujarnya dengan lantang.

Pak Binar menjelaskan agar anak-anak bebas memilih pelajaran yang disukanya. Ia akan menjadi mentor pada hari itu dan tetap membantu anak-anak yang sesuai pelajaran yang dipilih. Sontak aku dan teman-teman senang sekali. Aku memilih belajar bahasa Indonesia dengan cara membuat puisi sedangkan Tama, teman sebangku belajar Matematika. Diva yang senang bernyanyi berlatih vokal di kelas.

Setelah waktu menunjukan  pulang, Pak Binar menjelaskan bahwa hari itu ialah tanggal 2 Mei yang artinya sebagai Hari Pendidikan. Ia pun mengatakan bahwa seharusnya pendidikan membebaskan, sehingga anak-anak senang belajar apa yang disuka sesuai keahliannya. Jika dipaksa terus menerus mengikuti sistem, maka akan berdampak kepada kreativitas anak-anak.

Hari itu selesai dengan masing-masing dari kami mempresentasikan hasil belajar. Aku akan selalu ingat hari tersebut, hari di mana aku bebas memilih apapun yang aku mau.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Aku ingat betul puluhan tahun yang lalu, …”
  • Komplikasi: “Pada Rabu yang kelabu, ia tiba-tiba memasuki kelasku …”
  • Resolusi: “Setelah waktu menunjukan  pulang, …”
  • Koda: “Hari itu selesai dengan masing-masing …”

Teks Narasi Insipiratif

Jus Jeruk dan Buku

Hiduplah  seorang bocah lelaki yang menjajakan buku dagangan dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Ia tetap berusaha, walaupun penduduk di kota tersebut jarang sekali yang hobi membaca. Biasanya, ia mengedarkan buku tersebut setiap minggu pagi dan hanya laku satu buku jika sedang beruntung.

Pada petang yang matang, ia menawarkan pada rumah pinggir jalan dan yang membukakan pintu ialah pria dengan rambut acak-acakan, namun senyumnya sangat ramah. Pria tersebut membiarkan anak kecil itu memasuki rumahnya yang penuh dengan buku dan berlembar-lembar kertas. Walaupun agak takut, si anak kecil tetap memasuki rumahnya. Bahkan Si Anak kecil diberikan segelas jus jeruk oleh pria tersebut. Setelah berbincang panjang lebar dan membeli buku, barulah si Anak kecil itu sadar, bahwa pria tersebut ialah seorang penulis yang sedang naik daun. Setelah keluar dari rumah tersebut, entah mengapa ia merasa begitu puas.

Selang puluhan tahun berjalan, ada seorang pria tua yang kebingungan untuk mengirimkan karya terbarunya untuk dijadikan buku. Lalu ia sampai di Penerbit Iqra yang menjadi andalan masyarakat kota. Pria tua tersebut pun memberitahukan tujuannya kepada satpam. Tiba-tiba, dari arah belakang, ada pria gagah memakai jas, dialah pemilik penerbit tersebut.

Pria gagah perlahan menghentikan langkah, lalu kembali ke hadapan pria tua tersebut. Ia pun menyuruh satpamnya untuk menuntun pria tua itu ruangannya. Pemilik penerbit itu memperkenalkan diri sebagai Leka Kusuma, seorang anak penjual buku keliling baru puluhan tahun yang lalu. Serta pria tua itu adalah penulis yang pernah ia temui.

Paras penulis itu tergambar senang walaupun sudah tua. Ia sudah lama hiatus menulis buku dan ingin menerbitkan kembali tetapi belum menemukan penerbit. Dengan senang hati, Leka pun akan menerbitkan buku tersebut tanpa adanya pajak. Sehingga, seluruh keuntungan buku tersebut akan menjadi milik penulis.

Struktur dalam teks tersebut ialah sebagai berikut:

  • Orientasi: “Hiduplah  seorang bocah lelaki kecil  yang menjajakan buku …”
  • Komplikasi: “Pada petang yang matang, ia menawarkan pada rumah …”
  • Resolusi: “Pria gagah perlahan menghentikan langkah…”
  • Koda: “Paras penulis itu tergambar senang walaupun sudah tua. …”

Baca juga: Contoh Konjungsi serta Jenisnya

Nah itulah contoh teks narasi serta penjelasannya, semoga dapat membantumu ya.


Sumber Referensi:

Tim Dikmas. 2018. Teks Narasi dan Literasi Buku Fiksi-Nonfiksi (Cas dari Cerita dan Buku). Jakarta: Kemendikbud  dan Dikmas Kalimatan Selatan.

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Saya merupakan mahasiswi program studi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *